Anda di halaman 1dari 25

1.

Teori Atom John Dalton


Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang
atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa
(hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan
bahwa Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat
hasil reaksi. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa Perbandingan massa unsur-unsur
dalam suatu senyawa selalu tetap. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan
pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki
atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat
dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali
dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak
peluru. Seperti gambar berikut ini:

Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus
listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J.
Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar
katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara
katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode
merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan
selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif,
maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif
elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari
teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom
Thomson. Yang menyatakan bahwa:

Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan
negatif elektron
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji
jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang
pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.
Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:

Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan
negatif dalam bola atom tersebut.
3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)
melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa () terhadap lempeng
tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang
bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus
lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat
Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila
dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka,
didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang
sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut
kurang dari 1), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara
20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90 bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka
didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan
fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan

1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom


kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford
mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang
menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam
inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar
tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:

Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom
Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini
berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti
atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik
dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat,
sebagai berikut:
1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam
atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap)
elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga
tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner
lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan
persamaan planck, E = hv.
4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu,
terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut
merupakan kelipatan dari h/2 atau nh/2, dengan n adalah bilangan bulat dan h
tetapan planck.

Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan


tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah
adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor
kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum
Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori
mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu Tidak mungkin
dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat
bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak
tertentu dari inti atom.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut
orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin
Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk
menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

Persamaan Schrodinger

x,y dan z
Y
m

E
V

= Posisi dalam tiga dimensi


= Fungsi gelombang
= massa
= h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
= Energi total
= Energi potensial

Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model
atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar
berikut ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital
menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama
atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk
kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari
beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu
sama.
Ciri khas model atom mekanika gelombang
1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak
stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi
gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling
besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan
kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan
kuantum tersebut)
3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu
yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.

BEBERAPA PERKEMBANGAN TEORI ATOM


A. Pendahuluan
Filsafat ilmu pengetahuan merupakan cabang filsafat yang mempelajari teori
pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis
keterangan yang berkaitan dengan kebenaran ilmu tertentu. Dalam tulisan ini akan
dipaparkan hanya tentang perkembangan teori atom.
B. Citra Manusia Tentang Alam

Allah menciptakan Alam beseta isinya terdiri dari beberapa macam bentuk. Bentukbentuk ini dapat berupa zat padat, cair maupun gas. Dalam bentuk zat padat umpamanya
batu, kayu, dalam bentuk zat cair contohnya air, minyak, dan dalam bentuk zat gas
umpamanya gas alam. Dapat pula kita amati bahwa bentuk-bentuk itu berupa gejala
contohnya bianglala dan suara. Kesemuanya itu dapat kita amati melalui panca indra kita.
Namun demikian tentunya panca indera kita mempunyai keterbatasan, misalnya saja
untuk melihat benda-benda yang besarnya tidak kurang dari 0,1 mm dapat kita lihat
dengan mata telanjang, sedangkan untuk melihat benda yang ukurannya tidak kurang dari
0,0005 mm dapat digunakan mikroskop, dan benda yang ukurannya besarnya 0,001
mikron.
Alam semesta di sekitar kita terdiri atas berbagai macam bentuk. Bentuk-bentuk ini dapat
berupa benda dan berupa gejala. Tetapi pancaindera kita ini selain dapat mengamati
saksama juga memiliki keterbatasan. Akan tetapi berkat akal yang kita miliki, kita telah
menemukan berbagai macam peralatan yang dapat membantu mengatasi keterbatasan
kemampuan mengindera kelima pancaindera kita itu. Teropong bintang yang ada di
observatorium bosscha misalnya dapat mendekatkan gambaran benda langit ke bumi
sehingga dengan menggunakan alat itu banyak hal yang tadinya tidak kita ketahui
mengenai bintang dapat menjadi lebih jelas. Demikian pula dengan bantuan mikroskop
kuman yang tadinya tidak tampak oleh mata bugil dapat di amati bagian-bagian selnya
digunakan bantuan mikroskop elektron.
Oleh karena itu manusia selalu mencari perkembangan ilmu dan pengetahuannya untuk
lebih mempermudah lagi manusia dalam mengamati benda benda alam ini. Salah satu
pertanyaan yang sejak dulu dikemukakan orang adalah tentang hakikat zat. Mengapa ada
benda berbentuk padat, cair, dan gas misalnya sudah dipertanyakan sejak zaman Yunani
Kuno. Dengan demikian menjadi sangat menarik untuk menelusuri bagaimana pandangan
orang mengenai susunan benda berubah dari masa ke masa.
Teori atom dalam ilmu kimia dan fisika adalah teori mengenai sifat benda. Teori ini
menyebutkan bahwa semua benda terbentuk dari atom-atom. Dasar filsafat untuk teori ini
disebut atomisme. Teori ini dapat diterapkan pada semua fase umum benda seperti yang
ditemukan di bumi, yaitu padat, cair, dan gas. Teori ini tidak dapat diterapkan pada
plasma atau bintang neutron di mana terjadi lingkungan yang tidak standar, seperti
suhu atau densitas ekstrim yang menghambat pembentukan atom.
C. Konsep Atom Zaman Yunani
Salah satu konsep ilmiah yang tertua ialah bahwa setiap zat dapat dipecah menjadi
sekecil-kecilnya sehingga zarah terkecil yang dapat dibuat itu masih tetap memilki sifatsifat zat yang dipecah-pecah tadi.Setelah mencapai ukuran terkecil zarah itu tidak dapat
dipecah lagi tanpakehilangansifat-sifatnya yang asli, oleh ahli filsafat yunani Leucippus
dan muridnya Demokritus dinamakan Atom yang asal katanya dari a yang artinya tidak
dan tomos yang artinya memotong, sehingga atom artinya ialah tidak terbagi

