Anda di halaman 1dari 18

3.

Dinding Batu Bata


Dinding bata merupakan dinding yang paling lazim digunakan dalam
pembangunan gedung baik perumahan sederhana sampai pembangunan gedunggedung yang ukurannya besar. Karena itu pasangan batu bata memiliki seni
tersendiri dalam sistem pemasangannya dalam konstruksi dinding. Pembuatan
batu bata harus memenuhi peraturan umum untuk bahan bangunan di Indonesia
NI-3 dan peraturan batu merah sebagai bahan bangunan NI-10. Batu merah dibuat
dengan menggunakan bahan-bahan dasar:
1) lempung (tanah liat), yang mengandung silika sebesar 50% sampai dengan
70%,
2) sekam padi, fungsinya untuk pencetakan batu merah, sebagai alas agar batu
merah tidak melekat pada tanah, dan permukaan batu merah akan cukup kasar.
Sekam padi juga dicampur pada batu merah yang masih mentah. Waktu
pembakaran batu merah akan terbakar dan pada bekas sekam padi yang
terbakar akan timbul pori-pori pada batu merah,
3) kotoran binatang, dipergunakan untuk melunakkan tanah, digunakan kotoran
kerbau, kuda, dan Iain-lain. Fungsi kotoran binatang dalam campuran batu
merah ialah membantu dalam proses pembakaran dengan memberikan
panasnya yang lebih tinggi di dalam batu merah,
4) air, digunakan untuk melunakkan dan merendam tanah. Lempung yang sudah
dicampur dengan sekam padi dan kotoran binatang kemudian direndam dengan
air ini beberapa waktu lamanya. Campuran itu direndam selama satu hari satu
malam dengan kondisi yang sudah bersih dari batu-batu kerikil atau bahan lain
yang

dapat

menjadikan

kualitasnya

jelek.

Kemudian

dicetak

dengan

menggunakan cetakan dari kayu, bisa juga digunakan cetakan dari baja. Untuk
mempermudah lepasnya batu merah yang dicetak, maka bingkai cetakan dibuat
lebih besar sedikit ke bawah dan dibasahi dengan air. Batu merah yang belum
dibakar juga disebut batu hijau. Sesudah keras, bata dapat dibalik pada sisi
yang lain. Lalu ditumpuk datam susunan setinggi 10 atau 15 batu. Susunan ini
terlindung dari sinar matahari dan hujan. Pengeringan ini membutuhkan waktu
21

selama 2 hari sampai dengan 7 hari. Pembakaran batu hijau ini dilakukan
setelah batu itu kering dan disusun sedemikian rupa, sehingga berupa suatu
gunungan dengan diberi celah-celah lubang untuk memasukkan bahan bakar.
Hasil batu merah yang baik bakarannya, tergantung dari banyaknya batu merah
yang dibakar. Kalau yang dibakar sedikit saja, persentase hasil pembakaran
lebih banyak. Pada umumnya kerusakan batu merah dalam proses pembakaran
sekitar 20% sampai 30%. Bahan bakarnya menggunakan kayu atau sekam
padi. Setelah selesai proses pembuatan, batu merah selalu harus disimpan
dalam keadaan cukup kering. Bila tidak ada gudang, maka dilindungi dengan
plastik terhadap air hujan.

Gambar, Gambar Bata Merah dan Dinding Pasangan Bata Merah

Gambar , Cetakan Kayu untuk Membuat Tujuh Bata Sekaligus

22

Sebelum munculnya tungku-tungku modern, bata paling sering dibakar


dengan cara menumpuknya dalam jajaran longgar yang disebut sebagai tungku
bata-lapangan dengan tanah atau lempung, menyalakan api di bawah jajaran
tersebut, dan mempertahankan api itu selama beberapa hari. Setelah mendingin,
tungku bata-lapangan itu dibongkar dan batanya dipilah sesuai dengan derajat
pembakaran yang telah dialaminya. Batu bata yang berdekatan dengan api (bata
klingker) sering mengalami kelebihan bakar dan terdistorsi, yang membuatnya
menjadi tidak menarik, dan oleh sebab itu tidak sesuai digunakan pada pekerjaan
bata ekspos.
Bata-bata dalam zona tungku bata-Iapangan di dekat api akan terbakar
sempurna tetapi tidak terdistorsi, ini sesuai untuk bata lapis-muka di bagian luar
dengan derajat daya-tahan terhadap cuaca yang tinggi.

