Anda di halaman 1dari 3

SKENARIO ASMA

Apoteker

: Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?

Ibu B

: Siang bu, saya mau membeli obat yang ada di resep ini (memberikan resep
ke apoteker)

Apoteker

: baik bu, tunggu sebentar saya periksa terlebih dahulu (melihat resep)

Ibu B

: iya bu silahkan

Apoteker

: ibu maaf, resep ini untuk anak ibu?

Ibu B

: iya bu benar, ini resep untuk anak saya

Apoteker

: Boleh saya minta waktu ibu sebentar? Ada yang perlu saya bicarakan dengan
ibu mengenai resep yang diberikan oleh dokter

Ibu B

: aduh maaf saya sibuk, ini juga saya buru-buru harus ngurus anak saya yang
lagi sakit nih

Apoteker

: sebentar saja bu, 15 menit saja

Ibu B

: oh iya udah boleh, tapi jangan lama-lama ya

Apoteker

: baiklah bu, sebelumnya perkenalkan nama saya xxx saya apoteker


penanggungjawab apotek ini, apa yang dokter sampaikan mengenai resep ini?

Ibu B

: dokter tidak bilang apa-apa, Cuma bilang anak saya menderita penyakit asma

Apoteker

: baiklah bu, saya akan menjelaskan obat yang ada di resep ini, yang pertama
obat ini (nunjuk ke budosenid) untuk meredakan sesak nafas ketika anak ibu
sedang mengalami serangan asma, dan yang ini (nunjuk ke teofilin) untuk
mencegah serangan asma.

Ibu B

: oh iya bu, terus kalau cara pakainya gimana ini aneh bentuknya?

Apoteker

: dokter tidak menjelaskan tentang cara pakainya bu?

Ibu B

: tidak bu, coba jelaskan

Apoteker

: baiklah bu, saya akan menjelaskan tentang cara pakainya. Budosenid ini
bentuknya inhaler, caranya seperti ini bu
1. Duduk tegak atau berdiri dengan dagu terangkat.
2. Buka tutup inhaler dan kocok inhaler dengan teratur.
3. Jika baru pertama kali menggunakan inhaler selama seminggu atau lebih,
maka untuk penggunaan pertama sebelum digunakan, semprotkan inhaler
ke udara untuk mengecek apakah inhaler berfungsi dengan baik.

4. Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan. Lalu letakkan bagian mulut
inhaler pada mulut (diantara gigi atas dan bawah), kemudian tutup mulut
dengan merapatkan bibir (jangan digigit).
5. Mulai dengan bernapas perlahan dan dalam melalui mulut inhaler, sambil
bernapas secara berbarengan tekan bagian tombol inhaler untuk
melepaskan obatnya. Satu kali tekan merupakan satu kali semprotan obat.
6. Lanjutkan untuk bernapas dalam untuk memastikan obat dapat mencapai
paru-paru.
7. Tahan napas selama kurang lebih 10 detik (atau selama kondisi senyaman
yang terasa) lalu buang napas perlahan.
8. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, tunggu sampai 30 detik, dan
kocok kembali inhaler, ulangi cara yang tadi yah bu.
9. Tutup kembali mulut inhaler dan simpan inhaler di tempat yang kering.
10. Setelah selesai, berkumur-kumur, dan catat dosis yang sudah terpakai.
(sambil dipergakan oleh apoteker)
Pemakaian inhaler digunakan saat anak ibu mengalami serangan, sedangkan
untuk obat yang ini (teofilin) diminum 2x sehari pada jam 8 pagi dan 8 malem
yah bu, diminum satu jam setelah makan.
Ibu B

: oh jadi begitu yah bu, iya iya

Apoteker

: sudah mengerti bu? Coba bisa tunjukkan ke saya bagaimana cara


memakainya?

Ibu B

: boleh bu, (memperagakan cara pakai inhaler)

Apoteker

: saya rasa ibu sudah paham, ada satu lagi ibu yang penting, jika selama
mengkonsumsi obat ini anak ibu akan terasa pusing atau mual dan muntah ibu
tolong hubungin dokter yah, tapi ibu tidak perlu khawatir karena tidak semua
orang mengalaminya bu,

Ibu B

: oh trus nanti jadi egak bahaya itu kalau anak saya mual muntah seperti itu
nanti?

Apoteker

: kalau nanti mengalaminya, ibu bisa hentikan sementara obatnya bu,


kemudian ibu hubungi dokter, tapi seperti yang saya bilang tadi ibu reaksi ini
tidak terjadi pada semua orang, hanya orang-orang tertentu saja karena setiap
orang itu berbeda-beda ibu rekasi tubuhnya.

Ibu B

: oh jadi kalau itu terjadi obatnya saya hentikan trus saya ke dokter lagi yah
bu?

Apoteker

: iya ibu betul sekali, baiklah saya kira ibu sudah mengerti yah bu yah?apa ada
yang bisa saya bantu lagi ibu?

Ibu B

: saya rasa sudah cukup, kalau saya butuh apa-apa lagi boleh saya balik lagi
kesini bu?

Apoteker

: boleh bu, dengan senang hati, terimaksih sudah berkujung ke apotek kami
semoga anak ibu lekas sembuh. (sambil menyerahkan obat)

Ibu B

: iya ibu terimakasih banyak.