Anda di halaman 1dari 39

DAFTAR ISI

1.

Penyearah 1 Fasa Gelombang Penuh Terkontrol Beban R...........................................1

1.1. Cara Kerja Rangkaian............................................................................................ 3


1.2. Simulasi Matlab.................................................................................................... 7
1.3. Hasil Simulasi.................................................................................................... 11

2.

Penyearah Gelombang Penuh Terkontrol Beban R-L.................................................12

2.1. Cara Kerja Rangkaian.......................................................................................... 12


2.2. Simulasi Matlab.................................................................................................. 17
a. Metode kerja diskontiniu................................................................................... 17
b. Metode kerja kontiniu...................................................................................... 23
c. Dengan diode FreeWheel.................................................................................. 28

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

Penyearah 1 Fasa Gelombang Penuh Terkontrol


1. Penyearah 1 Fasa Gelombang Penuh Terkontrol Beban R

(a) Gambar Rangkaian


Keterangan :
VS merupakan tegangan sekunder pada trafo
IS merupakan arus yang mengalir pada sumber
Vd = VR merupakan tegangan pada beban
IR merupakan arus yang mengalir pada beban
IT1 dan IT3 merupakan arus yang mengalir dari thyristor T1 dan T3
IT2 dan IT4 merupakan arus yang mengalir dari thyristor T2 dan T4
IG merupakan arus gate dari rangkaian kontrol atau pulse generator

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

v
A
B

V
m

V
R

I
R

V
m

(b) Bentuk gelombang


Gambar 1. Rangkaian penyearah 1 gelombang penuh terkontrol beban R
Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

1.1. Cara Kerja Rangkaian


Gambar 1a. menunjukkan ketika penyearah terkendali dibebani beban resistif. Pada saat
potensial tegangan di titik a lebih tinggi daripada di titik b (dari 0 - rad), maka anoda SCR
lebih positif dari katoda, bersamaan dengan itu VAK positif. Ini kesempatan untuk mentrigger
SCR T1& T3 agar konduksi. Apabila arus trigger diberikan pada SCR pada t = , maka
SCR T1& T3 akan konduksi (dibias maju) selama - rad dan arus mengalir ke beban. Sesaat
setelah rad, vab mulai negatif, maka SCR T1& T3 akan OFF dan dibias mundur secara
bersamaan.
Saat potensial titik b lebih tinggi dibanding potensial titik a ( dari

rad),

SCR T2 dan T4 akan bias maju secara bersamaan, maka ini adalah kesempatan untuk
mentrigger SCR agar konduksi. Jika pada

t= +

SCR T2 & T4 ditrigger, maka SCR

T2 & T4 akan konduksi (ON) selama (+) - 2 rad dan arus akan mengalir ke beban. Sesaat
setelah 2

rad, SCR T2 & T4 akan dibias mundur secara bersamaan.

Setelah 2 rad, anoda SCR kembali lagi positif daripada katodanya sehingga SCR T1&
T3 akan kembali konduksi, begitu seterusnya. Peran SCR dalam penyearah ini adalah untuk
mengubah tegangan sumber masukan arus bolak-balik dalam bentuk sinusoida menjadi
tegangan keluaran dalam bentuk tegangan searah yang dapat diatur sesuai keinginan, yaitu
apabila sudut trigger dirubah-rubah, maka besar VDC dan IDC akan ikut berubah.
Gambar 1b. menunjukkan bentuk gelombang tegangan sumber, arus gate, tegangan
keluaran, arus keluaran, dan tegangan pada SCR. Berdasarkan gambar gelombang diatas
dapat dilihat hubungan antara

v AB

pada 02

rad adalah gelombang sinus dan karena

beban yang digunakan pada rangkaian merupakan beban resistif maka arus dan tegangannya
sefasa.
Ditinjau dari tegangan keluaran (VL) yang dihasilkan, terdapat dua jenis komponen
tegangan, yaitu tegangan searah rata-rata (VDC) dan tegangan searah efektif (Vrms).
Berdasarkan gambar gelombang di atas tegangan keluaran rata-rata (

V DC

) dapat diatur

dengan cara menggeser sudut triger ( ) pada rangkaian, dan jika Vm adalah tegangan
masukan puncak, maka tegangan keluaran rata-rata (VDC) dapat diperoleh dari luas
gelombang VDC, yaitu :
Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