Konsep yang dimunculkan pada abad kelima sebelum masehi itu masih tetap
dikumandangkan beberapa abad berikutnya oleh pemikir-pemikir seperti Riordano
Bruno, Francis Bacon, dan Rene Descartes. Bahkan para ilmuwan utama abad ke-17,
seperti: Galileo, Newton, dan Huygens pun mendukung konsep susunan zat yang terdiri
atas atomatom ini.
D. Teori Atom Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang
atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa
(hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier menyatakan
bahwa Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat
hasil reaksi. Sedangkan Prouts
menyatakan bahwa
Perbandingan massa unsur unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. Dari kedua
hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki
atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat
dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali
dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak
peluru. Seperti gambar berikut ini:
Model Atom Dalton seperti bola pejal
Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Dalton
Kelebihan
Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom
Kelemahan
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus
listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik
adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus
listrik.
E. Dmitri Ivanovich Mendeleev (1834 1907) : Tabel Periodik

Pada tahun 1859 seorang ilmuan Rusia Dmitri Ivanovich Mendeleev menemukan sistem
periodik. Berdasarkan pemikiran dari John Dalton (1805) yang menyatakan bahwa setiap
atom mempunyai massa, maka Mendeleev membagi elemen-elemen yang dituliskan
dalam kartu-kartu berdasarkan pada ukuran berat atom dalam suatu susunan baris dan
kolom, dan dalam satu kolom dituliskan tujuh elemen. Sampai tahun 1971 telah
ditemukan 63 unsur dari 92 elemen yang kita ketahui. Termasuk Helium yang belum
ditemukan. Perkembangan berikutnya terjadi dua puluh tahun kemudian, dimana
Mendeleev menemukan eka-silikon di Jerman, yang telah diprediksinya sebelumnya.
Karena temuan-temuannya itu Mendeleev terkenal dimana-mana.
Hal yang dapat kita ambil dibalik temuan atom tersebut adalah kaitannya dengan angkaangka. Sebagai contoh ukuran berat atom yang merupakan suatu ukuran kompleksitas.
Perkembangan teori atom juga berpengaruh pada karya seni. Pada tahun 1900 pelukispelukis dunia seperti yang dapat dilihat pada lukisan Umberto Boccioni dalam The
Forcest of A street atau Dynamism of cyclisyt, lukisan sinar X oleh Rontgen, Juan Gris
dalam analisis struktur bentuk natural dalam Still Life atau bentuk kemanusiaan dalam
Pierrot.
F. Model Atom Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J.
Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar
katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara
katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode
merupakan partikel
penyusun
atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif,
maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif
elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari
teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom
Thomson. Yang menyatakan bahwa:Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif
dan didalamya tersebar muatan negatif elektron Model atom ni dapat digambarkan
sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron
yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom
Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat
digambarkan sebagai berikut:
Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson
Kelebihan
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom
bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.

Kelemahan
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam
bola atom tersebut.
G. Model Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners
Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa () terhadap
lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang
bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus
lembaran tipis kertas.Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan
untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola
pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan.
Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada
lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada
penyimpangan sudut kurang dari 1), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta
bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90 bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesimpulan beberapa berikut:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka
didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan
fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan
1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom
kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford
mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang
menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam
inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar
tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:
Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Rutherford
Kelebihan
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi
inti
Kelemahan
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan

teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama
kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati
inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan
sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas
kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan
mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut.
Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti
disebut dengan kulit.

