P. 1
BAB IV-Hasil Dan Pembahasan

BAB IV-Hasil Dan Pembahasan

|Views: 1,120|Likes:
Dipublikasikan oleh m_utz

More info:

Published by: m_utz on Jan 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2013

pdf

text

original

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil 4.1.1 Gambaran Umum Desa Tanjung Batu 1. Luas dan Batasan Wilayah Desa Tanjung Batu terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas Wilayah 3.125 km2 dan jumlah penduduk 1.571 jiwa. Batas-batas Desa Tanjung Batu adalah sebagai berikut: - Timur :Desa Manunggal Jaya - Sebelah :Desa Bukit Raya

- Barat :Desa Loa Ulung - Utara :Desa Embalut (Laporan kantor desa Tanjung Batu, 2009 ). 2. Orbitasi Jarak yang ditempuh dari 4 desa Tanjung Batu menuju ke Ibu kota Kecamatan adalah ±20 Km, dengan waktu tempuh ± 30 menit. Sedangkan jarak desa Tanjung Batu ke Ibu kota Provinsi adalah ± 50 Km. Untuk menuju ke Ibu kota Kabupaten dapat di tempuh dengan jarak ±25 Km. Waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas ±30 menit (Laporan Kantor Desa Tanjung Batu, 2009).

3. Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin Penduduk Desa Tanjung Batu berjumlah 1.571 jiwa. Dengan pembagian penduduk Laki - laki berjumlah 783 jiwa dan penduduk Perempuan berjumlah 788 jiwa (Laporan Kantor Desa Tanjung Batu, 2009). 4. Jumlah Kepala Keluarga (KK) secara Total Desa Tanjung Batu terbagi menjadi 6 RT dengan jumlah total 336 Kepala Keluarga. Tanjung Batu Pantai terdiri dari 3 RT yaitu RT 1, 2 dan 3 dengan jumlah Kepala Keluarga 166 jiwa. Tanjung Batu Daratan terdiri dari 3 RT yaitu RT 4, 5 dan 6 dengan jumlah Kepala Keluarga 170 jiwa (Laporan Kantor Desa Tanjung Batu, 2009).

4.1.2 KARAKTERISTIK RESPONDEN 1. Jenis Kelamin Jenis kelamin menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.1 sebagai berikut: :
Tabel 4.1 Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total

Jumlah 30 70 100

Persentase 30% 70% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden yang bertempat tinggal di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu didominasi oleh laki – laki, hal tersebut dapat dilihat dari besarnya persentase jumlah laki-laki yaitu 70% dari 100 responden. 2. Umur Kelompok umur menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.2 sebagai berikut :
Tabel 4.2 Distribusi Responden Menurut Kelompok Umur di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Umur 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 44-59 60-64 65+ Total Jumlah 2 7 16 14 21 10 5 4 3 8 10 100 Persentase 2% 7% 16% 14% 21% 10% 5% 4% 3% 8% 10% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu berada

pada usia produktif yakni usia antara 15-49 tahun yaitu sebesar 75% dari 100 responden. 3. Agama Agama menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut.

Tabel 4.3 Distribusi Responden Menurut Agama di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Agama Islam Kristen Total

Jumlah 99 1 100

Persentase 99% 1% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas

menunjukkan bahwa sebagian besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tersebut menganut agama Islam yaitu 99% dari 100 responden. 4. Pendidikan Terakhir Pendidikan terakhir menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 2 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.4 sebagai berikut :
Tabel 4.4 Distribusi Responden Menurut Pendidikan Terakhir di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5

Pendidikan Tidak Sekolah Tidak Tamat SD SMP SMA

Jumlah 14 2 51 17 15

Persentase 14% 2% 51% 17% 15%

6

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Perguruan Tinggi Total

1 100

1% 100%

Tabel di atas menunjukkan bahwa pendidikan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sangat rendah hal tersebut dapat dilihat dari sebagian besar responden merupakan lulusan SD sebanyak 51 responden dengan persentase sebesar 51% dari 100 responden. Dengan demikian dapat diartikan bahwa di Desa Tanjung Batu belum terlaksana program pemerintah mengenai wajib belajar 12 tahun. 5. Suku Bangsa Suku bangsa menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.5 sebagai berikut:
Tabel 4.5 Distribusi Responden Menurut Suku Bangsa di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Suku Bangsa Kutai Jawa Bugis Banjar Sunda Total

Jumlah 83 7 4 4 2 100

Persentase 83% 7% 4% 4% 2% 100%

Tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar bersuku Kutai sebanyak 83 responden dengan persentase sebesar 83 % dari 100 responden, oleh sebab itu penduduk Desa Tanjung Batu

menggunakan bahasa sehari-hari bahasa Kutai selain dari bahasa Indonesia. 6. Pekerjaan Pekerjaan menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.6 sebagai berikut :

Tabel 4.6 Distribusi Responden Menurut Pekerjaan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Status Pekerjaan Jumlah Persentase Tidak Bekerja 14 14% Sektor Formal 12 12% Sektor InFormal 74 74% Total 100 100% atas menunjukkan bahwa sebagian besar

Tabel

di

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu bekerja di sektor informal hal sebanyak 71 responden dengan persentasi 74% dari 100 responden. Sektor informal seperti bertani, berdagang, berkebun atau buruh bangunan sedangkan sektor formal seperti karyawan PLN. 7. Pendapatan Pokok per bulan Pendapatan pokok per bulan menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.7 sebagai berikut :

Tabel 4.7 Distribusi Responden menurut Pendapataan Pokok per bulan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Pendapatan/Bulan < Rp. 955.000 Rp. 955.000 > Rp. 955.000 Total

Jumlah 35 3 62 100

Persentase 35% 3% 62% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memiliki penghasilan >Rp 955.000,00 yaitu sebanyak 62 responden dengan persentase sebesar 62% dari 100 responden, hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk telah cukup baik dan sesuai dengan UMR Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2009 adalah sebesar Rp 955.000,00 dan penduduk RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu 65% telah terpenuhi standar penghasilannya. 8. Jumlah Pendapatan Tambahan Jumlah pendapatan tambahan setiap bulan menurut

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.8 sebagai berikut:
Tabel 4.8 Distribusi Responden menurut Pendapatan tambahan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No Pendapatan Tambahan 1 < Rp. 500.000 Rp. 500.000-Rp. 2 1.000.000 3 >Rp. 1.000.000

Jumlah 13 2 6

Persentase 13% 2% 6%

4

Tidak Ada Total

79 100

79% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak memiliki pendapatan tambahan sebesar 79 responden dengan persentase sebanyak 79% dari 100 responden, hal tersebut dikarenakan penduduk desa Tanjung Batu belum memiliki pengetahuan tentang home industri seperti membuat kue atau meronce yang dapat memberi tambahan pendapatan untuk keperluan hidup mereka sehari-hari.

9. Jumlah Tanggungan dalam 1 KK Jumlah anak kandung responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.9 sebagai berikut :
Tabel 4.9 Distribusi Responden Menurut Jumlah Anak Kandung di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Jumlah Tanggungan dalam 1 KK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak Ada Total

Jumlah Persentase 11 32 23 9 8 2 1 1 1 12 100 11% 32% 23% 9% 8% 2% 1% 1% 1% 12% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memiliki beban tanggungan sebanyak 2 orang yaitu 32 responden dengan persentase 32% dari 100 responden.

4.1.3 GIZI 4.1.3.1 Gizi Masyarakat

1. Sarapan pagi Kebiasaan sarapan pagi menurut responden RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.10 sebagai berikut :

Tabel 4.10 Distribusi Responden Menurut Kebiasaan Sarapan Pagi diRT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Kebiasaan Sarapan Jumlah Persentase Ya 82 82% Tidak 15 15% Kadang-kadang 3 3% Total 100 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu melakukan sarapan pagi sebelum mereka beraktifitas yaitu, sebanyak 82 responden dengan persentase sebesar 82 % dari 100 responden. 2. Frekuensi Makan dalam Sehari Frekuensi makan dalam sehari menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.11 sebagai berikut :
Tabel 4.11 Distribusi Responden Menurut Frekuensi Makan Dalam Sehari di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No Frekuensi Makan 1 3 X sehari 2 2 X sehari 3 Tidak Teratur Total

Jumlah 71 23 6 100

Persentase 71% 23% 6% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar mempunyai kebiasaan makan 3 kali dalam sehari sebanyak 71 responden dengan persentase sebesar 71% dari 100 responden. 3. Menu Makanan yang Dikonsumsi Menu makanan yang biasa dikonsumsi responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.12 sebagai berikut :
Tabel 4.12 Distribusi Responden menurut Menu Makanan Sehari di RT 1, RT 2 Dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Menu Makanan Nasi, Sayur, Lauk, Buah, Susu Nasi, Sayur, Lauk, Buah Nasi, Lauk, Sayur Nasi, Sayur Nasi, Lauk Total

Jumlah Persentase 9 74 4 49 4 100 9% 74% 4% 49% 4% 100%

Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar terbiasa mengkonsumsi nasi, lauk pauk dan sayur sebagai menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari yaitu, sebanyak 74

responden dengan persentase sebesar 74 % dari 100 responden.

4. Konsumsi Buah dan Sayur Kebiasaan mengkonsumsi buah atau sayur dalam sehari yang dikonsumsi responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.13 sebagai berikut :
Tabel 4.13 Distribusi Responden menurut Kebiasaan mengkonsumsi buah atau sayur di RT 1, RT 2 Dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

N o 1 2 3

Makan Buah dan Sayur Ya, mengkonsumsi Tidak mengkonsumsi Kadang-kadang mengkonsumsi Total

Jumla h 63 10 27 100

Persentas e 63% 10% 27% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar terbiasa mengkonsumsi buah atau sayur sebagai menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari yaitu sebanyak 63

responden dengan persentase sebesar 63% dari 100 responden.

5. Pengetahuan Mencuci Sayuran dengan Benar Pengetahuan mencuci sayuran dengan benar yang

dikonsumsi responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.14 sebagai berikut :

Tabel 4.14 Distribusi Responden menurut kebiasaan mengkonsumsi buah atau sayur di RT 1, RT 2, Dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Mencuci Buah dan Sayur dengan Benar Ya, mengerti Tidak mengerti Tidak Jawab Total

Jumlah Persentase 66 31 3 100 66% 31% 3% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memiliki pengetahuan mencuci sayuran dengan benar sebagai menu makanan yang di konsumsi sehari-hari yaitu, sebanyak 66 responden dengan persentase sebesar 66 % dari 100 responden. 6. Cara Mengolah Sayuran sebelum Dimasak

Cara mengolah sayuran dengan benar seelum masak yang di konsumsi responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.15 sebagai berikut :
Tabel 4.15 Distribusi Responden menurut Cara mengolah Sayuran di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Pengolahan Sayuran Dipotong kemudian dicuci Dicuci kemudian dipotong Tidak Jawab Total

Jumlah 44 53 3 100

Persentase 44% 53% 3% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di Desa Tanjung Batu sebagian besar mengolah sayuran yaitu dicuci kemudian dipotong sebagai menu makanan yang di konsumsi sehari-hari yaitu, sebanyak 53 responden dengan persentase sebesar 53 % dari 100 sampel. 7. Tempat memperoleh Sayuran Tempat memperoleh sayuran yang di konsumsi responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.16 sebagai berikut :
Tabel 4.16 Distribusi Responden menurut Tempat Memperoleh Sayuran di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Tempat Memperoleh Sayur Pasar Pasar dan Kebun Kebun Dan Sawah

Jumlah 13 5 4

Persentase 13% 5% 4%

4 5

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tukang Sayur Keliling Tidak Jawab Total

77 1 100

77% 1% 100%

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memperoleh sayuran dari tukang sayur keliling yaitu, sebanyak 77 responden persentase sebesar 77% dari 100 responden. Hal

tersebut disebabkan karena letak geografis Desa Tanjung Batu Pantai berada dipinggir sungai mahakan dan letaknya jauh dari pusat keramaian.

8. Pengetahuan tentang Penggunaan Garam Beriodium Penggunaan garam beriodium pada makanan menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.17 sebagai berikut :
Tabel 4.17 Distribusi Responden pada Pengetahuan Penggunaan Garam BerIodium di RT 1, RT 2 Dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Penggunaan Garam Beryodium Ya, mengerti Tidak mengerti Total

Jumlah 54 46 100

Persentase 54% 46% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

mengetahui

tentang

pentingnya

penggunaan

garam

beriodium dalam makanan yaitu, sebanyak 54 responden dengan persentase sebesar 54 % dari 100 responden. 9. Manfaat Garam Beriodium Persepsi tentang fungsi garam beriodium menurut responden di RT1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.18 sebagai berikut :
Tabel 4.18 Distribusi Responden pada Pengetahuan Manfaat Garam Beriodium di RT 1, RT 2 Dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Manfaat Garam Beriodium Ya, mengerti Tidak mengerti Total

Jumlah 33 67 100

Persentase 33% 67% 100%

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu belum mengerti tentang fungsi garam beriodium bagi pencegahan gondok yaitu, sebanyak 67 responden dengan persentase sebesar 67% dari 100 responden.

10. Perilaku Penggunaan Garam Beriodium

Penggunaan garam beriodium pada masakan menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.19 sebagai berikut
Tabel 4.19 Distribusi Responden pada penggunaan garam beryodium dalam masakan di RT 1, RT 2, Dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Penggunaan Garam Beriodium Ya, mengunakan pada 1 masakan Tidak menggunakan dalam 2 masakan 3 Tidak jawab Total Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009 No

Jumlah 79 19 2 100

Persentase 79% 19% 2% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu menggunakan garam beriodium dalam masakan yaitu, sebanyak 79 responden dengan persentase sebesar 79% dari 100

responden. 11. Waktu Memasukkan Garam Beriodium dalam Masakan Penggunaan garam beriodium pada masakan menurut

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.20 sebagai berikut:

Tabel 4.20

Distribusi Responden menurut Pengetahuan Waktu Penggunaan Garam Beriodium dalam Masakan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009.

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

No Waktu 1 Sebelum Masakan Matang 2 Sesudah Masakan Matang 3 Tidak Jawab Total

Jumlah 72 27 1 100

Persentase 72% 27% 1% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak tahu saat yang tepat dalam pemasukan garam beriodium ke dalam masakan hal tersebut dapat terlihat dari 72 responden dengan

persentase 72% dari 100 responden memberi garam sebelum masakan matang. Padahal saat atau waktu yang tepat dalam pemasukan garam beriodium ke dalam masakan adalah setelah masakan matang. 12. Penyimpanan Makanan Setelah Diolah Pengetahuan tentang penyimpanan makanan setelah diolah menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.21 sebagai berikut :
Tabel 4.21 Distribusi Responden menurut Pengetahuan Penyimpana Makanan setela Diolahdi RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

N o 1 2 3

Perlakuan Makanan Tempat Tertutup ( lemari, tudung) Dibiarkan terbuka (diatas meja atau lantai) Tidak Jawab Total

Jumla h 92 4 4 100

Persentase 92% 4% 4% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas menunjukkan sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu menjawab menyimpan makanan setelah diolah pada tempat tertutup baik dalam lemari atau ditutup dengan tudung makanan yaitu, sebanyak 92 responden dengan persentase sebesar responden. 13. Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Instan Kebiasaan mengkonsumsi makanan instan menurut 92% dari 100

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.22 sebagai berikut:
Tabel 4.22 Distribusi Responden pada kebiasaan mengkonsumsi makanan instan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009.

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

No Makanan Instan 1 Ya, mengkonsumsi 2 Kadang-kadang , mengkonsumsi Total

Jumlah 77 23 100

Persentase 77% 23% 100%

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu menjawab memiliki kebiasaan tidak sehat yaitu mengkonsumsi makanan instan dalam sehari sebanyak 77 responden dengan persentase sebesar 77% dari 100 responden 14. Seminggu Banyaknya mengkonsumsi makanan instan dalam satu minggu menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.23 sebagai berikut :
Tabel 4.23 Distribusi Responden pada Frekuensi Mengkonsumsi Makanan Instan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Frekuensi

Mengkonsumsi

Makanan

Instan

Dalam

No 1 2 3

Frekuensi mengkonsumsi 2 X seminggu 3 X seminggu > 3 X seminggu Total

Jumlah Persentase 32 26 42 100 32% 26% 42% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu mengkonsumsi makanan instan lebih dari 3 X dalam satu minggu yaitu, sebanyak 42 responden dengan persentase sebesar 42 % dari 100 responden.

