Anda di halaman 1dari 50

GIZI BURUK

Ira Mehara Wati, S. Kep., Ns.

PENDAHULUAN
MANFAAT ZAT MAKANAN :
1. MEMELIHARA PROSES TUBUH DLM PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN
2. MEMPEROLEH ENERGI GUNA MELAKUKAN KEGIATAN FISIK SEHARIHARI
ZAT MAKANAN HARUS :

TERSAJI DALAM KEADAAN HIGIENIS

CUKUP MENGANDUNG KALORI, PROTEIN, LEMAK, VITAMIN DAN


MINERAL

DAPAT MUDAH DICERNA OLEH ALAT-ALAT PENCERNAAN

PENGOLAHAN/PEMASAKAN SESUAI DGN SIFAT FISIK & KIMIAWI

DIHIDANGKAN DALAM KEADAAN TEPAT & BAIK


ZAT MAKANAN YG DIPERLUKAN TUBUH MANUSIA :
1. KARBOHIDRAT
2. PROTEIN
3. LEMAK
4. VITAMIN
5. MINERAL
6. AIR

FAKTOR-FAKTOR YG BERPENGARUH THD KONSUMSI


ZAT MAKANAN
1.

FAKTOR PENDAPATAN KELUARGA

2.

KURANGNYA PENGETAHUAN AKAN BHN MAKANAN


BERGIZI

3.

PANTANGAN-PANTANGAN YG SECARA TRADISIONAL


MASIH BERLAKU

4.

KEENGGANAN MENGKONSUMSI BAHAN MAKANAN


MURAH WALAUPUN BERGIZI TINGGI.

MAKANAN SEBAGAI SUMBER ENERGI


ENERGI MAKANAN DALAM PROSES-PROSES YG TERJADI DALAM TUBUH
HANYA SEBAGIAN SAJA YG DIUBAH MENJADI TENAGA, SEDANG YG
LAINNYA DIUBAH MENJADI PANAS.
UNTUK MENGUKUR BANYAKNYA ENERGI YG DIHASILKAN MAKANAN, DPT
DILAKUKAN DENGAN DUA CARA :
1.

CARA LANGSUNG
DENGAN BOMB CALORIMETER, SEHINGGA DIKETAHUI BAHWA :
1 GRAM KARBOHIDRAT. 4 KALORI
1 GRAM LEMAK.9 KALORI
1 GRAM PROTEIN. 4 KALORI

2.

CARA TIDAK LANGSUNG


DENGAN PENGURAIAN KIMIAWI (ANALISIS KIMIAWI)

ENERGI BASAL METABOLISME


BMR (Basal Metabolic Rate) ADALAH ENERGI MINIMAL YANG DIPERLUKAN
UNTUK MEMPERTAHANKAN PROSES-PROSES HIDUP YANG UTAMA.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BMR :
1. JARINGAN AKTIF DALAM TUBUH
2. BESAR DAN LUAS BIDANG PERMUKAAN TUBUH
3. KOMPOSISI TUBUH
4. JENIS KELAMIN
5. USIA
6. GERAKAN TUBUH YG BERAT
7. KEHAMILAN
8. KONDISI TUBUH YG TIDAK SEHAT

KARBOHIDRAT, PROTEIN DAN LEMAK


BAHAN PEMBENTUK ENERGI
ENERGI YG TERBENTUK DALAM TUBUH ADALAH ENERGI KIMIAWI YG
BERASAL DARI BAHAN MAKANAN YG DILEPASKAN SETELAH BAHAN
MAKANAN TERSEBUT MENGALAMI PROSES METABOLISME DALAM
TUBUH.
KARBOHIDRAT, LEMAK DAN PROTEIN MERUPAKAN BAHAN
PEMBENTUK ENERGI

KARBOHIDRAT
A.