1
V DC rata rata= V m sin t d ( t )

Vm

(cos t| )

Vm
(cos +cos )

Vm
(1+cos )

Tegangan keluaran efektif dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :


V

1
2

V Rrms =

1
2
2
Vm sin t d (t )

1
2

t dt
d tcos 2

V m2 1 12

{ [

V 2

1
m t| cos 2 t d(2t )
2
2

1
2

]}

2
1
1
sin 2 sin
2
2
2
Vm
[ ( ) }
2

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

2
1
sin
2
V m2
( )+
2

2
1
1 + sin
2
1
V m2
2
( 2 )

V
sin 2
m 1 +
2

1
2

Arus beban (IDC rata-rata) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :

1 V
I DC ratarata = m sin t d ( t)
R

1 V
m sin t d ( t )
R

[
[

1 Vm

(cos t| )
R

1
2

1
2

1 V
m (cos cos )
R

1
2

1+cos
Vm

.R

V R ratarata
R

Untuk menghitung arus beban efektif (IRrms) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

t
Vm
sin
R

1
2

I Rrms =

[
[
[

2
1 Vm
2
. 2 sin t d ( t)
R

1
2

2
1 Vm
1
. 2 ( d tcos 2 t d t)
R 2
2

1 Vm

.
2 R2

tcos 2 t (d t)

1
2

1
2

1 Vm

.
t| cos 2 t( 2d t)
2 R2
2

)]

)]

1 Vm

2 t| cos 2 t d (2 t )
2 R
2

[
[
[

1 Vm
1
1

( ) sin2 sin 2
2 R2
2
2
2

1 Vm
1

+ sin 2
2 R2
2

V 2 1
sin 2
m2 1 +
2

2
R

Vm

[(

sin 2

1 +

2
2 . R
I Rrms =

)]

1
2

)]

1
2

1
2

)]

)]

1
2

1
2

1
2

V Rrms
R

Arus efektif SCR dapat diperoleh dengan mencari luas daerah dari bentuk gelombang, yaitu:
Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

2
Vm
1
I Qrms =
sin t d ( t)
2 R

1
2

1 Vm

2 R2

sin

t d ( t)

1
2

t d (t)
d ( t)cos 2

2
1 Vm
1 1
2 2
2 R 2

[
[
[

)]

1 Vm

t| cos 2 t d (2 t )
4 R2
2

1 Vm
1
1

2 ( ) sin 2 sin 2
4 R
2
2
2

1 Vm
1

2 + sin 2
4 R
2

V 2
sin 2
m 2 1 +

2
4R

)]

[(

)]

)]

1
2

1
2

1
2

V
sin 2
m 1 +
2R

2
I Qrms =

1
2

)]

1
2

I Rrms

Arus rata-rata SCR (

I Q ratarata

) dapat diperoleh dengan mencari luas daerah dari bentuk

gelombang, yaitu:

V
1
I Q ratarata= m sin t d ( t )
2 R

1 Vm

sin t d ( t )
2 R

1 Vm

(cos t| )
2 R

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

Vm
(cos +cos )
2 .R

Vm
(1+cos )
2 .R

I Q ratarata=

I R rata rata
2

1.2. Simulasi Matlab

Gambar Rangkaian Penyearah Terkontrol Gelombang Penuh Beban R


Penyearah gelombang penuh terkontrol pada gambar di atas menggunakan 4 SCR dengan
beban resistif R dan sudut penyalaan = 900, dengan tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R =
10 , f = 50 Hz. Kita dapat membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan rms,
arus beban, arus rms beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil simulasi
dengan berdasarkan rumus.

Tegangan keluaran rata-rata beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

V DC ratarata=

Vm
(1+ cos )

V DC ratarata=

50
(1+cos 90 )
3,14

V DC rata rata=15,923(1+0)
V DC rata rata=15,923 V
Hasil simulasi:
V DC rata rata=15,92V

Arus pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
I DC ratarata =

Vm
(1+cos )
.R

I DC ra tarata =

V DC ratarata
R

I DC ratarata =

15,923 V
10

I DC ratarata =1,592 A

Hasil simulasi:
I DC ratarata =1,592 A .