H. Model Atom Bohr


Pada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan
atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya
ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar
inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori
klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat
postulat, sebagai berikut:
1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam
atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap)
elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga
tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner
lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan
persamaan planck, E = hv.
4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu,
terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut
merupakan kelipatan dari h/2 atau nh/2, dengan n adalah bilangan bulat dan h
tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan
tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah
adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor
kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan
atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya
elektron.
Kelemahan
model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack
I. Henry Moseley (1887-1915)

Henry Moseley dalam laboratorium Rutherford melakukan eksperimen konfirmasi


terhadap model Bohr pada fenomena baru berupa garis-garis pada spektrum sinar energi
tinggi X yang tidak terlihat oleh mata tetapi yang terbentuk dengan cara yang sama yaitu
loncatan elektron dari orbit yang lebih luar ke orbit yang lebih dalam.
J. Ilmuan ilmuan lain
Ilmuan-ilmuan lain yang berperan dalam perkembangan teori atom antara lain: James
Chadwick menemukan Neutron pada tahun 1932; Enrico Fermi (1901-1954) menemukan
reaksi Nuklir; dan Hans Bethe (1906) menemukan teori fusi Hidrogen.
K. Quark sebagai Zarah yang Lebih Kecil lagi
Kalau pada awal abad ke-20 ini teori Dalton diguncang karena ditemukan bahwa atom
masih dapat dipecah menjadi proton, neutron, dan electron, maka pada tahun 1964 terjadi
lagi guncangan baru. Ahli fisika Amerika Serikat Murray Gell-Mann mengemukakan
bahwa proton dan neutron terdiri atas zarah-zarah yang lebih kecil lagi yang dinamakan
Quark. Ahli fisika Amerika lainnya Georg Zweig juga mengemukakan suatu teori yang
sama, akan tetapi butir-butir itu dinamakan as.
Suatu proton terdiri atas dua buah atas dan sebuah bawah, dan karena quark atas
bermuatan , dan quark bawah bermuatan -. Proton bermuatan +1, Neutron terdiri
atas satu quark atas dan dua quark bawah sehingga muatannya 0. Suatu zarah yang terjadi
dari beberapa quark dinamakan suatu hadron sehingga proto dan netron adalah suatu
hadron. Suatu hadron yang terdiri atas tiga quark dinamakan suatu Baryon. Suatu zarah
yang terdiri atas dua quark disebut suatu meson. Kedua quark itu sebenarnya berlawanan
sehingga yang satu lagi memiliki rasa tandingan dan karena itu dapat disebut anti quark.
KESIMPULAN
1. Pengertian bahwa quark itu adalah zarah terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi
pada suatu ketika ada saja kemungkinannya akan ditumbangkan lagi dan sejarah pun
akan berulang kembali.
1. Setiap teori atom ada kelebihan dan kelemahannya, dimana dari kelemahan pada
teori
atom yang sebelumnya akan melahirkan teori atom yang baru.
1. Ditinjau dari segi filosofis:
1. Fisika abad dua puluh adalah suatu hasil kerja yang abadi

2. Imajinasi manusia bekerja secara komunal telah menghasilkan suatu monumen


tanpa tandingan, baik dibandingkan dengan piramid, Iliad, ballada maupun
katedral.
3. Orang-orang yang membuat konsepsi-konsepsi ini secara berurutan adalah
pahlawan-pahlawan pelopor di abad dua puluh. Mendeleev mengocok kartunya,
JJ Thomson yang telah meruntuhkan kepercayaan Yunani bahwa atom tak
terbagikan, Rutherford yang telah menjadikan penemuan JJ Thomson tersebut ke
dalam suatu sistem planet, dan Niels Bohr yang membuat model tersebut bekerja.
Chadwick yang telah menemukan neutron dan fermi yang telah menggunakannya
untuk membuka dan merubah inti atom.
Daftar Pustaka
Nasution, Andi Hakim. 1989. Pengantar ke Filsafat Sains. Pustaka Litera Antar Nusa.
Bogor.
Bronowski, jacob, 1908. The Ascent of Man. Eleventh Printing : Boston/ Toronto.
Susanti, 2007. Bahan ajar
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Vika%20
Susanti/model. Html (diakses tanggal 25 november 2008)