SUSUNAN KARBOHIDRAT
TERDIRI DARI UNSUR C, H, DAN O DIBEDAKAN MENJADI :
1. MONOSAKARIDA (C6H12O6)
KARBOHIDRAT YG TERSUSUN ATAS SATU GUGUS GULA ATAU GULA
PALING SEDERHANA YG TERDIRI DARI MOLEKUL TUNGGAL.
CONTOH : GLUKOSA, GALAKTOSA, FRUKTOSA
2. OLIGOSAKARIDA
KARBOHIDRAT YG TERSUSUN ATAS 2 SAMPAI 10 MOLEKUL GULA
SEDERHANA, TERDIRI DARI :
- DISAKARIDA (C12H22O11), CONTOH : SUKROSA, MALTOSA
- TRISAKARIDA (C18H32O16)
- TETRASAKARIDA (C24H42O21)
3. POLISAKARIDA
KARBOHIDRAT YG TERSUSUN ATAS BANYAK GUGUSAN GULA
SEDERHANA, TERDIRI DARI :
- YG DAPAT DICERNA : PATI/TEPUNG DAN DEKSTRIN
- YG TIDAK DAPAT DICERNA : SELULOSA, HEMISELULOSA DAN
PECTIN

B. FUNGSI KARBOHIDRAT :
1. MENYEDIAKAN KEPERLUAN ENERGI BAGI TUBUH
2. MELAKSANAKAN DAN MELANGSUNGKAN PROSES
METABOLISME LEMAK
3. MELANGSUNGKAN AKSI PENGHEMATAN TERHADAP PROTEIN
4. MENYIAPKAN CADANGAN ENERGI SIAP PAKAI DALAM BENTUK
GLIKOGEN
5. MENGATUR GERAK PERISTALTIK USUS

PROTEIN
MOLEKUL PROTEIN TERSUSUN DARI 12 SAMPAI 18 MACAM
ASAM AMINO YANG SALING BERHUBUNGAN DALAM SUATU
IKATAN PEPTIDA (CHON)
FUNGSI PROTEIN :
1. ZAT PEMBANGUN BAGI PERTUMBUHAN DAN
PEMELIHARAAN JARINGAN
2. PENGATUR KELANGSUNGAN PROSES DALAM TUBUH
3. PEMBERI TENAGA BILA ENERGI KURANG DARI KH DAN
LEMAK

PENGGOLONGAN ASAM AMINO :


1.

2.

3.

ASAM AMINO ESSENSIAL :


A. ISOLEUSIN
B. LEUSIN
C. LISIN
D. METHIONIN
E. PHENILALANIN
F. THREONIN
G. TRIPTOPHAN
H. VALIN
ASAM AMINO SEMI ESSENSIAL :
ORANG DEWASA CUKUP, BAGI PERTUMBUHAN ANAK-ANAK TIDAK
MENCUKUPI. TDD : ARGININ, HISTIDIN, TIROSIN, SISTEIN, GLYSIN &
SERIN
ASAM AMINO NON ESSENSIAL :
ASAM AMINO YG DAPAT DISINTESIS TUBUH, YAITU : ASAM GLUTAMAT,
ASAM HIDROKSI GLUTAMAT, ASAM ASPARTAT, ALANIN, PROLIN,
HIDROKSI PROLIN, NOLEUSIN, CITRULLIN, & HIDROKSI GLYSIN.

LEMAK
KANDUNGAN UNSUR LEMAK YAITU UNSUR-UNSUR ORGANIK KARBON,
HIDROGEN DAN OKSIGEN TERIKAT DALAM SUATU IKATAN
GLISERIDA
MACAM-MACAM ASAM LEMAK :
1.

ASAM LEMAK JENUH (CnH2nO2)

2.

ASAM LEMAK TIDAK JENUH

TRIGLISERIDA :
TRIGLISERIDA (LEMAK NETRAL/LIPIDA) TERSUSUN DARI BAHAN-BAHAN
LEMAK, SENYAWA LIPID SERTA TURUNAN LIPID
1. SENYAWA LIPID : FOSFOLIPID, GLIKOLIPID
2. TURUNAN LIPID : KOLESTEROL, ERGOSTEROL

FUNGSI LEMAK :
1. PENGHASIL ENERGI
2. PEMBANGUN SUSUNAN TUBUH
3. PENGATUR SUHU TUBUH
4. PENGHEMAT PROTEIN
5. PENGHASIL ASAM LEMAK ESSENSIAL
6. PELARUT VITAMIN TERTENTU SEPERTI A, D, E, K
7. PENANGGUH PERASAAN LAPAR
8. PENGANGKUTAN UNSUR ZAT LEMAK
9. PEMULA DARI PROSTAGLANDIN

