Anda di halaman 1dari 36

ANALISIS KORELASI

Oleh:
Pitra Dana Arista
11520241023

ANALISIS KORELASI
Analisis korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang
digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua
variabel atau lebih yang bersifat kuantitatif.

Dasar Pemikiran Analisis


Korelasi
Bahwa

adanya perubahan sebuah variabel disebabkan


atau akan diikuti dengan perubahan variabel lain.

Berapa

besar koefesien perubahan tersebut ?

Dinyatakan

dalam koefesien korelasi


Semakin besar koefesien korelasi maka semakin besar
keterkaitan perubahan suatu variabel dengan variabel
yang lain.

Contoh Bentuk Korelasi


Korelasi Positif:
Hubungan antara harga dengan penawaran.
Hubungan antara jumlah pengunjung dengan
jumlah penjualan.
Hubungan antara jam belajar dengan IPK.
Korelasi Negatif:
Hubungan antara harga dengan permintaan.
Hubungan antara jumlah pesaing dengan
jumlah penjualan.
Hubungan antara jam bermain dengan IPK.

Contoh Korelasi
Pupuk

dengan produksi

panen
Biaya

iklan dengan hasil


penjualan

Berat

badan dengan
tekanan darah

Pendapatan

dengan

konsumsi
Investasi

nasional
dengan pendapatan
nasional

Jumlah

akseptor
dengan jumlah
kelahiran

Harga

barang dengan
permintaan barang

Pendapatan

masyarakat dengan
kejahatan ekonomi

Kapan suatu variabel dikatakan


saling berkorelasi ?
Variabel dikatakan
saling berkorelasi
jika perubahan
suatu variabel
diikuti dengan
perubahan variabel
yang lain.

Beberapa sifat penting dari


konsep korelasi:
Nilai

korelasi berkisar 1 s.d. 1


Korelasi bersifat simetrik
Korelasi bebas dari origin dan skala

P = a1 + b1X1
Q = a2 + b2X2
Dimana b1 > 1, b2 > 1, a1 dan a2 konstanta maka
korelasi P dgn Q akan sama dengan korelasi X 1 dgn X2

Jika

X dan Y saling bebas maka korelasi akan


bernilai 0
Meskipun korelasi mengukur derajat
hubungan, tetapi bukan alat uji kausal.

Korelasi berdasarkan arah hubungannya


dapat dibedakan, jadi berapa ?
1. Korelasi Positif
Jika arah hubungannya searah
2. Korelasi Negatif
Jika arah hubunganya berlawanan arah
3. Korelasi Nihil
Jika perubahan kadang searah tetapi kadang berlawanan
arah.

Berapa Nilai Koefesien Korelasi ?


Koefesien

korelasi akan selalu sebesar :

-1r+1

-1

+1

Beberapa analisis korelasi yang


akan kita pelajari:
Korelasi

Product Moment (Pearson)

Korelasi

Rank Spearman

Korelasi

Data Kualitatif

KORELASI PRODUCT MOMENT


Digunakan

untuk menentukan besarnya koefisien


korelasi jika data yang digunakan berskala interval
atau rasio.

Rumus yang digunakan:

rxy

n x

n xi yi ( xi )( yi )

2
i

( xi ) 2 n yi2 ( yi ) 2

Contoh Kasus:
Seorang mahasiswa melakukan survai untuk meneliti
apakah ada korelasi antara pendapatan mingguan dan
besarnya tabungan mingguan di PQerto.
Untuk menjawab permasalahan tersebut
sampel sebanyak 10 kepala keluarga.

diambil

Pemecahan
1. Judul

Hubungan antara pendapatan dan tabungan masyarakat di


PQerto.

2. Pertanyaan Penelitian

Apakah terdapat korelasi positif antara pendapatan dan


tabungan masyarakat ?

3. Hipotesis

Terdapat korelasi positif antara pendapatan dan tabungan


masyarakat

4. Kriteria Penerimaan Hipotesis


Ho

: Tidak terdapat korelasi positif antara


tabungan dengan pendapatan
Ha
: Terdapat korelasi positif antara
tabungan dengan pendapatan
Ho diterima Jika
r
t

hitung
hitung

r tabel(, n-2) atau


t tabel (, n-2)

Ha diterima Jika
r
t

hitung
hitung

> r tabel(, n-2) atau


> t tabel (, n-2)

5. Sampel

10 kepala keluarga

6. Data Yang dikumpulkan


Tabungan

10

Pendapatan

10

20

50

55

60

65

75

70

81

85

7. Analisis Data

rxy

n x

n xi yi ( xi )( yi )

2
i

( xi ) 2 n yi2 ( yi ) 2

10(4544) (70)(571)

rxy

10(546) (70) 10(38161) (571)


2

0,981

Pengujian Hipotesis:
Dengan Kriteria r htung:

hitung

(0,981) > r tabel (0,707)

Dengan Kriteria t hitung:


t

rxy n 2
(1 r 2 )

t hitung (14,233) > t tabel (1,86)

0,981 10 2
14,233
(1 0,962)

9. Kesimpulan
Karena

rhitung > dari rtabel maka Ha diterima.

Karena

thitung > dari ttabel maka Ha diterima.