15. Pengetahuan Mengenai Akibat Mengkonsumsi Makanan Instan Pengetahuan dari akibat mengkonsumsi makanan instan menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.24 sebagai berikut :
Tabel 4.24 Distribusi Responden yang Mengetahui akibat Mengkonsumsi Makanan Instan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Akibat Konsumsi Makanan Instan Ya, mengerti Tidak, mengerti Total

Jumlah Persentase 36 64 100 36% 64% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Tabel tidak mengetahui bahaya dari mengkonsumsi makanan instan, yaitu sebanyak 64 responden dengan persentase sebesar 64 % dari 100 responden. Hal Positif dan Negatif dari Gizi Keluarga: Positif : 82% dari 100 responden biasa sarapan pagi dan 71% dari 100 responden makan 3 kali dalam sehari dengan mengkonsumsi buah dan sayur sebanyak 63%. 66% dari 100 responden telah mengetahui cara mencuci sayur yang benar yaitu dicuci dahulu kemudian dipotong

-

54% dari 100 responden mengetahui tentang penggunaan garam beriodium dan 79% dari 100 responden telah menggunakan garam beriodium untuk masakan

-

92% dari 100 responden telah mengetahui penyimpanan makanan yang baik yaitu di tempat tertutup seperti, lemari dan tudung.

Negatif: 74% dari 100 responden menjawab belum mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. 67%dari 100 responden tidak mengetahui manfaat dari garam beriodium dan 72% dari 100 responden belum mengetahui saat atau waktu yang tepat memasukkan garam beriodium ke dalam masakan. 77% dari 100 responden mengkonsumsi makanan instan seperti mie instan dan sarden dan 42% dari 100 responden mengkonsumsi makanan instan dalam seminggu dengan tersebut lebih dari 3 kali 64%dari 100 pertimbangan

responden tidak mengetahui akibat dari pengkonsumsian makanan instan.

4.1.3.2 Gizi Bayi 1. Jumlah bayi di Desa Tanjung Batu Jumlah bayi yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.25 sebagai berikut:
Tabel 4.25 Distribusi Responden yang memilki bayi di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Kepemilikan Bayi Ya Tidak Total

Jumlah Persentase 14 14% 86 86% 100 100%

Tabel di atas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu yang memiliki bayi hanya 14 responden dengan persentase sebesar 14% dari 100 responden. 2. Usia Bayi Usia bayi responden RT1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.26 sebagai berikut :
Tabel 4.26 Distribusi Usia Bayi Responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5 6

Usai Bayi (Bulan) 2 5 6 8 10 11 Total

Jumlah Persentase 7 2 1 2 1 1 14 50% 14% 7% 15% 7% 7% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memiliki bayi dengan usia 2 bulan yaitu sebanyak 7 responden dengan persentase sebesar 50% dari 14 responden.

3. Berat Badan Bayi Saat Kelahiran Berat badan bayi dari responden saat dilahirkan di RT1, RT2 dan RT3 dapat dilihat pada tabel 4.27 sebagai berikut:
Tabel 4.27 Distribusi berat badan bayi responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

BB Saat Lahir < 2,5 KG > 2,5 KG Total di atas

Jumlah Persentase 5 36% 9 64% 14 100% bahwa sebagian besar

Tabel

menunjukkan

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memiliki bayi dengan berat badan lahir lebih dari 2,5 KG yaitu, sebanyak 9 responden dengan persentase sebesar 64% dari 14 responden. 4. Pengetahuan Asi Ekslusif Pengetahuan tentang pentingnya ASI Ekslusif menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.28 sebagai berikut:

Tabel 4.28 Distribusi Responden menurut pengetahuan pentingnya pemberian ASI Eksklusif di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pentingnya ASI Ekslusif Jumlah Persentase Ya, mengerti 6 43% Tidak, mengerti 8 57% Total 14 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak tahu mengenai pentingnya ASI Ekslusif yaitu, sebanyak 8 responden dengan persentase sebesar 57% dari 14 responden. 5. Manfaat ASI Ekslusif Manfaat ASI Ekslusif menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.29
Tabel 4.29 Distribusi Responden menurut Pendapat tentang manfaat ASI Ekslusif di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Manfaat ASI Eklusif Ya, mengerti Tidak, mengerti Total

Jumlah Persentase 7 50% 7 50% 14 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu belum mengerti mengenai manfaat pemberian ASI Ekslusif yaitu,

sebanyak 7 responden dengan persentase sebesar 50% dari 14 responden.

6. Pemberian ASI Eksklusif

Pemberian ASI Ekslusif kepada bayi menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.30
Tabel 4.30 Distribusi Responden menurut pemberian ASI Ekslusif di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Pemberian ASI Ekslusif Ya Tidak Total

Jumlah 4 10 14

Persentase 29% 71% 100%

T Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memberikan ASI Ekslusif kepada bayi mereka yaitu, sebanyak 10 responden dengan persentase sebesar 71% dari 14 responden. 7. Usia Pemberian ASI Ekslusif Usia pemberian ASI Ekslusif pada bayi menurut reponden di RT 1,RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.31 sebagai berikut:
Tabel 4.31 Distribusi Responden menurut usia pemberian ASI Ekslusif pada bayi di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Usia < 6 bulan 6 bulan > 6 Bulan Total

Jumlah Persentase 4 29% 3 21% 7 50% 14 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memberikan ASI Ekslusif sampai usia bayi lebih dari 6 bulan yaitu, sebanyak 7 responden dengan persentase sebesar 50% dari 100 responden. Meskipun pengetahuan mereka mengenai ASI Ekslusif sangatlah kurang, tetapi para ibu dari bayi ini secara tidak sadar telah memberikan ASI Ekslusif kepada bayi mereka, hal tersebut dikarenakan adat istiadat yang mereka turunkan dari generasi ke generasi. 8. Usia pemberian Makanan Pendamping ASI (MPA) Usia pemberian makanan pendamping ASI menurut reponden di RT 1,RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.32 sebagai berikut:
Tabel 4.32 Distribusi Responden menurut makanan pendamping ASI pada bayi di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Usia < 6 bulan 6 bulan > 6 Bulan Total di atas

Jumlah Persentase 4 29% 3 21% 7 50% 14 100% bahwa sebagian besar

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

menunjukkan

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu yang memiliki bayi, memberikan makanan pendamping ASI (MP ASI) pada saat usia bayi > 6 bulan sebesar 7 responden dengan persentase 50% dari 14 responden

yang memiliki bayi. Usia tersebut adalah usia dimana sistem pencernaan bayi telah siap mengolah makanan selain ASI dan juga masa dimana bayi membutuhkan energi lebih banyak untuk pertumbuhannya.

9. Jenis Makanan Pendamping ASI (MP ASI) Jenis makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi menurut reponden diRT1,RT2 dan RT3 Desa Tanjung Batu dapata dilihat pada tabel 4.33 sebagai berikut:
Tabel 4.33 Distribusi Responden menurut jenis makanan pendamping ASI (MPA) yang diberikan pada bayi di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jenis MP ASI Susu Formula Buah-buahan Bubur/Nasi Total

Jumlah Persentase 2 14% 4 29% 8 57% 14 100%

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memberikan MP ASI berupa bubur atau nasi, sebanyak 8 responden dengan persentase sebesar 57% dari 14 responden yang memiliki bayi. Hal Positif dan Negatif dari Gizi Bayi :

Positif 64% dari 14 responden yang memiliki bayi melahirkan anaknya dengan berat badan bayi lebih dari 2,5 KG. 50% dari 14 responden yang memiliki bayi memberikan ASI Ekslusif lebih dari 6 bulan dan memberikan MP ASI pada usia lebih dari 6 bulan. Negatif 57% dari 14 responden yang memiliki bayi tidak mengerti mengenai ASI Ekslusif dan 50% dari 14 responden yang memiliki bayi tidak mengerti mengenai manfaat dari ASI Ekslusif serta 71% dari 14 responden yang memiliki bayi menjawab tidak memberikan ASI Ekslusif kepada bayi mereka. 4.1.3.3 Gizi Balita 1. Jumlah Balita di Desa Tanjung Batu Rt 1,2 dan 3 Balita dari responden RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.34 sebagai berikut:
Tabel 4.34 Distribusi Responden menurut kepemilikan balita di rumah di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Balita Ya Tidak Total

Jumlah Persentase 37 37% 63 63% 100 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah balita yang dimiliki responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebanyak 37 dengan persentase sebesar 38% dari 100 sampel. 11. Usia Balita

Pengelompokkan usia balita dari responden RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.35 sebagai berikut:
Tabel 4.35 Distribusi Responden menurut usia balita di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5

Usia Balita (Tahun) 1 tahun-1 tahun 11 bulan 2 tahun-2 tahun 11 bulan 3 tahun-3 tahun 11 bulan 4 tahun-4 tahun 11 bulan 5 tahun Total

Jumlah Persentase 9 8 7 12 1 37 24% 22% 19% 32% 3% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel

di

atas

menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memiliki balita dengan usia antara 4 tahun – 4 tahun 11 bulan sebanyak 12 responden dengan persentase sebesar 32% dari 37 responden yang memiliki balita. 1.1.4 Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

1. Jumlah ibu yang pernah atau sedang hamil Jumlah ibu yang pernah atau sedang hamil di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.36 sebagai berikut
Tabel 4.36 Distribusi Responden tentang jumlah ibu yang pernah atau sedang hamil di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Ibu hamil Ya, hamil Tidak, hamil Total

Jumlah 86 14 100

Persentase 86% 14% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang ada di Desa Tanjung Batu RT 1, 2 dan 3 pernah/sedang hamil yaitu sebanyak 86 responden, dengan persentase sebesar 86 % dari 100 responden. Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu pernah hamil atau sedang hamil yaitu, sebanyak 86 responden dengan persentase sebesar 86% dari 100 responden. 2. Jumlah anak kandung Jumlah anak kandung responden yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.37 sebagai berikut:

Tabel 4.37 Distribusi Responden tentang jumlah anak kandung di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Jumlah Anak Kandung <3 orang 3 orang >3 orang Tidak memiliki anak Total

Jumlah Persentase 49 49% 13 13% 24 24% 14 14% 100 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu menjawab anak kandung mereka kurang dari 3 yaitu, sebanyak 49 responden dengan persentase sebesar 49 % dari 100 responden. 3. Usia pertama kali Ibu hamil Usia pertama kali ibu hamil pada responden yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.38 sebagai berikut.
Tabel 4.38 Distribusi Responden tentang usia pertama kali ibu hamil di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Usia kehamilan pertama <20 tahun 20-25 tahun 26-35 tahun Total

Jumlah 59 24 3 86

Persentase 69% 28% 3% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu hamil untuk

pertama kali pada usia kurang dari 20 tahun yaitu, sebanyak 59 responden dengan persentase sebesar 69 % dari 86 responden. 4. Pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan kehamilan rutin Pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan rutin kehamilan yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.39 sebagai berikut:
Tabel 4.39 Distribusi Responden tentang usia pertama kali ibu hamil di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Manfaaat pemeriksaan kehamilan rutin Ya, tahu Tidak tahu Total

Jumlah Persentase 44 42 86 51% 49% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu mengetahui mengenai manfaat pemeriksaan kehamilan rutin yaitu, sebanyak 44 responden dengan persentase sebesar 51% dari 86 responden. 5. Pemeriksaan kehamilan untuk semua anak Pemeriksaan kehamilan untuk semua anak yang dilakukan oleh ibu hamil yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.40 sebagai berikut.
Tabel 4.40 Distribusi Responden tentang pemeriksaan kehamilan untuk semua anak di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pemeriksaan Kehamilan untuk semua anak Ya, selalu Kadang-kadang periksa

Jumlah 42 23

Persentase 49% 27%

3

Tidak pernah periksa Total

21 86

24% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memeriksakan kehamilan untuk semua anak mereka yaitu, sebanyak 42 responden menjawab selalu memeriksakan denagn persentase sebesar 49 % dari 86 responden. 6. Rutinitas pemeriksaan untuk setiap kehamilan Rutinitas pemeriksaan untuk setiap kehamilan yang dilakukan ibu hamil di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.41 sebagai berikut.
Tabel 4.41 Distribusi Responden tentang rutinitas pemeriksaan pada tiap kehamilan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Jumlah pemeriksaan Rutin ( 4 x pemeriksaan) Tidak rutin ( < 4 x pemeriksaan) Tidak pernah melakukan pemeriksaan Total

Jumlah Persentase 24 28% 38 24 86 44% 28% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak

melakukan pemeriksaan rutin (4 x selama kehamilan) sesuai dengan anjuran kesehatan yaitu sebanyak 38 responden dengan persentase sebesar 44 % dari 86 responden yang pernah/sedang hamil. Hal tersebut dikarenakan jauhnya fasilitas kesehatan dengan pemukiman penduduk, selain itu faktor ekonomi juga

mempengaruhi rutinitas pemeriksaan kehamilan. 7. Tempat pemeriksaan pada setiap kehamilan Tempat pemeriksaan kehamilan yang dilakukan pada setiap kehamilan yang dilakukan responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.42 sebagai berikut
Tabel 4.42 Distribusi Responden tentang tempat pemeriksaan kehamilan pada setiap kehamilan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Surv

Tempat Pelayanan kesehatan ( puskesmas, posyandu, bidan praktek, dokter praktek, RS) Non pelayanan kesehatan (Dukun) Total
ei

Jumlah Persentase 64 1 65 98% 2% 100%

Sumber: Data Primer Hasil besar responden Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagianSurvei Penduduk PBL 1
yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batuyaitu sebanyak 64 responden dengan persentase sebesar 98 % dari 62 responden yang memeriksakan kehamilan menjawab melakukan pemeriksaan kehamilan di pusat kesehatan masyarakat seperti puskesmas, posyandu, bidan praktek, dokter praktek, rumah sakit. 8. Tempat Persalinan

Tempat persalinan para responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.43 sebagai berikut :

Tabel 4.43 Distribusi Respondententang tempat persalinan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tempat Bersalin Pelayanan Kesehatan ( Puskesmas, bidan, RS) Non Pelayanan Kesehatan ( Rumah, tempat dukun) Total

Jumlah Persentase 12 74 86 14% 86% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu melakukan persalinan bukan di pelayanan kesehatan melainkan di rumah atau tempat dukun yaitu sebanyak 74 responden dengan persentase sebesar 86% dari 86 responden. Hal ini di sebabkan jarak pusat pelayanan kesehatan cukup jauh dan akses ketempat tersebut cukup sulit. 9. Tenaga Penolong Persalinan

Orang yang membantu persalinan para responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.44 sebagai berikut:
Tabel 4.44 Distribusi Responden tentang tenaga penolong persalinan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Orang yang membantu dalam persalinan Bidan Dokter Dukun Tidak jawab Total

Jumlah Persentase 34 10 40 2 86 39% 12% 47% 2% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu melakukan persalinan dibantu oleh dukun sebanyak 47 tresponden dengan persentase sebesar 47% dari 100 responden. Hal ini disebabkan kurangnya tenaga kesehatan di Desa Tanjung Batu. 10. Pemeriksaan Pasca Melahirkan Para responden yang melakukan pemeriksaan pasca

melahirkan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.45 sebagai berikut:

Tabel 4.45 Distribusi Responden yang melakukan pemeriksan pasca melahirkan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak melakukan pemeriksaan pasca melahirkan sebanyak 49 responden dengan persentase sebesar 57% dari 86 responden yang pernah/sedang hamil. No 1 2 3 Pemeriksaan Setelah Melahirkan Ya,memeriksakan Tidak memeriksakan Tidak jawab Total Jumlah Persentase 30 35% 49 57% 7 8% 86 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

11. Frekuensi pemeriksaan Frekuensi pemeriksaan pasca melahirkan yang dilakukan responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.46 sebagai berikut:

Tabel 4.46

Distribusi Responden tentang frekuensi pemeriksaan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Frekuensi pemeriksaan setelah melahirkan 1 kali 2 kali 3 kali

Jumlah 10 12 8

Persentase 33% 40% 27%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Total

30

100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak memeriksakan dirinya pasca melahirkan, hal tersebut dapat terlihat dari besarnya responden yang 3 kali memeriksakan diri pasca melahirkan yaitu, hanya 8 responden dengan persentase 27% dari 30 responden. 12. Jarak kehamilan Jarak kehamilan antara anak menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.47 sebagai berikut:
Tabel 4.47 Distribusi Responden tentang jarak kehamilan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Jarak kehamilan >3 tahun <3 tahun Tidak tahu Total

Jumlah 29 26 6 61

Persentase 48% 43% 9% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu responden yang memiliki anak, kembali memiliki anak dengan jarak kehamilan

< 3 tahun yaitu, sebanyak 29 responden dengan persentase sebesar29% responden dari 61 13. Pemeriksaan bayi/balita ke Posyandu setiap bulan Rutinitas ke posyandu menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.48 sebagai berikut:
Tabel 4.48 Distribusi Responden tentang rutinitas ke posyandu di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Pemeriksaan bayi/balita ke posyandu setiap bulan Ya,memeriksakan Tidak memeriksakan Total

