Anda di halaman 1dari 7

Enamel Microabrasion in Pediatric

Dentistry: Case Report


Adriana Yuri Tashima1; Janaina Merli Aldrigui2; Sandra Kalil Bussadori3;
Marcia Turolla Wanderley4
1Postgraduated

in Orthodontics and Pediatric Dentistry, Faculdade de Odontologia USP.


of Postgraduation of Orthodontics and Pediatric Dentistry, Faculdade de Odontologia USP.
3PhD of the Rehabilitation Sciences Postgraduation Program Uninove.
4PhD of the Discipline of Pediatric Dentistry of Department of Orthodontics and Pediatric Dentistry, Faculdade
de Odontologia USP.
Postal address
Marcia Turolla Wanderley
Av. Professor Lineu Prestes, 2227, Cidade Universitria
05508-900 So Paulo SP [Brasil] marciatw@usp.br
2Student

Abstract
Enamel microabrasion technique is a conservative method that improves the appearance of
the tooth by restoring bright and superficial smoothness, without causing significant
structural loss. It is a safe method that may be used even in the treatment of young children.
This paper describes the microabrasion technique using Opalustre (Ultradent Products, Inc)
applied over incipient carious lesions which were remineralized but pigmented, aesthetically
compromising deciduous teeth.
Key words: Deciduous tooth; Enamel microabrasion; Pediatric dentistry.
Pendahuluan
Penggunaan asam hidroklorid untuk estetik
gigi dengan keluhan florosis pertama kali
diperkenalkan oleh Dr. Kane sejak 1916.
Sejak penggunaan pada fluorosis berhasil,
para peneliti kemudian mengembangkan
bahan ini sebagai bahan abrasif untuk
teknik
mikroabrasiffon
dengan
menggunakan konsentrat asam hidroklorid
(6,6% sampai 18%) dan asam fosfat (30%
sampai 40%). Tujuan penelitian tersebut
adalah untuk mendapatkan konsentrasi
yang optimal dan aman walaupun
digunakan untuk gigi desidui.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa
teknik ini digunakan sebagai perawatan
pertama ketika ingin meningkatkan fungsi
estetik gigi yang disebabkan oleh
pewarnaan intrinsik (fluorosis) atau pada
kasus pewarnaan stain karena faktor
ekstrinsik. Perawatan klinis ini didapatkan

dari adanya hubungan yang terkait dengan


kedalaman stain/pewarnaan gigi tersebut.
Mikroabrasif sangat efektif, aman dan
dapat digunakan untuk meningkatkan
fungsi estetik pada gigi anak dan remaja
selama pasien tersebut koperatif. Teknik
ini menyebabkan hilangnya sedikit
permukaan gigi dan menyebabkan rasa
tidak nyaman pada pasien.
Tujuan dari artikel ini adalah untuk
menjelaskan
teknik
mikroabrasif
menggunakan opalustre (produk dari
Ultradent) yang diaplikasikan pada gigi
dengan lesi white spot pada gigi desidui.
Laporan kasus
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun datang
dan dirawat oleh bagian klinik IKGA Sao
Paulo State Dentist Syndicate. Dari
anamnesis, tidak ditemukan riwayat
sistemik terkecuali pada pengobatan yang
menggunakan ferrous sulfate. Pihak ibu

mengisi inform consent untuk anaknya


yang mengindikasikan diperbolehkannya
untuk dilakukan perawatan. Dari hasil
pemeriksaan klinis ditemukan destruksi
coronal dari gigi desidui atas, cavitas pada
oklusal gigi molar, dan ditemukan lesi
white spot dengan stain berwarna
kecoklatan pada bagian superficial kavitas
bukal dan permukaan peroksimal dari gigi
kaninus dan molar desidui.
Langkah pertama dari perawatan ini adalah
dengan menghilangkan seluruh jaringan
infeksi (karies), mengubah pola konsumsi
anak dan menjaga kebersihan mulut.
Setelah langkah pertama dijalankan,
dilanjutkan dengan langkah selanjutnya,
yaitu dengan teknik mikroabrasiff dengan
menggunakan
Opalustre
(produk
Ultradent). Bahan ini mengandung 6,6%
hidrocloric acid dan mengandung micro
partikel silicon carbide yang berwarna
ungu pada syringe.

