Anda di halaman 1dari 4

Alfa Kristanti (500004479)

PENDEKATAN BEHAVIORISME
DAN
PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

I. Perbedaan Pendekatan Behaviorisme Dengan Pendekatan Konstruktivisme


Perbedaan
konstruktivisme

antara

pembelajaran

menurut

behaviorisme

Indra

dengan

wati

pembelajaran

ningsih

dalam

http://www.scribd.com/doc/115257614/Perbandingan-Antara-Teori-Behaviorisme-DanKonstruktivisme adalah sebagai berikut:

N
O
1
2
3

ASPEK

BEHAVIORISME

KONSTUKTIVISME

Sifat Pengetahuan

Pengetahuan bersifat objektif,

Pengetahuan bersifat non-objektif,

Belajar

pasti, tetap, terstuktur, dan rapi


Belajar adalah perolehan

temporer, dan selalu berubah


Belajar adalah pemaknaan

Mengajar

pengetahuan
Mengajar adalah memindahkan

pengetahuan
Mengajar adalah menggali

pengetahuan kepada orang yang

makna

belajar
Fungsi mind adalah

Fungsi mind adalah

penjiplak pengetahuan

menginterprestasi sehingga

Pembelajaran diharapkan

muncul makna yang unik


Pembelajaran bisa memiliki

memiliki pemahaman yang sama

pemahaman berbeda dengan

dengan pengajar terhadap

pengetahuan yang dipelajari

Pengelolaan

pengetahuan yang dipelajari


Pembelajaran dihadapkan pada

Pembelajaran dihadapkan pada

Pembelajaran

aturan-aturan yang jelas yang

lingkungan belajar yang bebas.

Fungsi Mind

Pembelajaran

ditetapkan lebih dulu secara ketat.

Pembiasaan displin secara esensial

Kebebasan merupakan system

Kegagalan dan

Kegagalan atau ketidakmampuan

yang sangat esensial


Kegagalan dan keberhasilan,

Keberhasilan

dalam menambah ilmu

kemampuan atau ketiakmampuan

Pembelajaran

pengetahuan dikategorikan sebagai dilihat sebagai interprestasi yang

1 | Pembelajaran Matematika

Alfa Kristanti (500004479)

N
O

ASPEK

BEHAVIORISME

KONSTUKTIVISME

kesalahan, harus dihukum.

berbeda yang perlu dihargai.

Keberhasilan atau kemampuan


dikategorikan sebagai bentuk
perilaku yangpantas dipuji atau
dber i hadiah.

Tujuan Pembelajaran

Ketaatan pada aturan dipandang

Kebebasan dipandang sebagai

sebagai penentuan keberhasilan.

penentuan keberhasilan.

Control belajar dipegang oleh

Control belajar dipegang oleh

sistem di luar diri pembelajar.


Tujuan pembelajaran

pembelajar
Tujuan pembelajaran menekankan

menekakankan pada penambahan

pada penciptaan pemahaman,

pengetahuan.

yang menuntut aktivitas kreatif-

Seorang dikatakan telah belajar

produktif dalam konteks nyata.

apabila mampu mengungkapkan


9

Strategi Pembelajaran

kembali apa yang telah dipelajari


Ketrampilan terisolasi mengikuti

Penggunaan pengetahuan secara

urutan kurikulum yang ketat.

bermakna mengikuti pandangan


pembelajaran.

10

Evaluasi

Aktivitas belajar mengikuti buku

Aktivitas belajar dalam konteks

teks.

nyata.

Menekankan pada hasil


Respons pasif

Menekankan pada proses


Penyusunan makna secara aktif.

Menuntut satu jawaban benar.

Menuntut pemecahan ganda

Evaluasi merupakan bagian

Evaluasi merupakan bagian utuh

terpisah dari belajar

dari belajar

2 | Pembelajaran Matematika

Alfa Kristanti (500004479)

II. Kelebihan dan Kekurangan Behavioristik dan Konstruktivistik


Menurut Prayoga Rizki dalam http://reskioga.blogspot.com/2012/10/behavioristik-dankonstruktivistik.html

dijelaskan

kelebihan

dan

kekurangan

behavioristik

dan

konstruktivistik, sebagai berikut :


A. Kelebihan Behavioristik
1. Kurikulum disajikan dari bagian-bagian menuju keseluruhan dengan
menekankan pada keterampilan-keterampilan dasar.
2. Pembelajaran sangat taat pada kurikulum yang telah ditetapkan.
3. Kegiatan kurikuler lebih banyak mengandalkan pada buku teks dan buku kerja
4. Siswa-siswa dipandang sebagai kertas kosong, dan guru-guru pada
umumnya menggunakan cara didaktik dalam menyampaikan informasi kepada
siswa.
Penilaian hasil belajar atau pengetahuan siswa dipandang sebagai bagian dari

5.

pembelajaran, dan biasanya dilakukan pada akhir pelajaran dengan cara testing.
Siswa biasanya bekerja sendiri-sendiri, tanpa ada group process dalam belajar.

6.

B. Kekurangan Behavioristik
1. Tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel
atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah
menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
2. Tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam
hubungan stimulus dan respon.
3. Kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar, walaupun
mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat
menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman
penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran
berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya.
4. Tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan

yang

mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut.


5. Cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif
dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses
pembentukan atau shaping, yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai
target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan
berimajinasi.
C. Kelebihan Konstruktivistik
1. Kurikulum disajikan mulai dari keseluruhan menuju ke bagian-bagian, dan
lebih mendekatkan pada konsep-konsep yang lebih luas.
3 | Pembelajaran Matematika

Alfa Kristanti (500004479)

2.

Pembelajaran lebih menghargai pada pemunculan pertanyaan dan ide-ide

siswa.
3. Kegiatan kurikuler lebih banyak mengandalkan pada sumber-sumber data
primer dan manipulasi bahan.
4. Siswa dipandang sebagai pemikir-pemikir yang dapat memunculkan teori-teori
tentang dirinya.
Pengukuran proses dan hasil belajar terjalin di dalam kesatuan kegiatan

5.

pembelajaran, guru mengamati hal-hal yang sedang dilakukan siswa, serta


melalui tugas-tugas pekerjaan.
Siswa-siswa banyak belajar dan bekerja di dalam group process.

6.

D. Kekurangan Konstruktivistik
1. Siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, tidak jarang bahwa hasil
konstruksi siswa tidak cocok dengan hasil konstruksi para ahli sehingga
menyebabkan miskonsepsi.
2. Konstruktivisme menanamkan agar siswa membangun pengetahuannya
sendiri, hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa
memerlukan penanganan yang berbeda-beda.
Situasi dan kondisi tiap sekolah tidak sama, karena tidak semua sekolah

3.

memiliki sarana prasarana yang dapat membantu keaktifan dan kreativitas siswa.

4 | Pembelajaran Matematika

Anda mungkin juga menyukai