Anda di halaman 1dari 5

Askeb I Askeb II Askeb III Askeb IV Obstetri Ginekologi Gizi KB Kespro Komunikasi & Konseling Anatomi Soal UU &

HukumKesehatan

Home

About

Kembali ke Halaman
Depan

Song for Gaza

Profil Saya

Dukungan untuk Gaza

Site Map
Peta Situs

Home > Askeb III (Nifas) > Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas


Oct 31, 2011
Like

5.9k

3 Comments

by lusa

Follow 2,445 followers

Manajemen kebidanan adalah suatu pendekatan proses


pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk
mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah, temuan, keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang
logis untuk mengambil suatu keputusan yang terfokus pada
klien (Varney, 1997). Menurut Helen Varney, proses
manajemen kebidanan terdiri dari 7 langkah yang berurutan,
dimulai dari:
1. Pengkajian
2. Interpretasi data
3. Diagnosa/masalah potensial
4. Kebutuhan tindakan segera
5. Rencana asuhan kebidanan
6. Implementasi/pelaksanaan
7. Evaluasi

Pengkajian
Pengkajian merupakan langkah mengumpulkan semua data yang akurat dan lengkap dari semua
sumber yang berkaitan dengan kondisi klien secara keseluruhan. Bidan dapat melakukan
pengkajian dengan efektif, maka harus menggunakan format pengkajian yang terstandar agar
pertanyaan yang diajukan lebih terarah dan relevan.
Pengkajian data dibagi menjadi:
Data subjektif
Data objektif

Popular Posts
Menentukan Usia
Kehamilan

Perawatan Bayi Baru


Lahir

Pertumbuhan Janin
dalam Kandungan

Amniotomy
(Amniotomi atau
Pecah Ketuban)

Hiperemesis
Gravidarum
(Hyperemesis
Gravidarum)
Gangguan dan
Masalah Haid dalam
Sistem Reproduksi
Cara Minum Pil
Kombinasi
Proses Komunikasi
Cara Pakai Kondom
Wanita
Plasenta
Latihan Soal Asuhan
Kebidanan III (Askeb
Nifas) Bagian I
Asuhan Kebidanan
Pada Ibu Nifas

Popular Posts in
Category
Konsep Dasar Masa
Nifas

Data subjektif

Anatomi dan Fisiologi


Payudara

Data subjektif diperoleh dengan cara melakukan anamnesa. Anamnesa adalah pengkajian dalam
rangka mendapatkan data pasien dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan, baik secara
langsung pada pasien ibu nifas maupun kepada keluarga pasien. Bagian penting dari anamnesa
adalah data subjektif pasien ibu nifas yang meliputi: biodata/identitas pasien dan suami pasien;
alasan masuk dan keluhan; riwayat haid/menstruasi; riwayat perkawinan; riwayat obstetri
(riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu); riwayat persalinan sekarang; riwayat dan
perencanan keluarga berencana; riwayat kesehatan (kesehatan sekarang, kesehatan yang lalu,
kesehatan keluarga); pola kebiasaan (pola makan dan minum, pola eliminasi, pola aktifitas dan
istirahat, personal hygiene); data pengetahuan, psikososial, spiritual, budaya.

Perdarahan Post
Partum (Perdarahan
Pasca Persalinan)

Data objektif
Data objektif dapat diperoleh melalui pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan
pemeriksaan tandatanda vital; dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan
cara inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi.
Pemeriksaan fisik meliputi: pemeriksaan keadaan umum pasien; kesadaran pasien; tanda vital;

Recent Posts

Asuhan Kebidanan
Pada Ibu Nifas
Infeksi Masa Nifas

Hidrokel pada Bayi


Baru Lahir
(Hydroceles)

Random Posts
Latihan Soal Komunikasi
dan Konseling Kebidanan
Bagian II
Berikut ini
adalah
latihan soal
Komunikasi
dan Konseling Kebidanan
Bagian II. Soal-soal ini
meliputi pokok bahasan:
Proses dan Praktik KIP/K
[]
Kebutuhan Dasar Ibu
Selama Persalinan
Persalinan
merupakan
hal yang
normal dan
menakjubkan bagi ibu dan
keluarga. Rasa
kekhawatiran, ketakutan
maupun cemas akan
muncul pada saat []
Proses dan Praktik KIP/K
dalamPelayanan
Kebidanan
Pengertian KIP/K
Komunikasi Interpersonal
adalah interaksi orang ke
orang, dua arah, verbal
dan non verbal. Saling
berbagi informasi dan
perasaan []
Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
Part 2
Vitamin Wanita hamil
membutuhkan lebih banyak
vitamin dibanding sebelum
hamil. Kebutuhan vitamin
diperlukan untuk
mendukung pertumbuhan
dan perkembangan janin
converted by Web2PDFConvert.com

kepala dan wajah (kepala, muka, hidung dan telinga); gigi dan mulut (bibir, gigi dan gusi); leher;
dada dan payudara; abdomen; ekstremitas (ekstremitas atas dan bawah); genetalia (vagina,
kelenjar bartholini, pengeluaran pervaginam, perineum dan anus).

serta []

Sedangkan pemeriksaan penunjang dapat diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium (kadar Hb,
hematokrit, leukosit, golongan darah), USG, rontgen dan sebagainya.

