Anda di halaman 1dari 106

Pengantar Manajemen

Oleh :
Nia Natalia S.E, M.M

Pengantar Manajemen
1. Proses-proses
manajemen
2. Evolusi teori
manajemen
3. Elemen-elemen
lingkungan
organisasi
4. Tanggung Jawab
Sosial dan Etika
5. Kewirausahaan
6. Budaya organisasi
7. Manajemen mutu

8. Perencanaan
organisasi
9. Pengorganisasian
10. Distribusi dan
Wewenang
11. Motivasi
12. Kepemimpinan
13. Komunikasi
14. Pengendalian

Manajemen dan Manajerial


Manajemen (James A.F Stone)
Sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, memimpin dan
mengevaluasi kerja anggota
organisasi dan menggunakan
semua sumber daya yang ada
untuk mencapai tujuan organisasi
Manajemen (Peter E Drucker)
Management is tasks,
managament is dicipline,
management is people

Manajemen dan Manajerial


Manajer
Orang yang
bertanggungjawab
mengarahkan segala upaya
yang ditujukan untuk meraih
tujuan organisasi

Manajemen dan Manajerial


Organisasi
Dua atau lebih orang yang
bekerjasama dengan cara tertentu
untuk mencapai tujuan tertentu
bekerjasama bukan bekerja
bersama-sama
tujuan tertentu bukan sembarang
satu atau beberapa tujuan bukan
sembarang tujuan

The Organization

Kinerja
Kinerja Manajerial
ukuran yang menentukan efektifitas
dan efisiensi seorang manajer seberapa baik ia memimpin dan
mencapai tujuan tertentu

Kinerja Organisasi
ukuran yang menentukan efektifitas
dan efisiensi organisasi - seberapa
baik ia memimpin dan mencapai
tujuan tertentu

Prinsip Dasar Manajemen


(Peter E Drucker)
Efisiensi
kemampuan mengunakan
sumberdaya seminimal mungkin
untuk mencapai tujuan organisasi
- doing things right

Efektifitas
kemampuan menentukan tujuan
yang tepat - doing the right things

Efficiency and
Effectiveness

Four Functions of Management

Proses Manajemen
(Henry Fayol/Fayolism)
Perencanaan
proses menentukan tujuan dan
rencana tindakan yang tepat
untuk mencapai tujuan tersebut

Pengorganisasian
proses mengabungkan dua atau
lebih orang untuk bekerjasama
dengan cara tertentu untuk
mencapai tujuan tertentu

Proses Manajemen
Memimpin
proses mengarahkan dan
mempengaruhi pekerjaan yang
terkait dengan kegiatan
anggota/bagian organisasi
Mengendalikan
proses untuk memastikan
kesesuaian antara perencanaan
dan pelaksanaan

The Managers

Tingkatan Manajer
Top-level Manager
1. Menguasai peran dan kemampuan
manajemen
2. Memahami faktor eksternal
3. Membuat keputusan jangka panjang
4. Keputusan dibuat berdasarkan proses
analisis, pengarahan, konseptual/prilaku
dan/partisipatif
5. Bertanggungjawab membuat keputusan
strategik
6. Meninjau rencana dan memastikan rencana
sesuai dengan keadaan di masa depan.

Tingkatan Manajer
Middle Manager
1. Memahami tugas-tugas manajerial
tertentu
2. Bertanggungjawab melaksanakan
tugas yang dibuat oleh top
management

Lower Manager
1. Memastikan keputusan dan rencana
yang dibuat dua level manajer di
atasnya berjalan
2. Membuat keputusan jangka pendek

The Managers Skill

Managers Role
(Mintzberg)

Interpersonal Roles
Figurehead
Leader
Liaison
Informational Roles
Monitor
Disseminator
Spokesperson

Decisional Roles
Entrepreneur
Disturbance handler
Resource allocator
Negotiator

Manajer Berdasarkan
Fungsi
Produksi
Keuangan
Sumber daya manusia
Pemasaran

Kemampuan Manajer
Teknis
Hubungan antar individu
Konseptual

Skills Needed at Different


Managerial Level

Tantangan Manajer
Globalisasi
Lingkungan multikultur
Anti korporasi
Etika dan Tanggungjawab sosial
Ekonomi berkelanjutan
(sustainability production) green production

Teori Manajemen:
Evolusi Teori Manajemen
- Aliran Manajemen Ilmiah
- Aliran Teori Organisasi Klasik
- Aliran Tingkah laku Manusia
Aliran Ilmu Manajemen
- Pendekatan Sistem
- Pendekatan Kontingensi
- Pendekatan Dinamik

Pemikiran Awal Mengenai


Manajemen :
Jauh sebelum manajemen dikenal, telah banyak
organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana
organisasi agar efisien dan efektif.
Marchiavelli (1531) -->mengenalkan beberapa
prinsip-prinsip yang dapat diadaptasikan untuk
diterapkan pada organisasi manajemen masa kini.
Filsafat Cina Sun Tzu (2000th yang lalu) yang
kemudian di modifikasi oleh Mao Zedong, -->
mengenalkan strategi perang, yag dapat di pakai
untuk merencanakan strategi yang berhububungan
dengan bisnis pesaing.