Tegangan rms pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
V
sin 2
V Rrms = m 1 +
2

V Rrms =

1
2

50
90 sin 2.90
1
+
2
180 2.3,14

1
2

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

V Rrms =35,355 ( 0,5+0 )

1
2

V Rrms =35,355 x 0,707 V


V Rrms =25 V

Hasil simulasi:
V Rrms =24,99 V

Arus rms pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
I Rrms =

Vm
sin 2
1 +

2
2 R

I Rrms =

V Rrms
R

I Rrms =

25 V
10

1
2

I Rrms =2,5 A

Hasil simulasi:
I Rrms =2,499 A

Arus rms pada SCR :


I Qrms =

Vm
sin2
1 +
2R

1
2

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

10

I Qrms =

50
90 sin 2.90
1
+
2 10
180 2. 3,14

1
2

50
I Qrms = ( 10,5+0 ) 2
20
I Qrms =2,5 ( 0,707 )
I Qrms =1,767 A
Hasil simulasi:
I Qrms =1,767 A

Arus SCR rata-rata :

1+cos
V
I Qrata rata= m
2 R
90
1+cos
50
I Qrata rata=

2.3,14 . 10

I Qrata rata=0,796(1)
I Qrata rata=0,796 V
Hasil simulasi:
I Qrata rata=0,7958 A

Tabel Evaluasi:

Dari Hasil Simulasi


Dari Hasil Perhitungan

VDC

IDC

VRrms

IRrms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(A)

(V)

(A)

(A)

(A)

15,923

1,592

25

2,5

1,767

0,796

15,92

1,592

24,99

2,499

1,767

0,7958

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

11

Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada SCR yang tidak
dihitung pada rumus.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

12

1.3. Hasil Simulasi

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

13

2. Penyearah Gelombang Penuh Terkontrol Beban R-L


2.1. Cara Kerja Rangkaian

(a) Rangkaian
Gambar 2. Penyearah 1 setengah gelombang terkontrol beban RL

Gambar 2a. menunjukkan ketika penyearah terkendali dibebani beban RL. Pada saat
potensial tegangan titik a lebih tinggi daripada titik b, maka anoda lebih positif dari katoda,
bersamaan dengan itu VAK positif. Maka ini kesempatan untuk mentrigger SCR T1& T3 agar
konduksi. Jika diberikan arus gate diberikan pada t = , maka SCR T1& T3 akan konduksi
selama - rad dan arus mengalir melalui induktor yang menyimpan energi. Sesaat setelah
rad, vab mulai negatif, dan bersamaan dengan itu VAK mulai negatif. SCR menstop arus yang
mengalir melalui induktor, akan tetapi energi yang tersimpan dalam induktor memaksa aliran
arus tetap berjalan seperti sebelumnya dengan cara melepas energinya. Sehingga SCR tetap
konduksi dan menimbulkan tegangan negatif selama - rad, dimana adalah besar arus
yang melewati dari VAK . Setelah energi induktor habis, SCR T1& T3 akan OFF.
Pada saat potensial titik B lebih tinggi dari titik A maka anoda SCR T 2 dan T4 lebih
positif daripada katoda SCR T2 dan T4 selama -2 radian dan apabila arus gate diberikan
pada SCR T2 dan T4 pada t = (+), maka SCR T2 dan T4 akan konduksi dan arus akan
mengalir ke beban.
Setelah 2 rad, anoda SCR kembali lagi positif daripada katoda sehingga SCR akan
kembali lagi konduksi, begitu seterusnya.
Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

14

Pada beban RL ada 2 jenis metode kerja, yaitu metode kerja diskontinu dan metode
kerja kontiniu.
a. Metode kerja diskontiniu
Yaitu kondisi dimana ada arus yang mencapai angka 0 pada interval tertentu, dengan
pemberian sudut trigger > .
Tegangan dan arus beban diatur oleh sudut trigger yang diberikan pada SCR. Besar
sudut trigger adalah :
tan 1

L
R

adalah besarnya arus yang melewati dari VAK atau yang disebut dengan tegangan
negatif. Dengan menggunakan Microsoft excel maka dapat dicari dengan rumus:
sin ( )=sin ( ) e

( )
tan

Adanya penambahan beban induktor membuat arus efektif bergantung kepada nilai
impedansi rangkaian, dimana impedansi rangkaian sebesar:
Z=

R 2+ Xl2

Ditinjau dari tegangan keluaran (VL) yang dihasilkan, terdapat dua jenis komponen
tegangan, yaitu tegangan searah rata-rata (VDC) dan tegangan searah efektif (Vrms).
Jika Vm adalah tegangan masukan puncak, tegangan keluaran rata-rata (VDC) dapat
diperoleh dari :

