Anda di halaman 1dari 11

UPAYA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)

Penyusun :
Marcia Dian P

(030.05.139)

Riana Youri

(030.05.191)

Sherly Gunawan

(030.05.208)

BAB I
PENDAHULUAN
Pembangunan nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia yang
berkualitas. Salah satu upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia
adalah dengan pendidikan. Kualitas pendidikan berkaitan erat dengan sumber daya manusia yang
berkualitas pula. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah yang memiliki jasmani dan
rokhani yang sehat. Upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat
antara lain dengan melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Program UKS dilaksanakan
pada semua jenis dan jenjang pendidikan, termasuk madrasah.
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia
sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 21 tahun, yang sesuai dengan proses
tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja
(10-19 tahun).
Pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan
mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 Sekolah
Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan guru
UKS terlatih dan dokter kecil secara berjenjang (penjaringan awal oleh guru dan dokter kecil,
penjaringan lanjutan oleh tenaga kesehatan).

BAB II
PENGERTIAN
Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia
sekolah . Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6-21 tahun , yang sesuai dengan proses
tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 subkelompok yakni pra remaja ( 6-9 tahun ) dan remaja
( 10-19 tahun ).
Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan perserikatan bangsa-bangsa
(PBB) World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan
jiwa adalah keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional,
dan sosial yang optimal dari seseorang. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45
tentang Kesehatan ditegaskan bahwa Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat
belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat
menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Sumantri, M. (2007) peserta didik
itu harus sehat dan orang tua memperhatikan lingkungan yang sehat dan makan makanan yang
bergizi, sehingga akan tercapai manusia soleh, berilmu dan sehat (SIS). Dalam proses belajar dan
pembelajaran materi pembelajaran berorientasi pada head, heart dan hand, yaitu berkaitan
dengan pengetahuan, sikap/nilai dan keterampilan. Namun masih diperlukan faktor kesehatan
(health) sehingga peserta didik memiliki 4 H (head, heart, hand dan health).
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan
kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara
menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu
ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Dengan UKS ini
diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu
menolong orang lain. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child
programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk menciptakan anak yang
berkualitas.

BAB III
TUJUAN

Secara umum UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta
didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik.
Selain itu juga menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan
perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia
berkualitas.
Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah
yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat
sekolah yang sehat dan mandiri. Di samping itu juga meningkatkan peran serta peserta didik
dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat,
meningkatkan keterampilan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk
lingkungan.Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat
kesehatan siswa, yang mencakup :
1. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup
bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah
perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
2. Sehat fisik, mental maupun sosial.
3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan
NAPZA.

BAB IV
KEGIATAN DAN SASARAN

Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi peserta didik sebagai sasaran
primer, guru pamong belajar/tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta
TP UKS di setiap jenjang sebagai sasaran sekunder. Sedangkan sasaran tertier adalah lembaga
pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai SLTA/MA, termasuk satuan
pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta
lingkungannya. Sasaran lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan

pelayanan kesehatan. Sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang meliputi lingkungan
sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.
Untuk belajar dengan efektif peserta didik sebagai sasaran UKS memerlukan kesehatan
yang baik. Kesehatan menunjukkan keadaan yang sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan bagi peserta
didik merupakan sangat menentukan keberhasilan belajarnya di sekolah, karena dengan
kesehatan itu peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara terus menerus. Kalau peserta
didik tidak sehat bagaimana bisa belajar dengan baik. Oleh karena itu kita mencermati konsep
yang dikemukakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa salah satu indikator kualitas
sumber daya manusia itu adalah kesehatan, bukan hanya pendidikan. Ada tiga kualitas sumber
daya manusia, yaitu pendidikan yang berkaitan dengan berapa lama mengikuti pendidikan,
kesehatan yang berkaitan sumber daya manusianya, dan ekonomi yang berkaitan dengan daya
beli. Untuk tingkat ekonomi Indonesia masih berada pada urutan atau ranking yang sangat
rendah yaitu 108 pada tahun 2008, dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Kemajuan
ekonomi suatu bangsa biasanya berkorelasi dengan tingkat kesehatan masyarakatnya. Semakin
maju perekonomiannya, maka bangsa itu semakin baik pula tingkat kesehatannya. Oleh karena
itu, jika tingkat ekonomi masih berada di urutan yang rendah, maka tingkat kesehatan
masyarakat pada umumnya belum sesuai dengan harapan. Begitu pula dengan sumber daya
manusianya yang diharapkan berkualitas masih memerlukan proses dan usaha yang lebih keras
lagi.

4.1 Kegiatan UKS (Trias UKS)


yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan
sekolah sehat.
4.1.1

Pendidikan Kesehatan:

Kegiatan intra kurikuler adalah melaksanakan pendidikan pada saat jam pelajaran
berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendidikan ini tidak hanya
diberikan pada saat mata pelajaran Pendidikan Jasmani saja, namun bisa juga secara
integratif pada saat mata pelajaran lainnya disampaikan kepada peserta didik.