PERKEMBANGAN TEORI ATOM


Atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat kimia
unsur tersebut. Atom terdiri atas partikel-partikel kecil yang lebih kecil, yaitu proton (p),
elektron (e), dan neutron (n). Proton adalah partikel dari atom yang bermuatan positif.
Elektron adalah partikel dari atom yang bermuatan negatif, sedangkan neutron adalah
partikel dari atom yang tidak bermuatan. Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan
positif (proton dan neutron) dan kulit atom dimana tedapat awan elektron.
PERKEMBANGAN TEORI ATOM dapat dijelaskan oleh beberapa model yang
dikemukakan oleh ahli-ahli sebagai berikut:
TEORI ATOM DALTON

Teori atom Dalton diperkenalkan pada tahun 1808, menjelaskan tentang perilaku atom.
Teori ini umumnya masih berlaku. Teori ini menyatakan bahwa:
Semua zat tersusun atas partikel kecil yang disebut atom.
Atom tidak dapat diciptakan, dimusnahkan, atau dibagi. (ini sudah disanggah
berdasarkan radioaktivitas, yang dikenal dengan proses peluruhan
radioaktif yaitu proses disintegrasi berantai (suatu rangkaian peluruhan)

yang dialami inti suatu unsur radioaktif untuk menjadi inti unsur lain yang
stabil).
Semua atom unsur yang sama mempunyai sifat dan massa yang sama (ini
disanggah melalui penjelasan mengenai isotop, yaitu suatu atom dari
sebuah unsur yang jumlah neutronnya berbeda dengan atom lain dari
unsur yang sama. Isotop suatu unsur mempunyai nomor atom sama tetapi
nomor massa berbeda. Isotop dibedakan dengan penulisan nomor massa,
dengan nama atau lambang unsur, contoh: 12C, 13C, 14C).
Atom dari unsur yang berbeda mempunyai perbedaan sifat dan perbedaan
massa.
Ketika senyawa terbentuk, atom unsur yang terlibat akan berkombinasi dalam
perbandingan bilangan bulat sederhana. (meskipun kita tahu, ada molekul
organik besar tidak selalu berkombinasi dalam perbandingan angka yang
bulat).
MODEL ATOM THOMSON
Menurut Thomson: atom merupakan bola bermuatan positif, ditempat tertentu terdapat
elektron (penemuan elektron).
MODEL ATOM RUTHERFORD
Dari percobaan penghamburan sinar alfa oleh lempeng logam dan pembelokan sinar alfa
oleh oleh inti atom seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut:
Dari gambar dapat disimpulkan:
Atom terdiri dari:
Inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif.
Elektron merupakan bagian dari atom yang mengelilingi inti dan
bermuatan negatif.
Jari-jari inti lebih kecil (10-13 cm) dibandingkan dengan jari-jari atom (10-8
cm).
Inti bermuatan positif karena mengandung proton. Pada atom netral jumlah
proton sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti.
Kelemahan model atom Rutherford, yaitu tidak dapat menerangkan mengapa
elektron dapat stabil mengelilingi inti atom. Teori ini disempurnakan dengan teori
Bohr.

MODEL ATOM BOHR

Model atom menurut Bohr dinyatakan sebagai berikut:


Elektron-elektron dalam mengelilingi inti berada pada tingkat-tingkat energi
(kulit) tertentu tanpa menyerap atau memancarkan energi. Momen sudut
elektron adalah kelipatan:
QUOTE , dengan h= konstanta planck
Energi akan dipancarkan atau diserap jika elektron berpindah dari satu tingkat
energi ke tingkat energi yang lain, sesuai dengan persamaan:
E1 E2 = hv
Dengan, E1 > E2 : elektron memancarkan
energi
E1 <>2 : elektron menyerap energi
Elektron berpindah ketingkat yang lebih tinggi dengan menyerap energi,
sebaliknya elektron berpindah ketingkat yang lebih rendah dengan memancarkan
energi.
Model atom Bohr dan Rutherford berhasil menjelaskan terjadinya garis-garis
spektrum atom hidrogen, tetapi gagal meramalkan terjadinya spektrum yang
dipancarkan atom-atom lain.
Teori-teori diatas disempurnakan dengan teori atom modern berdasarkan
mekanika kuantum.
MODEL ATOM MODERN
Model atom ini memperkenalkan pengertian orbital dan konfigurasi elektron.
Konsep Orbital
Menurut Louis De Broglie ( ahli fisika Perancis) materi yang bergerak mempunyai ciriciri gelombang. Sifat partikel yang sama dengan sifat gelombang, dirumuskan:
Dengan: QUOTE

