Anda di halaman 1dari 4

EVALUASI PEMBELAJARAN

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Keegiatan


belajar mengajar dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah
dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Dalam proses belajar mengajar akan
selalu menghasilkan hasil belajar. Untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat
keberhasilan belajar tersebut perlu dilakukan evaluasi pembelajaran.
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu evaluation. Menurut Ny.
Drs. Roestiyah N. K (dalam Djamarah, 2013) mengatakan bahwa evaluasi adalah
kegiatan mengumpulkan data seluasluasnya, sedalam-dalamnya, yang bersangkutan
dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang
dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.
Menurut Sudijono (Nurwahyuningsih, 2012) dikatakan bahwa bahwa
evaluasi pendidikan adalah: 1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan
pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan; 2) Usaha untuk
memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan
pendidikan.
Dari pengertian di atas dapat penulis simpulkan bahwa evaluasi
pembelajaran merupakan merupakan sebuah kegiatan mengevaluasi atau mengoreksi
hal-hal yang telah terjadi atau dilakukan selama kegiatan pembelajaran dan setelah
kegiatan pembelajaran berlangsung guna mengetahui tingkat pencapaian terhadap
tujuan pembelajaran serta perbaikan proses pembelajaran.
Dalam ilmu evaluasi ada beberapa istilah yang sering dipahami dan
diartikan secara tumpang tindih. Istilah-istilah tersebut pengukuran (measurement),
penilaian (assessment), dan tes (test).
Istilah pengukuran (measurement) diartikan Wand an Brown (Zainal Arifin,
2010) sebagai suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka
berdasarkan hasil pengamatan mengenai beberapa ciri (atribute) tentang suatu objek,
orang atau peristiwa. Dengan demikian pengukuran berkenaan dengan kuantitas dari
pada sesuatu. Oleh karena itu dalam proses pengukuran diperlukan alat ukur yang
standar.
Dalam Undang - Undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Bab I Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan
pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai
komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk
pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya dalam PP.19/2005

tentang Standar Nasional Pendidikan Bab I Pasal 1 ayat 17 dikemukakan bahwa


Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik (Zainal Arifin, 2010).
Sehubungan dengan kedua istilah diatas Ditjen Dikdasmen Depdiknas
secara eksplisit mengemukakan bahwa antara evaluasi dan penilaian mempunyai
persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian
menilai atau menentukan nilai sesuatu. Adapun perbedaannya terletak pada konteks
penggunaannya. Penilaian (assessement) digunakan dalam konteks yang lebih sempit
dan biasanya dilaksanakan secara internal, yakni oleh orang-orang yang menjadi
bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan, seperti guru menilai hasil
belajar murid, atau supervisor menilai guru. Baik guru maupun supervvisor adalah
orang-orang yang menjadi bagian dari sistem pendidikan. Adapun evaluasi
digunakan dalam kontek yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal,
seperti konsultan yang disewa untuk mengevaluasi suatu program, baik pada level
terbatas maupun pada level yang luas. Berdasarkan uraian di atas maka dapat
disimpulkan bahwa evaluassi dan penilaian berkenaan dengan kualitas dari pada
sesuatu.
Istilah lain yang sering dikaitkan dengan evaluasi adalah tes. Menurut
Riduwan ( dalam Wilian Dalton, 2009) tes sebagai instrumen pengumpulan data
adalah serangkaian pertanyaan / latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan
pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu / kelompok.
Dalam lingkup evaluasi pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran
merupakan reciprocal unit atau memiliki hubungan timbal balik untuk mendasari
adanya evaluasi, yaitu melalui pendekatan, metode dan teknik.
Menurut pendapat Wahjoedi (1999: 121) bahwa, pendekatan pembelajaran
adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif
melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal.
Menurut Djamarah (2013, 46) metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan teknik adalah cara konkret yang
dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
Adapun hubungan antara pendekatan, metode, dan teknik dengan evaluasi
yaitu untuk menilai bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar yang telah
dilakukan termasuk diantaranya ketepatan pendekatan, metode, maupun teknik yang
digunakan oleh guru dalam pencapaian tujuan belajar yang diharapkan perlu
dilakukan evaluasi pembelajaran. Sedangkan dari hasil evaluasi pembelajaran juga
dapat diperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan
pendidikan yaitu bagi guru agar dapat digunakan sebagai cerminan untuk memilih

pendekatan, metode, dan teknik yang tepat agar tujuan pembelajaran yang
diharapkan dapat tercapai.

REFERENSI

Arifin,

Zainal.
2010.
Evaluasi
Pembelajaran.
Tersedia
:
ile.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PENDI
DIKAN/196105011986011ZAINAL_ARIFIN/Silabus_Evaluasi_Pembelajaran/Evaluasi_Pe
mbelajaran__Makalah_.pdf. Diakses : 1 Desembar 2014.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Nurwahyuningsih. 2012. Analisis Kualitas Soal Try Out Bersama
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII SMA Negeri
Sekota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun
Pelajaran
2011/201.
Tersedia
:
http://eprints.uny.ac.id/9672/3/bab%202%20%20%2004201244078.pdf. Diakses : 01 Desember 2014.