4.1.1.1 Program Dokter Kecil / Kader Kesehatan Remaja (KKR)


Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan
sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga
dan lingkungannya.Tugas dan kewajiban dokter kecil
1. Selalu bersikap dan berperilaku sehat.
2. Dapat menggerakkan sesama teman-teman siswa untuk bersama-sama menjalankan usaha
kesehatan terhadap dirinya masing-masing.
3. Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah maupun di rumah.
4. Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di
sekolah.
5. Berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan ,antara lain : Pekan kebersihan, Pekan
Gizi, Pekan Penimbangan BB dan TB di sekolah, Pekan Kesehatan Gigi, Pekan Kesehatan
Mata, dan lain-lain.
4.1.1.2

Program PMR

4.1.1.3

Program Saka Bakti Husada

4.1.1.4

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan

4.1.1.5

Kampanye Kesehatan

4.1.2

Pelayanan Kesehatan

4.1.2.1 Screening Kesehatan Kelas I


4.1.2.2 Pembinaan berkala oleh TP UKS
4.1.2.3 Imunisasi (BIAS)
4.1.2.4 Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
4.1.2.5 Pemantauan Status Gizi Anak Sekolah Berkala
4.1.2.6 Pemeriksaan Tes Daya Lihat / Visus Berkala
4.1.2.7 Kegiatan Konseling Kesehatan Remaja
4.1.2.8 Program Pemberantasan Penyakit Cacingan
4.1.2.9 Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Medik meliputi P3P (Pertolongan
Pertama Pada Penyakit) dan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
4.1.3

Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

4.1.3.1 Sanitasi Lingkungan Baik


4.1.3.2 Pelaksanaan Gerakan PSN-DBD
4.1.3.3 Penegakan aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok
4.1.3.4 Penegakan aturan Larangan Penyalahgunaan Napza
4.1.3.5 Pemberantasaan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2)
4.2 Sasaran mutu Program UKS
4.2.1

Angka absensi sakit peserta didik (<1.5%)

4.2.2

Kepuasan Pelanggan (85%)

4.2.3

Temuan masalah / komplain UKS ditindaklanjuti (100%)

4.2.4

Tim Pelaksana UKS di Sekolah aktif (80%)

4.2.5

Tim Pembina UKS setiap tingkat aktif (100%)

4.2.6

Sekolah patuh terhadap standar PHBS (100%)

4.2.7

Status gizi peserta didik Baik (90%)

4.2.8

Pelaporan UKS akurat (100%)

4.2.9

Sekolah dengan sanitasi lingkungan Baik (100%)

BAB V

PELAKSANAAN KEGIATAN
PELAKSANAAN KEGIATAN UKS DI PUSKESMAS KECAMATAN TEBET
1. Peningkatan wawasan Petugas Kesehatan Anak
2. Monitoring Program Kesehatan Anak TK Kodya ke Puskesmas (Bintek)
3. Rapat Konsultasi Kesehatan Anak
4. Peningkatan Prestasi Balita Indonesia
5. Sosialisasi MTBS
6. Peningkatan Prestasi Dokter Kecil
7. Rapat Konsultasi Petugas UKS
8. Pembinaan Sekolah Unggulan
9. Peningkatan Wawasan Guru TK, SD, SMP, SMA
10. Pembinaan Sekolah Sehat TK,SD, SMP,SMA
11. Sarana UKS Berprestasi
12. Sosialisasi PKPR
13. Peningkatan Wawasan Guru BP, SMP, SMA dan Petugas Puskesmas
14. Pertemuan Petugas MTBS di Puskesmas
15. PembinaanTPUKS Kecamatan
16. Pelatihan MTBS

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan
kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara
menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu
ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Dengan UKS ini
diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu
menolong orang lain. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child
programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk menciptakan anak yang
berkualitas.
Upaya mengembangkan Sekolah Sehat (Health Promoting School/HPS) melalui
program UKS perlu disosialisasikan dan dilakukan dengan baik. melalui pelayanan kesehatan
(yankes) yang didukung secara mantap dan memadai oleh sektor terkait lainnya, seperti
partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya
proses pembelajaran harus menjadi HPS, yaitu sekolah yang dapat meningkatkan derajat
kesehatan warga sekolahnya. Upaya ini dilakukan karena sekolah memiliki lingkungan
kehidupan yang mencerminkan hidup sehat. Selain itu, mengupayakan pelayanan kesehatan yang
optimal, sehingga terjamin berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik dan terciptanya
kondisi yang mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk beperilaku hidup sehat.
Semua upaya ini akan tercapai bila sekolah dan lingkungan dibina dan dikembangkan

DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen Kesehatan. (2008). Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan di Sekolah.


Jakarta: Departemen Kesehatan.
2. Sumantri, M. (2007). Pendidikan Wanita. Dalam Ali, M., Ibrahim, R., Sukmadinata, N.S.,
dan Rasjidin, W. (Penyunting). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan: Handbook.. Bandung:
Pedagogiana Press (Halaman 1175 1186)
3. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama
dan Menteri Dalam Negeri. Nomor 26 Tahun 2003 tentang Pembinaan dan
Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah.