Anda di halaman 1dari 7

Berita Acara Presentasi Portofolio Kasus Kematian

Pada hari ini Rabu, tanggal 11 Februari 2015 telah dipresentasikan kasus kematian oleh :
Nama

: dr. Adi Satria Widjanarko

Judul/ topik

: Total AV Blok

No. ID dan Nama Pendamping

: dr. Indrayati

No. ID dan Nama Nara Sumber

: dr. Parmayanti Sp PD

No. ID dan Nama Wahana

: RSUD dr. R. Soetijono Blora

Nama Peserta Presentasi


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

No. ID Peserta

Tanda Tangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya.
Pendamping

dr. Indrayati
NIP.

No. ID dan Nama Peserta : dr. Adi Satria Widjanarko


Presenter : dr. Adi Satria
No. ID dan Nama Wahana : RSUD dr. R. Soetijono Blora Pendamping : dr. Indrayati
TOPIK : Total AV blok
Tanggal (kasus) : 9 Januari 2015
Nama Pasien : Ny. S
No. RM : 225656
Tanggal Presentasi : 11 Februari 2015
Pendamping : dr. Indrayati
Tempat Presentasi : RSUD dr. R. Soetijono Blora
OBJEKTIF PRESENTASI

o Keilmuan
Diagnostik
o Neonatus
o Deskripsi :

o Keterampilan
Manajemen
o Bayi
o Anak

o Penyegaran
o Masalah
o Remaja Dewasa

Tinjauan Pustaka
o Istimewa
o Lansia o Bumil

Seorang wanita 52 tahun datang ke IGD dibawa oleh keluarganya dengan mual
muntah dan lemas. Keluhan dirasakan terjadi sejak 1 hari SMRS. Pasien juga mengeluh
napasnya pendek, nyeri kepala dan nyeri diulu hati. Nafsu makan pasien juga menurun.
BAB dan BAK tidak ada keluhan. Riwayat sakit paru tahun 2013. Riwayat minum
jamu(+)
o Tujuan:
Mengetahui diagnosis dan penatalaksanaan kasus Total AV blok
Bahan Bahasan Tinjauan Pustaka o Riset
Kasus
Cara Membahas Diskusi
Presentasi
o E-mail

o Audit
o Pos

dan Diskusi
Nama : Ny. S
Telp : -

DATA PASIEN
No Registrasi : 280323
Nama klinik : ICU
Terdaftar sejak : 15 September 2013
Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis : Total AV Blok
2. Gambaran Klinis :
Seorang wanita 52 tahun datang ke IGD dibawa oleh keluarganya dengan mual
muntah dan lemas. Keluhan dirasakan terjadi sejak 1 hari SMRS. Pasien juga
mengeluh napasnya pendek, nyeri kepala dan nyeri diulu hati. Nafsu makan pasien
juga menurun. BAB dan BAK tidak ada keluhan. Setelah perawatan 5 hari di ICU,
pasien apneu kemudian pasien meninggal dunia.
3. Riwayat Pengobatan : R. minum jamu-jamuan (+)
4. Riwayat Kesehatan/Penyakit : R. sakit paru tahun 2003
5. Riwayat Keluarga : Tidak ada sakit serupa pada anggota keluarga.
6. Riwayat Pekerjaan : Ibu rumah tangga
7. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik :
8. Lain-lain : (-)
DAFTAR PUSTAKA:
1.
HASIL PEMBELAJARAN:
1. Pengetahuan tentang etiologi kematian pada pasien
2. Pengetahuan tentang etiologi, patogenesis, penatalaksanaan Total AV Blok
1. SUBJEKTIF
RPS : Seorang laki-laki 27 tahun datang ke IGD dibawa oleh keluarganya dengan
penurunan kesadaran sejak 1 hari SMRS. Keluarga pasien mengatakan bahwa
sebelumnya, pasien mengeluh kepala terasa sakit, mual dan muntah sebanyak 2 kali.
Pasien juga demam sejak 3 hari SMRS dan sakit batuk pilek sejak 2 minggu SMRS.