Lanjutan.

Manajemen dan Organisasi


merupakan produk dari sejarah,
keadaan sosial dan tempat
kejadian.
Belajar teori manajemen
membantu kita untuk membantu
kita memahami manajemen dan
organisasi yang semakin
kompleks.

Teori Manajemen
Sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan
logis, dikemukakan untuk menjelaskan
hubungan antara dua fakta atau lebih yang
dapat diamati serta menyediakan dasar
yang mantap untuk memperkirakan
peristiwa pada masa depan.
Abstraksi (kesimpulan) dari pengalaman
empirik yang meramalkan peristiwa di masa
datang

Teori didapatkan dari:


penelitian berulangkali dalam skala
luas dan telah diuji oleh
kelompok/orang lain (obyektif/inter
subyektifitas)

Teori dimanfaatkan untuk:


1.Memudahkan kita memahami
peristiwa yang kita alami
2.Membuat keputusan untuk
mengatasi masalah
3.Meramalkan peristiwa di masa depan

Aliran Manajemen Ilmiah


Tokoh:
(scientific
Management
- Frederick A. Taylor (1856-1915)
- Henry L.Gantt (1861-1919)
Theory)

- Frank B. Gilberth (1868-1924) & Lilian M. Gilberth


(1878-1972)

Menerangkan secara ilmiah metode terbaik


untuk melaksanakan tugas apapun, dan
untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi
pekerja. Tujuannya adalah kebutuhan untuk
meningkatkan produktivitas

Frederick A. Taylor
Filosofis 4 Prinsip dasar :
Pengembangan didasarkan ilmu manajemen yang
terukur sehingga ditemukan metode terbaik untuk
mengerjakan tiap tugas
Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja
akan diberi tanggung jawab melakukan tugas yang
paling cocok dengannya (right man in the right place).
Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja.
Kerjasama bersahabat dan secara pribadi antara
manajemen dan tenaga kerja.

Sukses dari prinsip-prinsip tersebut,


memerlukan revolusi mental yang lengkap
dari para manajer dan tenaga kerja.

Henry L. Gantt
Tidak menggunakan sistem insentif
(bentuk pendidikan dan pelatihan) ala
Taylor, tapi memperkenalkan sistem bonus
Memberikan motivasi kepada karyawan
yang mampu menyelesaikan tugas yang
dibebankan melalui insentif /bonus.
Mencatat kemajuan pekerja dan dilakukan
secara terbuka serta dicatat pada bagan
balok induvidual (bagan Gantt).

Gilberth:"cyclographs" dan
"chronocyclographs"
Mempelajari
kelelahan dan gerakan serta
memfokuskan pada berbagai cara untuk
mendorong kesejahteraan pekerja.
Perhatian Manajemen terhadap pekerja,
terutama dalam mencari gerakan yang
paling ekonomis sehingga dapat
meningkatkan moral pekerja.
Tujuan akhir dari manajemen ilmiah
adalah membantu para pekerja
mencapai potensial penuh sebagai
manusia.

Teori Scientific Management


Kelemahan:
Mengabaikan dimensi perbedaan
kemampuan, identitas tugas,
kepentingan tugas, otonomi, dan
umpan balik
Pekerja semata komponen
produksi serupa dengan mesin
(diukur dengan stopwatch)

Teori Organisasi Klasik


Tokoh :
- Henry Fayol (1841-1925)
-Max Webber (1864-1920)
- Mary Parker Follett (1868-1933)
-Chester I. Barnard (1886-1961)

Menumbuhkan kebutuhan untuk


menemukan pedoman
pengelolaan organisasi kompleks.

Henry Fayol
Manajemen adalah suatu ketrampilan yang
dapat diajarkan jika prinsip dasarnya dipahami.
14 Prinsip Manajemen Fayol :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Pembagian Tugas
11. Keadilan
Wewenang
12. Stabilitas Staff
Disiplin
13. Inisiatif
Kesatuan komando
14. Semangat Korps
Kesatuan dalam Pengarahan
Kepentingan Individual di bawah kepentingan umum
Imbalan
Sentralisasi (Desentralisasi)
Hierarki
Susunan

Max Webber
Organisasi apapun mempunyai orientasi pada
berbagai sasaran memerlukan pengendalian
peraturan dari semua aktivitasnya dengan hatihati.
Mengembangkan sebuah teori mengenai
manajemen birokrasi yang menekankan pada
kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan
dengan ketat untuk mengatur peraturan dan
wewenang denga jelas. (value oriented)
Organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang
aktivitas dan tujuan dipikirkan secara rasional
dan pembagian tugas dari para karyawan
dinyatakan secara jelas. (logis)
Evaluasi prestasi kerja harus didasarkan pada
keunggulan di masa lalu (teknokratik)