1
V DC rata rata= V m sin t d ( t )

Vm

(cos t| )

Vm
(cos +cos )

Vm
(cos cos )

Tegangan keluaran efektif dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

15

1
2

V Rrms =

[
[

1
2
2
V m sin t d (t )

V m2

sin 2 t d( t)

1
2

1
2

1cos 2 t d (t )
2
V m 1 12

2

t d (t )
d ( t )cos 2

2
Vm
1 12

[ (

)]

V m2

t| cos 2 t d ( 2t )

1
2

2 sin 2
sin
2
Vm
1
( ) ( ]

2
sin 2 sin
1
1
( )

Vm

2
V rms =

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

16

Arus beban (IDC) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:


VDC = I DC . R
I DC =

Vm
(cos cos )
. R

I DC =

V DC ratarata
R

Arus beban rms (Irms) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

[{

sin ( ) cos ( + +)
V 1
( )
I rms =
Z
cos

}]

1
2

Nilai arus efektif SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrms =

Irms
2

Nilai arus rata-rata SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

b. Metode kerja kontiniu


Yaitu kondisi dimana arus tidak pernah mencapai angka 0 pada interval tertentu,
dengan pemberian sudut trigger < .
Jika Vm adalah tegangan masukan puncak, tegangan keluaran rata-rata (VDC) dapat
diperoleh dari :
V DC rata rata=

2V m
(cos )

Arus beban (IDC) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

cos
2Vm
I Dc =

. R

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

17

I Dc =

V DC ratarata
R

Tegangan keluaran efektif dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

V
sin ( + ) sin
V rms = m 1
+
2
2
2

Nilai arus keluaran efektif (

[{(

1
2

I Rrms

dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

V eff 1
2 sin ( ) 2
2 sin ( )
tan
tan
I rms =
+
tan 1e
4
sin sin 1e

Z
tan
tan
1e
1e

}]

1
2

Nilai arus efektif SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrms =

Irms
2

Nilai arus rata-rata SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrata rata=

I Dc
2

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

18

c. Penambahan dioda Free Wheel


Adanya beban induktif (L) membuat ada tegangan negatif pada tegangan keluaran yang
dihasilkan. Agar menghilangkan tegangan negatif, diberi tambahan dioda free wheel.

Ketika - rad, T1& T3 dibias maju sehingga ON dan arus mengalir ke beban. Pada (+) rad, T1&T3 off, tetapi D1 bekerja dan ON sehingga arus tetap mengalir. Dari (+) 2 rad, D1 off tetapi T2 & T4 akan konduksi sehingga arus mengalir. Dari 2 - (+2) rad
D1 kembali ON dan arus tetap mengalir, begitu seterusnya sehingga tidak ada tegangan
negatif.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

19

2.2. Simulasi Matlab


a. Metode kerja diskontiniu

Gambar Rangkaian Penyearah Terkontrol Gelombang Penuh Beban R-L


Penyearah terkontrol pada gambar memiliki beban R-L seri dengan metode diskontiniu.
Diberikan tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R = 7, L = 20 mH, f = 50 Hz. Kita dapat
membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan rms, arus beban, arus rms
beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil simulasi dengan berdasarkan
rumus.
tan =
=

L
R

2 3,14 50 0,02
7

= 0,897
= arc tan 0,897
= 41,896
Oleh karna = 41,896, maka SCR ditrigger pada = 76.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

20

Nilai dapat dicari dengan excel, menggunakan rumus sin ( )=sin ( ) e

( )
tan

Maka = 219

Tegangan keluaran rata-rata pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
V DC rata rata=

Vm
( cos cos )

V DC rata rata=

50
(cos 76 cos 219)
3,14

V DC rata rata=15,923(0,241(0,777))
V DC rata rata=15,923 ( 1,018 )
V DC rata rata=16,2 V
Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

21

Hasil simulasi:
V DC rata rata=16 V

Arus beban
Perhitungan berdasarkan rumus:

cos cos
Vm
I Dc ratarata=

. R

I Dc ratarata=

V DC rata rata
R

I Dc ratarata=

16,2V
7

I Dc ratarata=2,314 A

Hasil simulasi:
I Dc ratarata=2,285 A

Tegangan keluaran efektif


Perhitungan berdasarkan rumus:
2
sin 2 sin
1
1
( )