Jumla h 41 45 86

Persentas e 48% 52% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu belum memiliki kesadaran pentingnya melakukan pemeriksaan bayi/balita mereka ke posyandu setiap bulan, hanya 41 responden dengan persentase 48% dari 86 responden yang memiliki anak yang rutin ke posyandu tiap bulan. 14. Kepemilikan Kartu Menuju Sehat (KMS) Kepemilikan Kartu Menuju Sehat (KMS) menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.49 sebagai berikut:

Tabel 4.49 Distribusi Responden yang memiliki KMS di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Kepemilikan Kartu KMS Ya (bisa menunjukkan) Ya (tidak bisa menunjukkan) Tidak memiliki KMS Total

Jumlah 10 39 37 86

Persentase 12 % 45 % 31 % 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sudah memiliki KMS tetapi tidak bisa menunjukkan KMS tersebut. Terlihat dari 39 responden yang menjawab dengan persentase 45 % dari 86 responden. 15. Kemampuan Membaca KMS Kemampuan membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.49 sebagai berikut:
Tabel 4.50 Distribusi Responden yang mampu membaca KMS di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Kemampuan membaca KMS Ya,bisa tidak bisa Total

Jumlah 20 29 49

Persentase 41% 59% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu belum memiliki kemampuan untuk membaca Kartu Menuju Sehat (KMS), hal tersebut terlihat dari tabel yang menunjukkan sebanyak 29

responden dengan persentase sebesar 41% yang memiliki KMS.

dari 49 responden

16. Perkembangan grafik Berat Badan Bayi atau Balita Perkembangan Berat Badan Bayi atau Balita menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.51 sebagai berikut:
Tabel 4.51 Distribusi Responden tentang perkembangan grafik berat badan bayi atau balita pada KMS di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5

Perkembangan BB Bayi/Balita Meningkat tiap bulan Menurun tiap bulan Mendatar tiap bulan Naik turun Tidak tahu perkembangannya Total

Jumlah 23 3 6 9 8 49

Persentase 47% 6% 12% 18% 16% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa perkembangan grafik BB bayi atau balita yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu mengalami peningkatan setiap bulan. Terlihat dari 23 responden dengan persentase 47% dari 49 responden yang menjawab grafik perkembangan BB balita atau bayi meningkat tiap bulan. 17. Pengetahuan Batasan Umur Anak Untuk Pemeriksaan Rutin ke Posyandu

Batasan umur anak untuk pemeriksaan rutin ke posyandu menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.52 sebagai berikut:

Tabel 4.52 Distribusi responden tentang batasan umur anak untuk pemeriksaan rutin ke posyandu di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pengetahuan mengenai batasan pemeriksaan rutin bayi/ balita ke posyandu Ya,tahu Tidak tahu Total

Jumlah 24 62 86

Persentase 28% 72% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak

mengetahui mengenai batasan pemeriksaan rutin bayi atau balita ke posyandu. Sebanyak 62 responden dengan persentase sebesar 72% dari 86 responden. 18. Pengetahuan Mengenai Batasan Umur Anak Untuk Dibawa ke Posyandu Pengetahuan mengenai batasan umur anak untuk dibawa ke posyandu menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa

Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.53 sebagai berikut:
Tabel 4.53 Distribusi Responden tentang pengetahuan mengenai batasan umur anak untuk dibawa ke posyandu di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No

Batasan Umur Anak Dibawa

jumlah

persentase

1 2 3

ke Posyandu 1 bulan – 5 tahun 1 bulan – 2 tahun Tidak tahu Total

18 7 61 86

21% 8% 71% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak mengetahui batasan umur anak untuk di bawa ke posyandu yaitu, sebanyak 61 responden dengan persentase sebesar 71% dari 86 responden. 19. Pernah atau tidaknya anak dalam mendapatkan imunisasi Pernah atau tidaknya anak dalam mendapatkan imunisasi menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.54 sebagai berikut:
Tabel 4.54 Distribusi Responden tentang pernah tidaknya anak dalam mendapatkan imunisasi di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pernahkah anak mendapat imunisasi Ya , penah Tidak pernah Total

Jumlah 45 41 86

Persentase 52% 48% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak pernah mendapatkan imunisasi untuk anak mereka yaitu, sebanyak hanya 45 responen dengan persentase sebesar 52% dari 86 responden. 20. Jenis Imunisasi yang didapatkan

Jenis imuninsasi yang didapatkan menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.55 sebagai berikut:

Tabel 4.55 Distribusi Responden tentang jenis imunisasi yang didapatkan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Jenis imunisasi yang didapatkan Lengkap Tidak Lengkap Total

Jumlah 25 20 45

persentase 56% 44% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu mendapatkan imunisasi yang lengkap bagi anak mereka yaitu, sebanyak 25 responden dengan persentase sebesar 56% dari 45 responden. 21. Keikutsertaan dalam program KB Keikutsertaan dalam program KB menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.56 sebagai berikut:
Tabel 4.56 Distribusi Responden tentang keikutsertaan dalam program KB di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Apakah mengikuti Jumlah Persentase program KB Ya , mengikuti program KB 62 62% Tidak mengikuti program KB 38 38% Total 100 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu mengikuti program KB yaitu, sebanyak 62 responden dengan persentase sebesar 62% dari 100 responden. 22. Jenis alat kontrasepsi yang Digunakan. Jenis alat kontrasepsi yang digunakan menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.48 sebagai berikut:
Tabel 4.57 Distribusi Responden tentang jenis Alat kontrasepsi yang digunakan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Jenis Alat kontrasepsi yang No digunakan 1 Hormonal (pil, suntik, inflant) 2 Non Hormonal Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jumlah Persentase 59 95% 3 5% 62 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu menggunakan jenis KB hormonal (pil, suntik, inflant) yaitu sebanyak 59 responden dengan persentase sebesar 95% dari 62 responden.

23. Pengetahuan manfaat kontrasepsi Manfaat kontrasepsi menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.58 sebagai berikut:
Tabel 4.58 Distribus tentang pengetahuan responden terhadap manfaat kontrasepsi di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Apakah mengetahui No manfaat alat kontrasepsi 1 Ya , tahu 2 Tidak tahu Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

jumlah Persentase 43 43% 57 57% 100 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu tidak mengetahui manfaat dari penggunaan alat kontrasepsi yaitu sebanyak 57 responden dengan persentase sebesar 57% dari 100 responden. Hal Positif dan Negatif dari KIA : Positif 98% dari 62 responden melakukan pemeriksaan kehamilan di pelayanan kesehatan. 12% dari 86 responden memiliki KMS (Kartu Menuju Sehat) dan bisa menunjukkan, 43% dari 86 responden memiliki KMS (Kartu Menuju Sehat) namun tidak bisa menunjukkan dan dari hasil KMS tersebut 47% dari 49 responden perkembangan bayi/balita meningkat setiap bulan berdasarkan usia.

-

62% dari 100 responden mengikuti program KB (keluarga Berencana).

Negative 69 % dari 86 responden hamil pada usia kurang dari 20 tahun dan 49% dari 86 responden yang pernah atau sedang hamil tidak memiliki pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan kehamilan rutin. 44 % dari 86 responden yang hamil atau pernah hamil tidak rutin melakukan pemeriksaan kehamilan untuk tiap anak dan melakukan persalinan di non pelayanan kesehatan (86% dari 86 responden). Tenaga penolong persalinan adalan tenaga non kesehatan yaitu dukun 47% dari 100 responden. 57% dari 86 responden persalinan. 48% dari 61 responden Jarak kehamilan < 3 tahun. 52% dari 86 responden Tidak melakukan pemeriksaan bayi/balita keposyandu setiap bulan. 59% dari 49 responden Responden tidak mampu membaca KMS (Kartu Menuju Se hat). 72% dari 86 responden tidak mengetahui batasan umur anak untuk pemeriksaan rutin keposyandu. 44% dari 45 responden anak tidak mendapat imunisasi lengkap. tidak melakukan pemeriksaan pasca

-

57%

dari

100

responden

tidak

mengetahui

manfaat

alat

kontrasepsi.

4.1.5 Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku (PKIP) 1. Persepsi sehat Persepsi Sehat menurut Responden di RT 1, RT 2, dan RT 2 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.59 sebagai berikut :
Tabel 4.59 Distribusi Responden Menurut Persepsi Sehat di RT 1, RT 2, dan RT 2 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Persepsi sehat sehat jasmani, rohani, sosial dan produktif tidak sakit sehat jasmani Total

Jumlah 14 68 18 100

Persentase 14% 68% 18% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar mempunyai persepsi sehat yaitu tidak sakit sebanyak 68 dengan persentase sebesar 68% dari 100 responden.

2. Persepsi sakit Persepsi Sakit menurut Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.60 sebagai berikut :
Tabel 4.60 Distribusi Responden Menurut Persepsi Sakit di RT 1, RT 2, dan RT 2 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No

Persepsi sakit

Jumlah

Persentase

1 2 3

Tidak berfungsinya sistem tubuh secara normal Tidak dapat beraktifitas Merasa badan tidak nyaman Total

3 45 52 100

3% 45% 52% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar mempunyai persepsi sakit yaitu merasa badan tidak nyaman sebanyak 52 dengan persentase sebesar 52 % dari 100 responden. 3. Partisipasi Dalam Penyuluhan Partisipasi dalam penyuluhan mengenai kesehatan menurut Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4. 61 sebagai berikut :
Tabel 4.61 Distribusi Responden Menurut Partisipasi dalam Penyuluhan di RT 1, RT 2, dan RT 2 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Partisipasi dalam penyuluhan Ya, pernah ikut Tidak pernah ikut Total

Jumlah 26 74 100

Persentase 26% 74% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar tidak berpartisipasi dalam penyuluhan mengenai kesehatan yaitu sebanyak 74 dengan persentase sebesar 74 % dari 100 responden. 4. Jenis Penyuluhan

Jenis

penyuluhan

mengenai

kesehatan

yang

diikuti

menurut Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.62 sebagai berikut :
Tabel 4.62 Distribusi Responden Menurut Jenis Penyuluhan yang diikuti di RT 1, RT 2, dan RT 2 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Jenis penyuluhan PHBS Jaminan Kesehatan Lain-lain (Pertanian) Total

Jumlah 4 5 17 26

Persentase 15% 20% 65% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 mendapat penyuluhan mengenai pertanian yaitu sebanyak 65% dari 26 responden yang mengikuti penyuluhan. 5. Kebiasaan Berolahraga Kebiasaan berolahraga yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.63 sebagai berikut :

Tabel 4.63

Distribusi Responden Menurut Kebiasaan Berolahraga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Kebiasaan berolahraga Ya, olah raga Tidak olah raga Total

Jumlah 30 70 100

Persentase 30% 70% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar tidak mempunyai kebiasaan berolahraga sebanyak 70 dengan

persentase sebesar 70 % dari 100 responden. 6. Jenis Kegiatan Olahraga Jenis Kegiatan olahraga yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.64 sebagai berikut :
Tabel 4.64 Distribusi Responden menurut Jenis Kegiatan Olahraga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Jenis olahraga Badminton Sepak bola Jogging Senam Total

Jumlah 3 3 5 19 30

Persentase 10% 10% 17% 63% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar melakukan olahraga senam sebanyak 63% dari 30 responden yang melakukan kegiatan berolah raga. Senam dilakukan oleh para ibu-ibu PKK seminggu 2kali setiap hari kamis dan sabtu. 7. Tempat Kegiatan Olahraga Tempat kegiatan berolahraga yang dilakukan oleh

Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai dapat di lihat pada tabel 4.65 sebagai berikut :

Tabel 4.65 Distribusi Responden menurut Tempat Kegiatan Olahraga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Tempat berolahraga Dilapangan umum Dipekarangan rumah lain-lain (didalam rumah) Total

Jumlah 10 11 9 30

Persentase 33% 37 30% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar melakukan olah raga di pekarangan rumah yaitu sebesar 37% dari 30 responden yang berolahraga. 8. Waktu Kegiatan Olahraga Waktu berolahraga yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai dapat di lihat pada tabel 4.66 sebagai berikut :

Tabel 4.66 Distribusi Responden menurut Waktu Kegiatan Olahraga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

waktu kegiatan (seminggu) < 3 kali 3 kali > 3 kali Total

Jumlah 26 2 2 30

Persentase 88% 6% 6% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar melakukan kegiatan berolahraga sebanyak < 3 kali seminggu sebanyak 88% dari 30 responden yang berolahraga. 9. Lamanya Waktu Berolahraga Lamanya waktu untuk berolahraga yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.67 sebagai berikut :
Tabel 4.67 Distribusi Responden Menurut lamanya waktu berolahraga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Waktu olahraga (menit) <60 60 > 60 Total

Jumlah 8 19 3 30

Persentase 27% 63% 10% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar melakukan olahraga 60 menit sebanyak 63% dari 30 responden yang melakukan olahraga.

10. Kebiasaan Merokok Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung dapat di lihat pada tabel 4.68 sebagai berikut:

Tabel 4.68 Distribusi Responden Menurut Kebiasaan Merokok di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No Merokok 1 Ya, Merokok 2 Tidak merokok Total

Jumlah 70 30 100

Persentase 70% 30% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu di RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 70 dengan persentase sebesar 70 % dari 100 responden. 11. Jumlah Orang yang Merokok di dalam 1 KK Jumlah orang yang merokok di dalam 1 KK yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.69 sebagai berikut :
Tabel 4.69 Distribusi Responden Jumlah Orang yang Merokok di dalam 1 KK di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Jumlah orang yang merokok dalam 1 KK <3 3 >3 Total

Jumlah 67 1 2 70

Persentase 96% 1% 3% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu di RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar mempunyai jumlah orang yang merokok dalam 1 KK sebanyak 67 dengan persentase sebesar 96 % dari 70 responden yang merokok. 12. Anggota Keluarga yang Merokok di dalam 1 KK

Anggota keluarga yang merokok di dalam 1 KK yang dilakukan oleh Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.70 sebagai berikut :
Tabel 4.70 Distribusi Responden Anggota Keluarga yang Merokok di dalam 1 KK di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Anggota yang merokok Suami saja Anak saja suami dan anak anak, kakek/nenek, saudara Total

Jumlah Persentase 55 78% 3 4% 7 10% 5 70 8% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu di RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar anggota keluarga yang merokok di dalam 1 KK yaitu bapak/ suami

sebanyak 55 dengan persentase sebesar 78 % dari 70 reponden. 13. Usia Awal Merokok Usia awal merokok Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai dapat di lihat pada tabel 4.71 sebagai berikut :

Tabel 4.71

Distribusi Responden Menurut Usia Awal Merokok di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009.

No 1

Usia awal (tahun) < 15

Jumlah 13

Persentase 19%

2 3 4

15-25 >25 Lupa Total

43 10 4 70

61% 14% 6% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu rata-rata mulai mengkonsumsi rokok pada usia 15-25 tahun sebanyak 43 dengan persentase sebesar 61 % dari 70 responden yang memiliki kebiasaan merokok. 14. Kebiasaan Tempat Merokok Kebiasaan tempat merokok Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.72 sebagai berikut :
Tabel 4.72 Distribusi Responden Menurut Kebiasaan Tempat Merokok di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Tempat merokok Didalam rumah Diluar rumah Dalam dan luar rumah Total

Jumlah 2 7 61 70

Persentase 3% 10% 87% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar mempunyai kebiasaan merokok di dalam dan di luar rumah sebanyak 61 dengan persentase sebesar 87 % dari 100 responden yang memiliki kebiasaan merokok.

