Anda di halaman 1dari 2

Obat herbal penyakit bells palsy

Posted on January 22, 2014

Obat herbal penyakit bells palsy >> Penyakit ini


ditandai dengan terjadinya kelumpuhan pada
salah satu sisi otot wajah. Sekilas memang
mirip seperti stroke, penderita penyakit ini
mengalami kelumpuhan pada sebagian otot
wajah ini ditandai dengan kesulitan
menggerakkan sebagian otot wajah. Seperti
tidak bisa menutup mata, tidak bisa meniup,
dll.
Obat herbal penyakit bells palsy
Kata Bells Palsy diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang
menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah. Banyak orang yang
mengira bahwa kelumpuhan sebagian otot wajah ini adalah merupakan penyakit stroke, padahal ini
adalah penyakit dengan nama yang masih asing yaitu bells palsy. Penyakit ini tidak sama dengan
stroke, bells palsy disebabkan oleh virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi.

Gekjala penyakit bells palsy


Bells palsy terjadi secara tiba-tiba. Beberapa jam sebelum terjadinya kelemahan pada otot wajah,
penderita bisa merasakan nyeri di belakang telinga. Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai
berat, tetapi selalu pada satu sisi wajah. Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan
tanpa ekspresi, tetapi penderita merasa seolah-olah wajahnya terpuntir. Sebagian besar penderita
mengalami mati rasa atau merasakan ada Beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi di wajah
adalah normal.
Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya
di sisi yang terkena. Kadang penyakit ini mempengaruhi pembentukan ludah, air mata atau rasa di
lidah.
Obat herbal penyakit bells palsy.
Penyakit bells palsy dan stroke merupakan dua penyakit yang berbeda satu sama lain. Namun, orang
sering mengira bahwa bells palsy adalah stroke.

Jika stroke merupakan penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah menuju otak,
sementara penyakit bells palsy adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes yang
menginfeksi otot wajah dan terjadi embengkakan, artinya, pengobatan bells palsy isa dilakukan dengan
mengkonsumsi obat-obatan pelawan virus.
Beberapa ahli percaya bahwa kortikoteroid (misalnya prednison) harus diberikan dalam waktu tidak
lebih dari 2 hari setelah timbulnya gejala dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu. Apakah pengobatan ini
bisa mengurangi nyeri dan memperbaiki kesempatan untuk sembuh, masih belum dapat dibuktikan.
Jika kelumpuhan otot wajah menyebabkan mata tidak dapat tertutup rapat, maka mata harus dilindungi
dari kekeringan.Tetes mata pelumas digunakan setiap beberapa jam. Pada kelumpuhan yang berat,
pemijatan pada otot yang lemah dan perangasangan sarafnya bis membantu mencegah terjadinya
kekakuan otot wajah. Jika kelumpuhan menetap sampai 6-12 bulan atau lebih, bisa dilakukan
pembedahan untuk mencangkokkan saraf yang sehat (biasanya diambil dari lidah) ke dalam otot wajah
yang lumpuh.