h = tetapan planck (kg m2/s)


v = kecepatan (m/s)

m = massa partikel (kg)


teori ini menunjukkan dualisme sifat dari elektron, yakni sebagai massa
dan sebagai gelombang. Pada teori Bohr, gelombang tidak bergerak lurus,
tapi menyebar pada daerah tertentu.
Werner heisenberg (Jerman; 1927-1976) mengemukakan teori keboleh jadian
menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya, karena tidak
mungkin menentukan posisi atau momentum yang pasti dari suatu atom. Daerah dalam
ruang disekitar inti dengan kebolehjadian menemukan elektron disebut orbital.
Erwin Schrodinger (ahli fisika Austria) merumuskan persamaan gelombang untuk
mengambarkan bentuk dan tingkat orbital (mekanika gelombang) dalam bentuk bilangan
kuantum.
Bilangan Kuantum

Untuk menentukan posisi suatu orbital diperlukan 3 bilangan kuantum,


yaitu: bilangan kantum utama (n), bilangan kuantum azmut (l), dan
bilangan kuantum magnetik (m). Kedudukan elektron ditentukan oleh
bilangan kuantum spin (s).
Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum ini menyatakan nomor kulit tempat elektron
berlokasi, jumlah elektron maksimum untuk masing-masing kulit 2n2 .
Kulit K (n=1), kulit L (n=2), kulit M (n=3), kulit N (n=4).
Bilangan Kuantum Azimut (l)
Bilangan kuantum ini menyatakan jenis subkulit (sub tingkat energi),
tempat elektron berada juga menentukan bentuk orbital.
l = n-1, dengan l = 0, 1, 2, 3 ....
Bilangan Kuantum Magnetik (m)
Bilangan kuantum ini menyatakan orbital tempat elektron berlokasi.
m = -l,... 0 ....+l
Bilangan Kuantum Spin (s)
Bilangan kuantum ini menyatakan arah rotasi elektron dalam orbital, s
= /2. Dengan komponen bilangan kuantum spin ms = +1/2 dan ms =
-1/2.

Hukum kekekalan massa


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hukum konservasi massa)
Langsung ke: navigasi, cari
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier
adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan
meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem
tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ). Pernyataan
yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat
berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses
kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa
produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia,
teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan ilmu relativitas spesial,
kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap
dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Pada beberapa
peristiwa radiasi, dikatakan bahwa terlihat adanya perubahan massa menjadi energi. Hal
ini terjadi ketika suatu benda berubah menjadi energi kinetik/energi potensial dan
sebaliknya. Karena massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang
mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan
tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian, dalam hampir seluruh peristiwa yang
melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena massa
yang berubah sangatlah sedikit.

[sunting] Contoh hukum kekekalan massa


Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen
dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung
hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen
sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen
dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.
Air -> Hidrogen + Oksigen (+ Air)
(36 g) (36 g)

[sunting] Sejarah Hukum Kekekalan Massa


Hukum kekekalan massa diformulasikan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1789. Oleh
karena hasilnya ini, ia sering disebut sebagai bapak kimia modern. Sebelumnya, Mikhail
Lomonosov (1748) juga telah mengajukan ide yang serupa dan telah membuktikannya

dalam eksperimen. Sebelumnya, kekekalan massa sulit dimengerti karena adanya gaya
buoyan atmosfer bumi. Setelah gaya ini dapat dimengerti, hukum kekekalan massa
menjadi kunci penting dalam merubah alkemi menjadi kimia modern. Ketika ilmuwan
memahami bahwa senyawa tidak pernah hilang ketika diukur, mereka mulai melakukan
studi kuantitatif transformasi senyawa. Studi ini membawa kepada ide bahwa semua
proses dan transformasi kimia berlangsung dalam jumlah massa tiap elemen tetap.

[sunting] Kekekalan massa vs. penyimpangan


Ketika energi seperti panas atau cahaya diijinkan masuk ke dalam atau keluar dari sistem,
asumsi hukum kekekalan massa tetap dapat digunakan. Hal ini disebabkan massa yang
berubah karena adanya perubahan energi sangatlah sedikit. Sebagai contoh adalah
perubahan yang terjadi pada peristiwa meledaknya TNT. Satu gram TNT akan
melepaskan 4,16 kJ energi ketika diledakkan. Namun demikian, energi yang terdapat
dalam satu gram TNT adalah sebesar 90 TJ (kira-kira 20 miliar kali lebih banyak). Dari
contoh ini dapat terlihat bahwa massa yang akan hilang karena keluarnya energi dari
sistem akan jauh lebih kecil (dan bahkan tidak terukur) dari jumlah energi yang tersimpan
dalam massa materi.