Gambar 1. Penampakan klinis dari gigi kiri


maksila yang telah diisolasi menggunakan
rubberdam. Terdapat white spot lesion dan
brown stain serta kacitas kecil pada gigi

Gambar 2. Aplikasi 1mm pasta Opalustre


diatas stain gigi

Gambar 3. Penghilangan stain


menggunakan instrumen mekanis dengan
rubber cup low speed selama 10 detik

Gambar 4. Memoles gigi dengan


menggunakan felt disc low speed dan
pasta
Proses mikroabrasi
email dengan
menggunakan Opalustre sebelumnya telah
terlebih
dahulu
didahului
dengan
penggunaan anestesi topikal, anestesi
infiltrasi, dan di isolasi dengan rubberdam

pada regio atas kiri (kaninus hingga molar


kedua) (gambar 1), setelah itu gigi di
profilaksis, kemudian gigi diaplikasikan
dengan bahan Opalustre sebanyak 1mm
(gambar 2), proses abrasi menggunakan
rubber cup dengan low speed dibawah
tekanan yang ringan selama 10 detik
(gambar 3). Setelah aplikasi lakukan
pembilasan diikuti dengan observasi
visual terhadap white spot, kelembutan
dan kehalusan permukaan gigi. setelah 4
kali aplikasi Opalustre dalam sesi pertama
dapat dilihat bahwa stain sudah hilang,
serta terjadi peningkatan pada fungsi
estetik gigi tanpa harus melakukan
rekonstruksi. Setelah polishing dengan
menggunakan felt disc dan pasta
menggunakan low speed (gambar 4),
digunakan pula fluoride gel 2% 1m menit
(gambar
5).
Pembuangan
stain
membutuhkan 4x aplikasi dalam 1 sesi dan
menghasilkan permukaan yang seperti
kaca, fungsi estetik meningkat. Perawatan
selanjutnya dilakukan 1 bulan berikutnya
(gambar 6), telah di observasi bahwa
permukaan gigi yang telah di bersihkan
tidak mengalami rasa sakit dan sensitif.

Gambar 5. Aplikasi topikal Fluoride gel


2% selama 1 menit

Gambar 6. Gigi yang telah di aplikasikan


mikroabrasif. Kontrol 1 bulan setelahnya.
Diskusi
Merupakan suatu teknik yang digunakan
untuk mengikis
permukaan email.
Indikasi dilakukannya
microabrasion
technique untuk enamel decalsifikasi,
dismineralisasi
dan
defekasi
pada
permukaan tekstur email. contohnya pada
kasus Fluorosis dan Molar Incisor
Hypomineralization.Bahan microabrasion
kit Yang umum digunakan adalah
Opalustre dan Prema
Perawatan estetik gigi tidak hanya
dilakukan pada pasien dewasa pasien
anak-anak pun dapat dilakukan. Menurut
welbury dan shaw (1990) permasalahan
estetik gigi merupakan permasalahan
psikologis yang berefek pada pasien
terutama remaja, dan akan mengganggu
kehidupan sosial mereka.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa
mikroabrasi email merupakan perawatan
pertama yang harus dilakukan sebab
perawatan ini tidak banyak menginvasif
gigi dan cenderung dalam konservatif.
Perawatan ini hanya mengakibatkan
terbuangnya sedikit jaringan yang rusak,
dan tidak menyebabkan sakit dan sensitif
pasca perawatan. Pada kasus yang lebih
besar perawatan ini dapat dilakukan dalam

sekali kunjungan untuk menghindari rasa


tidak nyaman dari pasien. keuntungan
lainnya dari perawatan ini adalah hasil
akhir yang didapatkan cepat, namun dapat
bertahan lama dan permanen karena
prinsip kerja dasar dari metode ini
hanyalah membuang stain yang menutupi
permukaan email, cepat singkat dan mudah
untuk dilakukan,
tidak menyebabkan
kerusakan pada pulpa dan jaringan
periodontal.

Microabrasion dapat dilakukan pada


kondisi gigi yang fluorosis dan terdapat
MIH, berikut paparannya:
Ditinjau dari derajat keparahan Fluorosis

Dilakukan macro abrasion dengan


menggunakan fine bur fissur
dengan kedalaman sekitar 0,2mm
hingga didapatkan warna email
yang bersih

Dilakukan
microabrasion
menggunakan bahan asam (tinggal
dipilih produknya)

Proses microabrasion dilakukan


hingga didapatkan gigi putih dan
mengkilat. Pengulangan biasanya
dilakukan hingga 4x dalam 1x
kunjungan