VITAMIN
VITAMIN IALAH SENYAWA KIMIA YG SANGAT ESSENSIAL, SEDIKIT, TETAPI
SANGAT DIPERLUKAN BAGI KESEHATAN DAN PERTUMBUHAN
TUBUH YANG NORMAL
PENGGOLONGAN VITAMIN :
1. VITAMIN YG LARUT DALAM AIR
A. VITAMIN B1 (THIAMIN/ANEURIN)
BERPERAN SEBAGAI KOENZIM
FUNGSI THIAMIN :
* METABOLISME KARBOHIDRAT
* MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN AIR DALAM TUBUH
* MEMPENGARUHI PENYERAPAN ZAT LEMAK DALAM USUS

B. VITAMIN B2 (RIBOFLAVIN)
FUNGSI :
* PEMINDAHAN RANGSANG SINAR KE SARAF MATA
C. NIASIN / ASAM NIKOTINAT
FUNGSI :
* BERGUNA DALAM PROSES PERTUMBUHAN DAN
PERBANYAKAN SEL
D. VITAMIN B6 (PIRIDOKSIN/ADERMIN)
TERDAPAT DALAM SISTEM ENZIMATIK & BERPERAN DALAM
METABOLISME ASAM AMINO
FUNGSI : * BERGUNA DALAM PEMBUATAN SEL
* BERGUNA DLM PROSES PERTUMBUHAN & FUNGSI
SARAF

E. ASAM PANTOTENAT
FUNGSI :
* BAHAN PELENGKAP KOENZIM A UTK PROSES OKSIDASI
* BAGIAN KOENZIM UNTUK PEMBUATAN ZAT LIPID (STEROL)
F. ASAM FOLAT
FUNGSI : MELANGSUNGKAN PROSES METABOLIK DAN
PEMBENTUKAN SEL-SEL DARAH MERAH YANG BARU
G. VITAMIN B12 (KOBALAMIN, SIANOKOBALAMIN)
FUNGSI :
* SEBAGAI KOENZIM PADA METABOLISME ASAM AMINO
* MERANGSANG PEMBENTUKAN ERITROSIT

H. BIOTIN
FUNGSI : MENCEGAH GANGGUAN PADA KULIT
I. VITAMIN C (ASAM ASKORBAT)
FUNGSI :
* AKTIVATOR DALAM METABOLISME PROTEIN DAN LEMAK
* ANTIOKSIDAN
* MEMPENGARUHI KERJA GINJAL
* PENTING DALAM PEMBENTUKAN TROMBOSIT

2. VITAMIN YANG LARUT LEMAK :


A. VITAMIN A (ASEROFTOL)
FUNGSI : * PERTUMBUHAN SEL-SEL EPITEL
* MENGATUR RANGSANG SINAR PADA SARAF MATA
B. VITAMIN D
- FUNGSI :
* MENGATUR KADAR Ca DAN P DALAM DARAH
* MEMPERBESAR DAN MEMPENGARUHI PENYERAPAN Ca
DAN P DARI USUS
* MEMPENGARUHI KERJA KELENJAR ENDOKRIN

C. VITAMIN E (TOKOFEROL)
- FUNGSI :
* MENCEGAH KEGUGURAN ATAU PERDARAHAN PADA IBU
HAMIL
* DIPERLUKAN PADA SAAT SEL SEDANG MEMBELAH
* ANTIOKSIDAN
- DEFISIENSI/KEKURANGAN VIT. E :
* KEMANDULAN (STERILITAS) DAN/ATAU KEGUGURAN
* KERUSAKAN SARAF MOTORIK
* KEMUNDURAN FUNGSI HIPOFISA DAN KEL. GONDOK

D. VITAMIN K (ANTI HEMORRARGHIA)


- FUNGSI : PEMBENTUKKAN PROTROMBIN DALAM PROSES
KOAGULASI (PEMBEKUAN) DARAH
- VITAMIN K DIBENTUK DALAM KOLON DENGAN BANTUAN BAKTERI
E.COLI
-

HANYA DAPAT DISERAP BILA BERSAMA-SAMA DENGAN EMPEDU

KADAR PROTROMBIN YG RENDAH (KARENA DEFISIENSI VIT. K)


KADANG-KADANG MENIMBULKAN PERDARAHAN HEBAT PADA
IBU MELAHIRKAN

SUMBER VIT. K : SAYURAN HIJAU, KUNING TELUR, MINYAK


KEDELAI DAN HATI.