[sunting] Penyimpangan
Penyimpangan hukum kekekalan massa dapat terjadi pada sistem terbuka dengan proses
yang melibatkan perubahan energi yang sangat signifikan seperti reaksi nuklir. Salah satu
contoh reaksi nuklir yang dapat diamati adalah reaksi pelepasan energi dalam jumlah
besar pada bintang. Hubungan antara massa dan energi yang berubah dijelaskan oleh
Albert Einstein dengan persamaan E = m.c2. E merupakan jumlah energi yang terlibat, m
merupakan jumlah massa yang terlibat dan c merupakan konstanta kecepatan cahaya.
Namun, perlu diperhatikan bahwa pada sistem tertutup, karena energi tidak keluar dari
sistem, massa dari sistem tidak akan berubah.

Kekekalan energi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi
energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam
termodinamika.
Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika)berbunyi: "Energi dapat berubah
dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan
(konversi energi)".

Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama
kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu senyawa
kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama.
Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang
tetap. Misalnya, air terdiri dari 8/9 massa oksigen dan 1/9 massa hidrogen. Bersama dengan
hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah
hukum dasar stoikiometri.

[sunting] Sejarah
Perbandingan tetap pertama kali dikemukakan oleh Joseph Proust, setelah serangkaian
eksperimen di tahun 1797 dan 1804.[1] Hal ini telah sering diamati sejak lama sebelum itu,
namun Proust-lah yang mengumpulkan bukti-bukti dari hukum ini dan
mengemukakannya[2] Pada saat Proust mengemukakan hukum ini, konsep yang jelas
mengenai senyawa kimia belum ada (misalnya bahwa air adalah H2O dsb.). Hukum ini
memberikan kontribusi pada konsep mengenai bagaimana unsur-unsur membentuk
senyawa. Pada 1803 John Dalton mengemukakan sebuah teori atom, yang berdasarkan
pada hukum perbandingan tetap dan hukum perbandingan berganda, yang menjelaskan
mengenai atom dan bagaimana unsur membentuk senyawa.

[sunting] Penyimpangan dari hukum Proust


Perlu diketahui bahwa sekalipun hukum ini amat berguna dalam dasar-dasar kimia
modern, hukum perbandingan tetap tidak selalu berlaku untuk semua senyawa. Senyawa
yang tidak mematuhi hukum ini disebut senyawa non-stoikiometris. Perbandingan massa
unsur-unsur pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada berbagai sampel.
Misalnya oksida besi wstite, memiliki perbandingan antara 0.83 hingga 0.95 atom besi
untuk setiap atom oksigen. Proust tidak mengetahui hal ini karena peralatan yang ia
gunakan tidak cukup akurat untuk membedakan angka ini.
Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk senyawa-senyawa yang mengandung
komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop dapat berbeda sesuai sumber dari unsur
yang membentuk senyawa tersebut. Perbedaan ini dapat digunakan untuk penanggalan
secara kimia, karena proses-proses astronomis, atmosferis, maupun proses dalam
samudera, kerak bumi dan Bumi bagian dalam kadang-kadang memiliki kecenderungan
terhadap isotop berat ataupun ringan. Perbedaan yang diakibatkan amat sedikit, namun
biasanya dapat diukur dengan peralatan modern. Selain itu, hukum Proust juga tidak
berlaku pada polimer, baik polimer alami maupun polimer buatan.

