Anda di halaman 1dari 4

1.

3 pendekatan audit :
Risk based systems approach.
Auditor harus menilai kemampuan manajemen dalam mengukur resiko, merespon resiko dan
melaporkan resiko. Apabila manajemen memiliki kemampuan yang cukup dalam mengukur,
merespon dan melaporkan resiko dalam suatu area atau proses, maka resiko bawaan bisa
diturunkan. Artinya auditor tidak harus meningkatkan tingkat ketelitian, menambah prosedur
atau menambahkan waktu analisa. Sebaliknya kalau manajemen resiko klien buruk, maka auditor
harus meningkatkan keteliatian, menambah prosedur dan menambahkan waktu analisa. Sehingga
bobot atau score resiko di masing-masing area atau proses tersebut bisa dijadikan sebagai salah
satu dasar untuk penentuan prioritas audit oleh auditor.

Control self assessment


CSA merupakan proses yang dilakukan secara rutin (tahunan) dengan partisipasi karyawan pada
berbagai level untuk menilai efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan. CSA merupakan
salah satu mekanisme Internal Control untuk menguji efektifitas Internal Control. Maka
diharapkan auditor internal terlibat dalam proses tersebut dan bahwa mereka secara independen
melaporkan hasil-hasilnya ke manajemen senior dan dewan komisaris.

Integrated audit approach


Proses manajemen risiko akan telah obyektif ditinjau oleh audit internal dan juga disepakati oleh
orang-orang yang benar-benar mengoperasikan sistem, menciptakan banyak manfaat. Audit
terpadu dapat memberikan cara menarik menyempurnakan proses audit dan menambahkan nilai
lebih untuk audit.

2. Auditor internal harus merencanakan setiap pemeriksaan, dalam hal ini perencanaan
tersebut harus didokumentasikan yang meliputi :
a. Penetapan tujuan, sasaran dan ruang lingkup pemeriksaan.

b. Memperoleh informasi dasar (background information) tentang kegiatan yang


akan diperiksa.
c. Penentuan tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan pemeriksaan.
d. Pemberitahuan kepada para pihak yang dipandang perlu.
e. Melaksanakan survai secara tepat untuk lebih mengenali kegiatan yang
diperlukan, untuk mengidentifikasikan area yang ditekankan dalam pemeriksaan,
serta untuk memperoleh berbagai alasan dan saran-saran dari pihak yang akan
diperiksa (auditee comments and suggestions).
f. Pembuatan program pemeriksaan.
g. Menentukan bagaimana, kapan dan kepada siapa hasil-hasil pemeriksaan akan
disampaikan.
h. Memperoleh persetujuan atas rencana kerja pemeriksaan.
3. Kategori bukti yang baik :
o Relevan
Bukti secara logis mempunyai hubungan dengan permasalahan audit
o Kompeten
Bukti berasal dari sumber yang benar dan dapat dipercaya, didapatkan dengan
cara yang benar dan kelengkapan persyaratan yudirisnya
o Cukup
Berkaitan dengan kuantitas ataunilai keseluruhan bukti. Bukti yang cukup berarti
bukti dapat mewakili dan menggambarkan seluruh keadaan atau kondisi yang
dipermasalahkan
o Material
Bukti yang mempunyai nilai yang cukup berarti atau penting untuk pencapaian
suatu tujuan organisasi
o Ketepatan waktu
Berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti yang diperoleh oleh auditor.
o Objektivitas
Bukti objektif umumnya lebih andal dibandingkan dengan bukti yang bersifat
subjektif.
Perbedaan audit dulu dan sekarang :

Lama

Baru

Fungsi penilaian independen yang dibentuk


dalam suatu organisasi

Suatu aktivitas independen objektif

Fungsi penilaian

Aktivitas pemberian jaminan keyakinan


dan konsultasi

Mengkaji dan mengevaluasi aktivitas organisasi


sebagai bentuk jasa yang diberikan bagi
organisasi

Dirancang untuk memberikan nilai


tambah serta meningkatkan kegiatan
organisasi

Membantu agar para anggota organisasi dapat


menjalankan tanggung jawabnya secara efektif

Membantu organiasi mencapai


tujuannya

Memberikan hasil analisis, penilaian,


rekomendasi, konseling dan informasi yang
berkaitan dengan aktivitas yang dikaji dan
menciptakan pengendalian efektif dengan biaya
yang wajar

Memberikan suatu pendekatan disiplin


yang sistematis untuk mengevaluasi dan
meningkatkan keefektivan manajemen
resiko, pengendalian dan proses
pengaturan dan pengelolaan organisasi

Auditor dahulu hanya sebagai watchdog yang menjadi mata-mata pemilik perusahaan.
Tugasnya melaporkan jika terjadi ketidakberesan di dalam perusahan, termasuk di
dalamnya penyimpangan dan ketidak sependapatan. Sedangkan sekarang, auditor
bertindak sebagai seorang onsultan dan katalis yang membantu perusahaan untuk
menganalisa resiko dan memberikan advice serta nasehat yang penting untuk
kelangsungan perusahaan.
4. Cara mendapatkan bukti audit :
Investigasi
Verifikasi
Konfirmasi
Observasi
Permintaan Keterangan
Klarifikasi atas pernyataan Auditee
Wawancara 5W+1H
Pengambilan sample acak
Prosedur Analitis
5. Fungsi audit report yang baik :
Memperkuat pengendalian audit intern

Menentukan ditaati tidaknya prosedur/kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan


oleh manajemen.
Melaporkan kepada manajemen apabila terdapat penyelewengan/penyimpanganpenyimpangan yang terjadi di dalam suatu fungsi perusahaan
Memberikan saran-saran/rekomendasi untuk perbaikannya
6. Buat program audit (tergantung soal)