Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

Oleh:
Liveina (1002005140)
Pembimbing:
dr. IGN Sumantri, Sp.B

LAPORAN KASUS

BAB I PENDAHULUAN

Apendisitis

peradangan pada
apendiks vermiformis
Penyebab paling umum inflamasi
akut kuadran kanan bawah abdomen
Penyebab paling umum untuk bedah
abdomen darurat
Mortalitas apendisitis: 21.000 jiwa
-WHO (2002)-

LAPORAN KASUS

BAB II TINJAUAN
PUSTAKA

Peradangan pada apendiks verniformis


(umbai cacing)
AKUT
KRONIS

Obstruk
si
lumen

Inflama
si
mukosa

Peritonit
is

Nekrosis mukosa
glandular
Gangrene
Perforasi

Inflamasi
submukosa,
muskular,
serosa
(peritoneal)
Eksudat
fibrinopurule
nta
Trombosis
arteri apendiks

Tabel 2.1. Skor Alvarado Skor


Migrasi nyeri dari abdomen sentral ke fossa iliaka kanan

Anoreksia

Mual atau Muntah

Nyeri di fossa iliaka kanan

Nyeri lepas

Peningkatan temperatur (>37,5C)

Peningkatan jumlah leukosit 10 x 109/L

Neutrofilia dari 75%

Total

10

Pasien dengan skor awal 4 sangat tidak mungkin menderita apendisitis dan tidak memerlukan perawatan di rumah
sakit kecuali gejalanya memburuk.

DL Leukositosis
Urinalisis, pemeriksaan
obgyn singkirkan DD
Appendicogram
USG
CT scan

Gastroenteritis
Infeksi panggul
Kehamilan ektopik
Urolithiasis pielum / ureter kanan
Penyakit saluran cerna lainnya

Apendektomi
Konvensional
Laparoskopi

Antibiotik spektrum luas

Komplikasi

Perforasi
Perlengketan
Obstruksi usus
Abses abdomen / pelvis
Komplikasi akibat
prosedur intrabdomen:

Infeksi luka
Abses residual
Sumbatan usus akut
Ileus paralitik
Fistula tinja eksternal
Fistula tinja internal
Perdarahan mesentrium
apendiks

Prognosis
Umumnya baik
Sembuh dalam 10-28 hari
Faktor yang

mempengaruhi :

Usia pasien
Kondisi dan keadaan umum
pasien
Penyakit penyerta (DM,
komplikasi, dll)

Faktor prognosis buruk :

peritonitis

LAPORAN KASUS

BAB III LAPORAN KASUS

Identitas Pasien
Nama
Umur

: IWM
: 45 tahun
Jenis Kelamin
: Laki laki
Agama
: Hindu
Alamat
: Br. Ampadan Tiying Gading,
Selemadeg, Tabanan
Tanggal Pemeriksaan
: 23 Desember 2014

Keluhan Utama:
Nyeri perut kanan bawah sejak 2 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang:
Sejak 2 hari SMRS pasien mengeluhkan adanya nyeri perut
kanan bawah. Nyeri perut awalnya dirasakan di daerah ulu
hati dan hilang timbul. Nyeri kemudian dirasakan menetap
di perut kanan bawah dan terus-menerus. Terdapat riwayat
demam sumer - sumer, mual, namun tidak muntah. Buang
air kecil dan buang air besar dikatakan seperi biasa. Tidak
ada nyeri maupun kesulitan BAK maupun BAB. Pasien
sempat meminum parasetamol untuk keluhan demam dan
nyeri yang diarasakan, namun tidak membaik. Pasien
kemudian berobat ke BRSU Tabanan.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat keluhan serupa, hipertensi, DM,
asma, sakit jantung, alergi, perawatan, dan
operasi sebelumnya disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat hipertensi, DM, asma, dan sakit
jantung dalam keluarga disangkal.

Riwayat Sosial
Pasien memiliki kebiasaan makan makanan
pedas, tinggi lemak dan rendah serat.
Riwayat merokok dan minum alkohol
disangkal.