Hukum perbandingan berganda


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

John Dalton, pencetus hukum perbandingan berganda


Dalam kimia, hukum perbandingan berganda adalah salah satu hukum dasar
stoikiometri. Hukum ini juga kadang-kadang disebut hukum Dalton (diambil dari nama
kimiawan Inggris John Dalton), tapi biasanya hukum Dalton merujuk kepada hukum
tekanan parsial. Hukum ini menyatakan bahwa apabila dua unsur bereaksi membentuk
dua atau lebih senyawa, maka perbandingan berat salah satu unsur yang bereaksi dengan
berat tertentu dari unsur yang lain pada kedua senyawa selalu merupakan perbandingan
bilangan bulat sederhana. [1] Misalnya karbon bereaksi dengan oksigen membentuk
karbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO). Jika jumlah karbon yang bereaksi
pada masing-masing adalah 1 gram, maka diamati bahwa pada karbonmonoksida yang
terbentuk akan terdapat 1,33 gram oksigen dan 2,67 gram oksigen pada karbondioksida.
Perbandingan massa oksigen mendekati 2:1 ,yang perbandingan bilangan bulat
sederhana, mematuhi hukum perbandingan berganda. Pengamatan serupa juga terjadi
pada reaksi-reaksi lain, seperti hidrogen dan oksigen membentuk air (H2O) dan hidrogen
peroksida (H2O2). Jika hidrogen yang bereaksi masing-masing 1 gram, H2O yang
terbentuk akan mengandung 4 gram oksigen, dan 8 gram pada H2O2.
John Dalton pertama kali mengemukakan pengamatan ini pada 1803. Beberapa tahun
sebelumnya, kimiawan Perancis telah mengemukakan hukum perbandingan tetap. Dalton
merumuskan hukum ini berdasarkan pengamatan-pengamatan terhadap nilai-nilai
perbandingan Proust. Kedua hukum ini merupakan penemuan penting untuk menjelaskan
bagaimana senyawa terbentuk dari atom-atom. Selanjutnya pada tahun yang sama, Dalton
mengajukan teori atom yang merupakan dasar dari konsep rumus kimia dalam senyawa.

Hukum Hess adalah sebuah hukum dalam kimia fisik untuk ekspansi Hess dalam siklus
Hess. Hukum ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan
energi (dinyatakan sebagai fungsi keadaan H).

[sunting] Penjelasan
Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu
reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh
produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh
terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya.
Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat
diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada
beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan
reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan
menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau
dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jika
persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi
-H).
Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai H juga dapat diketahui dengan
pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan
reaktan. Secara matematis
.
Untuk reaksi-reaksi lainnya secara umum
.

[sunting] Kegunaan
Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi keseluruhan dari suatu proses hanya
tergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi, dan tidak tergantung kepada rute atau
langkah-langkah diantaranya. Dengan mengetahui Hf (perubahan entalpi pembentukan)
dari reaktan dan produknya, dapat diramalkan perubahan entalpi reaksi apapun, dengan
rumus
H=HfP-H fR
Perubahan entalpi suatu reaksi juga dapat diramalkan dari perubahan entalpi pembakaran
reaktan dan produk, dengan rumus

H=-HcP+HcR

[sunting] Contoh umum


Contoh tabel yang digunakan untuk menerapkan hukum Hess
Zat
CH4 (g)
O2 (g)
CO2 (g)
H2O (l)

Hf /KJ.mol-1
-75
0
-394
-286

Dengan menggunakan data entalpi pembentukan diatas dapat diketahui perubahan entalpi
untuk reaksi-reaksi dibawah ini:
CH4(g)+2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l)
Hc+-75+0=-394+2x-286
Hc-75=-966
Hc=-891KJ.mol-1

[sunting] Contoh lainnya


Jika diketahui:

B2O3(s) + 3H2O(g) 3O2(g) + B2H6(g) H = +2035 kJ


H2O(l) H2O(g) H = +44 kJ
H2(g) + (1/2)O2(g) H2O(l) H = -286 kJ
2B(s) + 3H*2B(s) + (3/2)O2(g) B2O3(s)

Persamaan-persamaan reaksi diatas (berikut perubahan entalpinya) dikalikan dan/atau


dibalik sedemikian rupa:

B2H6(g) + 3O2(g) B2O3(s) + 3H2O(g) H = -2035 kJ


3H2O(g) 3H2O(l) H = -132 kJ
3H2O(l) 3H2(g) + (3/2)O2(g) H = +858 kJ
2B(s) + 3H2(g) B2H6(g) H = +36 kJ

Sehingga penjumlahan persamaan-persamaan diatas akan menghasilkan

2B(s) + (3/2)O2(g) B2O3(s) H = -1273 kJ

Konsep dari hukum Hess juga dapat diperluas untuk menghitung perubahan fungsi
keadaan lainnya, seperti entropi dan energi bebas. Kedua aplikasi ini amat berguna
karena besaran-besaran tersebut sulit atau tidak bisa diukur secara langsung, sehingga
perhitungan dengan hukum Hess digunakan sebagai salah satu cara menentukannya.

Untuk perubahan entropi:

So = (Sfoproduk) - (Sforeaktan)
S = (Soproduk) - (Soreaktan).

Untuk perubahan energi bebas:

Go = (Gfoproduk) - (Gforeaktan)
G = (Goproduk) - (Goreaktan).