Makanan
dengan gizi
seimbang
dapat
diperoleh dari karbohidrat
dan lemak sebagai sumber
zat tenaga, protein sebagai
sumber zat pembangun,
serta []

Interpretasi data
Interpretasi data merupakan identifikasi terhadap diagnosa, masalah dan kebutuhan pasien pada
ibu nifas berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Diagnosa
dapat didefinisikan, masalah tidak.

Menu Seimbang untuk Ibu


Hamil

Pada langkah ini mencakup :


1. Menentukan keadaan normal.
2. Membedakan antara ketidaknyamanan dan kemungkinan komplikasi.
3. Identifikasi tanda dan gejala kemungkinan komplikasi.
4. Identifikasi kebutuhan.
Interpretasi data meliputi:
1. Diagnosa kebidanan
2. Masalah
3. Kebutuhan

Diagnosis kebidanan
Diagnosis yang ditegakkan oleh profesi (bidan) dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi
standar Nomenklatur (tata nama) diagnosis kebidanan, yaitu :
1. Diakui dan telah di di sahkan oleh profesi.
2. Berhubungan langsung dengan praktisi kebidanan.
3. Memiliki ciri khas kebidanan.
4. Didukung oleh clinical judgement dalam praktik kebidanan.
5. Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Diagnosa dapat berkaitan dengan para, abortus, anak hidup, umur ibu dan keadaan nifas.
kemudian ditegakkan dengan data dasar subjektif dan objektif.
Contoh:
Seorang P1A0 postpartum normal hari pertama
Dasar :
DS : Ibu mengatakan baru saja melahirkan anak pertamanya.
DO : Partus tanggal 21 Oktober 2011, pukul 11.00 WIB. KU baik, kesadaran composmentis. TD
110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 37 ?C, R 24 x/menit. TFU 1 jari di bawah pusat, keras. PPV:
lochea rubra, warna merah, jumlah perdarahan 1 pembalut tidak penuh.

Masalah
Masalah dirumuskan bila bidan bila menemukan kesenjangan yang terjadi pada respon ibu
terhadap masa nifas. Masalah ini terjadi belum termasuk dalam rumusan diagnosis yang ada,
tetapi masalah tersebut membutuhan penanganan bidan, maka masalah dirumuskan setelah
diagnosa. Permasalahan yang muncul merupakan pernyataan dari pasien, ditunjang dengan data
dasar baik subjektif maupun objektif.
Contoh:
Masalah : Nyeri jahitan
Dasar :
DS : Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitannya
DO : luka jahitan perineum derajat dua, keadaan masih basah, jenis heating jelujur subcutis

Diagnosa/ Masalah Potensial


Langkah ini merupakan langkah antisipasi, sehingga dalam melakukan asuhan kebidanan, bidan
dituntut untuk mengantisipasi permasalahan yang akan timbul dari kondisi yang ada.

converted by Web2PDFConvert.com

Contoh :
Seorang ibu postpartum P1A0 hari ke 3 dengan bendungan ASI
Diagnosa potensial: mastitis

Kebutuhan Tindakan Segera


Setelah merumuskan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi diagnosa/masalah
potensial pada langkah sebelumnya, bidan juga harus merumuskan tindakan emergensi yang harus
dirumuskan untuk menyelamatkan ibu dan bayi, secara mandiri, kolaborasi atau rujukan
berdasarkan kondisi klien.
Contoh:
Diagnosa potensial: mastitis
Tindakan segera: kompres air hangat, pemberian analgetik dan antibiotik, menyusui segera

Rencana asuhan kebidanan


Langkah ini ditentukan dari hasil kajian pada langkah sebelumnya. Jika ada informasi/data yang
tidak lengkap bisa dilengkapi. Merupakan kelanjutan penatalaksanaan terhadap masalah atau
diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi yang sifatnya segera atau rutin. Rencana
asuhan dibuat berdasarkan pertimbangan yang tepat, baik dari pengetahuan, teori yang up to
date, dan divalidasikan dengan kebutuhan pasien. Penyusunan rencana asuhan sebaiknya
melibatkan pasien. Sebelum pelaksanaan rencana asuhan, sebaiknya dilakukan kesepakatan
antara bidan dan pasien ke dalam informed consent.
Contoh:
Anjurkan ibu untuk mengeluarkan asi
Lakukan kompres air hangat dan dingin
Lakukan masase pada payudara secara bergantian
Berikan terapi antipiretik dan analgetik
Anjurkan ibu untuk tetap konsumsi makanan yang bergizi