Gigi kemudian diberikan aplikasi


flouride atau bisa juga diberikan
kalsium fosfat

Untuk kondisi fluorosis yang


parah,
bisa
diikut
sertakan
perawatan bleaching 3 hari pasca
microabrasion

Ditinjau dari derajat keparahan MIH

Microabrasion bisa langsung dapat


dilakukan. Terlebih dahulu MIH
diaplikasikan 3% H202 & pumice
untuk
denaturasi
protein.
Selanjutnya diberikan aplikasi
asam (18%HCl /37% phosphoric
acid) bisa juga dikombisnasikan
dengan pumice. Setelah itu
diaplikasikan floride atau kalsium
fosfat

Campuran bahan asam dan abrasif dapat


digunakan untuk perawatan gigi remaja
dan anak-anak 2 tahun ke atas, selama
bahan ini digunakan seperlunya, tidak
terkena mata dan jaringan lunak lainnya,
maka penggunaannya aman.
Takaran
penggunaan harus sesuai
ketika
menggunakan zat asam. Selain itu
penggunaan rubber dam dan isolasi wajib
dilakukan, hal ini tidak hanya melindungi
jaringan lunak namun juga membuat
pasien merasa nyaman selama perawatan,
karena bahan ini akan menghalangi
material dan debris yang jatuh atau
berceceran dalam mulut selama proses
pengikisan (abrasif), alat ini juga
mengurangi kontak langsung saliva dan
sangat membantu memanajemen pasien
selama perawatan.

Gambar 7. Spesifikasi bahan


microabrasion technique
Pada laporan kasus ini, penggunaan
Opalustre berhasil mengangkat pewarnan
stain yang terdapat pada inaktif lesi karies

pada gigi desidui maksila. Setelah


dilakukannya
teknik
mikroabrasi,
pewarnaan gigi meningkat dan permukaan
tampak mengkilat, selama prosedur
dilakukan
permukaan
yang
telah
mengalami
demineralisasi
telah
sepenuhnya
dihilangkan.
Abrasi
permukaan enamel yang mengalami
demineralisasi dierosi dengan asam
simultan mengakibatkan terbentuknya
mineralisasi yang padat pada jaringan
organik, menggantikan lapisan luar enamel
dengan email yang lebih padat dan
kompak. Ketika cahaya tidak dipantulkan
oleh permukaan gigi dan terserap, hal ini
tidak dapat dikatakan bahwa permukaan
ini tidak dirawat, melainkan masih terdapat
stain pada lapisan permukaan bagian
bawahnya (sub surface). Karakteristik
seperti kaca ini pada kasus disebut dengan
abrosion effect atau enamel Glaze.

dilakukan
restorasi
konvensional.
Opalustre
mengakibatkan
banyaknya
struktur gigi yang hilang dibandingkan
dengan produk lainnya (Paic et al, 2008).
Penggunaan rubber cup pada low speed
selama proses abrasi gigi akan membuang
banyak jaringan email daripada dengan
teknik manual mikroabrasif menggunakan
spatula plastik (zuanon et al, 2008).
Kombinasi dari Opalustre dan teknik
mekanik menghasilkan permukaan tanpa
kekasaran yang nantinya akan digunakan
untuk restorasi resin komposit.
Alternatif perawatan selain menggunakan
microabrasion technique yaitu dengan
menggunakan CPP-ACP / CPP-ACFP
(casein phosphopeptides - amorphous
calcium flouride phosphate). Penggunaan
pasta MI menggunakan tray. Lama
pemakaian 2 jam sehari selama 2 minggu 3 bulan

Gambar 9. Pasta MI

Gambar 8. Macam macam bahan


microabrasion technique
Menggunakan teknik mikroabrasif juga
memiliki kelebihan dalam perawatan
menghilangkan struktur yang sangat kecil
dari inactive karies karena teknik ini hanya
mengikis lapisan permukaan yang sangat
kecil dan juga mengembalikan bentuk
permukaan yang reguler, daripada harus

Kesimpulan
Teknik
mikroabrasi
menggunakan
Opalustre
(produk Ultradent) cukup
efektif untuk menghilangkan lesi white
spot yang telah berpigmentasi setelah
proses remineralisasi dan menghasilkan
permukaan reguler walaupun permukaan
ini menunjukan adanya cavitas kecil.

