Anda di halaman 1dari 7

HUKUM ISLAM

DALAM
STRUKTUR
PERUNDANGUNDANGAN
DI INDONESIA

LATAR BELAKANG

HUKUM DI INDONESIA BERSIFAT PLURAL (BARAT, ADAT, ISLAM,


NASIONAL)
ISMAIL SALEH: TERDAPAT 3 DIMENSI PEMBINAAN HUKUM
NASIONAL:
1.
PEMELIHARAAN YANG SUDAH ADA

UNTUK KEMASLAHATAN

MENCEGAH KEKOSONGAN HUKUM

BW/KUHPERDATA MASIH BERLAKU


2.
PEMBAHARUAN

MENYEMPURNAKAN YANG SUDAH ADA

MELENGKAPI YANG BELUM ADA

BUKU II KUHP TIDAK BERLAKU UNTUK TANAH


DENGAN ADANYA UUPA KECUALI HIPOTIK

HIPOTIK TIDAK BERLAKU DENGAN ADANYA UU HAK


TANGGUNGAN
3.
PENCIPTAAN

DIMENSI KREATIVITAS DAN DINAMIKA

UU HAKI, PSIKOTROPIKA

PERIODE KEDUDUKAN HUKUM ISLAM


DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA
PERIODE PENERIMAAN HUKUM ISLAM SEBAGAI
SUMBER PERSUASIF
IALAH SUMBER YANG TERHADAPNYA ORANG
HARUS YAKIN DAN MENERIMANYA
HASIL PANITIA 9 BPUPKI (BADAN PENYELIDIK
USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA)
YANG DIKENAL DENGAN PIAGAM JAKARTA
KETUHANAN, DENGAN KEWAJIBAN
MENJALANKAN SYARIAT ISLAM BAGI PEMELUKPEMELUKNYA
2. PERIODE PENERIMAAN HUKUM ISLAM SEBAGAI
SUMBER OTORITATIF
SUMBER YANG MEMPUNYAI KEKUATAN YURIDIS
DENGAN PROKLAMASI DAN UUD 45 (WALAU
TANPA 7 KATA PIAGAM JAKARTA)
MENGHAPUSKAN TEORI RECEPTIE
1.

2 JALUR HUKUM ISLAM DALAM


HUKUM NASIONAL
JALUR NON LEGISLASI

HUKUM ISLAM BERLAKU SEBAGAI NORMA YANG


MENGIKAT DIPATUHI KARENA FAKTOR KEIMANAN
DAN KETAKWAAN
MENTRANSFORMASIKAN NILAI-NILAI HUKUM
ISLAM KE DALAM HUKUM NASIONAL, TANPA
MEMPERSOALKAN LABEL PRODUK HUKUMNYA
JALUR LEGISLASI
HUKUM ISLAM DALAM PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DI INDONESIA
MENGIKAT BAGI SELURUH WARGA NEGARA
INDONESIA (UU PERKAWINAN)
MENGIKAT UMAT ISLAM SAJA (UU WAKAF, UU
PERADILAN AGAMA)

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN
JALUR NON LEGISLASI
TIDAK TERKESAN DOMINASI MAYORITAS
TIDAK MENAMPILKAN LABEL ISLAM TETAPI
DAPAT MEMASUKKAN NILAI-NILAI PRINSIP
3. TIDAK MEMERLUKAN DUKUNGAN DARI
STRUKTUR POLITIK, KARENA HATI NURANI
LEBIH BERPERAN.
4. BENTUK DAN PROSES BUKAN YANG UTAMA,
TETAPI LEBIH KEPADA MASALAH SUBSTANSI
5. TERKAIT DENGAN NO. 4, MAKA DAPAT
DILAKUKAN PADA SEKTOR PUBLIK (MISALNYA
LINGKUNGAN)
1.
2.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
YANG MENTRANSFORMASIKAN
HUKUM ISLAM
DI INDONESIA
NO

JENIS

TENTANG

UU NO 22 TAHUN 1946

PENCATATAN NIKAH, TALAK DAN RUJUK

UU NO 32 TAHUN 1954

PENETAPAN BERLAKUNYA UU NO 22 TAHUN 1946

UU NO 14 TAHUN 1970
PASAL 10

PENGADILAN AGAMA BERKEWENANGAN YANG SAMA


DENGAN PENGADILAN NEGERI SEBAGAI KEKUASAAN
KEHAKIMAN

UU NO 1 TAHUN 1974

PERKAWINAN

PERATURAN PEMERINTAH NO 9 TAHUN


1975

PELAKSANAAN UU NO 1 TAHUN 1974

PERATURAN PEMERINTAH NO 28 TAHUN


1977

PERWAKAFAN TANAH MILIK

PERATURAN PEMERINTAH NO 10 TAHUN


1983

IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN BAGI PEGAWAI


NEGERI SIPIL

UU NO 7 TAHUN 1989

PERADILAN AGAMA

INSTRUKSI PRESIDEN NO 1 TAHUN 1991

PEMBERLAKUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM


(PERKAWINAN, KEWARISAN, dan PERWAKAFAN)

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
YANG MENTRANSFORMASIKAN HUKUM
ISLAM
DI INDONESIA
10

UU NO 7 TAHUN 1992 JUNTO


UU NO 10 TAHUN 1998

PERBANKAN

11

PERATURAN PEMERINTAH NO BANK BERDASARKAN BAGI HASIL


72 TAHUN 1992

12

UU NO 10 TAHUN 1998

PERUBAHAN UU NO 7 TAHUN 1989

13

UU NO 17 TAHUN 1999

PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI

14

UU NO 38 TAHUN 1999

PENGELOLAAN ZAKAT

15

UU NO 44 TAHUN 1999

PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN
DAERAH ACEH

16

UU NO 18 TAHUN 2001

PENYELENGGARAAN KHUSUS PROPINSIPROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH SEBAGAI


PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

17

UU NO 41 TAHUN 2004

WAKAF