Gambar , Bata sering kali dicetak sesuai pesanan untuk kegunaan tertentu.Alur
lapisan -pasangan muka air tegak -muka pada sebuah dinding hubungan di Inggris
ini dicetak berbentuk kurva ogif
Bata yang paling jauh dari api akan menjadi lebih lunak dan akan
dipinggirkan untuk digunakan sebagai bata belakang, sementara sejumlah bata
dari sekitar keliling tungku bata-Iapangannya tidak cukup terbakar dan hasilnya
tidak baik, bahkan tidak dapat digunakan untuk keperluan apapun, bata yang
23

seperti ini akan dibuang. Sebelum pengangkutan mekanik ditemukan, bata untuk
suatu bangunan biasanya diproduksi dari tanah yang diperoleh dari tapak
bangunan atau tidak jauh di sekitar lokasi yang akan didirikan bangunan. Ciri-ciri
batu merah yang baik ialah:
1) permukaannya kasar,
2) warnanya merah seragam (merata),
3) jika dipukul Bunyinya nyaring,
4) tidak mudah hancur atau patah.
Ukuran-ukuran batu merah bermacam-macam tergantung kegunaan dan
pesanan, namun umumnya di Indonesia ukuran standar seperti berikut.
1) panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm atau
2) panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm
Penyimpangan terbesar, dari ukuran-ukuran seperti tersebut di atas ialah: untuk
panjang maksimal 3%, lebar maksimal 4%, dan tebal maksimal 5%. Tetapi antara
bata-bata dengan ukuran-ukuran terbesar dan bata-bata dengan ukuran-ukuran
terkecil, selisih maksimal yang diperbolehkan ialah: untuk panjang 10 mm, untuk
lebar 5 mm, dan untuk tebal 4 mm.
Batu merah dapat dibagi atas tiga tingkat seperti berikut.
1) Batu merah mutu tingkat I dengan kuat tekan rata-rata lebih besar dari 100
kg/cm2 dengan ukuran yang sama tanpa penyimpangan.
2) Batu merah mutu tingkat II dengan kuat tekan rata-rata antara 80 kg/cm 2 dan
100 kg/cm2 dan ukurannya menyimpang 10%.
3) Batu merah mutu tingkat III dengan kuat tekan rata-rata antara 60 kg/cm 2 dan 80
kg/cm2 dan ukurannya menyimpang 20%.
3.1. Memasang Dinding Batu Bata
3.1.1. Aturan Pemasangan
Dengan aturan pemasangan batu merah kita menghubungkan batu merah
masing-masing bersama mortar menjadi suatu kesatuan yang juga dapat
menerima beban. Siar-siar vertikal selalu diusahakan agar tidak merupakan satu

24

garis, harus bersilang, seperti terlihat pada gambar berikut. Siar vertikal pada
umumnya kita pilih sebesar 1 cm dan siar horizontal setebal 1,5 cm.
Jika dibedakan pengaturannya, ada beberapa kemungkinan, yaitu:

Gambar Aturan Batu Memanjang


Gambar , Aturan Batu Melintang
(1/2 batu) dengan Tebal Dinding 11 cm atau 11,5 cm

Gambar , Aturan Batu Memanjang


Melintang Bersilang (staand)