15. Jumlah rokok yang dihabiskan dalam sehari

Jumlah rokok yang dihabiskan dalam sehari Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.73 sebagai berikut :
Tabel 4.73 Distribusi Responden Menurut jumlah rokok yang dihabiskan dalam 1 hari di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Jumlah batang rokok/hari < 12 >12 tidak tentu ( kadang <12 atau >12) Total

Jumlah 17 46 7 70

Persentase 24% 66% 10% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar menghabiskan batang rokok dalam sehari lebih dari 12 batang sebanyak 46 dengan persentase sebesar 66 % dari 70 responden yang memiliki kebiasaan merokok. 16. Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pengetahuan tentang bahaya rokok Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.74 sebagai berikut :
Tabel 4.74 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No Bahya merokok 1 Ya, tahu 2 Tidak tahu Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jumlah Persentase 72 72% 28 28% 100 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 telah mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok yaitu 72% dari 100 responden. 17. Kebiasaan Mencuci Tangan sebelum Makan Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.75 sebagai berikut :
Tabel 4.75 Distribusi Responden Menurut Kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum Makan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Kebiasaan cuci tangan Ya cuci tangan Tidak cuci tangan Total

Jumlah 92 8 100

Persentase 92% 8% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar memiliki kebiasaan mencuci tangan sebesar 92 % dari 100 responden. 18. Pengetahuan Tentang Waktu Mencuci Tangan yang Tepat Waktu mencuci tangan yang tepat Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.76 sebagai berikut :
Tabel 4.76 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Tentang Waktu Mencuci Tangan yang Tepat di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu

Pantai Kecamatan Tenggarong Kartanegara Tahun 2009

Seberang

Kabupaten

Kutai

No 1 2

Waktu cuci tangan Mengerti Tidak mengerti Total

Jumlah 16 84 100

Persentase 16% 84% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar tidak mengerti tentang waktu mencuci tangan yang tepat sebanyak 84 dengan persentase sebesar 84 % dari 100 responden. 19. Cara Mencuci Tangan Yang Tepat Cara mencuci tangan yang tepat Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.77 sebagai berikut :
Tabel 4.77 Distribusi Responden Menurut Cara Mencuci Tangan yang Tepat di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir menggunakan sabun dan air tergenang Hanya menggunakan air Tidak menjawab Total

Jumlah 43 44 9 4 100

Persentase 43% 44% 9% 4% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar melakukan cara mencuci tangan menggunakan sabun dengan air tergenang

sebanyak 44 dengan persentase sebesar 44 % dari 100 responden. 20. Pengetahuan tentang Manfaat Mencuci Tangan Pengetahuan tentang manfaat mencuci tangan Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.78 sebagai berikut :

Tabel 4.78

Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Manfaat Bebas kuman Bersih Supaya tidak sakit Total

Jumlah 10 84 6 100

Persentase 10% 84% 6% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar mengerti tentang manfaat mencuci tangan yaitu agar bersih sebanyak 84 dengan persentase sebesar 84 % dari 100 responden. 21. Pengetahuan tentang 3M Plus Pengetahuan tentang 3M Plus Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.79 sebagai berikut :

Tabel 4.79 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Tentang 3M Plus di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

3M Plus Ya, Tahu Tidak tahu Total

Jumlah 38 62 100

Persentase 38% 62% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar tidak mengetahui tentang kegiatan 3M plus, sebanyak 62 dengan persentase sebesar 62 % dari 100 responden.

22. Pelaksanaan Kegiatan 3M Plus Pelaksanaan kegiatan 3M Plus Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.80 sebagai berikut :
Tabel 4.80 Distribusi Responden Menurut Pelaksanaan kegiatan 3M Plus di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Pelaksanaan kegiatan Mengerti Tidak mengerti Tidak jawab/tidak tahu Total

Jumlah 15 82 3 100

Persentase 15% 82% 3% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar responden tidak mengerti atau tidak melaksanakan kegiatan 3M plus tiap

minggunya, sebanyak 82 dengan persentase sebesar 82 % dari 100 sampel 23. Pengetahuan tentang Manfaat 3M Plus Pengetahuan tentang Manfaat 3M plus Responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.81 sebagai berikut :
Tabel 4.81 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Tentang Manfaat 3M Plus di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Pantai Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No Manfaat 3M Plus 1 Ya, tahu 2 Tidak tahu Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jumlah 23 77 100

Persentase 23% 77% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar tidak mengerti mengenai fungsi dari kegiatan 3M plus sebanyak 77 dengan persentase sebesar 77 % dari 100 responden. Hal Positif dan Negatif dari PKIP : Positif 72 % dari 100 responden mengetahui mengenai bahaya yang ditimbukan dari kebiasaan merokok Kebiasaa 92% dari 100 responden melakukan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan 84% dari 100 responden sudah mengerti tentang manfaat cuci tangan (agar bersih). Negatif Persepsi sehat

68% dari 100 responden menjawab sehat merupakan keadaan yang tidak sakit dan 52 % dari 100 responden menjawab bahwa seseorang dikatakan sakit apabila tidak dapat beraktifitas. 74% dari 100 responden tidak mengikuti kegiatan penyuluhan & masih belum bisa menjelaskan penyuluhan seperti apa 70% dari 100 responden tidak mengikuti kegiatan berolah raga/ aktivitas fisik 70 % dari 100 responden memiliki kebiasaan merokok, yang dimulai saat usia 15-25 tahun (,61 % dari 70 responden) yang dilakukan di dalam dan di luar rumah (87 % dari 100 responden) 84 % dari 100 responden masih tidak mengerti tentang waktu mencuci tangan yang tepat dan 44 % dari 100 responden masih belum mengerti tentang cara mencuci tangan yang tepat (dengan air tergenang) yang seharusnya dengan menggunakan air yang mengalir dari keran 62 % dari 100 responden masih tidak mengetahui tentang kegiatan 3M plus dan 82% dari 100 responden tidak mengerti dan tidak melaksanakan kegiatan 3M plus. Selain itu, 77 % dari 100 responden tidak mengetahui tentang manfaat dari kegiatan 3M plus.

4.1.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 1. Jumlah Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.82 sebagai berikut:
Tabel 4.82 Distribusi Responden yang bekerja di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Bekerja Ya Tidak Total

Jumlah 91 9 100

Persentase 91% 9% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar memilki pekerjaan

dengan persentase sebesar 91 % dari 100 responden.

2. Lamanya bekerja dalam sehari Jenis sektor tenaga kerja yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.83 sebagai berikut
Tabel 4.83 Distribusi Responden dengan lamanya bekerja dalam sehari di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Waktu bekerja 1-5 jam 6-8 jam >8 jam Total

Jumlah 20 33 38 91

Persentase 22% 36% 42% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar bekerja dalam

sehari selama >8 jam sebanyak 38 responden dengan persentase 42 % dari 91 responden yang bekerja. 3. Lamanya menekuni pekerjaan Lamanya pekerjaan yang ditekuni pada responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.84 sebagai berikut:
Tabel 4.84 Distribusi Responden dengan lamanya menekuni pekerjaan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Lamanya bekerja < 1 tahun 1 tahun > 1 tahun Tidak tahu/ tidak ingat Total

Jumlah 18 11 43 19 91

Responden 20% 12% 47% 21% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar menekuni pekerjaan lebih dari 1 tahun sebanyak 43 responden persentase 47% dari 91 responden yang bekerja. 4. Letak Tempat pekerjaan Tempat bekerja responden yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.85 sebagai berikut:
Tabel 4.85 Distribusi Responden dengan lokasi pekerjaan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

dengan

No 1 2

Lokasi pekerjaan Ruangan tertutup Ruangan terbuka

Jumlah 19 72

Persentase 21% 79%

Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

91

100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar bekerja di ruangan terbuka, sebanyak 72 responden dengan persentase sebesar 79% dari 91 responden yang bekerja. 5. Kondisi tempat pekerja Kondisi tempat bekerja responden yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.86 sebagai berikut:

Tabel 4.86

Distribusi Responden dengan kondisi pekerjaan di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Kondisi tempat kerja Aman dan Nyaman Panas dan berdebu Tidak aman (berhubungan dengan alat berat/mekanik) Biasa saja (office boy, pedagang warung) Total

Jumlah 29 33 1 9 91

Persentase 32% 36% 1% 11% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar kondisi tempat

pekerja yaitu panas dan berdebu, sebanyak 33 responden dengan persentase sebesar 36% dari 91 responden yang bekerja. 6. Pengetahuan tentang APD Pengetahuan tentang APD yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.87 sebagai berikut
Tabel 4.87 Distribusi Responden tentang pengetahuan APD di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No APD (Alat Pelindung Diri) 1 Ya, tahu 2 Tidak tahu Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jumlah 21 70 91

Persentase 23% 77% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2, dan RT 3 sebagian besar tidak mengetahui tentang APD, sebanyak 70 responden dengan persentase sebesar 77% dari 91 responden yang bekerja. 7. Banyaknya pekerja yang menggunakan APD Jumlah pekerja yang menggunakan APD di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.88 sebagai berikut:
Tabel 4.88 Distribusi Responden tentang pengunaan APD di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pemakai APD (Alat Pelindung Diri) Ya, memakai Tidak memakai Total

Jumlah 33 58 91

Persentase 36% 64% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2 dan RT 3 sebagian besar tidak menggunakan APD sebanyak 58 responden dengan persentase sebesar 64 % dari 91 responden yang bekerja. 8. Kelengkapan APD yang digunakan Kelengkapan APD yang digunakan responden dalam bekerja yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.89 sebagai berikut:
Tabel 4.89 Distribusi Responden tentang kelengkapan APD di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Kelengkapan APD Lengkap Tidak lengkap Tidak memakai APD Total

Jumlah 21 10 60 91

Persentase 23% 11% 66% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2 dan RT 3 sebagian besar tidak menggunakan APD, sebanyak 60 responden dengan persentase sebesar 66% dari 91 responden yang bekerja. 9. Dampak negatif pekerja Dampak negatif yang dirasakan pekerja yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.90 sebagai berikut:

Tabel 4.90 Distribusi Responden tentang dampak negatif dalam bekerja di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Sebrang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5 6

Dampak negative Menderita ISPA Menderita asam urat Lelah Kerja (pusing, pegal-pegal) Kecelakaan kerja Menderita maag Tidak ada Total

Jumlah 5 1 50 1 1 33 91

Persentase 5% 1% 55% 1% 1% 36% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2 dan RT 3 sebagian besar merasakan lelah bekerja berupa pusing, pegal-pegal dan lainnya sebanyak 50 responden dengan persentase sebesar yang bekerja. 55% dari 91 responden

Hal Positif dan Negatif dari K3 Negatif Kurangnya pengetahuan tentang fungsi dari APD, hal ini terlihat dari persentase sebesar 68% dari 91 responden pekerja tidak mengetahui fungsi dari APD. Kurangnya kesadaran dalam penggunaan APD saat bekerja, hal ini terlihat dari persentase sebesar 53% dari 91 responden pekerja tidak menggunakan APD pada saat bekerja.

4.1.7 Kesehatan Lingkungan 4.1.7.1 Air 1. Sumber Air Minum Sumber Air minum yang diperoleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4. 91 sebagai berikut :
Tabel 4.91 Distribusi Responden Menurut Sumber Air Minum di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5

Sumber air minum Air hujan Air sumur galian Air sumur bor Air sungai Air isi ulang (galon) Total

Jumlah 1 1 2 70 26 100

Persentase 1% 1% 2% 70% 26% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memperoleh air untuk minum dari air sungai, sebanyak 70 responden dengan persentase sebesar 70 % dari 100 responden. 2. Sumber Air Kebutuhan Rumah Tangga Sumber air kebutuhan rumah tangga ( mandi, cuci dan kakus ) yang diperoleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4. 92 sebagai berikut :
Tabel 4.92 Distribusi Responden Menurut Sumber Air Kebutuhan Rumah Tangga di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Sumber air untuk keperluan rumah tangga Air hujan Air smur bor Air sungai Total

Jumlah 1 2 97 100

Responden 1% 2% 97% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memperoleh air untuk keperluan rumah tangga dari air sungai sebanyak 97 responden dengan persentase sebesar 97 % dari 100 responden. 3. Kepemilikan Tempat Penampungan Air Kepemilikan tempat penampungan air oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.93 sebagai berikut :

Tabel 4.93 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan Tempat Penampungan Air di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Kepemilikan Penampungan air Ya, memiliki Tidak memiliki Total

Jumlah 85 15 100

Persentase 85% 15% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab memiliki tempat penampungan air sebanyak 85 dengan persentase 85 % dari 100 responden.

4. Frekuensi Menguras Tempat Penampungan Air dalam Seminggu Frekuensi menguras tempat penampungan air dalam

seminggu yang diperoleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.94 sebagai berikut :
Tabel 4.94 Distribusi Responden Menurut Frekuensi Menguras Tempat Penampungan Air dalam Seminggu di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Frekuensi dalam seminggu <3 3 >3 Lain-lain(tidak tentu waktunya) Total

Jumlah Persentase 51 60% 7 8% 12 14% 15 85 18% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menguras tempat

penampungan air kurang dari 3 kali dalam seminggu sebanyak 51 dengan persentase 60 % dari 85 responden yang memiliki tempat penampungan air. 5. Pengetahuan tentang Kriteria Air Bersih Pengetahuan tentang kriteria air bersih yang diperoleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.95 sebagai berikut :
Tabel 4.95 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Kriteria Air Bersih di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pengetahuan tentang kriteria air bersih Ya, mengerti tentang kriteria air bersih Tidak mengerti tentang air bersih Total

Jumlah 47 53 100

Persentase 47% 53% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak memiliki pengetahuan tentang kriteria air bersih sebanyak 53 dengan persentase 53 % dari 100 responden. 6. Cara Mengolah Air sebelum dikonsumsi Cara mengolah air sebelum dikonsumsi yang diperoleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.96 sebagai berikut :

Tabel 4.96 Distribusi Responden Menurut Cara mengolah Air sebelum dikonsumsi di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Cara keluarga mengolah air bersih untuk di konsumsi Dimasak Disuling dari PDAM Tanjung Batu Air isi ulang Total

Jumlah 84 3 13 100

Persentase 84% 3% 13% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar cara mengolah air

sebelum dikonsumsi dengan cara dimasak terlebih dulu sebanyak 84 dengan persentase 84 % dari 100 responden. Hal Positif dan Negatif dari Kesehatan Llingkungan (Air) Positif 70% dari 100 responden menggunakan air sungai sebagai sumber air minum dan memasaknya sebelum dikonsumsi (84% dari 100 responden). 97% dari 100 responden menggunakan air sungai untuk keperluan rumah tangga. Sementara itu, 85% dari 100 responden telah memiliki tempat penampungan air. Negatif 53% dari 100 responden menjawab tidak mengerti tentang kriteria air bersih.

4.7.2 Sanitasi Perumahan 1. Kepemilikan Binatang Peliharaan Kepemilikan binatang peliharaan yang diperoleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.97 sebagai berikut :
Tabel 4.97 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan Binatang Peliharaan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No

Kepemilikan hewan peliharaan

Jumlah

Persentase

1 2

Ya, memiliki hewan pelihraan Tidak memiliki hewan peliharaan Total

32 68 100

32% 68% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak memiliki binatang peliharaan sebanyak 66 dengan persentase 66 % dari 100 responden. 2. Jenis Hewan Peliharaan yang dimiliki Jenis Hewan Peliharaan yang dimiliki oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.98 sebagai berikut:

Tabel 4.98 Distribusi Responden Menurut Jenis Hewan Peliharaan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Jenis hewan peliharaan Unggas (ayam dan bebek) Mamalia (kambing, sapi dan kucing) Total

Jumlah 25 7 32

Persentase 78% 22% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memiliki unggas

sebagai hewan peliharaan sebanyak 25 dengan persentase 78 % dari 32 responden. 3. Kepemilikan Kandang untuk Hewan Peiharaan Kepemilikan kandang untuk hewan peliharaan oleh

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.99 sebagai berikut :
Tabel 4.99 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan Kandang untuk Hewan Peiharaan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Kepemilikan kandang Ya, dikandangkan Tidak dikandangkan Total

Jumlah Persentase 19 59% 13 41% 32 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memiliki kandang untuk hewan peliharaan sebanyak 19 dengan persentase 59% dari 32 responden.

4. Letak Kandang Hewan Peliharaan Letak kandang hewan peliharaan yang dimiliki oleh

responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.100 sebagai berikut :
Tabel 4.100 Distribusi Responden Menurut Letak Kandang Hewan Peliharaan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No

Letak kandang

Jumlah

Persentase

1 2 3 4

Didepan rumah Dibelakang rumah Disamping rumah Lain-lain (diladang, dikebun, dibebaskan) Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

1 13 6 12 32

3% 41% 19% 37% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar membuat kandang hewan peliharaan di belakang rumah sebanyak 13 dengan persentase 41 % dari 32 responden. Hal Positif dan Negatif dari Kesehatan Lingkungan (Sanitasi Perumahan) Positif 32% dari 100 responden memiliki hewan peliharaan dan 41% dari 32 responden yang memiliki hewan peliharaan tersebut mengandangkan hewannya di belakang rumah.

Negatif 32% dari 100 responden memiliki hewan peliharaan sehingga ada kemungkinan untuk terjadi penularan penyakit antara manusia dengan hewan. 4.1.7.3 Jamban/ WC

1. Kepemilikan Jamban / WC di Rumah Kepemilikan jamban atau WC di rumah oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.101 sebagai berikut :
Tabel 4.101 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan Jamban/WC di Rumah di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Kepemilikan jamban Ya, memiliki jamban Tidak memiliki jamban Total

Jumlah 49 51 100

Persentase 49% 51% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab tidak memiliki jamban/ WC di rumah sebanyak 51 dengan persentase 51 % dari 100 responden.