Pasien tidak mau makan dan minum. BAB dan BAK tidak ada keluhan. Setelah
perawatan 6 hari di ICU, pasien apneu kemudian pasien meninggal dunia.
RPD :Riwayat sakit paru th 2003 (+), Riwayat Hipertensi (+), Riwayat DM (-).
2. OBJEKTIF
a. Keadaan Umum : lemas, composmentis
b. Vital sign
Tekanan darah : 200/80 mmHg
Nadi

: 25 kali/menit

Nafas

: 20 kali/menit

Suhu

: 37,7C

c. Kepala
Mata
: CA (+/+), SI (-/-), pupil isokor 3 mm
Hidung : nafas cuping hidung (-/-)
Mulut : mukosa basah
Leher : kaku kuduk (-)
d. Thorax
Pulmo
Inspeksi : simetris, retraksi (-/-) ketinggalan gerak (-/-)
Palpasi
: fremitus raba kanan = kiri
Perkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : suara vesikuler (+/+), suara tambahan (-/-)
Cor
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi
: ictus cordis tidak kuat angkat
Perkusi : batas jantung kesan tidak melebar
Auskultasi : BJ I-II intensitas normal, regular, bising (-)
e. Abdomen
Inspeksi : datar
Auskultasi : peristaltik (+) normal
Perkusi : timpani (+)
Palpasi
: supel, nyeri tekan (+) epigastrium, hepar dan lien
tidak teraba
f. Ekstermitas : akral dingin
- - -

refleks fisiologis

edema

+2 +2

refleks patologis

+2 +2
motorik dan sensorik sulit dievaluasi.
Pemeriksaan penunjang (lab darah) :
AL : 8,6 . 103 /ul

Hb : 9,8 gr/dl
AE : 5,29 . 106 /ul
Hct : 31,9 %
AT : 374. 103 /ul
GDS : 144
Ur : 89
Cr: 2,39
SGPT 12
SGOT 14
EKG :

3. ASSESSMENT
TOTAL AV BLOK
4. PLAN
- O2 3 lpm nasal kanul
- Infus Ringer Laktat 20 tpm
- Adrenalin 2-5 mcg/menit ( Target HR 50 bpm )
- Inj. Ozid 2x1 amp
- Inj. Ondansetron 3x4mg
- Rebamipid 2x1
- Amlodipin 1x5 mg
- Neciblok 3x10cc
5. FOLLOW UP
Tanggal
KUVS dan Diagnosis
Terapi
9-1-2015
KU : Composmentis
- O2 3 lpm nasal kanul
TD : 200/80 mmHg HR : 25 x/menit

- Infus Ringer Laktat 20 tpm

RR : 20 x/menit

- Adrenalin

: 37,7C

Diagnosis : Total AV Blok

2-5

( Target HR 50 bpm )

mcg/menit

Dyspepsia

- Inj. Ozid 2x1 amp

Hipertensi St II

- Inj. Ondansetron 3x4mg


- Rebamipid 2x1
- Amlodipin 1x5 mg

10-1-2015

- Neciblok 3x10cc
- Terapi lanjut
- Salbutamol 3x2 mg

S : perut panas, sesak


KU : Composmentis
TD : 179/72 mmHg HR : 35 x/menit
RR : 22 x/menit

12-1-2015

: 37,5C

Diuresis 5 cc/jam
S : sesak

- Terapi tetap
- Adrenalin SP 2-10mcg/menit

O : RBH +/+
KU : Composmentis
TD : 163/72 mmHg HR : 45 x/menit
RR : 20 x/menit

( target HR 60 bpm)
- Inj Ozid dan ondansetron ->
stop

: 37,6C

Diuresis 22 cc/ jam


Foto Rontgen : Edema pulmonum dengan
efusi pleura dextra& pleural reaction
13-1-2015