Teknik ini menunjukan hasil yang baik


dari segi estetik, tanpa menyebabkan
kehilangan banyak struktur email dan
tanpa membutuhkan preparasi kavitas.
Mikroabrasif dapat dilakukan dalam 1 kali
kunjungan dan aman digunakan untuk
anak-anak.
Untuk mendapatkan hasil optimal, perlu
ditegakkan diagnosis yang tepat, pasien
juga harus diikut sertakan dalam program
pencegahan dan perawatan gigi untuk
menghindari resiko karies.
Referensi
1. McCloskey RJ. A technique for
removal of fluorosis stains. J Am
Dent Assoc. 1984;109:63-4.
2. Croll
TP,
Cavanaugh
RR.
Hydrochloric acid-pumice enamel
surface
abrasion
for
color
modification: results after six
months.
Quintessence
Int.
1986;17:335-41.
3. Kamp AA. Removal of white spot
lesions by controlled acid-pumice
abrasion.
J
Clin
Orthod.
1989;23:690-3.
4. Croll TP. Enamel microabrasion for
removal
of
superficial
dysmineralization
and
decalcification defects. J Am Dent
Assoc. 1990;120:411-5.
5. Donly KJ, ONeill M, Croll TP.
Enamel
microabrasion:
a
microscopic evaluation of the
abrosion effect. Quintessence Int.
1991;23:175-9.
6. Croll TP, Cavanaugh RR. Enamel
color modification by controlled
hydrochloric acid-pumice abrasion.
I. Technique and examples.
Quintessence Int. 1986;17:81-7.
7. Sanglard-Peixoto LF, Oliveira LB,
Zardetto CGDC, Corra MSNP.
Enamel microabrasion: esthetic
treatment for iron sulfate stains.
JBP Rev Ibero-am Odontopediatr

Odontol
Beb.
2005;8:18-42
[abstract].
8. Welbury RR, Carter NE. The
hydrochloric
acidpumice
microabrasion technique in the
treatment
of
post-orthodontic
decalcification. Br J Orthod.
1993;20:181-5. Croll TP, Helpin
ML. Enamel microabrasion: a new
approach.
J
Esthet
Dent.
2000;12:64-71.
9. Ashkenazi
M,
Sarnat
H.
Microabrasion of teeth with
discoloration
resembling
hypomaturation enamel defects:
four-year follow up. J Clin Pediatr
Dent. 2000;25:29-34.
10. Price RBT, Loney RW, Doyle MG,
Mouling MB. An evaluation of a
technique to remove stains from
teeth using microabrasion. J Am
Dent Assoc. 2003;134:1066-71.
11. Allen K, Agosta C, Estafan D.
Using microabrasive material to
remove fluorosis stains. J Am Dent
Assoc. 2004;135:319-23.
12. Croll TP, Segura A. Tooth color
improvement for children and
teens: enamel microabrasion and
dental bleaching. J Dent Child.
1996;63:17-22.
13. Da Silva SMB, Oliveira FS, Lanza
CRM, Machado MAAM. Esthetic
improvement following enamel
microabrasion on fluorotic teeth: a
case report. Quintessence Int.
2002;33:366-9.
14. Welbrury RR, Shaw L. A simple
technique for removal of mottling,
opacities and pigmentation from
enamel.
Dent
Update.
1990;17:161-3.
15. Heymann HO. Nonrestorative
treatment of discolored teeth:
reports from an International
Symposium. J Am Dent Assoc.
1997;128:1S-2S.
16. Wray A, Welbury R. UK National
Clinical Guidelines in Paediatric
Dentistry: treatment of intrinsic

discoloration in permanent anterior


teeth in children and adolescents.
Int J Paediatr Dent. 2001;11:30915.
17. Schimidlin PR, Ghring TN, Schug
J,
Lutz
F.
Histological,
morphological, profilometric and
optical changes of human tooth
enamel after microabrasion. Am J
Dent. 2003;16:4A-8A.
18. Bezerra AC, Leal SC, Otero AS,
Garvina DB, Cruvinel VR, Toledo
OA. Enamel opacities removal
using two different acids: an in
vivo comparison. J Clin Pediatr
Dent. 2005;29:147-50.
19. Paic M, Sener B, Schug J,
Schmidlin
PR.
Effects
of
microabrasion on substance loss,
surface roughness, and colorimetric
changes on enamel in vitro.
Quintessence Int. 2008;39(6):51722
20. Zuanon AC, Santos-Pinto L,
Azevedo ER, Lima LM. Primary
tooth enamel loss after manual and
mechanical microabrasion. Pediatr
Dent 2008;30(5):420-3.