MINERAL
MINERAL DALAM TUBUH RELATIF TIDAK MENGALAMI PENCERNAAN
1.

KALSIUM (Ca)
- 99% Ca TERDAPAT DALAM TULANG DAN GIGI
- FUNGSI : * BERSAMA PHOSFOR MEMBENTUK MATRIKS TULANG,
DIPENGARUHI OLEH VITAMIN D2
* MEMBANTU PROSES PEMBEKUAN DARAH

2.

PHOSFOR (P)
- FUNGSI : * MEMPENGARUHI METABOLISME ZAT
* PEMBELAHAN INTI SEL
* MEMBENTUK MATRIKS TULANG
* MEMBANTU PROSES PENGERUTAN OTOT

3.

MAGNESIUM (Mg)
- FUNGSI :

* MEMELIHARA JARINGAN DAN SEL


* RESPIRASI SELULER, TERUTAMA DALAM
FOSFORILASI OKSIDATI DLM PEMBENTUKKAN
ATP
* AKTIVATOR BAGI SEMUA REAKSI ENZIMATIK YG
MEMERLUKAN ATP

- DEFISIENSI Mg DAPAT TERJADI KARENA GANGGUAN


ABSORBSI (DIARE, MUNTAH-MUNTAH)

4. BESI (Fe)
- PENYERAPANNYA DIPENGARUHI OLEH HCl DALAM LAMBUNG
- BESI DALAM BENTUK FERRI DIREDUKSI OLEH HCl MENJADI
BENTUK FERRO YG MUDAH DISERAP (VITAMIN C DAPAT
MEMBANTU PROSES INI)
- FUNGSI : * SBG KOMPONEN DLM SITOKROM YG PENTING DALAM
PERNAFASAN
* SBG KOMPONEN DLM HEMOGLOBIN YG PENTING DLM
MENGIKAT OKSIGEN DALAM DARAH
- DEFISIENSI BESI AKAN MENIMBULKAN ANEMIA

5. NATRIUM (Na) DAN KLHOR (Cl)


- KANDUNGAN Na DLM PLASMA : 330 355 mg/100ml
- Cl DALAM DARAH & ERITROSIT (Cl SHIFT) MERUPAKAN
MEKANISME HOMEOSTATIK UTAMA DALAM MENGENDALIKAN
pH DARAH
- FUNGSI Na DAN Cl :
* BERPERAN DALAM PEMBENTUKAN HCl (PENTING DLM
PENYERAPAN Fe DI LAMBUNG)
- DEFISIENSI Na DAN Cl :
* TURUNNYA NILAI OSMOTIK CAIRAN EKSTRA SEL

6. KALIUM (K)
- BAGIAN YG BANYAK MENGANDUNG UNSUR K : SEL SARAF & OTOT
- FUNGSI :
* PENTING DALAM TRANSMISI IMPULS-IMPULS SARAF
* PENTING UNTUK KONTRAKSI OTOT
* PENTING UNTUK PERTUMBUHAN TUBUH
7. YODIUM (I)
- SEKITAR 1/3 YODIUM TUBUH TDP DALAM KELENJAR TIROID
- FUNGSI YODIUM :
* KOMPONEN PENTING DLM PEMBENTUKAN TIROKSIN
* SEBAGAI PENGENDALI TRANSDUKSI ENERGI SELULER

8. SENG (Zn)
- DEFISIENSI Zn :
* DERMATITIS DAN KERATINISASI JAR. EPITEL
* MENURUNNYA PRODUKSI TESTOTERON, GONADOTROPIN
9. MANGAN (Mn)
- FUNGSI : * BERPERAN DALAM OKSIDASI FOSFORILASI
* DAPAT MENGGANTIKAN Mg SBG FAKTOR PEMBANTU
BAGI FOSFORILASI TERTENTU

