Anda di halaman 1dari 4

ANGGUN NUR LESTARI

210110110727
CARA MENCINTAIMU PENUH DENGAN KESEDERHANAAN DAN KEJUTAN
Setalah genap sebulan aku jadian dengan Chandra, aku semakin yakin kalau aku tidak
salah pilih dan benar-benar sudah menemukan belahan jiwaku, cinta sejatiku, cahaya
hidupku, Chandra adalah segalanya bagiku. Aku mencintai dia dan akan selalu menyayangi
dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa puas karena penantian, dan usahaku selama ini
berbuah kebahagiaan.
Telah sekian lama aku menantikan sosok seorang cowok seperti Chandra menjadi
milikku seutuhnya. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal sekarang aku
dan Chandra yang menjalaninya. Dulu aku yang selalu terlebih dulu memberi kabar dan
menanyakan kegiatannya setiap hari, serta berusaha membuat topik yang lucu-lucu demi
mendapatkan perhatian dia. Bahkan kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil.
Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan
saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang
janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi
aku dan Chandra, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi dan tentunya tidak
bertepuk sebelah tangan lagi. Tapi yang jelas, aku juga tidak mau kehilangan Chandra, aku
takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan
terpisahkan. Berpikiran positif saja karena kami menjalani hubungan ini dengan terpisahkan
jarak. Jujur baru kali ini aku sangat sayang sekali dengan cowok hanya dengan
kesederhanaanya dan aku bisa mencintainya secara sederhana tapi begitu dalam.
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan penuh kejutan. Minggu, 28
Agustus 2011, hari ulang tahun Chandra yang ke-21. Dan untuk pertama kalinya aku baru
melakukan kejutan untuk seorang cowok sebelumnya aku terhadap mantanku tidak pernah
sampai segila ini, hanya ucapan selamat ulang tahun itupun hanya lewat sms. Jogja, tempat
pacarku tinggal aku tidak keberatan kalau nanti akhirnya akan pulang-pergi Bandung-Jogja
hanya untuk bertemu Chandra, apalagi kalu aku harus tinggal di Jogja nantinya, aku siap.
Dua minggu sebelum ulang tahunnya aku datang ke Jogja 16 Agustus 2011 tepat saat puasa
Ramadhan.
Segala persiapan sudah aku rencanakan untuk ulang tahun Chandra. Ulang tahun ke21, Chandra begitu sibuk dengan kesibukan bisnisnya, hingga aku yang selalu mengingatkan
ulang tahun dia. Sungguh kesibukannya membuatnya lupa. Kadang aku kesal, seolah-olah dia

tak mau tahu apa aku buat kejutan untuk dia dihari ulang tahunnya. Dan setelah minta maaf,
waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut, Sayang, ulang tahunku
cukup ada kamu saja itu sudah membuat aku senang. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apaapa. Ulang tahun kan tidak butuh upacara.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun untuk dirinya sendiri? Aku
mendengus kesal. Chandra memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif,
apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi
yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat kita
masih awal-awal berpacaran.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya kata-kata manis
setiap harinya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap
minggu. Mengirim pesan, bahkan kata-kata Aku Cinta Kamu, Aku Rindu Kamu. lewat sms
saat ia hendak berpergian. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena
kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Chandra, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi,
masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk
bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Aku berharap suatu saat nanti dia bisa
bersikap romantis sekali saja kepadaku. Janjiku bila suatu saat dia kirimkan aku mawar putih
untukku, aku akan menyimpan mawar putih itu hingga mawar itu sudah mengering dan
rapuh.
Sebenarnya, sebelum kedatanganku ke Jogja aku sudah mengosongkan semua jadwal
kegiatanku. Aku ingin selama di Jogja aku bisa menghabiskan waktuku berdua saja
dengannya dan melakukan berbagai hal menyenangkan, aku anggap ini sebagai kado awal
ulang tahun Chandra dariku. Dan benar saja saat aku dijogja setiap harinya aku selalu
ditemani oleh Chandra.
Saat kita sedang duduk berdua di Maliboro menikmati indahnya malam di malioboro,
Chandra selalu berbicara kepercayaan, dia sulit sekali untuk percaya denganku. Satu hal
inilah yang selalu ditakutkan Chandra, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok
di kampus atau cowok-cowok di Bandung yang dia bilang banyak yang lebih dari dia,
sementara aku nggak begitu? Justru akulah yang paling takut Chandra yang akan berpaling
dariku, dia akan pergi meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku. Chandra
mempunyai prilaku yang baik, akupun takut dia akan pergi dariku, kalau seandainya ada
cewek yang lebih menarik dariku, lebih sederajat dengan dia. Secara di Jogja banyak sekali