Status Present
Kesadaran : Kompos Mentis
Tekanan Darah
: 130/60 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Suhu
: 37,0 0C
Pernapasan
: 18 x/menit
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

Status General
Kepala
: Normosefali, deformitas (-)
Mata : Konjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/Telinga
: Sekret (-), deformitas (-)
Hidung
: Sekret (-), deformitas (-)
Tenggorokan
: Tidak hiperemis, tonsil T1-T1
Leher
: Pembesaran KGB (-), Pembesaran tiroid (-)

Paru
Inspeksi : Dinding dada simetris, pergerakan simetris,
retraksi dinding dada (-)
Palpasi
: Vokal fremitus simetris kanan-kiri
Perkusi
: Sonor/sonor
Auskultasi : Vesikular +/+ wheezing -/- rhonki -/Jantung
:
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi
: Ictus cordis teraba di ICS IV MCL S
Perkusi
: Batas kanan PSL D, Batas kiri 1 jari MCL S,
Batas atas ICS
II, Batas bawah ICS V
Auskultasi : S1 S2 tunggal, reguler, murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : Datar, tegang
Palpasi
: Nyeri tekan (+) kuadran kanan bawah, hepar
dan limpa sulit
dinilai karena nyeri
Perkusi
: Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) lemah
Ekstremitas
: Akral hangat, edema -/-, CRT < 2 detik

Status

Lokalis

Regio
: Iliaka kanan
Inspeksi
: Datar, tegang
Palpasi
: Massa (-), Nyeri tekan (+).
Nyeri tekan titik McBurney (+)
Rovsing Sign (+)
Defans muskular (-)
Psoas Sign (-)
Obturator Sign (-)

Darah Lengkap
Leukosit

: 17,1 x

10e3/uL
Eritrosit : 5,12 x 10e3/uL
Hemoglobin
: 15,8 g/dL
Hematokrit
: 46,6 %
MCV
: 91,1 fL
MCH
: 30,9 pg
MCHC : 33,9 %
RDW-CV : 12,4 %
Trombosit
: 275,0 x
10e3/uL
MPV
: 6,7 fL
BT/CT : 1,00/ 7,30

Urinalisis

Warna
Kekeruhan
Blood
pH
Berat jenis
Bilirubin
Urobilinogen
Protein
Leukosit
Keton
Bakteri

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

kuning
agak keruh
4+
7
1,010
negatif
negatif
negatif
1+
2+
negatif

Rencana

Tatalaksana

Pro Apendektomi
Cefotaxim 1x1 gram
IVFD RL 20 tpm

Prognosis
Ad vitam
: bonam
Ad functionam : bonam
Ad sanationam : bonam

LAPORAN KASUS

BAB IV PEMBAHASAN

Anamnesis :
Keluhan utama: nyeri
perut kanan bawah sejak
2 hari SMRS.
Nyeri muncul tiba-tiba
Awalnya nyeri perut di
daerah ulu hati, dirasakan
hilang timbul dan
kemudian berpindah ke
perut kanan bawah yang
dirasakan terus menerus
Gejala penyerta : mual,
demam sumer - sumer

Teori
Nyeri abdomen tiba tiba

abdomen akut
Regio abdomen kanan
bawah apendisitis,
Meckels diverticulitis, batu
ginjal, atau infeksi saluran
kemih.
Nyeri viseral (ulu hati) dan
somatik (kanan bawah)
gejala khas apendisitis
Gejala penyerta : anoreksia,
mual, muntah, demam

Diagnosis banding : batu


ginjal atau infeksi pada
sistem saluran kemih

Pemeriksaan fisik
Status general : dalam
batas normal
Pemeriksaan fisik
abdomen :
Nyeri tekan di titik
McBurney (+)
Rovsing Sign (+)
Psoas Sign dan
Obturator Sign (-)

Teori
Status lokalis abdomen
kuadran kanan bawah:
Nyeri tekan (+) Mc.
Burney.
Rebound tenderness
(+)
Defens muskuler (+)
Rovsing sign (+)
Psoas sign (+)
Obturator sign (+)

Pemeriksaan Penunjang
- Leukositosis (17.100)

ALVARADO SCORE
migrasi nyeri dari abdomen
sentral ke fossa iliaka kanan :
1
Anoreksia : 1
Mual
: 1
Nyeri di fossa iliaka kanan : 2
Nyeri lepas
:1
Peningkatan jumlah leukosit :
2

Teori
Pada apendisitis akut
tanpa komplikasi
umumnya ditemukan
adanya leukositosis
sedang antara
10.000-18.000.
Alvarado score > 7
apendisitis

Rencana
Tatalaksana

Teori
Apendektomi

Pro apendektomi
Cefotaxim 1 x 1
gram
IVFD RL 20 tpm

Konvensional
Laparoskopi

Antibiotik spektrum
luas