Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

HOME CARE
(STRATEGI PELAKSANAAN HARGA DIRI RENDAH)

Oleh :
1.

AULIA TRIA AYU


ASMARA
(150012009)
CHOLIDA FAWZIA

2.
3. IRSA SUGIARTI
4. NIMATUL IZZAH

(150012011)
(150012019)
(150012029)

PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2014-2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah home care
tentang strategi pelaksanaan harga diri rendah. Makalah ini dibuat dan disusun

oleh penulis dengan tujuan memenuhi Tugas Mata Kuliah Home Care. Selain itu
makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami
khususnya dan pembaca pada umumnya.
Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada :
1. Nunik P, S.Kep, Ns sebagai fasilitator dari topic ini
2. Nunik P, S.Kep, Ns sebagai dosen PJMK
3. Ns. Siti Nurjanah, M.Kep selaku Ketua Prodi DIII Keperawatan,
serta semua pihak yang telah membantu pembuatan dan
penyusunan makalah ini, hingga makalah ini dapat selesai tepat
pada waktunya.
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih kurang dari sempurna. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca, sebagai perbaikan
bagi kami dalam penyusunan makalah selanjutnya.
Akhir kata kami sebagai penyusun berharap, agar makalah ini nantinya
dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin

Surabaya, 05 Desember 2014

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Cover .................................................................................................................
1
Kata Pengantar ..................................................................................................
2

Daftar Isi ............................................................................................................


3
BAB I TINJAUAN TOERITIS KONSEP DASAR HARGA DIRI RENDAH
A. Definisi ..................................................................................................
.................................................................................................................4
B. Tanda dan Gejala ....................................................................................
.................................................................................................................4
C. Etiologi ..................................................................................................
.................................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Proses Keperawatan ...............................................................................
.................................................................................................................7
1. Kondisi .............................................................................................
...........................................................................................................7
B. Diagnosa Keperawatan ..........................................................................
.................................................................................................................7
C. TUK .......................................................................................................
.................................................................................................................8
D. Tindakan Keperawatan ..........................................................................
.................................................................................................................8
E. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan
1. Fase Orientasi ..................................................................................
...........................................................................................................10
2. Fase Kerja ........................................................................................
...........................................................................................................11
3. Fase Terminasi .................................................................................
...........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
TINJAUAN TEORITIS
KONSEP DASAR HARGA DIRI RENDAH

A. DEFINISI
Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau
kemampuan diri yang negatif dan dapat secara langsung atau tidak

langsung diekspresikan. (Towsend, 1998)


Harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diri dan
kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung.

(Schult dan Videbeck, 1998)


Harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya
rasa percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Keliat,
1998)

B. TANDA DAN GEJALA


1. Mengkritik diri sendiri
2. Perasaan tidak mampu
3. Pandangan hidup yang pesimistis
4. Tidak menerima pujian
5. Penolakkan terhadap kemampuan diri
6. Kurang memperhatikan perawatan diri
7. Berpakaian tidak rapi
8. Selera makan berkurang
9. Lebih banyak menunduk
10. Banyak diam dan sulit berkomunikasi
C. ETIOLOGI

Harga diri rendah sering disebabkan karena adanya koping individu


yang tidak efektif akibat adanya kurang umpan balik positif, kurangnya system
pendukung kemunduran perkembangan ego, pengulangan umpan balik yang
negatif, difungsi system keluarga serta terfiksasi pada tahap perkembangan
awal (Townsend, M.C. 1998).
Adapun Penyebab Gangguan Konsep Diri Harga Diri Rendah, yaitu :
a. Factor Presdisposisi
Factor predisposisi terjadinya harga diri rendah adalah
penolakan orangtua, penolakan orangtua yang tidak realistis,
kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggung jawab
personal, ketergantungan pada orang lain, ideal diri yang tidak
realistis.
b. Factor Presipitasi
Factor Presipitasi Terjadinya harga diri rendah biasanya adalah
kehillangan bagian tubuh, perubahan penampilan/bentuk tubuh,
kegagalan atau produktifitas yang menurun.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PROSES KEPERAWATAN
Pertemuan pertama
5

1. Kondisi

Klien sedang duduk di atas tempat tidur sambil menunduk. Tidak mau
melihat dan bercakap-cakap dengan klien lain yang sedang duduk

disamping tempat tidurnya.