cewek-cewek yang menggodanya, aku takut nantinya Chandra akan kembali ke masa lalunya
yang main-main.
Chandra menggenggam tanganku erat sekali, aku merasakan kenyamanan saat dia
memegang tanganku. Aku merasakan cintanya begitu kuat untukku. Setiap sekali kami
sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Tapi lagi-lagi dia selalu sibuk dengan Hp Bb
nya sedikit-sedikit bb, seperti tidak menganggapku ada didepannya. Padahal aku lakukan
semua ini demi dia, tidak hanya itu setiap Chandra punya waktu luang semua rencana kita
dari awalnya pergi ke suatu tempat tak pernah terlaksanakan. Waktu luang biasanya
dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri, sungguh kesal.
Di temani dengan teh saat buka puasa sendiri, karena saat itu Chandra sedang buka
puasa dengan teman-teman SMA nya, sejenak aku renungkan Chandra itu lelaki yang setia,
jujur dan pekerja keras, tanggung jawab, dan tidak kasar dengan wanita. Walau memang dia
sibuk tapi bukannya membandingkan, dulu waktu dengan mantanku aku selalu diberi
perhatian dengannya, diberi pujian kata-kata manis, hadiah, bunga, coklat, puisi tapi akhirnya
dia selingkuh dengan wanita lain dan dia kasar denganku hingga main tangan.
Aku terdiam. Sifat kurang romantisnya serta sifat cueknya itulah yang membuat aku
mencintainya dengan kesederhanaanya. Aku yakin sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga
untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah
ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin kuliah
dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Aku yakin dia
orang yang setia, terbukti dengan hanya mempunyai mantan satu kali dalam hidupnya.
Chandra juga tidak pernah meladeni ajakan wanita-wanita lain yang tidak juga bosan
menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu
rapi seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis. Sebenarnya bukan Chandra
masalahnya, persoalannya hanya satu, aku kehilangan rasa syukur.
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin
menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari
sebelum aku datang ke Jogja agar ia dapat mengatur jadwalnya? Bukankah aku bisa
mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini ke
tempat-tempat yang kita rencanakan jauh-jauh hari. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan
kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena
kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Sesaat Chandra pun pulang dari acara reuninya, langsung kupeluk ia dengan erat lalu
aku berikan sebungkus kado yang telah aku persiapkan dari bandung, lalu kita keluar untuk

makan malam bersama. Keesokannya aku siapkan kejutan kue ulang tahun untuknya sebelum
ia terbangun, aku datang lebih awal membangunkannya. Aku lihat senyumannya begitu tulus,
ternyata hanya kebahagiaan dia yang buat aku tersenyum. Begitu sederhana aku
mencintaimu. Saat malamnya aku diberi kejutan oleh dia, ternyata diam diam dia memberiku
seekor kelinci lucu sekali, aku beri nama Kito, sekarang Kito sudah besar sekali. Ternyata
Chandra tidak sepenuhnya cuek hanya caranya saja penuh dengan kejutan.
For Chandra Waskita
Terimakasih telah mencintaiku
Happy Birthday sayang
I LOVE YOU