Vm

2
V rms =

152
sin 438sin
1
1
( 21976 )
180
2

50

2
V rms =

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

22

[ {

1
1
V rms =35,355
143 (0,508)
180
2

1
V rms =35,355
(142,745)
180

}]

1
2

1
2

V rms =35,355 x 0,862 V


V rms =30,476 V

Berdasarkan hasil simulasi:


V rms =30,03 V

Arus efektif beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
Z=
=

R 2+ Xl2

72 +(2 3,14 50 0,02)2

= 9,404

[{

sin ( ) cos ( + +)
V 1
( )
I rms =
Z
cos

}]

1
2

[ {

sin ( 21976 ) cos ( 219+ 76+41,896 )


35,355 1
I rms =
( 21976 )
9,404 180
cos 41,896

[ {

sin ( 143 ) cos ( 336,896 )


1
I rms =3,759
( 143 )
180
cos 41,896

I Rrms =3,759

1
(1430,743)
180

}]

}]

1
2

1
2

1
2

I rms =3,759 0,803


I rms =3,018 A

Berdasarkan hasil simulasi:


Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

23

I rms =2,825 A

Arus efektif SCR :


I Qrms =

Irms
2

I Qrms =

3,018
2

I Qrms =2,13 A

Hasil simulasi:
I Qrms =1,997 A

Arus rata-rata SCR :


I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

I Qrata rata=

2,314
2

I Qrata rata=1,157 V

Hasil simulasi:
I Qrata rata=1,143 A
Tabel Evaluasi:

Dari Hasil Simulasi


Dari Hasil

VDC

IDC

VRrms

IRrms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(A)

(V)

(A)

(A)

(A)

16

2,285

30,03

2,825

1,997

1,143

16,2

2,314

30,476

3,018

2,13

1,157

Perhitungan

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

24

Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada scr yang tidak dihitung
pada rumus.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

25

Hasil Simulasi:

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

26

b. Metode kerja kontiniu

Penyearah terkontrol pada gambar memiliki beban R-L seri dengan metode kontiniu.
Diberikan tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R = 7, L = 20 mH, f = 50 Hz. Kita dapat
membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan rms, arus beban, arus rms
beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil simulasi dengan berdasarkan
rumus.

tan =
=

L
R

2 3,14 50 0,02
7

= 0,897
= arc tan 0,897
= 41,896
Oleh karna = 41,896, maka SCR ditrigger pada = 30.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

27

Tegangan keluaran rata-rata beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
V DC rata rata=

2V m
(cos )

V DC rata rata=

2. 50
(cos 30 )
3,14

V DC rata rata=31,847( 0,866)


V DC rata rata=27,579 V

Hasil simulasi:
V DC ratarata=27,51 V

Arus keluaran beban


Perhitungan berdasarkan rumus:

cos
I Dc ratarata=

2Vm

.R

I Dc ratarata=

V DC rata rata
R

I Dc ratarata=

27,579 V
7

I Dc ratarata=3,939 A

Hasil simulasi:
I Dc ratarata=3,93 A

Tegangan keluaran efektif


Perhitungan berdasarkan rumus:

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

28

V
sin ( + ) sin
V rms = m 1
+
2
2
2
V rms =

1
2

sin (180+30) sin 30


50
1
+
2
2 3,14
2 3,14

0,5 0,5
V rms=35,355 1
+
6,28 6,28

1
2

1
2

V rms =35,355 [ 1+0,0796+ 0,0796 ] 2


V rms =35,355 x 1,0796 V
V rms =38,169 V

Berdasarkan hasil simulasi:


V rms =35,37 V

Arus efektif beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
Z=
=

R 2+ Xl2

72 +(2 3,14 50 0,02)2

= 9,404

[{(
[ {

V
2 sin ( ) 2
2 sin ( )
1
tan
tan
I rms = eff
+
tan
1e
4
sin

sin

1e

Z
tan
tan
1e
1e

I rms =

6,28

}]

1
2

2 sin(11,896) 2
2 sin (11,896 )
35,355 1
3,14+
0,897 1e 0,897 4
sin 30 sin 41,896 1e 0
3,14
3,14
9,404 3,14
1e 0,897
1e 0,897