sinistra, cardiomegali
S : sesak

O : RBH (+/+)
KU : Composmentis

Terapi tetap
Inf Nacl 0,9% 12 tpm
Inj Lasix 2x2 amp iv
Monitoring diuresis/3jam

TD : 177/94 mmHg HR : 65 x/menit


RR : 27 x/menit
22.15

: 37,6C

S: nyeri perut diulu hati, terasa panas, - Inj Ozid 1 amp


mual
KU : composmentis
TD : 105/63 mmHg HR : 119 x/menit
RR : 25 x/menit

: 38,0C

14-1-2015

TD : -/- mmHg HR : 20 x/menit

04.30

RR : 35 x/menit

04.40

92%
TD 127/64 HR 59 RR : 24 SPo2 =94%

- Inj SA 2 amp
: 38,9C SpO2 : - Adrenalin SP 20 mcg/mnt

06.30
06.45

somnolen
TD 94/50 HR 30 Sp02 68 %

- Inj SA 2 amp

TD 128/72 HR 50
EKG ST depresi
Pasien delirium

07.45

Diuresis : 6,2 cc/ jam


TD 30/20 HR 10 Pasien apnea

- Baging

07.50

TD : 30/20 mmHg Nadi : lemah


TD -/- HR 0

- RJP

08.00

Nafas : - TD : - Nadi : Nafas : - TD : - Nadi : -

- Pasien dinyatakan meninggal

Pupil midriasis maksimal

Patofisiologi
AV blok derajat tiga atau lengkap (complete AV blok) adalah salah satu jenis disosiasi AV.
Berdasarkan konvensi lama, bila depolarisasi ventrikel lebih cepat daripada kecepatan atrium,
berarti terjadi disosiasi AV, kecepatan ventikel lebih lambat daripada kecepatan atrium berarti
blok AV derajat tiga.
Cedera atau kerusakan pada system konduksi jantung sehingga tidak ada
impuls(hambatan total) yang lewat diantara atrium dan ventrikel (baik maju maupun
mundur)
Hambatan total ini dapat terjadi pada beberapa daerah anatomis yang berbeda:
o Nodus AV(hambatan nodus tinggi supranodus atau junctional
o Berkas His
o Cabang-cabang berkas (hambatan nodus rendah atau
infranodus/lownodal atau infranodal blok).
Kriteria Penentu berdasar EKG
Kunci : Blok derajat tiga menyebabkan atrium dan ventrikel mengalami depolarisasi
secara independen, tidak ada hubungan antara keduanya(disosiasi AV).
Kecepatan atrium: biasanya 60 hingga 100 per menit ( tergantung impuls nodus SA),
impuls benar-benar terpisah dari kecepatan ventrikel yang lebih lambat.
Kecepatan ventrikel : bergantung pada kecepatan denyut pelepasan ventrikel yang
timbul( tergantung pada pacu jantung dibawah blok yang mana yang mengambil alih
irama ventrikel). Bila hambatan supranodus kecepatan ventrikel dapat cukup tinggi
antara 40-55x/menit, sedangkan bila infranodus kecepatan ventrikel biasanya rendah
antara 20-40x/menit
Irama : kedua irama atrium dan irama ventrikel reguler tetapi independent(terpisah)
PR: berdasarka definisinya tidak ada hubungan antara gelombang P dan gelombang
R.
Gelombang P: ukuran dan bentuknya seperti gelombang P biasa
Kompleks QRS : bila sempit (<0,10 detik), secara tidak langsung menyatakan adanya
hambatan yang letaknya relating tinggi terhadap nodus AV, bila lebar (>0,12 detik)

secara tidak langsung menyatakan adanya hambatan yang relatif rendah dari nodus
AV
Manifestasi klinis yang berhubungan dengan kecepatan
Akibat bradikardia:
Gejala :nyeri dada, napas tersengal-sengal, penurunan tingkat kesadaran
Tanda-tanda : hipotensi, syok, kongesti paru, gagal jantung kongestif
Etiologi yang lasim
Sindrom koroner akut yang melibatkan cabang-cabang pembuluh darah koroner kiri.
Secara khusus, melibatkan ramus decendens anterior arteri koronaria kiri dan cabangcabang septum interventrikel
Proses degenerasi
Peradangan
Intoksikasi digitalis
Bila blok AV tingkat III menetap sebaiknya dipasang pacu jantung.