Anda di halaman 1dari 9

OUTCOME FOLLOWING HIGH-DOSE

METHOTREXATE IN PREGNANCIES
MISDIAGNOSED AS ECTOPIC

DISUSUN OLEH:
SILVIA ASLAMI, S.KED
PEMBIMBING:
DR. H. SUKARDY, SP.OG

TUJUAN
Tujuan

dari

penelitian

ini

adalah

melaporkan hasil dari kesalahan diagnosis


kehamilan

itrauterin

sebagai

kehamilan

ektopik dengan menggunakan metotreksat


sebagai teratogen utama

LATAR BELAKANG
Sekitar 2% dari seluruh kehamilan sebagai
penyabab utama kematian ibu pada trimester
pertama adalah kehamilan ektopik.
Penggunaan metotreksat telah digunakan
lebih dari tiga kali lipat selama dekade
terakhir di AS.

DESAIN STUDI
Melaporkan hasil dari semua temuan yang
diduga kehamilan ektopik yang menggunakan
metotreksat

dosis

tinggi

untuk

dilakukan

terminasi oleh 3 North American Teratology


Information Service antara tahun 2002 hingga
2010

METODE
Pasien yang menginginkan konsultasi dengan 3
North Teratology Information Service Centers
dari 1 Januari 2002 30 April 2010 didapatkan 8
pasien yang mendapatkan metotreksat dosis
tinggi

pada

trimester

pertama

untuk

menginduksi abortus yang diduga kehamilan


ektopik.

DISKUSI
Kehamilan

intrauterin

yang

didiagnosis

sebagai kehamilan ektopik yang diberikan


metotreksat

dosis

tinggi

selama

embriogenesis dapat menyebabkan kelahiran


bayi dengan cacat berat dan keguguran

Banyak

terjadi

kesalahan

diagnosa,

karena

dokter IGD tidak terlatih dalam pelatihan USG


formal.
Pemberian metotreksat memang lebih mudah
dibandingkan dengan terapi pembedahan, namun
seorang dokter mempunyai tantangan diagnosis
dan memiliki risiko yang serius dalam penggunaan
metotreksat.

KESIMPULAN
Kesalahan

diagnosis

kehamilan

intrauterin

sebagai kehamilan ektopik dengan pemberian


metotreksat dosis tinggi pada trimester pertama
dapat menyebabkan kecacatan dan kematian
janin,
secara

oleh

sebab

matang

itu

perlu

dalam

dipertimbangkan

penatalaksaan

terhindar dari pelangaran medikolegal.

agar