Kesimpulan:
Terdapat korelasi positif antara pendapatan dengan
tabungan mingguan di PQerto

KORELASI RANK SPERMAN


Digunakan

untuk menentukan besarnya koefesien


korelasi jika data yang digunakan berskala Ordinal

Rumus yang digunakan:

pxy 1

6 d i2

n(n 2 1)

Contoh Kasus:
Seorang mahasiswa melakukan survai untuk meneliti
apakah ada korelasi antara nilai statistik dengan nilai
ekonometrik, untuk kepentingan penelitian tersebut
diambil 10 mahasiswa yang telah menempuh mata
kuliah statistik dan ekonometrik.

Pemecahan
Judul

1.

2.

Hubungan antara kemampuan mahasiwa


dalam memahami ilmu statistika dan ilmu
ekonometrika.

Pertanyaan Penelitian

Apakah terdapat korelasi positif antara


kemampuan mahasiswa dalam memahami ilmu
statistika dan ilmu ekonometrika ?

3. Hipotesis

Terdapat korelasi positif kemampuan mahasiwa


dalam memahami ilmu staistika dan ilmu
ekonometrika

4. Kriteria Penerimaan Hipotesis


Ho
Ha

: Tidak terdapat korelasi positif antara


kemampuan mahasiswa dalam memahami ilmu
statistika dan ilmu ekonometrika.
: Terdapat korelasi positif antara kemampuan
mahasiswa dalam memahami ilmu statistika dan
ilmu ekonometrika.

Ho diterima Jika
hitung tabel(, n-2) atau
t hitung ttabel (, n-2)

Ha diterima Jika
hitung > tabel(, n-2) atau
thitung > ttabel (, n-2)

5. Sampel

10 Mahasiswa

6. Data Yang dikumpulkan


Statistik

Ekonometrik

7. Analisis Data
X1

X2

Rank X1

Rank X2

d2

-2

5.5

0.5

0.25

6.5

0.5

0.25

3.5

0.5

0.25

10

10

3.5

0.5

0.25

10

5.5

6.5

-1

Jlh

xy 1

6 d i2

n(n 1)
2

6 x7
xy 1
0,96
10(100 1)

Pengujian Hipotesis:
Dengan Kriteria r htung:

hitung (0,96) > tabel (0,738)


Dengan Kriteria t hitung:

xy n 2
(1 r 2 )

t hitung (9,697) > t tabel (1,86)

0,96 10 2
9,697
(1 0,92)

9. Kesimpulan
Karena

hitung > dari tabel maka Ha diterima.

Karena

t hitung > dari t

tabel

maka Ha diterima.

Kesimpulan:
Terdapat
korelasi
positif
antara
kemampuan
mahasiswa dalam memahami ilmu statistika dan ilmu
ekonometrika.

KORELASI DATA KUALITATIF


Data
a)
b)

berdasarkan jenisnya:
Kuantitatif
Kualitatif

Digunakan

untuk menentukan besarnya koefesien korelasi


jika data yang digunakan berjenis kualitatif.

Rumus yang digunakan:


n

X 2
i 1 i 1

Tranformasi

(nij e ij ) 2
eij

dari nilai Chi-Square X2 ke koefesien korelasi:

X2
Cc
X2 n

Contoh Kasus:
Seorang mahasiswa melakukan survai untuk meneliti
apakah ada korelasi antara tingkat pendidikan dengan
tingkat pendapatan. Untuk penelitian ini diambil
sampel sebanyak 112 kepala keluarga.

Pemecahan
Judul

1.

2.

Hubungan antara tingkat pendidikan dan


tingkat kesejahteraan keluarga.

Pertanyaan Penelitian

Apakah terdapat korelasi positif antara tingkat


pendidikan dengan tingkat kesejahteraan
keluarga ?

3. Hipotesis

Terdapat korelasi positif antara tingkat


pendidikan dengan tingkat kesejahteraan
keluarga

4. Kriteria Penerimaan Hipotesis


Ho

: Tidak terdapat korelasi antara terdapat


korelasi positif antara tingkat pendidikan
dengan tingkat kesejahteraan keluarga.
Ha
: Terdapat korelasi positif antara tingkat
pendidikan dengan tingkat kesejahteraan
keluarga.
Ho diterima Jika
X2

Ha

X2

hitung

X2

tabel (, (r-1)(k-1)

diterima Jika
hitung

> X2

tabel (, (r-1)(k-1)

5. Sampel

112 Keluarga

6. Data Yang dikumpulkan

Tinggi

Sedang

Rendah

Jumlah

Baik

16

32

Cukup

10

20

10

40

Jelek

16

20

40

Jumlah

30

44

38

112

7. Analisis Data
e11=30x(32/112)=8,57
e12=44x(32/112)=12,57
e13=38x(32/112)=10,86

X 2

e21=30x(40/112)=10,71

i 1 i 1

(nij eij ) 2
eij

e22=44x(40/112)=15,71
e23=38x(40/112)=13,57
e31=30x(40/112)=10,71
e32=44x(40/112)=15,71
e33=38x(40/112)=13,57
(16 8,57) 2 (8 12,57) 2

X
2

8,57

12,57

(8 13,57) 2
...
18,267
13,57

Pengujian Hipotesis:
Dengan Kriteria x :
2

htung

X2hitung (18,267) > X2tabel (9,488)

9. Kesimpulan
Karena

X2
diterima.

hitung

> X2

tabel

maka Ha

Kesimpulan:
Terdapat korelasi positif antara tingkat
pendidikan dengan tingkat kesejahteraan
keluarga.

Berapa nilai koefesien


korelasinya ?
Cc

X2
X2 n

(18,267)
Cc
0,374
(18,267) 112