Gambar , Aturan Batu Menyilang

Gambar , Aturan Batu Belanda

Gambar, Aturan Batu Gothik


(vlaams) Semuanya pada Tebal
Dinding 23 cm atau 24 cm
25

Gambar, Cara Pemasangan Batu Bata


Cara pemasangan batu bata adalah sebelum pemasangan perlu dibasahi
lebih dahulu atau direndam sebentar di dalam air. Sesudah lapisan pertama pada
lantai atau pondasi dipasang, maka disiapkan papan mistar yang menentukan
tinggi lapisan masing-masing, sehingga dapat diatur seragam.
Kemudian untuk lapisan kedua dan yang berikutnya pada batu masingmasing diletakkan adukan (mortar) pada dinding yang sudah didirikan untuk siar
yang horizontal dan pada batu merah yang akan dipasang pada sisi sebagai siar
vertikal. Sekarang batu merah dipasang menurut tali yang telah dipasang menurut
papan mistar sampai batu merah terpasang rapat dan tepat. Dengan sendok
adukan, mortar yang tertekan keluar siar-siar dipotong untuk digunakan langsung
untuk batu merah berikutnya. Pada musim hujan dinding-dinding pasangan batu
merah yang belum kering harus dilindungi terhadap air hujan.
Kualitas batu merah di Indonesia umumnya kurang baik dan sering kurang
keras dan padat, tidak seperti batu merah yang dibuat di Eropa dan sebagainya.
Hal ini disebabkan oleh bahan dasar dan cara pembuatan yang masih sering
sangat sederhana. Karena itu, untuk menambah keawetan terhadap pengaruhpengaruh iklim, maka terutama dinding batu merah dengan tebal 11 cm atau 11,5
cm (karena tipisnya dinding terlalu lemah untuk menahan gaya tekan vertical dan
gaya horizontal atau gaya gempa) diperkuat dengan rangka yang terdiri dari kolom
atau balok beton bertulang setiap luas tembok 12.00 m2. Kolom
beton bertulang ini selalu dipasang di sudut-sudut, pertemuan dan persilangan
dinding, dan pada jarak 3,00 m, seperti juga terlihat pada gambar berikut.
26

Gambar, Cara Pemasangan Batu Bata dengan Kolom Beton


3.1.2. Macam Pasangan Batu Bata
a. Tembok memanjang setengah batu

Gambar a

b. Tembok sudut setengah batu dengan satu batu

Gambar b

27

c. Tembok pertemuan setengah batu

Gambar c

d. Pasangan bata persilangan setengah batu

Gambar d
e. Tembok persilangan satu bata dengan ikatan tegak

28

Gambar e
f. Tembok batu bata dengan ikatan tegak

Gambar f
g. Tembok pada pertemuan tegak lurus satu bata ikatan silang

Gambar g
Data Perhitungan Untuk Pekerjaan Dinding
Pasangan Bata
Misalnya digunakan ukuran bata :
Panjang

= 240 mm = 24 cm

Lebar

= 115 mm = 11,5 cm = 0,115 m

Tebal

= 55 mm

= 5,5 cm

= 0,24 m
= 0,055 m

Direncanakan pasangan tembok adalah


Panjang

= 1,00 m

= 100 cm

Tinggi

= 0,50 m

= 50 cm

Lebar

= 0,115 m = 5,5 cm
29

Ukuran siar = 2 cm

= 0,02 m

Menghitung Volume bata


Untuk 1 bata adalah v = p . l . t = 0,24m . 0,115m . 0,055m
= 0, 0015 m3
Volume pasangan = p . l. t

= 1m . 0,055m . 0,50
= 0,0275 m3

Menghitung siar

= volume pasangan volume bata)


= 0,0275 0,0015
= 0,026 m3

Menghitung volume kapur

= 1/6 . volume siar


= 1/6 . 0,026
= 0,0043 m3

Menghitung volume pasir

= 5/6 . volume siar


= 5/6 . 0,026
= 0,022 m3

Menghitung jumlah bata

Luas daerah
Luasan bata

1
0,24 . 0,055

75, 758 buah bata 76 buah bata

Data lapangan untuk volume siar


Tegak = Tinggi bata*lebar pasangan*tebal siar*jumlah siar tegak
= 0,055*0,115*0,02*jumlah siar tegak misalnya ada 5
= 0,0006325 m3
Datar = panjang bata*lebar bata*tebal siar*jumlah siar
= 0,24*0,115*0,02*10 (jumlah siar)
= 0,0052 m3
Total siar adalah siar datar+siar tegak