AIR
- AIR BERFUNGSI SEBAGAI PELARUT DAN MENJAGA STABILITAS
SUHU TUBUH
- MERUPAKAN UNSUR UTAMA SEMUA STRUKTUR SEL DAN
MEDIA KELANGSUNGAN BERBAGAI METABOLISME & REAKSI
KIMIA DALAM TUBUH
-

KEBUTUHAN AIR DALAM TUBUH DIATUR OLEH :


* KELENJAR HIPOFISE
* KELENJAR TIROID
* KELENJAR ANAK GINJAL
* KELENJAR KERINGAT

KEBUTUHAN AIR DI DALAM TUBUH :


* INTAKE YG DIMINUM
* AIR DALAM MAKANAN
* AIR YG TERBENTUK DI DALAM SEL (AIR OKSIDASI) : 15%
PETERS (1933) :
ANGKA AIR OKSIDASI DARI BAHAN MAKANAN
PROTEIN

40 GRAM

KARBOHIDRAT

56 GRAM

LEMAK

107 GRAM

Penyakit/ Masalah Gizi


KEP

Kekurangan energi dan protein

Anemia Gizi

Kekurangan protein, Vit. C, As folat, Vit


B12, Fe

Angular Stomatitis

Kekurangan riboflavin (vit B2)

Keratomalasia

Kekurangan vit A

Rakhitis

Kekurangan Vit D

Skrobut

Kekurangan Vit C

Gondok

Kekurangan yodium

Penyakit Jantung

Kelebihan lemak/kolesterol

Beri-Beri

Kekurangan vit B1

Penyebab masalah
kekurangan Gizi

17% Balita di Indonesia


mengalami masalah gizi,
terutama gizi kurang
Riskesdas 2013

Kekurangan Energi
Protein (KEP)
Kurang

Energi Protein (KEP)


merupakan salah satu penyakit
gangguan gizi yang disebabkan
oleh kekurangan energi maupun
protein dalam proporsi yang
berbeda-beda, pada derajat yang
ringan sampai berat.

KURANG ENERGI PROTEIN


(KEP)
Kurang

energi protein adalah seseorang yang


kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya
konsumsi bajan makanan sumber energi dan
protein dalam makanan sehari-hari dan atau
terjadi akibat penyakit tertentusehingga tidak
memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Disebut
KEP apabila berat badannya kurang dari 80 %
indeks berat badan menurut (BB/U) baku WHONCHS
KEP tingkat berat (gizi buruk) adalah keadaan
kurang gizi pada tingkat berat yang disebabkan
oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari
makanan sehari-hari dalam waktu yang cukup
lama, ditandai dengan BB menurun (BB/U)
berada pada <(-3) (dalam tabel baku WHONCHS)

KEP

Klasifikasi KEP
Menurut Gomez
No
1.

Derajat
Malnutrition
Derajat I

BB % terhadap
st.BB/U
90-75

2.

Derajat II

75-60

3.

Derajat III

< 60

Menurut Waterlow
No Derajat
Malnutrition
1. Derajat I

BB % terhadap
st.BB/U
80-90

2. Derajat II

70-80

3. Derajat III

< 70

Menurut Lokakarya Antropometri


Kep

Ringan

Kep ringan bila berat badan menurut umur (BB/U) = 80


70% baku median WHO NCHS dan/atau berat badan
menurut tinggi badan (BB/TB) = 90 80% baku median
WHO NCHS
Kep

Sedang

Kep sedang bila berat badan menurut umur (BB/U) = 70


60% baku median WHO NCHS dan/atau berat badan
menurut tinggi badan (BB/TB) = 80 70% baku median
WHO NCHS
Kep

Berat

Kep berat bila berat badan menurut umur (BB/U) = <


60% baku median WHO NCHS dan/atau berat badan
menurut tinggi badan (BB/TB) = < 70% baku median
WHO NCHS

MARASMUS
Marasmus

adalah malnutrisi
pada pasien yang menderita
kehilangan lebih dari 10 % berat
badan dengan tanda-tanda klinis
berkurangnya simpanan lemak
dan protein yang disertai
gangguan fisiologik. Tanpa terjadi
nya cedera/kerusakan jaringan
atau sepsis.