2. Lokasi Jamban dan Kamar Mandi Lokasi jamban dan kamar mandi WC oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.102 sebagai berikut :
Tabel 4.102 Distribusi Responden Menurut Lokasi Jamban dan Kamar Mandi di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Lokasi jamban dan kamar mandi Ya, jamban dan kamar mandi jadi satu Tidak disatukan antara jamban dan kamar mandi Total

Jumlah 16 33 49

Persentase 33% 67% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab memisahkan jamban dengan kamar mandi di rumah sebanyak 33 dengan persentase 67 % dari 49 responden. 3. Frekuensi Membersihkan Jamban/ WC dalam Seminggu Frekuensi membersihkan jamban atau WC oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.103 sebagai berikut:
Tabel 4.103 Distribusi Responden Menurut Frekuensi Membersihkan Jamban/ WC dalam Seminggu di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Frekuensi membersihkan jamban/WC 3 kali seminggu 2 kali seminggu 1 kali seminggu lain-lain (tidak jawab) Total

Jumlah 10 7 11 21 49

Persentase 21% 14% 22% 43% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab

membersihkan jamban/ WC satu kali dalam seminggu sebanyak 11 dengan persentase 22 % dari 49 responden. 4. Alasan Tidak Memiliki Jamban di Rumah Alasan tidak memiliki jamban di rumah oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.104 sebagai berikut :

Tabel 4.104 Distribusi Responden Menurut Alasan Tidak Memiliki Jamban di Rumah RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Alasantidak memiliki No jamban dirumah 1 Tidak ada lokasi 2 Tidak ada biaya 3 Kurang pengetahuan Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jumlah 12 33 6 51

Persentase 24% 65% 11% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak ada biaya untuk membuat jamban di rumah sebanyak 33 dengan persentase 65 % dari 51 responden. 5. Pengetahuan tentang Jamban Sehat Pengetahun tentang jamban sehat oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.105 sebagai berikut :

Tabel 4.105

Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Jamban Sehat di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Pengetahuan kriteria No jamban sehat Ya, mengetahui kriteria 1 jamban sehat Tidak mengetahui kriteria 2 jamban sehat 3 Tiadak jawab Total

Jumlah 16 67 17 100

Persentase 16% 67% 17% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak mengetahui tentang kriteria jamban sehat sebanyak 67 dengan persentase 67 % dari 100 responden. Hal Positif dan Negatif dari Kesehatan Lingkungan (Jamban / WC) Positif 67% dari 49 responden memisahkan jamban dengan kamar mandi. Negatif 51% dari 100 responden tidak memiliki jamban di rumah

dengan alasan biaya pembuatan yang mahal (65% dari 51 responden). - 67% dari 100 responden tidak mengetahui tentang kriteria jamban sehat dan 22% dari 49 responden yang memiliki jamban, membersihkan jambannya 1 kali dalam seminggu.

4.1.7.4 SPAL ( Sistem Pembuangan Air Limbah ) 1. Pengetahuan tentang SPAL

Pengetahuan tentang SPAL oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.106 sebagai berikut :
Tabel 4.106 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang SPAL di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pengetahuan tentang SPAL Ya, mengetahui tentang SPAL Tidak mengetahui tentang SPAL Total

Jumlah 8 92 100

Persentase 8% 92% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagianmenjawab tidak mengetahui tentang SPAL sebanyak 92 dengan persentase 92 % dari 100 sampel. 2. Kepemilikan SPAL Kepemilikan SPAL oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.107 sebagai berikut :
Tabel 4.107 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan SPAL di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pengetahuan tentang SPAL Ya, memiliki SPAL Tidak memiliki SPAL Total

Jumlah 0 100 100

Persentase 0% 100% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu seluruhnya menjawab tidak memiliki

SPAL sebanyak 100 dengan persentase 100 % dari 100 responden. 3. Alasan tidak Memiliki SPAL Alasan tidak memilik SPAL SPAL oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.108 sebagai berikut :
Tabel 4.108 Distribusi Responden Menurut alasan tidak memiliki SPAL di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4

Alasan tidak memiliki SPAL Tidak ada lokasi Tiadak ada biaya Kurang mengerti tentang SPAL Tidak menjawab Total

Jumlah 9 2 80 9 100

Persentase 9% 2% 80% 9% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab alasan tidak memiliki SPAL karena kurang mengerti sebanyak 80 dengan

persentase 80 % dari 100 responden. Hal Negatif dari Kesehatan Lingkungan (SPAL) 92% dari 100 responden tidak mengetahui tentang SPAL Semua (100) responden tidak memiliki SPAL karena kurangnya pemahaman responden). tentang pentingnya SPAL (80% dari 100

4.1.7.5 Pengelolaan Sampah

1. Kepemilikan Tempat Sampah di Rumah Kepemilikan tempat sampah oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.109 sebagai berikut :
Tabel 4.109 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan Tempat Sampah di Rumah di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

kepemilikan tempat pembuangan sampah Ya, memiliki tempat sampah Tidak memiliki tempat sampah Total

Jumlah 29 71 100

Persentase 29% 71% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 71 dengan persentase 71 % dari 100 responden. 2. Tempat Membuang Sampah Tempat membuang sampah yang digunakan oleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.110 sebagai berikut :

Tabel 4.110 Distribusi Responden Menurut Tempat Membuang Sampah di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No Tempat membuang sampah 1 Tempat sampah dirumah Tempat pembuangan sementara (plastik, kerdus 2 atau karung) 3 Langsung kesungai 4 Sembarang tempat Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Jumlah 0 3 92 5 100

Persentase 0% 3% 92% 5% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab membuangan sampah ke sungai sebanyak 81 dengan persentase 81 % dari 100 responen. 3. Pengetahuan tentang Cara Pengolahan Sampah yang Benar Pengetahuan tentang cara pengolahan sampah yang benar oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.111 sebagai berikut :
Tabel 4.111 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Cara Pengolahan Sampah yang Benar di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Pengetahuan cara mengolah sampah Ya, mengetahui cara pengolahan sampah Tidak mengetahuii cara pengolahan samaph Tidak menjawab Total

Jumlah 33 64 3 100

Persentase 33% 64% 3% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak mengetahui cara pengolahan sampah yang benar persentase 64 % dari 100 responden. 4. Cara Pengolahan Sampah Cara pengolahan sampah oleh oleh responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.112 sebgai berikut :
Tabel 4.112 Distribusi Responden Menurut Cara Pengolahan Sampah yang biasanya dilakukan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

sebanyak 64 dengan

No 1 2 3 4 5

Cara pengolahan sampah Jumlah Persentase Dibakar 49 49 % Ditimbun dalam tanah 3 3% Dibuang di TPA 2 2% Lain-lain ( di pisahkan sesuai jenis antara sampah kering 25 25 % dan basah ) Tidak menjawab 21 21 % Total 100 100 %

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 200

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab membakar sampah sebanyak 49 dengan persentase 49 % dari 100 responden. Hal Negatif dari Kesehatan Lingkungan (Pengelolaan Sampah) 71% dari 100 responden tidak memiliki tempat sampah di rumah sehingga segala sampah sehari – hari langsung

dibuang ke sungai. Hal ini dikarenakan responden tidak mengerti tentang pengolahan sampah sebanyak 64 % dari 100 responden. Selain itu, 64% dari 33 responden tidak dapat menjelaskan bagaimana cara pengolahan sampah yang benar yang biasanya mereka lakukan.

4.1.8 Administrasi Kebijakan Kesehatan ( AKK ) 1. Penggunaan Sarana Pelayanan Kesehatan Penggunaan sarana pelayanan kesehatan menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.113 sebagai berikut :
Tabel 4.113 Distribusi Responden Menurut Penggunaan Sarana Pelayanan Kesehatan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3 4 5 6 7

Sarana pelayanan kesehatan Puskesmas Puskesmas pembantu Posyandu Dokter praktek Rumah sakit Dukun Lain-lain(praktek bidan atau mantri) Total

Jumlah 36 43 3 7 4 1 6 100

Persentase 36% 43% 3% 7% 4% 1% 6% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menggunakan pelayanan kesehatan berupa Puskesmas

Pembantu sebanyak 43 responden dengan persentase sebesar 43 % dari 100 responden.

2. Kepemilikan Kartu Kesehatan Kartu kesehatan yang dimiliki menurut responden di RT 1, Rt 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat dilihat pada tabel 4.114 sebagai berikut:
Tabel 4.114 Distribusi Responden Menurut Kepemilikan Kartu Kesehatan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Kartu kesahatan Ya, memiliki Tidak memiliki Total

Jumlah 47 53 100

Persentase 47% 53% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak memiliki kartu kesehatan (asuransi) sebanyak 53 responden dengan persentase sebesar 53 % dari 100 responden. 3. Jenis Kartu Kesehatan Jenis kartu kesehatan yang dimiliki menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.115 sebagai berikut :
Tabel 4.115 Distribusi Responden Menurut Jenis Kartu Kesehatan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No

Jenis kartu kesehatan

Jumlah

Persentase

1 2 3 4

Askes PNS Askes Keluarga Sejahtera Jamkesmas Lain-lain (Askeskin, asuransi kesehatan perusahaan) Total
Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

3 8 27 9 47

7% 17% 57% 19% 100%

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu memiliki kartu kesehatan sebagian besar dengan jenis Jamkesmas ( Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat ) sebanyak 27 responden dengan persentase sebesar 57 % dari 47 responden yang memiliki kartu kesehatan. 4. Tingkat Kepuasan Pelayanan Kesehatan yang Diperoleh Pelayanan kesehatan yang diperoleh menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.116 sebagai berikut :
Tabel 4.116 Distribusi Responden Menurut Tingkat Kepuasan Pelayanan Kesehatan yang Didapat di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

Tingkat kepuasan Memuaskan Tidak memuaskan Tidak tahu ( tidak pernah menggunakan) Total

Jumlah 12 8 27 47

Persentase 26% 17% 57% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak

pernah menggunakan kartu kesehatan tersebut sebanyak 27 responden dengan persentase 57% dari 47 responden yang memiliki kartu kesehatan.

5. Informasi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Jaminan pelayanan kesehatan masyarakat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

menurut responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.117 sebagai berikut :
Tabel 4.117 Distribusi Responden Menurut Informasi Jaminan Pelayanan Kesehatan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pengetahuan pelayanan kesehatan jamkesmas Ya, mengetahui Tidak mengetahui Total

Jumlah 44 56 100

Persentase 44% 56% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak mengetahui adanya program dari pemerintah tentang pelayanan kesehatan berupa Jamkesmas sebanyak 56 responden dengan persentase sebesar 56 % dari 100 responden. 7. Sumber Informasi Mengenai Jaminan Kesehatan

Informasi

mengenai

jaminan

kesehatan

menurut

responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batud apat di lihat pada tabel 4.118 sebagai berikut :

Tabel 4.118 Distribusi Responden Menurut Sumber Informasi Jaminan Pelayanan Kesehatan di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2 3

sumber informasi Ketua RT tokoh Masyarakat Petugas Puskesmas/posyandu Total

Jumlah 5 32 7 44

Persentase 11% 73% 16% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 200

Tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar mendapatkan informasi mengenai jaminan kesehatan bersumber dari Tokoh Masyarakat sebanyak 32 responden dengan persentase sebesar 72 % dari 44 responden yang mengetahui adanya informasi tentang pelayanan kesehatan Jamkesmas. 8. Desa Siaga Pengetahuan informasi tentang Desa Siaga menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.119 sebagai berikut :

Tabel 4.119 Distribusi Responden Menurut Informasi tentang Desa Siaga di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No 1 2

Pengetahuan tentang desa siaga Ya, mengetahui Tidak mengetahui Total

Jumlah 10 90 100

Persentase 10% 90% 1005

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak mengetahui adanya program tentang Desa siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu tersebut sebanyak 90 responden dengan persentase sebesar 90 % dari responden. 9. Upaya Yang Dilakukan Dalam Penyembuhan Upaya yang dilakukan dalam penyembuhan menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.120 sebagai berikut:
Tabel 4.120 Distribusi Responden Menurut Upaya yang dilakukan dalam Penyembuhan Penyakit di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

100

No 1 2 3 4 5

Upaya penyembuhan Dibiarkan Obat warung Obat tradisional Kepelayanan kesehatan Lain-lain (dukun) Total

Jumlah 3 15 3 40 39 100

Persentase 3% 15% 3% 40% 39% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu saat sedang sakit lebih banyak berupaya untuk penyembuhan dengan pergi kepelayanan kesehatan sebesar 40 responden dengan persentase 40 % dari 100 responden. Hal Positif dan Negatif dari AKK Positif - 43% dari 100 responden telah menggunakan puskesmas pembantu sebagai sarana pelayanan kesehatan. Negatif 53% dari 100 responden tidak memiliki kartu kesehatan dan 27% dari 47 responden yang memiliki kartu kesehatan mengaku tidak tahu mengenai tingkat kepuasan dalam penggunaan kartu kesehatan karena tidak pernah

menggunakannya. 56% dari 100 responden tidak mengetahui mengenai informasi adanya JPKM dari pemerintah dan 32% dari 44 responden yang mengetahui informasi tersebut dari tokoh masyarakat. Selain itu, 90% dari 100 responden tidak mengetahui mengenai desa siaga.

4.1.7 Epidemiologi 1. Penyakit Yang Dialami 3 Bulan Terakhir

Penyakit-penyakit yang dialami selama 3 bulan terakhir menurut responden di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu dapat di lihat pada tabel 4.121 sebagai berikut:

Tabel 4.121 Distribusi Responden Menurut Jenis Penyakit yang dialami selama 3 bulan terakhir di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

No. 1. 2. 3. 4 5. 6.

Nama Penyakit ISPA Diare Thypus TB Paru Lain-lain (demam, muntahber dan asam urat) Tidak ada Total

Jumlah 10 7 2 2 38 41 100

Persentase 10% 7% 2% 2% 38% 41% 100%

Sumber: Data Primer Hasil Survei Penduduk PBL 1 2009

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ada di RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Tanjung Batu selama 3

bulan terakhir tidak mengalami penyakit apapun sebanyak 41 responden dengan persentase sebesar 41 % dari 100 responden. Hal Positif dari Epidemiologi 41 % dari 100 responden tidak mengalami penyakit apapun dalam 3 bulan terakhir.

4.2 PEMBAHASAN 4.2.1 Karakteristik Responden Desa Tanjung Batu terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas 3.125 Km2 dengan jumlah

penduduk di Desa Tanjung Batu 1.571 jiwa (laporan kantor desa tanjung batu,2009). Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang terdiri dari 6 RT. Penduduk Desa Tanjung Batu berjumlah 1.571 jiwa dengan pembagian penduduk laki-laki berjumlah 783 orang dan penduduk Wanita berjumlah 788 orang, dengan jumlah total 336 Kepala Keluarga. Mayoritas

pekerjaan penduduk adalah disektor informal seperti berdagang, petani, nelayan, , buruh dan lainya. Masyarakat sebagian besar bersuku Kutai . Berdasarkan hasil survei masyarakat di RT 1, RT 2 dan, RT 3 Desa Tanjung batu Pantai didapatkan gambaran bahwa sebanyak 70% responden berjenis kelamin laki-laki dari 100 responden dan perempuan sebanyak 30 % dari 100 responden. Mayoritas masyarakat Desa Tanjung Batu beragama islam sesuai dengan hasil survei yaitu sebanyak 99% responden beragama islam dari 100 responden. Pendapatan pokok masyarakat berada di atas UMR Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu

kurang dari Rp. 955.000 dengan persentase sebesar 62% dari 100 responden. Rata-rata pendidikan terakhir masyarakat Desa Tanjung Batu adalah Tamat SD sebesar 51 % dari 100 responden dengan suku terbanyak adalah Kutai.