Apabila dipasang menyerupai tangga:


Misalnya data lapangan seperti ukuran bata:
30

Panjang

= 0,24 m

Lebar

= 0,115 m

Tebal

= 0,055 m

Tebal siar = 0,02 m


Ukuran pasangan:
Panjang = 8 bata + 7 siar

= 8*0,24 + 7*0,02
= 1,92 + 0,14
= 2,06 m3

Tinggi = 9 bata + 9 siar

= 9*0,055 + 9*0,02
= 0,495 + 0,18
= 0,675 m3

Lebar = merupakan lebar bt = 0,115 m3


Dimisalkan jalur pasangan dengan panjang 5 bata di pasang membentuk
tangga,.
Penyelesaiannya:
Volume 1 bata = 0,24*0,115*0,055 = 0,0015 m3
Volume pasangan = untuk diketahui bahwa lapisan paling atas mempunyai
panjang adalah 4 bata + 3 siar = 4*0,24 + 3*0,02 = 1,02 m 3.
Maka volume

=p*l*t
= 1,02 * 0,115 * 0,675
= 0,079 m3

Karena sebagian panjang dibuat tangga maka:

0,079 m 3
0,395 m3
2

Sehingga volume pasangan menjadi 0,079m3 + 0,395 m3 = 0,1185 m3


Volume bata
Misalkan lapisan ke 9 = 4 bata = 4*0,24 = 0,96 m 3
3 siar = 3*0,02 = 0,06 m3
Maka volumenya

= 0,96 (9*0,055) 0,115


= 0,055 m3

Karena sebagian dibuat tangga maka


31

0,055 m 3
0,028 m3
2

Volume seluruh bata = 0,028 + 0,055


= 0,083 m3
Jumlah bata

0,083 m 3
volume 1bata

0,083 m 3
0,0015 m 3

55, 3bata 55 bata

Volume siar

=Volume pasangan volume bata


= 0,1185 m3 0,083 m3
= 0,0355 m3

Volume kapur

= 1/6 . volume siar


= 0,006 m3

Volume pasir

= 5/6 . volume siar


= 0,030 m3

Gambar pasangan dinding bata

4
3
2
1

Lapisan 1

Lapisan 2

32

Gambar pasangan dinding bata membentuk tangga dan lurus

Lapisan 1

Lapisan 2

33

Pasangan 1 Bata Membentuk Tangga dan sudut


Misalnya digunakan ukuran bata :
Panjang

= 240 mm = 24 cm

Lebar

= 115 mm = 11,5 cm = 0,115 m

Tebal

= 55 mm

= 5,5 cm

= 0,24 m
= 0,055 m

Direncanakan pasangan tembok adalah


Panjang

= 1,00 m

= 100 cm

Tinggi

= 1,00 m

= 100 cm

Lebar

= 0,115 mm= 5,5 cm

Ukuran siar = 2 cm

= 0,02 m

Untuk 1 bata adalah v = p . l . t

= 0,24m . 0,115m . 0,055m


= 0, 0015 m3

Volume pasangan = p . l. t

= 1m . 0,115 . 1
= 0,115 m3

Menghitung siar
1. Data teknis

= Volume pasangan volume batu


= 0,115 0,0015
= 0,1135 m3

2. Data Lapangan
Siar datar = Tinggi bata*lebar pasangan*tebal siar*jumlah siar tegak*tinggi
= 0,55*0,115*0,02*5*tinggi pasangan
Siar tegak= panjang bata*lebar bata*tebal siar*jumlah siar*panjang
= 0,24*0,115*0,02*6*panjang pasangan
Maka total volume siar = Siar tegak + siar datar

