Anda di halaman 1dari 15

Responsi SRG

Sistem Tinggi Berdasarkan Gaya


Berat
Garis nivo
adalah garis yang tegak lurus terhadap arah garis gaya
berat dititik pengamatan.
Garis mendatar
adalah garis lurus yang menyinggung satu titik pada garis
nivo.
Bidang nivo
dalah suatu bidang yang arah gaya berat disetiap titik
padanya selalu tegak lurus. Karena arah gaya berat menuju
pusat bumi, makabidang nivo akan melingkupi permukaan
bumi secara tertutup. Permukaan bumi tidakrata
tergantung letaknya (tingginya) sehingga akan terdapat
banyak sekali bidang nivo.

Pengertian Geoid dan MSL


Geoid
Suatu bidang ekuipotensial gaya berat yang berada
pada ketinggian MSL dalam keadaan setimbang
(kedudukannya hanya dipengaruhi gaya berat)
MSL
Muka laut rata-rata dari pengamatan setiap jam
pada suatu periodepengamatan (sebaiknya 18,6
tahun untuk mendapatkan harga yang tetap)

Koreksi Gaya Berat


Ketinggian titik-titik dari Jaring Tinggi Teliti (KDV) diperoleh
melalui pengukuran sipat datar teliti yang dilengkapi dengan
pengukuran gaya berat (IAG, 1950):
Pengukuran sipat datar teliti, menggunakan spesifikasi
pengukuran secarateliti, yang mencakup peralatan, prosedur
pengukuran dan hitungan, sertapersyaratan ketelitian tertentu.
Pengukuran gaya berat, dilakukan untuk memperoleh
hubungan antaraketinggian hasil ukuran sipat datar teliti
dengan ketinggian berdasarkan gaya berat
Mengapa diperlukan sistem tinggi berdasarkan gaya berat ?
Karena hasil pengukuran sipat datar teliti, tidak memberikan
arti geometriksebagai beda tinggi antara dua bidang nivo,
dalam hal ini, bidang-bidangnivo tidak lagi bisa dianggap
sejajar (Buktikan !)Koreksi

Koreksi Gaya Berat

Koreksi Gaya Berat


Hasil pengukuran sipat datar :
Jalur I : A B dan B B, diperoleh hAB = hAB + hBB = dHB
Jalur II : A A dan A B, diperoleh hAB = hAA + hAB = dHA
Hubungan antara potensial gaya berat dengan ketinggian : dW = - g dH
Sehingga dari hasil ukuran sipat datar diperoleh : dWA = - gA dHA ; dWB = - gB
dHB
Karena dWA = dWB, maka : gA dHA = gB dHB
kk

Sistem Tinggi berdasarkan Gaya


Berat
Hubungan antara ukuran sipat datar dan
gaya berat memberikan selisih potensial,
untuk titik A dan titik B

Apabila titik B berada pada geoid yang


mempunyai potensial WO , dan titik A
beradapada ketinggian H, maka :

Sistem Tinggi berdasarkan Gaya


Berat
Pada dasarnya ada tiga macam sistem tinggi
berdasarkan gaya berat (Heiskanen & Moritz, 1967)

Keterangan :
C = Bilangan Geopotensial (1 GPU = 1000 gal meter)
g = Gaya berat rata-rata antara bumi fisis dan geoid (gal =
cm/det2)
G = Gaya berat normal (gal), pada lintang 450, nilai G =
980,6294 gal
= Gaya berat normal rata-rata antara Elipsoid dan Teluroid

Sistem Tinggi berdasarkan Gaya


Berat
Berdasarkan rumus di atas, diperoleh
beda tinggi Ortometrik antara titik A
dan titik B :

Koreksi Tinggi Dinamik

Koreksi Tinggi Dinamik


Berdasarkan rumus-rumus di atas,
diperoleh beda tinggi Dinamik antara
titik A dan B :

Sehingga diperoleh :

Koreksi Tinggi Ortometrik

Koreksi Tinggi Ortometrik


Buktikan bahwa berdasarkan rumusrumus sebelumnya, akan diperoleh :

Koreksi Tinggi Normal

Koreksi Tinggi Normal


Buktikan bahwa berdasarkan rumusrumus sebelumnya, akan diperoleh :