4.2.2 Gizi Secara umum, status gizi masyarakat dapat ditentukan secara langsung maupun tidak langsung, demikian pula dengan penilaian terhadap faktor lingkungan, serta pengamatan terhadap masalah yang khas hanya pada masyarakat tertentu. (Notoatmodjo, 2003). 1. Menu makanan yang biasa dikonsumsi Menu makanan yang dikonsumsi maksudnya adalah menu makanan dalam 1 keluarga atau rumah tangga yang dikonsumsi dalam 1 hari meliputi nasi, sayur, lauk pauk, buah dan susu atau biasa disebut 4 sehat

5 sempurna. Menurut departemen kesehatan RI, setiap anggota rumah tangga dianjurkan untuk mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayur. Maksudnya dalam sehari, setiap rumah tangga dianjurkan untuk memakan 3 jenis buah yang berbeda untuk memperkaya variasi zat gizi yang terkandung dalam buah. Dan juga 2 macam sayuran yang berbeda dalam sehari atau 2 porsi dengan ukuran satu porsi sama dengan satu mangkuk sayuran segar atau setengah mangkuk sayuran matang dan sebaiknya sayuran dimakan segar atau dikukus karena jika direbus cenderung melarutkan vitamin dan mineral. Anjuran ini diberikan karena dalam sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh juga mengandung serat yang tinggi. Serat merupakan makanan yang berasal dari tumbuhan yang sangat berfungsi untuk memelihara usus. Serat tidak dapat dicerna oleh pencernaan sehingga serat tidak menghasilkan tenaga dan dibuang melalui tinja. Dari data yang ada menurut hasil survey dan observasi yang telah kami lakukan di desa Tanjung Batu, terlihat masyarakat yang ada di desa tersebut biasa mengkonsumsi makanan yang terdiri dari nasi, dan sayur dan hanya 9 dari 100 responden yang menjawab mengkonsumsi makanan seimbang atau 4 sehat 5 sempurna (nasi, lauk, sayur, buah dan susu) dalam sehari. hal tersebut terjadi dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang makanan seimbang, juga dilihat dari segi ekonomi,

keadaan mereka tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan seimbang tersebut (4 sehat, 5 sempurna) setiap harinya.selain itu ditinjau dari keadaan topografi,desa Tanjung Batu Rt 1, 2 dan 3 terdiri dari daerah pinggir sungai dan sedikit rawa-rawa yang tidak memungkinkan untuk menanam sendiri bahan pangan seperti sayur dan buah-buahan. Bahan pangan seperti itu biasanya mereka dapatkan dari tukang sayur keliling dan tidak semua makanan seimbang yang mereka butuhkan ada. Jadi, dengan keadaan yang serba seadanya dan jauh dari keramaian kota membuat mereka mengkonsumsi bahan pangan dengan seadanya yaitu nasi, sayur dan lauk pauk. 2. Garam ber-Iodium Defisiensi yodium di suatu wilayah mempengaruhi baik manusia maupun cadangan bahan pangan. Sama seperti manusia, semua jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang tidak atau hanya sedikit mengandung yodium juga mengalami kekurangan. Defisiensi yang berlangsung lama akan menggangu fungsi kelenjar tiroid, yang secara perlahan menyebabkan kelenjar ini membesar sehingga menyebabkan gondok. Rendahnya kadar hormon tiroid dalam aliran darah juga menyebabkan penghambatan pertumbuhan serta perkembangan manusia. Garam ber-Iodium merupakan salah satu masalah yang ada di desa tanjung batu. Permasalahan ini meliputi tentang pengetahuan responden mengenai manfaat garam ber-Iodium dan juga saat yang tepat untuk

pemasukan garam tersebut ke dalam sayuran. Dari data hasil survey dan observasi diketahui bahwa dari 100 responden hanya 33 responden yang menjawab bahwa mereka mengetahui manfaat dari penggunaan garam ber-Iodium, 33 responden ini menjawab garam ber-iodium berfungsi untuk mencegah gondok dan 67 responden menjawab tidak tahu mengenai

manfaat atau fungsi dari garam ber-Iodium. Sedangkan mengenai saat yang tepat dalam pemasukan garam berIodium ke dalam sayuran juga merupakan permasalahan gizi yang ada di desa tersebut.pemasukan garam ber-Iodium yang tepat, sebenarnya dilakukan pada saat sayuran telah matang dan kompor telah dimatikan. Dari 100 responden , hanya 27 yang menjawab memasukkan garam berIodium ke dalam sayuran setelah sayuran matang. Jadi, masih ada 72 reponden yang menjawab memasukkan garam ber-iodium sebelum sayuran matang dan 1 responden yang menjawab tidak tahu tentang saat yang tepat dalam pemasukan garam ber-Iodium ke dalam sayuran. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka tentang garam ber-Iodium dan bagaimana cara pengelolaan garam ber-Iodium yang tepat ke dalam sayuran.

3. Konsumsi makanan instan Makanan instan adalah makanan mentah yang belum matang tetapi siap untuk dikonsumsi namun dalam pengkonsumsiannya membutuhkan pemasakan terlebih dahulu, yang termasuk kedalam makanan instan

adalah mie instan dan sarden. Dalam observasi dan survey yang diadakan di desa Tanjung Batu, makanan instan juga merupakan salah satu masalah yang ada di desa tersebut. Dari 100 responden yang kami wawancarai, ada 77 responden yang menjawab bahwa mereka biasa mengkonsumsi makanan instan dalam 1 hari. Dan rata-rata mereka mengkonsumsi makanan instan seperti mie dan sarden tersebut lebih dari 3 kali dalam seminggu, terbukti dengan 42 dari 100 responden yang menjawab bahwa merekka biasa mengkonsumsi makanan instan lebih dari 3 kali dalam seminggu. Alasan mereka mengkonsumsi makanan instan tersebut

dikarenakan penyajiannya yang cepat (tidak memakan waktu lama), selain itu makanan instan merupakan makanan yang praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak (hemat biaya). Selama masa

pengkonsumsian itu, mereka juga tidak mengetahui dampak dari pengkonsumsian makanan instan, terlihat dari 100 responden yang kami tanya, hanya 36 responden yang menjawab bahwa mereka mengerti tentang bahaya dari pengkonsumsian makanan instan, mereka menjawab makanan instan mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang dapat mengancam hidup seseorang. Mereka mengatakan hal tersebut didasarkan dari informasi yang mereka dapatkan dari Televisi. Sedangkan 64 responden yang menjawab tidak mengerti tentang bahaya pengkonsumsian makanan instan menyebutkan bahwa makanan

instan tersebut tidak dapat membahayakan dirinya, jawaban dari responden tersebut akibat ketidaktahuan mereka tentang makanan instan dan bahayanya. Selain itu,tidak ada instansi ataupun upaya pemerintah dalam pengadaan penyuluhan bagi masyarakat pinggiran seperti

masyarakat di Desa Tanjung Batu. 4. ASI Eksklusif ASI eksklusif adalah pemberian asi saja tanpa memberikan tambahan makanan atau miniman lain. Sedangkan ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air susu ibu pertama berupa cairan berwarna kekuningan (kolostrum), yang sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit. Di desa Tanjung Batu ini, ASI merupakan salah satu masalah. Apalagi tentang pengetahuan terhadap ASI, terbukti dari 14 orang ynag memiliki bayi hanya 6 orang yang mengerti terhadap ASI dan juga pemberiannya. Selain itu, responden juga kurnag mengtahui mengenai manfaat pemberian ASI Eksklusif kepada bayi, hal tersebut dapat disimpulkan melihat ada 7 responden dari 14 responden yang mengerti tentang manfaat pemberian ASI Eksklusif. Dan juga mengenai pemberian ASI eksklusif, hasil survey kepada responden Desa Tanjung Batu meyebutkan bahwa dari 14 responden, hanya 4 responden yang memberikan ASI eksklusif.

4.2.3 Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Setiap orang tua merindukan memiliki anak yang sehat dan cerdas. Untuk itu calon bayi perlu dirawat sejak dalam kandungan bahkan sebelum terjadinya pembuahan itu sendiri. Kondisi kesehatan (fisik dan mental) calon ibu jauh sebelum hamil bahkan semasa remaja merupakan prasyarat bayi yang sehat dan cerdas. Usia pertama kehamilan para ibu di Desa Tanjung Batu RT 1, RT 2 dan RT sebagian besar hamil pada usia < 20 tahun sebanyak 59 responden dengan persentase 69% dari 86 responden yang

pernah/sedang hamil. Kehamilan pada usia remaja menjadi salah satu masalah yang cukup pelik. Data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun, di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun, di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. Padahal hal itu sangatlah berbahaya. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. Kehamilan pada usia remaja menjadi salah satu masalah yang cukup pelik. Data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun, di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia

20 tahun, di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. Padahal hal itu sangatlah berbahaya. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, serta adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Berikut ini beberapa risiko yang ditanggung ibu dan anak pada kehamilan di usia remaja: Resiko bagi ibu 1. Anemia kehamilan/kekurangan zat besi 2. Mengalami pendarahan 3. Kemungkinan keguguran 4. Persalinan lama dan sulit 5. Kematian ibu Resiko bagi bayi 1. Persalinan premature 2. Berat badan lahir rendah 3. Cacat bawaan Hamil pertama yang baik adalah Saat berusia 20-an, kondisi fisik perempuan sangat prima, dan mengalami puncak’ kesuburan. Kelebihan hamil saat berusia 20-an, adalah:

Risiko keguguran minim. Hal ini disebabkan karena sel telur relatif muda, sehingga ‘kuat’ meski pada trimester pertama.

Kualitas sel telur yang baik memperkecil kemungkinan bayi lahir cacat, akibat ketidaknormalan jumlah kromosom.

Perempuan muda lebih tahan terhadap keluhan kesehatan selama hamil.

Kehamilan

di

usia

muda

memungkinkan

perempuan

aktif

mengasuh dan membesarkan anak dalam waktu yang cukup panjang. Pada saat hamil ibu perlu melakukan pemeriksaan kehamilan,untuk mengetahui kondisi perkembangan janin didalam perut. Menurut survey masyarakat dDesa Tanjung Batu RT 1, RT 2 dan RT3 sebagian besar tidak mengetahui tentang pemeriksaan kehamilan rutin sebanyak 42 responden dengan persentase sebesar 49% dari 86 responden yang pernah/sedang hamil. Responden juga tidak rutin melakukan pemeriksaan kehamilan pada setiap anak mereka, hanya sebagian responden yang melakukan pemeriksaan lengkap yaitu 42 responden dengan persentase 49% dari 86 responden yang pernah/sedang hamil. Pemeriksaan kehamilan dibagi 4: Pemeriksaan kehamilan pertama dilakukan pada akhir minggu ke 16 (bulan keempat kehamilan) untuk melihat adanya penyakit (anemia,

penyakit menular seksual, malaria). Dianjurkan pemberian tablet zat besi dan imunisasi TT pertama pada ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan kedua dilakukan pada bulan ke 6 atau ke 7 dari kehamilan. Pada saat tersebut diberikan imunisasi TT kedua. Pemeriksaan kehamilan ketiga dilakukan pada bulan ke 8, untuk kemungkinan keracunan kehamilan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kaki dan tangan (ada atau tidaknya pembengkakan), keluhan pusing dan pandangan kabur, serta mulai merencanakan tempat dan penolong persalinan. Pemeriksaan keempat dilakukan pada bulan ke 9, yaitu dengan memeriksa posisi atau letak bayi dan sekali lagi memastikan tempat dan penolong persalinan. Makan makanan bergizi yang seimbang. Menghindarkan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok serta minuman beralkohol. Menjaga kebersihan. Menjaga kestabilan emosi (jangan mudah marah, murung, upayakan selalu ceria). Pemeriksaan Umum Wanita Hamil Tes Urin. Pemerikasaan dilakukan dengan mengambil contoh air seni kemudian dilakukan pemerikasaan yang bertujuan untuk memastikan adanya kehamilan, Mendeteksi kemungkinan adanya gangguan

ginjal, diabetes dan pre-eklamsia. Pemerikasaan dilakukan pada kunjungan pertama dan trimester kedua. Tes darah. Bertujuan untuk mengetahui golongan darah dan faktor Rhesus (Rh), mendeteksi adanya anemia sejak dini, agar tidak terjadi berkepanjangan dan mencegah bayi tertular hepatitis B, sifilis, atau HIV. Ketidaksesuai Rhesus ANda dan pasangan dapat mengancam kelangsungan hidup janin. Pemeriksaan dilakukan pada kunjungan pertama, bila sebelumnya sudah pernah dilakukan pemeriksaan, tes ini tidak perlu diulangi. Ultrasonografi. Untuk mengetahui pertumbuhan janin, kondisi kehamilan, kondisi dan letak plasenta serta perkembangannya, jumlah janin yang dikandung (kembar atau tidak), mengetahui jenis kelamin, normal tidaknya gerakan janin, ada tidaknya kelainan genetik dan ada tidaknya denyut jantung. Pemeriksaan pertama saat usia kehamilan 16 minggu dan bisa diulang pada kunjungan berikutnya. Pengukuran berat badan. memantau kesehatan ibu melalui

pertambahan berat badan. pertambahan berat badan berlebihan bisa memicu pre-eklamsia. Jika berat badan sebelum kehamilan

berlebihan, sebaiknya kenaikan berat badan sebanyak 6-9 kg. Jika normal sebaiknya berat badan naik sebesar 9-12 kg. dan apabila berat badan kurus kenaikan boleh mencapai 12-16 kg. kehamilan kembar membuat peningkatan berat badan lebih banyak lagi.

-

Tekanan darah. Pemeriksaan menggunakan tensi meter. tujuan pemerikasan tekanan darah untuk mendeteksi adanya pre-eklamsia. peningkatan tiba-tiba tekanan darah lebih dari 30 pada sistolik dan 15 pada diastolik menunjukkan gejala pre-eklamsia. Pada kehamilan tekanan darah cenderung turun tapi setelah usia kehamilan 20-32 minggu, tekanan darah kembali normal. Saat kondisi normal tenanan darah 60-80 mmHg dan sistolik 90-120 mmHg. Pemeriksaan dilakukan masing-masing satu kali setiap semester dan dua kali pada trimester ketiga.

-

Tes

gula

darah.

mengetahui

kadar

gula

selama

kehamilan.

peningkatan kada gula sebenarnya normal tapi bila terlalu tinggi dan menetap kemungkinan hiperglikemia. Pemeriksaan dilakukan pada umur kehamilan 24 minggu dan bila didapat kadar gula lebih dari 140gr/dl disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Masyarakat desa Tanjung Batu di RT 1, RT 2 dan RT 3 melakukan persalinan tidak dipelayanan kesehatan melainkan di rumah atau tempat praktek dukun beranak, sebanyak 74 responden dengan persentase 86% dari 86 responden yang hamil. Dan sebagian besar persalian di bantu oleh dukun sebesar 40 responden dengan persentase 47% dari 86 responden. Hal ini disebabkan pelayanan kesehatan yang jauh dan akses ketempat pelayanan kesehatan yang cukup sulit. Pelayanan kesehatan terdekat

hanya puskesmas pembantu dengan 1 tenaga kesehatan yaitu seorang mantra, pusban ini tidak memiliki fasilitas lengkap sehingga jika terjadi

sesuatu hal yang gawat darurat maka akan dirujuk ke puskesmas pusat, yaitu puskesmas teluk dalam . Pemeriksaan pasca persalinan diperlukan untuk mengontrol kondisi kesehatan ibu, di Desa Tanjung Batu RT 1, RT2 dan RT3 para responden belum memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri pasca persalinan, sebanyak 49 responden dengan persentase 57% dari 86 responden Perawatan ibu setelah melahirkan: Melakukan perawatan payudara untuk membantu keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya (memperlancar dan memperbanyak ASI) Makan hidangan bergizi terutama yang mengandung banyak zat besi. Jika dirasakan kurang maka perlu mengkonsumsi tablet besi yang dosisnya menurut anjuran petugas medis. Menjaga kebersihan diri, tetapi sebaiknya tidak melakukan cara-cara tradisional yang berbahaya misalnya meletakkan abu yang sudah dipanaskan pada luka vagina. Melakukan senam secara teratur setelah persalinan. Melakukan pemeriksaan pasca persalinan kepada mereka yang ahli. Setelah memiliki anak pertama para pasangan biasanya akan kembali memprogramkan untuk memiliki anak lagi. Jarak kehamilan yang baik adalah 3 tahun atau lebih, karena rahim telah kembali pada keadaan maksimal dan siap dihuni oleh janin kembali. Responden di Desa Tanjung

Batu RT 1, RT 2 dan RT 3 < 3 tahun sebanyak 26 dengan persentase 43% dari 100 responden. Para orang tua yang memiliki Bayi /balita setiap bulan harus memeriksakan anaknya ke posyandu untuk mengetahui perkembangan kesehatan anak mereka. Responden diDesa Tanjung Batu rt1, rt2 dan rt 3 sebagian besar tidak memeriksakan anak mereka ke posyandu, sebesar 45 responden dengan persentase 48% dari 86 responden. Perkembangan bayi/balita mereka akan dicatat dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) . responden juga belum memiliki pengetahuan tentang btasan usia anak dibawa ke posyandu yaitu sebesar 62 responden dengan persentase 72% dari 86 responden. Anak dibawa keposyandu setiap bualan sampai mereka berusia 5 tahun, dimana usia 0-5tahun adalah masa

perkembangan yang sangat penting bagi mereka, mka dari itu dibutuhkan perhatian bagi kesehtan mereka. Agar anak tetap sehat dan jauh dari penyakit, maka perlu dilakukan imunisasi. Masyarakat diDesa Tanjung Batu rt1, rt2 dan rt3 sebagian besar tidak membawa anak mereka keposyandu untuk memperoleh imunisasi sebesar 41 responden dengan persentase 48% dari 86 responden.