Menghitung volume kapur = 1/8*volume siar


= 1/8*0,1135
= 0,0142 m3

Menghitung volume pasir = 7/8*volume siar


= 7/8*0,1135

34

= 0,099 m3

Jumlah bata yang dipakai/digunakan

Luas daerah/per mukaan


luas 1bata

1
0,24 * 0,115

36, 33 bata 36 bata

C. Langkah kerja pekerjaan pasangan bata (baik itu pasangan bata


maupun 1 bata), langkah kerja ini bisa dilakukan pada pekerjaan pasangan
dengan menggunakan batako.
1. Hitung kebutuhan bahan-bahan yang diperlukan dalam pasangan bata ini.
2. Aduk mortar dengan komposisi yang sesuai dengan yang diinginkan sebanyak
yang diperlukan.
3. Siapkan semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dan letakan yang
teratur pada lokasi kerja.
4. Buat kepala pasangan dengan bata melintang pada setiap ujung pasangan
yang akan dibuat dengan jarak 15 -20 cm dan kepala pasangan ini harus saling
waterpass.
5. Kemudian cantolkan line bobbyn pada kedua bata itu, lalu kita mulai
memasang bata lapisan pertama dengan bata melintang sampai penuh. Bata
tidak boleh menyentuh benang, tapi diberi renggang 1 mm dari benang. Setiap
sekali meletakan bata, siar tegaknya harus terisi penuh, usahakan jangan
sampai kita mengisi lagi belakangan.
6. Untuk pemasangan lapisan ke II, kita mulai dengan memasang bata
panjang, sedangkan pada ujung pasangan yang berbentuk tangga kita pasang
bata utuh sisi ujung bata berada di atas pertengahan bata yang melintang.
Setelah kedua kepala itu terpasang lalu kita cantolkan line bobbyn dengan
benang yang regang.
7. Pemasangan bata kita lakukan sebagai berikut :

35

Pertama kita pasang bata yang dekat ke benang, dengan sisi pas dengan
benang, kemudian baru kita lanjutkan dengan memasang bata yang
sebelah belakang. Siar melintang harus terisi penuh, dan siar tengah
biarkan sedikit kosong, ini untuk menjaga klau bata sebelah luar lembab,
maka bata sebelah dalam tidak ikut lembab, karena ada udara yang
membatasinya.
Pemasangan bata tidak boleh kalau hanya satu jalur yang dekat benang
saja yang didahulukan, tapi harus maju dua sejajar sekaligus. Sebaba kalu
kita majukan satu baris, dan sewaktu memasang yang sebaris lagi
dibelakang, maka ikatan yang sudah terjadi pada jalur depan akan terlepas
kembali.
Pengambilan spesi harus pas untuk satu bata, sehingga mortar tidak
berjatuhan kelantai.
8. Untuk lapisan ke III sama dengan pemasangan lapisan pertama, yaitu kita
mulai dengan bata melintang pada kedua ujung pasangan.
9. Pemasangan bata pada lapisan ke IV, kita lakukan dengan memasang bata
pada ujung yang tegak, dan dilanjutkan dengan bata melintang, dan pada bata
yang lainnya kita pasang memanjang dua berjajar.
10. Begitulah pemasangan selanjutnya, lapis demi lapis silih berganti, sehingga
semua lapisan terpasang.
D. Peralatan dan bahan untuk praktek pekerjaan pasangan bata
a. Bahan
- Benang
- Batu bata
- Air

- Kapur (bila perlu)


- Pasir
- Semen

b. Peralatan
- Linggis
- Cangkul
- Ember

Sendok spesi
Waterpass
Kotak spesi
Gerobak dorong

- Hammer
- Sekop
- Meter

36

Pensil
Line bobyn
Palu pemotong
Ayakan pasir

E. Keselamatan kerja
1. Berdoalah sebelum anda melakukan praktek
2. Pakailah pakaian praktek anda
3. Fungsikan peralatan anda sesuai dengan fungsinya masing-masing
4. Jangan bercanda gurau sewaktu praktek.
5. Apabila pekerjaan ragu-ragu sebainya tanyakan pada instruktur anda.

37

38