Klien masuk ke rumah sakit karena menolak untuk bergaul dengan
orang lain. Hal itu terjadi sejak ayahnya meninggal dunia dua tahun

yang lalu.
Klien sering mengatakan bahwa dialah penyebab kematian ayahnya,
karena dia tidak mampu menjaganya dengan baik. Klien mengatakan
seandainya dulu dia menyelesaikan pendidikan Akpernya pasti akan
mampu merawat ayahnya. Klien mengatakan bahwa dia adalah anak
yang bodoh dan tidak berguna bagi keluarga. Klien mengatakan dia
tidak seperti kakaknya yang mempunyai banyak keahlian. Bahkan

untuk menjaga ayahnya yang sakit saja dia tidak mampu.


Observasi pada klien didapatkan klien sering menunduk, menghindari
kontak mata, dan berbicara hanya sebentar atau seperlunya saja.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah.

C. TUK
1. Klien mampu mengidentifikasi serta mengungkapkan kemampuan dan
2.
3.
4.
5.

aspek positif yang dimiliki


Klien mampu menilai kemampuan yang dapat digunakan
Klien mampu menetapkan atau memilih kegiatan yang sesuia kemampuan
Klien mampu melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuannya
Klien mampu merencanakan kegiatan yang sudah dilatihnya

D. TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien


Tindakan yang dapat dilakukan perawat agar klien mampu
mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih adalah
dengan cara sebagai berikut.
a. Mendiskusikan bahwa klien masih memiliki sejumlah kemampuan
dan aspek positif, seperti melakukan pekerjaan rumah dengan
keluarga dan lingkungan terdekat klien.
b. Beri pujian yang realistis atau nyata dan hindarkam penilaian yang
negatif setiap kali bertemu dengan klien.
2. Membantu klien agar mampu menilai kemampuan yang dapat digunakan.
Tindakan yang dapat dilakukan perawat agar klien mampu menilai
kemampuan yang dapat digunakan adalah dengan cara sebagai berikut.
a. Mendiskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat
digunakan saat ini setelah mengalami bencana.
b. Bantu klien menyebutkannya dan berikan

penguatan

pada

kemampuan diri yang diungkapkan klien.


c. Perlihatkan respons yang kondusif dan jadilah pendengar yang aktif.
3. Membantu klien agar dapat memilih atau menetapkan kegiatan sesuai
dengan kemampuan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Mendiskusikan dengan klien beberapa aktivitas yang dapat
dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan klien lakukan
sehari-hari.
b. Bantu klien dalam menetapkan aktivitas-aktivitas yang memerlukan
bantuan minimal dan bantuan penuh dari keluarga atau lingkungan
terdekat klien. Berikan contoh cara pelaksanaan aktivitas yang dapat
dilakukan klien. Susun bersama klien dan buat daftar aktivitas atau
kegiatan sehari-hari klien.
5. Melatih kegiatan klien yang sudah dipilih sesuai kemampuan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Mendiskusikan dengan klien untuk menetapkan urutan kegiatan
(yang sudah dipilih klien) yang akan dilatihkan.
b. Bersama klien dan keluarga memperagakan beberapa kegiatan yang
akan dilakukan klien.

c. Berikan dukungan dan pujian yang nyata pada setiap kemajuan yang
diperlihatkan klien.
6. Membantu

klien

agar

dapat

merencankan

kegiatan

sesuai

kemampuannya.
Untuk mencapai tujuan dari tindakan keperawatan tersebut , perawat
dapat melakukan hal-hal berikut .
a. Memberi kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah
dilatihkan .
b. Beri pujian atas aktivitas atau kegiatan yang dapat dilakukan klien
setiap hari.
c. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan perubahan
setiap aktivitas.
d. Susun daftar aktivitas yang sudah dilatihkan bersama klien dan
keluarga.
e. Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
setelah pelaksanaan kegiatan.
f. Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktivitas yang
dilakukan klien
E. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan ( fase
orientasi, fase kerja, fase terminasi )
1. Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat siang Mbak, Bolehkah saya berkenalan dengan
Mbak?? Perkenalkan nama saya Wida Wicaksana, saya biasa
dipanggil Wida. Saya adalah mahasiswa Akper Pamenang dan praktek
disini selama 1 bulan. Mbak suka di panggil siapa?? Suka dipanggil
mbak atau ibu??
Saya yang bertanggung jawab merawat mbak dan dinas dari
jam 07.00- 14.00 WIB, jadi kalau ada sesuatu yang diperlukan atau
ingin disampaikan silahkan menyampaikan pada saya. Dalam
merawat mbak saya bersama tim kesehatan lain dan saya berharap
mbak mengatakan apa yang mbak rasakan karena ini akan sangat
membantu kami untuk dapat membantu mengatasi masalah mbak.