Hokum charles
Dalam termodinamika dan kimia fisik, hukum Charles adalah hukum gas ideal pada
tekanan tetap yang menyatakan bahwa
pada tekanan tetap, volume gas ideal bermassa tertentu berbanding lurus
terhadap temperaturnya (dalam Kelvin).
Secara matematis, hukum Charles dapat ditulis sebagai:

dengan
V: volume gas (m3),
T: temperatur gas (K), dan
k: konstanta.
Hukum ini pertama kali dipublikasikan oleh Joseph Louis Gay-Lussac pada tahun 1802,
namun dalam publikasi tersebut Gay-Lussac mengutip karya Jacques Charles dari sekitar
tahun 1787 yang tidak dipublikasikan. Hal ini membuat hukum tersebut dinamai hukum
Charles. Hukum Boyle, hukum Charles, dan hukum Gay-Lussac merupakan hukum gas
gabungan. Ketiga hukum gas tersebut bersama dengan hukum Avogadro dapat
digeneralisasikan oleh hukum gas ideal.

Hukum Gay-Lussac
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850)


Hukum Gay-Lussac dapat merujuk kepada salah satu dari dua hukum kimia yang
dikemukakan oleh kimiawan Perancis Joseph Louis Gay-Lussac. Keduanya berhubungan
dengan sifat-sifat gas.

[sunting] Hukum Gay-Lussac 1802


Pada 1802, Gay-Lussac menemukan bahwa
Tekanan dari sejumlah tetap gas pada volum yang tetap berbanding lurus dengan
temperaturnya dalam kelvin
Secara matematis dapat dinyatakan

atau

where:
P adalah tekanan gas.
T adalah temperatur gas (dalam Kelvin).
k adalah sebuah konstanta.
Hukum ini dapat dibuktikan melalui teori kinetik gas, karena temperatur adalah ukuran
rata-rata energi kinetik, dimana jika energi kinetik gas meningkat, maka partikel-partikel
gas akan bertumbukan dengan dinding/wadah lebih cepat, sehingga meningkatkan
tekanan.

Hukum Gay-Lussac dapat dituliskan sebagai perbandingan dua gas

[sunting] Hukum Gay-Lussac 1809


Hukum ini disebut juga hukum gabungan volum, yang ditemukan pada 1809
Perbandingan volum antara gas-gas dalam suatu reaksi kimia adalah
perbandingan bilangan bulat sederhana[1]
Misalnya perbandingan volum hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari penguraian air
adalah 2:1. Hukum ini merupakan salah satu dasar dari stoikiometri gas modern, dan
hipotesis Avogadro pada 1811 berasal dari hukum ini.

[sunting] Hukum Charles


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum Charles (?)
Hukum Charles juga kadang-kadang disebut Hukum Gay-Lussac atau Hukum Charles
Gay-Lussac, karena Gay-Lussac lah yang pertama kali mempublikasikan penemuan ini
pada 1802. Jacques Charles telah menemukannya lebih dahulu pada 1787, namun tidak
mempublikasikannya.[2][3] Belakangan hukum ini lebih sering disebut hukum Charles
karena kemudian Gay-Lussac menemukan hukum-hukum lain yang dinamakan sesuai
namanya.

Hukum Avogadro (Hipotes Avogadro, atau Prinsip Avogadro)


adalah hukum gas yang diberi nama sesuai dengan ilmuwan Italia Amedeo Avogadro,
yang pada 1811 mengajukan hipotesis bahwa:
Gas-gas yang memiliki volum yang sama, pada temperatur dan tekanan yang
sama, memiliki jumlah partikel yang sama pula.
Artinya, jumlah molekul atau atom dalam suatu volum gas tidak tergantung kepada
ukuran atau massa dari molekul gas. Sebagai contoh, 1 liter gas hidrogen dan nitrogen
akan mengandung jumlah molekul yang sama, selama suhu dan tekanannya sama. Aspek
ini dapat dinyatakan secara matematis,

.
dimana:
V adalah volum gas.
n adalah jumlah mol dalam gas tersebut.
k adalah tetapan kesebandingan.
Akibat paling penting dari hukum Avogadro adalah bahwa Konstanta gas ideal
memiliki nilai yang sama bagi semua gas. Artinya, konstanta

dimana:
p adalah tekanan gas
T adalah temperatur
memiliki nilai yang sama untuk semua gas, tidak tergantung pada ukuran atau massa
molekul gas. Hipotesis Avogadro dibuktikan melalui teori kinetika gas.
Satu mol gas ideal memiliki volum 22.4 liter pada kondisi standar (STP), dan angka ini
sering disebut volum molar gas ideal. Gas-gas nyata (non-ideal) memiliki nilai yang
berbeda.

Anda mungkin juga menyukai