I rms =3,759

1
{ 3,14+ 0,269 x 0,897 x 0,9974 ( 0,518 ) 0,5 x 0,667 x 0,951 }
3,14

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

1
2

29

1
I Rrms =3,759
( 3,14+0,2405+0,657)
3,14
I rms =3,759 [ 1,285 ]

1
2

1
2

I rms =3,759 1,133


I rms =4,258 A

Berdasarkan hasil simulasi:


I rms =4,179 A

Arus efektif SCR :


I Qrms =

Irms
2

I Qrms =

4,258
2

I Qrms =3,011 A
Berdasarkan hasil simulasi:
I Qrms =2,954 A

Arus rata-rata SCR :


I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

I Qrata rata=

3,939
2

I Qrata rata=1,969 A

Hasil simulasi:
I Qrata rata=1,965 A

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

30

Tabel Evaluasi:
VDC

IDC

VRrms

IRrms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(A)

(V)

(A)

(A)

(A)

Dari Hasil Simulasi

27,51

3,93

35,37

4,179

2,954

1,965

Dari Hasil Perhitungan

27,579

3,939

38,16

4,258

3,011

1,969

9
Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada SCR yang tidak
dihitung pada rumus.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

31

Hasil Simulasi :

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

32

c. Dengan diode FreeWheel

Penyearah terkontrol pada gambar memiliki beban R-L seri dengan penambahan dioda free
wheel. Diberikan sudut trigger = 90, tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R = 7, L = 20
mH, dan f = 50 Hz. Kita dapat membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan
rms, arus beban, arus rms beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil
simulasi dengan berdasarkan rumus.

tan =
=

L
R

2 3,14 50 0,02
7

= 0,897
= arc tan 0,897
= 41,896

Nilai dapat dicari dengan excel:


Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

33

Maka = 219

Tegangan keluaran rata-rata beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
V DC rata rata=
V DC ratarata=

Vm
( 1+ cos )

50
(1+cos 90 )
3.14

V DC rata rata=15, 92V

Hasil simulasi:
V DC rata rata=14,69 V

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

34

Arus keluaran beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
I DC ratarata =

V DC ratarata
R

I DC ratarata =

15,923 V
7

I DC ratarata =2,27 A

Hasil simulasi:
I Dc ratarata=2, 099 A

Tegangan keluaran efektif


Perhitungan berdasarkan rumus:
V rms =

V rms =

Vm
sin 2
1 +
2

1
2

50
90 sin 2.90
1
+
2
180 2.3,14

1
2

V rms =35,355 ( 10,5+0 ) 2


V rms =35,355 x 0,707 V
V rms =24,74 V

Berdasarkan hasil simulasi:


V rms =24,01V

Arus efektif beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
Z=
=

R 2+ Xl2

72 +(2 3,14 50 0,02)2

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

35

= 9,404

[{

sin ( ) cos ( + +)
V 1
( )
I rms =
Z
cos

}]

1
2

[ {

sin ( 21990 ) cos ( 219+90+ 41,896 )


35,355 1
I rms =
( 21990 )
9,404 180
cos 41,896

[ {

sin ( 129 ) cos ( 350,896 )


1
I rms =3,759
( 129 )
180
cos 41,896

I Rrms =3,759

1
(1291,03)
180

}]

}]

1
2

1
2

1
2

I rms =3,759 0,84


I rms =3,15 A

Berdasarkan hasil simulasi:


I rms =2,405 A

Arus efektif SCR :


I Qrms =

Irms
2

I Qrms =

3,15
2

I Qrms =2, 22 A

Hasil simulasi:
I Qrms =1, 54 A

Arus SCR rata-rata :

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

36

I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

I Qrata rata=

2,27
2

I Qrata rata=1,135 V

Hasil simulasi:
I Qrata rata=0,7337 A
Tabel Evaluasi:

VDC rata rata

Vrms

IDCrata rata

Irms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(V)

(A)

(A)

(A)

(A)

Rumus (Teori)

15,923

24,74

2,27

3,15

2,22

1,135

Simulasi

14,69

24,01

2,099

2,405

1,54

0,7337

Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada scr yang tidak dihitung
pada rumus.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

37

Hasil Simulasi :

Dapat kita lihat dari hasil simulasi di atas, penambahan dioda free wheel membuat tidak ada
tegangan negatif pada tegangan keluaran yang dihasilkan.

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

38