Responden diDesa Tanjung Batu RT 1, RT 2 Dan RT 3 sebagian besar tidak memberikan imunisasi kepada anak mereka. Responden yang memberikan imunisasi kepada anaknya banyak juga yang tidak lengkap. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dari responden tentang pentingnya imunisasi, serta sugesti yang menyatakan imunisasi membuat anak sakit (panas) padahal hal tersebut wajar sebagai efek dari imunisasi, namun jika dalam taraf biasa.

Konsep Dasar Imunisasi
A. Pengertian Imunisasi Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti unuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam ubuh melalui suntikan seperti vaksin BCG, DPT, Campak, dan melalui mulut seperti vaksin polio. B. Tujuan Imunisasi Tujuan diberikan imunisasi adalah diharapkan anak menjadi kebal terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit tertentu. C. Jenis Imunisasi Imunisasi dibagi menjadi dua yaitu ; a. Imunisasi Aktif

Merupakan pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik yang akan menghasilkan respon seluler dan humoral serta dihasilkannya sel memori, sehingga apabila benar – benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat dapat merespons. Dalam imunisasi aktif terdapat empat macam kandungan dalam setiap vaksinnya antara lain ; 1. Antigen merupakan bagian dari vaksin yang berfungsi sebagai zat atau mikroba guna terjadinya semacam infeksi buatan dapat berupa poli sakarida, toksoid atau virus dilemahkan atau bakteri dimatikan.

2. Pelarut dapat berupa air steril atau juga berupa cairan kultur jaringan. 3. preservatif, stabiliser, dan antibioika yang berguan untuk menghindari tubuhnya mikroba dan sekaligus untuk stabilisasi antigen.

4. Adjuvan yang terdiri dari garam alumunium yang berfungsi untuk menungkatkan imunogenitas antigen. b. Imunisasi Pasif Merupakan pemberian zat ( imunoglobulin ) yaitu suatu zat yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat beasal dariplasma manusia atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masukke dalam tubuh yang terinfeksi.

Imunisasi Yang Diwajibkan : 1. Hepatitis B 2. BCG ( Bacillus Calmette Guerine ) 3. DPT ( Difteri Pertusis Tetanus )

4. Polio 5. Campak Imunisasi Yang Dianjurkan : 1. Varisela / cacar air 2. Hepatitis A 3. Tifoid ( Suntik / Oral) 4. MMR ( Measles, Mumps, dan Rubela ) 5. HIB ( Haemophilus Influenza Tipe B )

4.2.4 Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. (UU Kesehatan No. 23 tahun 1992). Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental, dan social yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau

kelemahan saja. (WHO 1947 dan UU Pokok Kesehatan No. 9 Tahun 1960). Berdasarkan hasil survei di RT 1, Rt 2, RT 3 di Desa Tanjung Batu masih terdapat 68 % dari 100 responden yang memilki persepsi bahwa sehat hanya sebatas tidak sakit. Hal ini menggambarkan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai konsep sehat dimana sehat tidak hanya sebatas pengertian tidak sakit, tetapi suatu kondisi

tubuh yang sehat secara fisik, sehat secara rohani dan sosial sehingga dapat melakukan kegiatan yang produktif. Sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktivitas seharihari, baik aktivitas sehari-h diari, baik aktivitas jasmani, rohani, dan social. ( Perkin, 1937 ) Sakit adalah tidak adanya keselarasan antara lingkungan dengan individu. ( Reverlly, 1998 ). Berdasarkan hasil survei di RT 1, 2 dan 3 Desa Tanjung Batu masih terdapat 52 % dari 100 responden yang memilki persepsi bahwa sakit hanya sebatas badan merasa tidak nyaman. Hal ini

menggambarkan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai konsep sakit dimana sakit tidak hanya sebatas pengertian badan merasa tidak nyaman, tetapi suatu gangguan pada sistem tubuh sehingga seseorang tidak dapat beraktifitas baik secara jasmani, rohani, dan sosial.

1. Penyuluhan Dalam hal pendidikan melalui penyuluhan masyarakat di Desa Tanjung Batu juga termasuk rendah. Dari hasil survey yang kami lakukan, dapat dilihat bahwa minat masyarakat untuk mengikuti penyuluhan sangat rendah. Kebanyakan mereka lebih mementingkan pekerjaannya, sehingga jika ada penyuluhan yang dilaksanakan mereka tidak hadir. Padahal ada

cukup banyak penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Tanjung Batu, tidak hanya mengenai kesehatan, tetapi juga dari sector lain seperti tentang pertanian dan lain-lain. Beberapa masyarakat juga mengaku bahwa mereka mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang diadakan tersebut, namun mereka tidak bisa menjelaskan kembali intisari dari penyuluhan tersebut. Mereka hanya mengingat dengan jelas penyuluhan berupa pengobatan gratis, karena mereka menganggap pengobatan gratis tersebut berdampak nyata bagi mereka. 2. Kebiasaan berolahraga Untuk hal aktivitas fisik, misalnya olahraga, masyarakat di Desa Tanjung Batu juga memiliki minat yang rendah. Walaupun telah tersedia beberapa sarana untuk berolahraga, misalnya senam aerobik dan jantung sehat yang diadakan ibu-ibu PKK setiap minggunya 2 kali, kemudian sarana lainnya yaitu tersedianya lapangan futsal dan lapangan tenis. Masyarakat juga mengaku sering melakukan olahraga dengan beraktivitas harian, seperti berjalan keliling kebun, sekitar desa, namun sangat disayangkan karena hanya beberapa warga yang melakukan aktivitas fisik tersebut. Pentingnya aktivitas fisik adalah untuk pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. 3. Kebiasaan merokok

Masyarakat di Desa Tanjung Batu telah memiliki kebiasaan merokok pada usia dini. Dari hasil survey yang kami lakukan, terdapat sekitar 70% masyarakat yang merokok aktif, walaupun mereka telah cukup mengerti bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok mereka, namun mereka masih melakukannya tanpa berpikir resionya ke depan. Selain itu mereka juga belum paham mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satu poinnya adalah merokok di luar rumah. Jadi, mereka masih terbiasa merokok di sembarang tempat dan tidak memperhatikan orang sekitarnya. Seharusnya, setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah 4. Kebiasaan Mencuci tangan dengan benar Masyarakat di Desa tanjung Batu sudah memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (92 % responden), namun dalam pelaksanaannya sebagian besar masih belum mengerti tentang cara mencuci tangan yang benar yaitu menggunakan sabun dengan air tergenang 44 % responden, sedangkan cara mencuci tangan yang benar yaitu cuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun, kemudian bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan, setelah itu keringkan dengan lap bersih (PHBS,Buku Panduan Dinkes). Sebaiknya para kader/aparatur pemerintahan Desa Tanjung Batu memanfaatkan setiap kegiatan dan kesempatan di desa Tanjung Batu untuk memberikan penyuluhan tentag pentingnya perilaku cuci tangan, misalnya melalui penyuluhan kelompok di posyandu setempat, arisan,

pengajian, dan kunjungan rumah dari kader-kader posyandu yang ada. Bisa diadakan kegiatan gerakan cuci tangan bersama untuk menarik perhatian masyarakat, misalnya pada peringatan hari-hari besar

kesehatan atau ulang tahun kemerdekaan. 5. Kegiatan 3M plus Masyarakat sebagian besar tidak mengerti mengenai kegiatan 3M plus sehingga tidak melakukan kegiatan 3M plus (responden 82 %), kurangnya kesadaran akan manfaat kegiatan 3M plus, sehingga masyarakat sebagian besar tidak melaksanakannya. Seharusnya kader/ aparatur pemerintahan Desa Tanjung Batu memanfaatkan setiap kesempatan di desa setempat untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) dan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) pada warga Desa Tanjung Batu. PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya. Sedangkan 3M plus adalah 3 cara plus yang dilakukan pada saat PSN, yaitu menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung, kemudian menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak control, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat

menampung air hujan, kemudian mengubur atau menyingkirkan baranbarang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng

bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/ gelas akua, plastik kresek, dll). Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu: menggunakan kelambu ketika tidur memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk: bakar, semprot, oles/ diusap ke kulit, dll. kamar mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai memperbaiki saluran dan talang air yang rusak menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempattempat yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air, misalnya ikan cupang, ikan nila, dll menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, Zodia, Lavender, Rosemerry, dll. menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam

4.2.5 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, mental dan sosial melalui usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit/gangguan keehatan akibat pekerjaan.lingkungan kerja penyakit umum.

Pendapat lain tentang keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan.

Keselamatan kerja ini mempunyai sasaran segala tempat kerja, baik di darat, laut, di dalam tanah, di permukaan air dan di udara. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi baik barang maupun jasa. ( Suma’mur, 1994 ) Secara umum pengertian kesehatan dan keselamatan kerja adalah segala upaya untuk mengendalikan resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Secara filosofis, k3 merupakan upaya dan pemikiran guna menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani ataupun rohaniah manusia pada umumnya dan pekerja pada khususnya serta hasil karya dan budaya manusia. Berdasarkan hasil survei di RT 1, 2 dan 3 Desa Tanjung Batu Pantai responden yang bekerja sebesar 91% dari 100 responden. Dengan lama bekerja rata-rata selama lebih dari 8 jam sebesar 51% dari 91 responden. Dari 91 responden sebesar 64% bekerja di ruang terbuka dengan ratarata responden mengatakan kondisi tempat bekerja dirasakan panas dan berdebu sebesar 36%. Dari kondisi tersebut memberikan dampak negatif yang ditimbulkan berupa lelah dalam bekerja sebesar responden. 55% dari 91

Dalam bekerja terutama di ruang terbuka sangat dibutuhkan sekali menggunakan APD. Yang mana pengertian APD itu sendiri merupakan seperangkat alat yang digunakan pekerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari potensi bahaya/ kecelakaan kerja. Ada banyak hambatan dalam pemakaian APD yaitu tidak nyaman digunakan dalam waktu lama, tidak praktis/fleksibel dipakai, menghambat atau membatasi gerakan bekerja, dan cepat lelah serta mengurangi efisiensi kerja ( Sugandi, 2003) Kurangnya pengetahuan tentang APD dari 91 responden sebesar 64%. Sehingga dari 91 responden, kurangnya kesadaran tentang APD sebesar 53%. Penggunaan APD harus lengkap sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing. Walaupun Fungsi APD itu sendiri tidak secara sempurna melindungi tubuh, tetapi dapat mengurangi keparahan yang mungkin terjadi.

4.2.6 Kesehatan Llingkungan 4.2.6.1. Air Definisi air minum menurut PERMENKES No.416/MENKES/PER/IX/ 1990 Pasal I adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Syarat air minum yang sehat dan dapat langsung diminum yaitu : Syarat fisik (tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna dan jernih). Syarat kimiawi (sisa chlor 0,2-0,5 ppm dan pH 6,5-8,2).

-

Syarat bakteriologis (MPN coliform tinja maksimal 0/100 cc dan MPN total coliform maksimal 0/100 cc).

-

Syarat Radioaktif (air tidak boleh melebihi Nilai Ambang Batas) a.pengolahan air dengan cara desinfektan b. pengolahan air secara tidak lengkap c. pengolahan air secara lengkap

-

Asal sumber air : a. Air dari mata air di pegunungan b. Air danau c. Air sungai d. Air sumur e. Air hujan, dll (Waryati, 2006). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan

bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab memperoleh air untuk minum dari air sungai sebanyak 70 dengan persentase 70 % dari 100 sampel. Kemudian mereka juga menjawab sebagian besar memperoleh air untuk keperluan rumah tangga dari air sungai sebanyak 97 dengan persentase 97 % dari 100 sampel. Padahal kondisi air tersebut secara fisik memang tidak berbau dan tidak berasa tetapi warnanya agak keruh. Biasanya responden memberi obat air bubuk untuk mengendapkan air sungai tersebut. Cara pemakaiannya yaitu segenggam tangan untuk satu tong besar lalu

didiamkan selama 6 jam untuk mengendapkan kotorang – kotoran yang ada di air tersebut. Tempat penampungan air khususnya untuk air minum (air hujan dan sungai), dapat dibedakan menjadi: 1. Penampungan Air Hujan Air hujan dapat ditampung di dalam suatu dam (danau buatan), kemudian di sekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali. Air hujan juga dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen, dan di sekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan. Di sekitar bak tersebut dibuat saluran keluar untuk pengambilan air. Air hujan, baik yang berasal dari sumur (danau) dan bak penampung belum terjamin secara bakteriologik, sehingga perlu pemasakan misalnya merebus air tersebut. 2. Penampungan Air Sungai Air sungai dialirkan dalan satu bak penampungan I, melalui saringan kasar. Kemudian, air dialirkan ke bak penampungan II yang dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini lalu dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab memiliki tempat penampungan air dari air sungai berupa tong kecil, tong besar, drum plastick, drum besi dan ember sebanyak 85 dengan persentase 85 % dari 100 sampel.

Sedangkan sebagiannya hanya mengabil air dengan mesin pompa air jika mereka membutuhkan. Sehingga listrik yang aktif memang diperlukan sekali namun ketersediaan listrik di Desa Tanjung Batu ini sendiri memang aktif 24 jam karena adanya PLTGU di desa tersebut. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menguras tempat penampungan air kurang dari 3 kali dalam

seminggu sebanyak 62 dengan persentase 62 % dari 100 sampel.

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital karena tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air (60%). Menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 416/MENKES/PER/IX/1990, yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang, kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Syarat-syarat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari (Onny, 1996) : 1. Syarat Fisik, diwujudkan dalam bentuk tidak keruh, tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa. 2. Syarat Biologis, diwujudkan dalam bentuk jumlah mikroorganisme patogen dan non patogen. 3. Syarat Kimiawi, diwujudkan dalam bentuk tidak boleh mengandung berbagai bahan kimia melebihi Nilai Ambang Batas.

4. Syarat Radioaktif, diwujudkan dalam bentuk bebas dari pencemaran radioaktif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak memiliki pengetahuan tentang kriteria air bersih sebanyak 53 dengan persentase 53 % dari 100 sampel. Menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.

416/MENKES/PER/IX/1990, yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang, kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. a.pengolahan air dengan cara desinfektan b. pengolahan air secara tidak lengkap c. pengolahan air secara lengkap Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar cara mengolah air sebelum dikonsumsi dengan cara dimasak terlebih dulu sebanyak 84 dengan persentase 84 % dari 100 sampel. 4.2.6.2 Sanitasi Perumahan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak memiliki binatang peliharaan sebanyak 66 dengan persentase 66 % dari 100 sampel.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memiliki unggas sebagai hewan peliharaan sebanyak 25 dengan persentase 78 % dari 32 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar memiliki kandang untuk hewan peliharaan sebanyak 19 dengan persentase 59,4 % dari 32 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar membuat kandang hewan peliharaan di belakang rumah sebanyak 13 dengan persentase 41 % dari 32 sampel.