Implementasi
Pelaksanaan dapat dilakukan seluruhnya oleh bidan atau bersamasama dengan klien atau anggota
tim kesehatan. Bila tindakan dilakukan oleh dokter atau tim kesehatan lain, bidan tetap
memegang tanggung jawab untuk mengarahkan kesinambungan asuhan berikutnya. Kaji ulang
apakah semua rencana asuhan telah dilaksanakan.
Contoh:
Sesuai dengan pelaksanaan tetapi ada rasionalisasi tindakan

Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang telah diberikan. Evaluasi
didasarkan pada harapan pasien yang diidentifikasi saat merencanakan asuhan kebidanan. Untuk
mengetahui keberhasilan asuhan, bidan mempunyai pertimbangan tertentu antara lain: tujuan
asuhan kebidanan; efektifitas tindakan untuk mengatasi masalah; dan hasil asuhan kebidanan.
Contoh:
Asi telah dikeluarkan, jumlah asi cukup
Kompres air hangat dan dingin telah dilakukan, ibu merasa lebih nyaman
Telah dilakukan masase, ibu merasa lebih rileks
Terapi yang diberikan adalah parasetamol 500 mg 31 peroral dan antalgin 500 mg 31 peroral
Ibu bersedia mengkonsumsi makanan yang bergizi
Referensi
Ambarwati, Eni. 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Depkes RI. Subdit Kebidanan Dan Perinatal. Direktorat Keperawatan Dan Keteknisan Medik. 2005.
Pedoman Manajemen Kebidanan.
Saleha, Siti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Yogyakarta: Andi.
Gambar, actionintl.org

Kata Kunci
converted by Web2PDFConvert.com

manajemen varney, manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas, contoh askeb nifas normal,
contoh SOAP ibu nifas, contoh soap nifas, pemeriksaan fisik pada ibu nifas, contoh soap pada ibu
nifas, contoh askeb ibu nifas, contoh kasus kebidanan, evaluasi asuhan kebidanan masa nifas,
contoh kasus manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas, pengkajian data pada asuhan
kebidanan pada masa nifas pdf, contoh gbpp nifas, menurut varney riwayat kehamilan persalinan
dan nifas yang lalu, contih manajemen askeb ibu nifas, contoh pendokumentasian SOAP menurut
varney pada ibu nifas, contoh soal varney nifas, isi pelaksanaan soap pada ibu hamil, SOAP bufas,
diagnosa ibu nifas, 7 langkah varney pada ibu nifas, soap askeb 3, data laboratorium normal masa
nifas, diagnosa kebidanan askeb nifas, laporan tinjaun kasus asugan persalinan nifas normal dg
pormat SOAP.
Askeb III (Nifas)

LUSA.web.id | Share :

Recommend

109

Tweet 11

About the author


lusa

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta.


Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu
luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

3 Responses to Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas


Meiske

10 April 2012 at 7:39 pm

Bu , saya dapat koment dari pembimbing puskesmas bahwa untuk dibagian


evaluasi itu SOAP berdasarkan permasalahan yang ada saja, itu bagaimana
Bu ?

lusa

Reply

11 April 2012 at 12:19 pm

Dear Meiske
Reply

Pendokumentasian itu UNIK. Sejauh yang pernah saya pelajari


dan baca dari beberapa referensi belum ada patokan yang jelas
di dalam pendokumentasian kebidanan.
Pendokumentasian SOAP, merupakan implementasi dari 7
langkah manajemen varney. Sehingga P pada SOAP merupakan
implementasi langkah V, VI dan VII Varney.
Bidan dalam memberikan asuhan kebidanan
berdasar pertimbangan yang tepat, baik dari pengetahuan, teori
yang up to date, dan divalidasikan dengan kebutuhan pasien.
Oleh karena itu, diperlukan juga kesepakatan antara bidan dan
pasien dalam pemberian asuhan.
Apabila ditemukan masalah, maka perlu diberikan asuhan sesuai
permasalahan yang ada. Tetapi, apabila pasien memerlukan
asuhan lain yang memang dibutuhkan, silakan diberikan.
Kemudian baru dievaluasi (evaluasi merupakan keefektifan dari
asuhan yang telah diberikan)..
Demikian Ananda Meiske, semoga bisa dipahami..
SELAMAT BELAJAR dan salam hangat untuk teman-teman di
Akbid MU Surakarta..

converted by Web2PDFConvert.com

Nana

29 April 2012 at 9:58 am

Bu,saya mau bertanya apa yang dimaksud analisa hasil pelaksanaan program
padanibu nifas..?

Reply

Leave a Reply
Name (required)

Name
Mail (will not be published) (required)

E-Mail Adress
Website

http://www.lusa.web.id/
Submit

converted by Web2PDFConvert.com