Tanda klinis anak


dengan
KEP

MARASMUS
1. Anak sangat kurus dan tampak tulang
terbungkus kulit
2. Tulang rusuk menonjol
3. Wajah seperti orang tua (monkey face)
4. Kulit keriput (jaringan lemak sangat
sedikit/tampak tidak ada)
5. Cengeng/rewel
6. Perut cekung, disertai diare kronis dan susah
BAB
7. Rambut kusam

KWASIORKOR
Kwashiorkor

lebih banyak terdapat


pada usia dua hingga tiga tahun
yang sering terjadi pada anak
yang terlambat menyapih
sehingga komposisi gizi makanan
tidak seimbang terutama dalam
hal protein. Kwashiorkor dapat
terjadi pada konsumsi energi yang
cukup atau lebih

KWASIORKOR

Edema seluruh tubuh, terutama


punggung kaki (dorsum pedis)
2. Otot mengecil dan menyebabkan
lengan atas kurus
3. Timbul ruam warna merah muda dan
melluas kemudian menkadi coklat
kehitaman dan terkelupas
4. Tidak nafsu makan
5. Rambut menipis, merah seperti
jagung dan mudah dicabut tanpa rasa
sakit
6. Wajah membulat dan sembab moon
face)
7. Cengeng, rewel, apatis
8. Sering disertai infeksi, anemia, diare
1.

MARASMUSKWASIORKOR

Marasmus-Kwashiorkor.

Tipe
marasmus-kwasiorkor terjadi
karena makanan sehari-harinya
tidak cukup mengandung protein
dan juga energi untuk
pertumbuhan normal. Pada tipe
ini terjadi penurunan berat badan
dibawah 60 % dari normal.

Edema

dengan atau tanpa lesi kulit


BB/U < 60 % baku Median WHO NCHS
Pengecilan otot
Pengurangan lemak bawah kulit seperti pada
marasmus.
Jika edema dapat hilang pada awal
pengobatan, penampakan penderita akan
menyerupai marasmus.
Gambaran marasmus dan kwashiorkor
muncul secara bersamaan dan didominasi
oleh kekurangan protein yang parah

Faktor penyebab KEP


1.

Diet

3.

Sosial budaya

Kurang asupan
makanan sumber
energi marasmus

Pantangan

Perceraian

Banyak anak

Ibu bekerja

4.

Lingkungan tempat
tinggal

Pemukiman padat

Sanitasi rumah dan air


bersih

5.

Sosial ekonomi

Kurang asupan
makanan sumber
protein kwasiorkor

Kurang asupan
makanan sumber
energi dan protein
marasmus kwasiorkor

2.

Infeksi kronis

Penatalaksanaan
Pada

anak dan orang dewasa, langkah pertama


dalam pengobatan kekurangan energi protein (KEP)
adalah untuk mengoreksi kelainan cairan dan
elektrolit dan untuk mengobati setiap infeksi.
Kelainan elektrolit yang paling umum adalah
hipokalemia, hipokalsemia, hypophosphatemia, dan
hypomagnesemia.
Pemberian makronutrien harus dimulai dalam
waktu 48 jam di bawah pengawasan spesialis gizi.
Sebuah studi double-blind dari 8 anak dengan
kwashiorkor dan ulserasi kulit menemukan bahwa
pasta seng topikal lebih efektif dibandingkan
plasebo dalam bidang penyembuhan kerusakan
kulit. Suplemen seng oral juga ditemukan efektif.

Langkah

kedua dalam pengobatan kekurangan


energi protein (yang mungkin tertunda 24-48
jam pada anak) adalah menyediakan
macronutrients dengan terapi diet.
Susu formula berbahan dasar adalah pengobatan
pilihan. Pada awal pengobatan diet, pasien harus
diberi makan ad libitum. Setelah 1 minggu, nilai
asupan harus mendekati 175 kkal / kg dan 4 g /
kg protein untuk anak-anak dan 60 kkal / kg dan
2 g / kg protein untuk orang dewasa. Sebuah
multivitamin setiap hari juga harus ditambahkan.