4.2.6.3 Jamban / WC Untuk mencegah sekurang-kurangnya mengurangi kontaminasi tinja terhadap lingkungan, maka pembuangan kotoran manusia harus dikelola dengan baik, maksudnya pembuangan kotoran harus disuatu tempat tertentu atau jamban yang sehat. Suatu jamban yang disebut sehat untuk daerah pedesaan apabila memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut: a. Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban tersebut. b. Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya. c. Tidak mengotori air tanah sekitarnya.

d. Tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang-binatang lainnya. e. Tidak menimbulkan bau f. Mudah digunakan dan dipelihara (maintanance)

g. Sederhana desainnya h. Murah i. Dapat diterima oleh pemakainya. Agar persyaratan-persyaratan ini dapat dipenuhi, maka perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut: 1. Sebaiknya jamban tersebut tertutup, artinya bangunan jamban terlindung dari panas dan hujan, serangga dan binatang-binatang lainnya, terlindung dari pandangan orang (pravacy) dan sebagainya. 2. Bangunan jamban sebaiknya mempunyai lantai yang kuat, tempat berpijak yang kuat dan sebagainya. 3. Bangunan jamban sedapat mungkin ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu pandangan, tidak menimbulkan bau dan

sebagainya. 4. Sedapat mungkin disediakan air pembersih seperti air atau kertas pembersih (Notoatmodjo, 2003). Menurut Azwar (1999), persyaratan jamban yang sehat adalah bentuk atau model leher angsa, lantai pijak kuat, dan lantai tersebut tidak licin. Tipe – tipe jamban sesuai dengan teknologi pedesaan antara lain : 1. Jamban Cemplung, Kakus (Pit Latrine)

2. Jamban Empang (fishpond latrine) 3. Jamban Pupuk (the compost privy) 4. Jamban Leher Angsa dengan septic tank. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab tidak memiliki jamban/ WC di rumah sebanyak 51 dengan persentase 51 % dari 100 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab memisahkan jamban dengan kamar mandi di rumah sebanyak 33 dengan persentase 64, 35 % dari 49 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar menjawab membersihkan jamban/ WC satu kali dalam seminggu sebanyak 11 dengan persentase 22 % dari 49 sampel a. Alasan tidak punya jamban

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak ada biaya untuk membuat jamban di rumah sebanyak 33 dengan persentase 64,7 % dari 51 sampel. b. Pengetahuan ttg jamban sehat

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian

menjawab tidak mengetahui tentang kriteria jamban sehat sebanyak 67 dengan persentase 67 % dari 100 sampel

4.2.6.4 SPAL Air buangan adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum dan mengandung zat atau bahanbahan yang membahayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan (Kusnoputro, 1983). Suatu perencanaan rumah harus dapat menyediakan saluran pembuangan air limbah, seperti got/saluran yang dapat meneruskan air ke jaringan drainase. Fasilitas resapan dikembangkan di daerah-daerah yang mempunyai tingkat permeabilitas tinggi dan secara teknis pengisian air tanah ini tidak menganggu stabilitas geologi. Fasilitas resapan dapat berupa parit, sumur dan kolam. Parit adalah saluran yang disediakan untuk membuang aliran air dari perkerasan jalan bahu jalan, dan slope galian, dan timbunan. Sedangkan pipa merupakan saluran yang berfungsi untuk membawa air dari parit, sehingga dapat dialirkan lebih tepat pada tempat pembuangan limbah. Sumur resapan pada dasarnya sebuah tempat dengan membuat lubang-lubang galian di kebun halaman serta memanfaatkan sumur-sumur yang tidak terpakai sebagai penampungan air (Suripin, 2004). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu

sebagianmenjawab tidak mengetahui tentang SPAL sebanyak 92 dengan persentase 92 % dari 100 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu seluruhnya menjawab tidak memiliki SPAL sebanyak 100 dengan persentase 100 % dari 100 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab alasan tidak memiliki SPAL karena kurang mengerti sebanyak 80 dengan persentase 80 % dari 100 sampel Sampah adalah setiap bahan/material yang untuk sementara tidak dapat dipergunakan lagi dan harus di buang atau di musnahkan. Jenisjenis sampah menurut asalnya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sampah buangan rumah tangga Sampah buangan pasar atau tempat-tempat umum Sampah buangan jalanan Sampah industri Sampah organik Sampah anorganik Sampah kering Sampah basah Usaha untuk mengurangi sumber sampah baik dari segi kuantitas maupun kualitas dengan cara :

1. Meningkatkan pemeliharaan dan kualitas barang sehingga tidak menjadi sampah 2. Meningkatkan efesiensi pengunaan bahan baku 3. Meningkatkan penggunaan bahan yang dapat terurai secar alamiah, misalnya pembungkusan plastik diganti dengan pembungkus kertas. Semua usaha ini diperlukan kesadaran masyarakat serta peran sertanya. Pengelolaan sampah yang baik, bukan saja untuk kepentingan kesehatan tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Pengelolaan sampah meliputi pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah. Untuk daerah pedesaan pada umumnya sampah dapat dikelola oleh masing-masing keluarga, tanpa memerlukan TPS, maupun TPA. Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya didaur ulang menjadi pupuk. Pemusnahan atau pengolahan sampah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut : a. b. c. Ditanam (Landfill) Dibakar (Inceneration) Dijadikan pupuk (Composting) (Notoatmodjo, 2003 ). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak memiliki tempat pembuangan sampah sebanyak 71 dengan persentase 71 % dari 100 sampel.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab membuangan sampah ke sungai persentase 81 % dari 100 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab tidak mengetahui cara pengolahan sampah yang benar sebanyak 64 dengan persentase 64 % dari 100 sampel. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka didapatkan bahwa responden di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian menjawab membakar sampah sebanyak 49 dengan persentase 49 % dari 100 sampel. sebanyak 81 dengan

4.2.7 Administrasi Kebijakan Kesehatan ( AKK ) Untuk adminnistrasi kesehatan, keluaran dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health services). Secara umum pelayanan kesehatan dapat dibedakan atas dua macam, pertama, pelayanan kedokteran (medical services) kedua, pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan : 1. Tersedia dan berkesinambungan

2. Pelayanan kesehatan yang di butuhkan oleh masyarakat tidak sulit di temui. Serta keberadannya dalam masyarakat ada pada setiap saat di butuhkan. 3. Dapat diterima dan wajar. Artinya, pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat. 4. Mudah dicapai. Pengertian ketercapaian yang di maksud terutama dari sudut lokasi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, sehingga pengaturan distribusi sarana kesehatan berjalan lancar. 5. Mudah dijangkau. Pengertian keterjangkauan yang dimaksudkan terutama dari sudut biaya diupayakan biaya yankes tersebut sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat 6. Bermutu. Pengertian mutu adalah yang menuju pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang di selenggarakan yang di satu pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan, dan di pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah di tetapkan ( Azwar, 2002 ). Berdasarkan hasil survei di RT 1, RT 2 dan RT 3 masyarakat Desa Tanjung Batu sebagian besar memanfaatkan pelayanan kesehatan di Tanjung Batu dengan memanfaatkan sarana Pelayanan Kesehatan berupa Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu ( Pusban ). Dikarenakan Puskesmas Pembantu merupakan sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dan lebih efektif untuk dijangkau masyarakat di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu dengan sebanyak 43 responden dari 100

responden

dan

kemudian

dilanjuti

dengan

pelayanan

kesehatan

Puskesmas sebanyak 36 responden dari 100 responden. Hal ini terjadi karena Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat kedua setelah Pusban karena Puskesmas ini terletak di L2. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat di RT 1, RT 2 dan RT 3 sudah menyadari akan pentingnya memeriksakan kesehatan mereka dengan berobat kepelayanan kesehatan dibanding dengan datang berobat ke dukun dengan persentase responden hanya 1 % dari 100 responden. Asuransi adalah suatu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi (Breider dan Breadles, 1972). Asuransi adalah suatu perjanjian dimana si penanggung dengan menerima suatu premi mengikatkan dirinya untuk memberi ganti rugi kepada tertanggung yang mungkin diderita karena terjadinya suatu peristiwa yang mengandung ketidakpastian dan yang akan

mengakibatkan kehilangan, kerugian, atau kehilangan suatu keuntungan (Kitab UU Hukum Dagang, 1987). Kepemilikan kartu kesehatan (asuransi) di RT 1, RT2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu hanya 47 % dari 100 responden. Sedangkan masyarakat yang tidak memiliki kartu kesehatan sebanyak 53 % dari 100 responden. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat masih meggunakan biaya sendiri untuk berobat dipelayanan kesehatan. Macam-macam asuransi kesehatan :

1. Ditinjau dari Pengolah Dana  Asuransi Kesehatan Pemerintah  Asuransi Kesehatan Swasta 2. Ditinjau dari Keikutsertaan Anggota • • Asuransi Kesehatan Wajib Asuransi Kesehatan Sukarela

3. Ditinjau dari Jenis Pelayanan • • Menanggung Seluruh Jenis Pelayanan Kesehatan Menanggung Sebagian Pelayanan Kesehatan Saja

4. Ditinjau dari Jumlah Dana yang Ditanggung • • Menanggung Seluruh Biaya Kesehatan yang Diperlukan Hanya Menanggung Pelayanan Kesehatan dengan Biaya yang Tinggi Saja 5. Ditinjau dari Jumlah Peserta yang Ditanggung • • • Peserta adalah Perseorangan Peserta adalah Satu Keluarga Peserta adalah Satu Kelompok

6. Ditinjau dari Peranan Badan Asuransi • • Hanya Bertindak Sebagai Pengelola Dana Juga Kesehatan Bertindak Sebagai Penyelenggara Pelayanan

7. Ditinjau dari Cara Pembayaran Kepada Penyelenggara Pelayanan Kesehatan • • Pembayaran Berdasarkan Jumlah Kunjungan Peserta Pembayaran Dilakukan Dimuka (Azwar, 1996).

Kartu kesehatan yang dimiliki oleh masyarakat di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar dengan jenis kartu kesehatan berupa Jamkesmas ( Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin ) sebanyak 27 responden dengan persentase sebesar 57,44 % dari 47 responden yang memiliki kartu kesehatan. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat yang memiliki kartu kesehatan telah mengetahui manfaat dari kartu tersebut saat berobat di pelayanan kesehatan. Hasil survei untuk tingkat kepuasan terhadap kartu kesehatan yang dimiliki menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak pernah menggunakan kartu kesehatan tersebut sebanyak 27 responden dengan persentase 57,5% dari 47 responden yang memiliki kartu kesehatan. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat tersebut belum pernah mengalami kesakitan yang cukup parah yang mengharuskan mereka berobat ke pelayanan kesehatan, sehingga kartu kesehatan tersebut belum pernah dipakai. Berdasarkan hasil survei di RT 1, RT 2 dan RT 3 masyarakat Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak tahu mengenai informasi jaminan kesehatan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan

dengan persentase ketidaktahuan masyarakat sebesar 56% dari 100 responden. Sehingga diperoleh gambaran bahwa kurangnya sosialisasi terhadap adanya jaminan kesehatan bagi masyarakat (asuransi). Sedangkan untuk hasil survei mengenai dari mana sumber tersebut masyarakat peroleh, maka hasilnya menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar mendapatkan informasi mengenai jaminan kesehatan dari pemerintah bersumber dari Tokoh Masyarakat sebanyak 32 responden dengan persentase sebesar 72,7 % dari 44 responden yang mengetahui adanya informasi tentang pelayanan kesehatan Jamkesmas dari pemerintah Kutai Kartanegara. Untuk hasil survei mengenai pengetahuan tentang Desa Siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak mengetahui adanya program tentang Desa siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu tersebut sebanyak 90 responden dengan persentase sebesar 90 % dari 100 sampel. Sehingga diperoleh gambaran bahwa kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat bahwa adanya program Desa Siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu tersebut. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat keluarga miskin merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat yang

termasuk miskin dan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan sistem pembiayaan kesehatan pra-upaya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil survei untuk tingkat kepuasan terhadap kartu kesehatan yang dimiliki menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak pernah menggunakan kartu kesehatan tersebut sebanyak 27 responden dengan persentase 57,5% dari 47 responden yang memiliki kartu kesehatan. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat tersebut belum pernah mengalami kesakitan yang cukup parah yang mengharuskan mereka berobat ke pelayanan kesehatan, sehingga kartu kesehatan tersebut belum pernah dipakai. Pengetahuan tentang manfaat JPKM mempengaruhi pemanfaatan JPKM, dan tingkat kepuasan terhadap paket pemeliharaan kesehatan JPKM pada masa lalu berhubungan dengan kemauan untuk membayar premi secara mandiri (Efy, 2004).. Setelah mendapat tugas dari pemerintah (Depkes RI) untuk melayani asuransi kesehatan rakyat miskin, kini PT Askes (Persero) memiliki peserta 75 juta jiwa. Meningkatnya jumlah peserta itu sejak tahun 2005 pada saat pertama Askeskin untuk orang miskin diberlakukan pemerintah. Untuk membantu masyarakat miskin, mereka yang menggunakan Kartu Miskin atau Kartu Sehat juga tetap dibayarkan PT Askes. Perincian jumlah peserta Askes itu terdiri dari 60 juta peserta Askeskin yang menggunakan prinsip nirlaba (tanpa untung) digabung dengan peserta Askes Sosial dan

Komersial sekitar 15 juta orang seperti PNS, pensiunan serta pegawai BUMN dan pegawai perusahaan swasta lainnya. Masih adanya temuan bahwa ada sejumlah masyarakat miskin yang tetap dikenakan biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit yang menangani Askeskin. Untuk itu, dibutuhkan sejumlah petugas baru Askes sehingga masyarakat tidak mendapat perlakukan yang kurang terpuji dari tenaga medis yang tetap meminta tambahan pembayaran. Untuk tahap pertama, sudah disiapkan sekitar 400 pegawai baru Askes guna melayani peserta Askeskin yang tersebar di seluruh Indonesia. Minimal masyarakat miskin dapat lebih awal mendapat advokasi dari petugas Askes jika ada oknum tenaga medis yang tetap mendapat bayaran padahal semua biaya layanan kesehatan sudah ditanggung PT Askes. Para keluarga miskin yang hanya memiliki Kartu Tanda Penduduk Miskin (KTPM) atau Kartu Sehat (KS) tetap akan diberikan pelayanan kesehatan gratis seperti penduduk yang telah mendapat kartu Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin). Secara bertahap mereka yang menggunakan KTPM atau Kartu Sehat akan diganti dengan kartu Askeskin sebagai single identity. Berdasarkan hasil survei di RT 1, RT 2 dan RT 3 masyarakat Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak tahu mengenai informasi jaminan kesehatan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan dengan persentase ketidaktahuan masyarakat sebesar 56% dari 100 responden. Sehingga diperoleh gambaran bahwa kurangnya sosialisasi

terhadap adanya jaminan kesehatan (asuransi) bagi masyarakat setempat sehingga masih banyak masyarakat yang berobat dengan menggunakan biaya sendiri (Haris, 2003). Sedangkan untuk hasil survei mengenai dari mana sumber tersebut masyarakat peroleh, maka hasilnya menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar mendapatkan informasi mengenai jaminan kesehatan dari pemerintah bersumber dari Tokoh Masyarakat sebanyak 32 responden dengan persentase sebesar 72,7 % dari 44 responden yang mengetahui adanya informasi tentang pelayanan kesehatan Jamkesmas dari pemerintah Kutai Kartanegara. Hal ini menggambarkan bahwa bagi kurangnya sosialisasi tentang pelayanan kesehatan Jamkesmas dari para petugas kesehatan sehingga masyarakat hanya sebagian saja yang mengetahui pelayanan kesehatan tersebut dari tokoh masyarakat setempat. Desa Siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat. Tujuan desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli & tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya (Abidinsyah, 2008). Kriteria Desa Siaga : 1) Memiliki Pelayanan Kesehatan Dasar; 2) Memiliki berbagai UKBM sesuai kebutuhan masyarakat setempat (Posyandu, dll.); 3) Dibina Puskesmas PONED; 4) Memiliki sistem

surveilans (penyakit & faktor-faktor risiko) berbasis masyarakat; 5) Memiliki sistem kesiapsiagaan & penanggulangan kegawatdaruratan & bencana berbasis masyarakat; 6) Memiliki sistem pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat; 7) Memiliki lingkungan yang sehat; 8)

Masyarakatnya berperilaku hidup bersih & sehat (Anonim, 2006). Untuk hasil survei mengenai pengetahuan tentang Desa Siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu menunjukkan bahwa responden yang ada di RT 1, RT 2 dan RT 3 Desa Tanjung Batu sebagian besar tidak mengetahui adanya program tentang Desa siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu tersebut sebanyak 90 responden dengan persentase sebesar 90 % dari 100 sampel. Sehingga diperoleh gambaran bahwa kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat bahwa adanya program Desa Siaga yang akan diterapkan di Desa Tanjung Batu tersebut.

4.2.8 Epidemiologi Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri, tetapi harus dilihat dari seluruh segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah ”sehat-sakit” atau kesehatan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat (Notoatmodjo, 2003).

Penyakit

adalah

kegagalan

dari

mekanisme

adaptasi

suatu

organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbullah gangguan pada fungsi atau struktur dari bagian, organ atau sistem dari tubuh (Gold Medical Dictionay). Penyakit bukan merupakan kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi-fungsi dalam dari tubuh (Arrest Hof te Amsterdam). Berdasarkan hasil survei di RT 1, RT 2 dan RT 3 masyarakat Desa Tanjung Batu sebagian besar dalam tiga bulan terakhir tidak ada mengalami kesakitan, dengan perolehan nilai 41 % dari 100 orang responden. Dan dilanjutkan dengan lain-lain yaitu demam, pilek, muntahber dan asam urat dengan perolehan 38 % dari 100 orang responden. Hal ini terjadi karena masyarakat di RT 1, RT 2 dan RT 3 Tanjung Batu beranggapan bahwa masyarakat akan menyebut diri mereka sakit ketika tidak lagi dapat bangun dari tempat tidur, sehingga jika masyarakat hanya sakit pilek dan demam hal itu tidak mereka sebut sebagai suatu kesakitan. Oleh karena itu hal ini menggambarkan bahwa persepsi sakit bagi masyarakat Desa Tanjung Batu adalah tidak sama dengan persepsi sakit bagi masyarakat di kota, misalnya Tenggarong. Sehingga untuk upaya penyembuhan pun, masyarakat hanya berobat ke pelayanan kesehatan jika mengalami kesakitan yang mereka anggap cukup parah saja, misalnya sakit TB paru dan Thypus dengan persentase berobat ke pelayanan kesehatan sebesar 40 % dari 100 orang responden.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->