b. Evaluasi / validasi
Bagaimana perasaan Mbak hari ini??
c. Kontrak
Topik:
Bagaimana kalau kita berbincang-bincang sebentar mengenai
kemampuan yang bisa mbak lakukan sehari-hari ?.
Waktu :
Berapa lama kita berbincang-bincang Bagaimana kalau selama 20
menit??.
Tempat :
Dimana tempat yang menurut mbak cocok untuk berbincangbincang? Bagaimana kalau di Taman?
Saya akan merahasiakan informasi yang mbak berikan dan hanya saya
gunakan informasi itu untuk proses perawatn
2. Kerja
Sebelum kita mulai berrbincang bincang tentang kemamuan yang
dapat mbak lakkan, apa ada hal yang ingin mbak tanyakan atau
sampaikan??? Bagaimana kalau kita mulai sekarang??
Coba mbak sebutkan sisi positif dari diri mbak?? Baguss banget ya.........
Coba di ingat-ingat lagi, sisi positif lainnya dari dalam diri mbak??
Bagusss, Sekarang coba mbak sebutkan sisi positif dari diri mbak dalam
keluaga mbak??? wahh... bagus sekali mbakkk..... Kemudian apa pula hal
hal positif yang mbak lakukan pada lingkungan tempat tinggal mbak???
mbak mempunyai banyak sisi positif dalam diri mbak yaaaa.....
3. Terminasi
a. Evaluasi
Subjektif
Bagaiman perasaan mbak setelah kita berbincang bincang??
Objektif :
Coba... apa Mbak masih ingat dengan nama saya??? Coba sekarang
sebutkan yang telah kita bicarakan tadi mengenai sisi positif dari diri
mbak........
Dari hasil kegiatan kita selama 20 menit tadi, saya simpulkan bahwa
jawaban mbak benar semua... bagus sekali ya mbakkk

b. Rencana tindak lanjut


9

Baik mbak pada pertemuan kali ini kita telah mengetahui tentang
sisi positif pada diri mbak.... ternyata pada diri mbak banyak sisi
positif ya....
c. Kontrak
Saya kira, sekian dulu perbincangan kita hari ini. Nanti kita akan
membahas tentang kemampuan mana yang mbak miliki yang masih
dapat dilakukan di RS dan kemampuan yang dapat dilakukan
dirumah. Kapan kita bisa berbincang- bincang lagi ? Bagaimana
kalau besok? Berapa lama kita bisa berbincang bincang. Kita
mau berbincang- bincang dimana ? Bagaimana kalau di ruangan ini.
Bagaimana kalau 15 menit, Apa Mbak setuju? Bagusss..
Terima kasih atas kerjasamanya ya mbak... Selama siangg.
Pertemuan hari ke dua
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Klien tampak senang bertemu dengan perawat
2. Dignosa Keperawatan
Harga diri rendah
3. Tujuan khusus
Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan.
4. Tindakan keperawatan
1) Mendiskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat
digunakan saat ini stelah mengalami bencana
2) Bantu klien menyebutkan dan beri penguatan

terhadap

kemampuan diri yang berhasil diungkapkan klien.


3) Perhatikan respon yang kondusif dan jadilah pendengar yang
aktif.
B. STRATEGI

KOMUNIKASI

PELAKSANAAN

TINDAKAN

KEPERAWATAN
1. Orientasi
a. Salam terapetik
Selamat pagi mbak? Bagaimana apakah mbak masih ingat dengan
saya yang kemarin dapat berbincang-bincang. Iya betul sekali
mbakk...

10

b. Evaluasi/ validasi
Ternyata mbak masih ingat dengan saya, bagaimana persaan mbak
hari ini ? Apa mbak masih ingat topik yang akan kita bicarakan hari
ini ? iya... bagus mbakk
c. Kontrak
Topik : Baiklah kalau begitu, sesuai dengan janji kita kemarin.. pagi
ini kita akan berbincang bincang tentang kemampuan yang
mbak miliki yang masih dapat dilakukan di RS dan
kemampuan yang dapat dilakukan dirumah.
Waktu : Kita akan berbincang bincang selama 15 menit ya mbak,
sesuai dengan janji kita kemarin.
Tempat :Atas permintaan mbak kemarin kita akan berbincang bincang
di taman. baiklah mbak, kita langsung saja menuju ke taman.
2. Kerja
Sebelum kita mulai berbincang bincang tentang kemamuan yang
dapat mbak lakukan, apa ada hal yang ingin mbak tanyakan atau
sampaikan???
Apa yang biasa mbak lakukan atau kerjakan dirumah ? Ohh bagus
sekali mbak.. Sekarang kegiatan apa saja yang mbak lakukan disini ? Apa
yang menarik dari kegiatan tersebut ? Apa ada kemampuan lain yang
mbak miliki ? Coba di ingat ingat lagi

