Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Banjir, ada yang menyebutnya bah / air bah, adalah peristiwa terbenamnya
daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir juga
dapat didefinisikan sebagai debit ekstrim dari suatu sungai.
Seperti banjir di Ibu Kota Jakarta yang tiap tahun terjadi ketika musim
penghujan tiba, khususnya di bulan Januari sampai bulan Februari. Masih hangat
dalam ingatan kita kejadian banjir besar pada tahun 2002 yang menenggelamkan
40 % wilayah Jakarta dan tahun 2007 yang menenggelamkan 60 persen
wilayahnya. Hujan yang turun di wilayah Jabodetabek serta di wilayah hulu
(misalnya daerah Cibodas) dengan curah yang tinggi sejak 1 Februari 2007
selama tiga hari berturutturut, bahkan berlanjut hingga satu minggu, telah
menyebabkan bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek.
Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat
hujan besar, peluapan air sungai, pecahnya bendungan sungai atau akibat badai
tropis. Banjir dan gejala kebalikannya, kekeringan, merupakan gejala / fenomena
yang mempunyai latar belakang yang kini kian kompleks, merupakan bagian dari
siklus iklim. Gejala itu kelihatannya non-diskriminatif, melanda negara negara
maju yang manajemen lingkungannya bagus, maupun negara miskin dan
'berkembang' seperti India dan Indonesia, yang masih berkekurangan dalam
manajemen lingkungan., atau bahkan belum menerapkan sama sekali manajemen
lingkungan.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran
air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah

dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan
akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air
yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan
memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat
perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai
menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
Menurut SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam (Suparta (2004) dijelaskan bahwa
Banjir adalah aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai
atau saluran. Aliran yang dimaksud disini adalah aliran air yang sumbernya bisa
dari mana aja. Dan air itu ngeluyur keluar dari sungai atau saluran karena sungai
atau salurannya sudah melebihi kapasitasnya. Kondisi inilah yang disebut banjir.
Pada makalah ini penulis mencoba menjabarkan apa pengertian dari banjir,
faktor penyebab, dampaknya serta bagaimana cara penanggulangan banjir.
Dikarenakan terdapat beberapa faktor penyebab banjir, masih kurangnya
informasi dampak serta bagaimana cara penanggulangan banjir maka dalam
makalah ini penulis mencoba membatasi masalah pada materi faktor penyebab
banjir diperkotaan khususnya wilayah Jakarta dan sekitarnya, dampak banjir dan
cara penanggulangan banjir yang efektif.
I.2 Perumusan Masalah
Pembuatan makalah ini tidak terlepas dari permasalahan yang ingin dicapai
oleh penulis, antara lain:
1. Apakah pengertian banjir?
2. Apa saja jenis-jenis banjir?
3. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya banjir terutama di
daerah perkotaan?
4. Apa dampak yang ditimbulkan akibat banjir?
5. Bagaimana cara penanggulangan banjir yang efektif?
I.3 Tujuan Penulisan

Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam pembuatan makalah ini, antara lain:
1. Memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai pengertian banjir,
2. Mengetahui jenis-jenis banjir,
3. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya banjir
terutama di daerah perkotaan,
4. Mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat banjir,
5. Memberikan masukan tindakan apa saja dan bagaimana tujuan dari
penanggulangan banjir.
I.4 Manfaat Penulisan
Pembaca dapat memahami sebab dan akibat banjir sehingga dapat tergerak
menindaklanjuti penanggulangannya untuk mengurangi resiko yang dapat terjadi.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Definisi Banjir
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan
merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai
perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.
Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya
pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai
atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan
alaminya.
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan
dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air

mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman
lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran
air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan
pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat
banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain,
orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan
memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat
perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai
menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh
Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan agung dan
sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia.
Menurut SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam (Suparta (2004) dijelaskan
bahwa banjir adalah aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur
sungai atau saluran. Aliran yang dimaksud disini adalah aliran air yang sumbernya
bisa dari mana aja. Dan air itu ngeluyur keluar dari sungai atau saluran karena
sungai atau salurannya sudah melebihi kapasitasnya. Kondisi inilah yang disebut
banjir.
II.2 Jenis-jenis Banjir
Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir
dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut pasang.
II.2.1 Banjir Sungai
Terjadi karena air sungai meluap. Contoh ketika banjir suangai Citarum
Karawang, Jawa Barat. Dibawah ini adalah data dari contoh banjir sungai.
II.2.2 Banjir Danau
Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol. Contoh banjir
danau adalah banjir ketika situ gintung pada tahun 2009.
II.2.3 Banjir Laut Pasang

Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi. Dibawah ini
adalah beberapa daerah yang terkena banjir laut pasang.
II.3Faktor-faktor Penyebab Banjir
II.4