3. Terminasi
a. Evaluasi
Subjektif : Bagaiman perasaan mbak setelah berbincang bincang
tadi??
Objektif : Nahhh, Sekarang coba sebutkan kemampuan yang mbak
miliki..
b. Rencana tindak lanjut
Baik dari hasil kegiatan kali ini mbak telah mampu mengenali aspek
positif dalam diri mbak.. sekarang kita buat jadwal untuk kegiatanya
ya mbakkk... berapa kali dalam sehari??? mau pagi atau sore??? ya
bagussss
c. Kontrak

11

Saya kira, sekian dulu perbincangan kita hari ini. Nanti kita akan
membahas tentang kegiatan selanjutnya dan. Kapan kita bisa
berbincang- bincang lagi ? Bagaimana kalau besok? Berapa lama kita
bisa berbincang bincang. Kita mau berbincang- bincang dimana ?
Bagaimana kalau di ruangan ini. Bagaimana kalau 15 menit, Apa
Mbak setuju? Bagusss..
Terima kasih atas kerjasamanya ya mbak... Selama siangg.

Pertemuan hari ke 3 (tiga)

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien telah dapat menilai aspek positif yang dimiliki.
2. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah
3. Tujuan khusus
Klien dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki.
4. Tindakan Keperawatan.
Klien dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki.
a. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap
hari sesuai kemampuan. buat jadwal kegiatan :
Kegiatan mandiri
Kegiatan dengan bantuan sebagian
Kegiatan yang membutuhkan bantuan total
b. Beri contoh pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan
c. Minta klien untuk memilih satu kegiatan yang mau dilakukan
dirumah sakit
d. Bantu klien melakukannya, kalau perlu beri contoh
e. Beri pujian atas kegiatan dan keberhasilan klien
f. Diskusikan jadwal kegiatan harian atau kegiatan yang telah dilatih
B. STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Orientasi

12

a. Salam Terapeutik
Selamat pagi mbak?
b. Validasi
Bagaimana perasaan mbak hari ini ? Apakah mbak masih ingat
dengan kemampuan yang mbak miliki.
c. Kontrak
Masih ingatkah , apa yang akan kita bicarakan sekarang ? Betul,
kita akan bercakap mengenai cara mbak menilai kemampuan yang
digunakan dirumah maupun di RS serta dapat menetapkan /
merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang mbak
miliki. Sekarang, kita akan buat jadwal kegiatan.
Menurut mbak dimana kita mau berbincang-bincang ? Bagaimana
kalau di ruang makan ? Mau berapa lama? bagaimana kalau 15
menit.
2. Kerja
Mengingatkan kemampuan klien yang masih bisa dilakukan di

Rumah Sakit sesuai kemampuan klien


Menanyakan kegiatan lain yang mungkin dilakukan. Mandi,

makan, tidur dll.


Menyusun jadwal kegiatan bersama klien
Memberikan pujian pada klien dalam penyusunan jadwal kegiatan.

3. Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan.
Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan mbak setelah menyusun jadwal kegiatan
dengan saya ? Sekarang coba mbak ceritakan kembali,
kegiatan apa saja yang dapat mbak lakukan disini.
Evaluasi Obyektif
a) Klien mampu mengungkapkan atau mengulang kembali
pembicaran
b) Klien mampu mempertahankan kontrak
c) Klien mau menjawab pertanyaan
d) Klien mampu mengulang dan mampu berkomunikasi
dengan lancer

13

e) Klien mau menjalin kontak mata.


b. Rencana Tindak Lanjut
Baiklah, bagaimana kalau mbak .melakukan kegiatan yang sudah
dibuat tadi? Jika ada hambatan dan perlu bantuan, saya siap
membantu.
c. Kontrak
Saya kira, sekian dulu perbincangan kita hari ini. mbak coba
laksanakan jadwal kegiatan yang telah dibuat tadi. Besok kita akan
berbincang lagi mengenai kegiatan apa saja yang telah mbak
lakukan hari ini. Menurut mbak kita bincang-bincang jam berapa ?
Mau dimana ? Bagaimana kalau di tempat ini lagi ? Berapa lama ?
Bagaimana kalau 15 menit ? Baiklah sampai nanti mbak.

14

DAFTAR PUSTAKA

Nita Fitria, Prinsip dasar dan aplikasi penulisan laporan pendahuluan dan
strategi pelaksanaan tindakan keperawatan, penerbit salemba medika,

jakarta, 2009
Dr. Budi Anna Keliat, S,Kp, M.App.Sc, Model praktik keperawatan

profesional jiwa, penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta 2012


Dr. Budi Anna Keliat, S,Kp, M.App.Sc, Manajemen keperawatan
psikososial dan kader kesehatan jiwa, penerbit buku kedokteran EGC,
Jakarta 2011

15

Anda mungkin juga menyukai