Marry Parker Follett


Manajemen adalah seni melaksanakan pekerjaan
lewat orang lain.
Memperkenalkan konsep hubungan manusia dan
struktur organisasi.
Kelompok merupakan tempat individual dapat
menggabungkan bakat yang berbeda-beda
menjadi sesuatu yang lebih besar.
Fungsi control (pengendalian)yang utuh
memperhitungkan bukan hanya individual dan
kelompok, tetapi juga pengaruh dari faktor-faktor
lingkungan seperti, politik, ekonomi dan biologi.
Follet membuka jalan bagi teori manajemen untuk
mengikutsertakan hubungan yang lebih luas, baik
dari dalam organisasi maupun dari luar batas
organisasi.

Chester I. Barnard
Mengidentifikasi organisasi informal, dan
mempromosikan efektivitas mengenali dan
Orang berkumpul
menggunakan
kelompok
informal
tempat kerja,
bersama
dalamdiorganisasi
formal
tidak dapat mencapai tujuan jika bekerja sendirisendiri. Tetapi, dalam mengejar sasaran organisasi
mereka juga harus memuaskan kebutuhan individual
masing-masing.
Zone of indifference (area of acceptane) ;
kecenderungan yang mengkondisikan individual dapat
menerima perintah yang berada dalam rentang
tanggung jawab atau aktivitas yang sudah dikenal.
Semakin banyak aktivitas yang termasuk di dalam
zona tidak penting , semakin lancar dan semakin
kooperatif sebuah organisasi.

Chester I. Barnard
Insentif
1.
2.
3.
4.

Uang dan material lain


Kesempatan non material
Kondisi kerja yang baik
Imbalan ideal (kebanggan)

Tugas Pemimpin:
1.
2.
3.

Membangun dan mempertahankan sistem


komunikasi
Menyiapkan pelayanan penting
Merumuskan tujuan dan manfaat
organisasi

Teori Behavioral
(Organisasi adalah
Tokoh : (behavioral scientist)
Manusia)
Elton
Mayo (1880-1949)
Abraham Maslow
Douglas McGregor
Aliran tingkah laku muncul sebagai akibat dari
pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi
efisien dan harmoni di tempat kerja yang memadai.
Pada Aliran ini, digolongkan 2 pendekatan yaitu :
Gerakan hubungan manusia dan Pendekatan ilmiah
Tingkah laku

Elton Mayo
Gerakan hubungan manusia
Penelitian manusia dalam lingkungan kerja :
Pekerja yang mendapatkan perhatian khusus
akan berkerja lebih baik dan dapat
meningkatkan produktivitas.
Pekerja akan bekerja lebih keras jika mereka
percaya pihak manajemen memperhatikan
kesejahteraan dan perhatian khusus.
Kelompok informal (lingk. Sosial dari
karyawan) memiliki pengaruh positif terhadap
produktivitas.

Abraham Maslow & Doglas


McGregor
Pendekatan Ilmiah tingkah laku

Maslow : kebutuhan yang memotivasi manusia untuk


mendapatkan kepuasan dapat dibuat hierarki. Kebutuhan
peringkat bawah harus dipuaskan terlebih dahulu
sebelum kebutuhan peringkat yang lebih tinggi dapat
dipenuhi.
McGregor : membedakan 2 asumsi dasar alternatif
mengenai manusia dan pendekatan mereka terhadap
pekerjaan. 2 asumsi tersebut memunculkan teori X dan
teori Y.
Teori X : pandangan tradisional tentang motivasi -->
pekerjaan yang dibenci oleh karyawan yang harus diberi
motivasi dengan paksaan uang dan pujian.
Teori Y : pekerja/orang sudah memiliki motivasi untuk
bekerja melakukan pekerjaan dengan baik.

Manajemen Science
School

ManagementResearch)
Science School
(Operation

Menggunakan teknik matematika


untuk membuat model, menganalisis
dan menyelesaikan masalah
manajemen

Teori Manajemen Kontemporer


Pendekatan Sistem :
Pandangan organisasi sebagai sistem yang
dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian
yang saling berkaitan.
Kata kunci : Subsistem, sinergi, open system & close system, System
boundary, flows, feedback(umpan balik).

Pendekatan kontigensi
Pandangan bahwa teknik manajemen yang paling baik
memberikan kontribusi untuk mencapai sasaran
organisasi mungkin bervariasi dalam situasi atau
lingkungan yang berbeda.
Pandangan ini sering juga disebut pendekatan situasional.

Pendekatan Keterlibatan
Dinamik
Premis
Pandangan bahwa waktu dan hubungan manusia
mendesak manajemen untuk memikirkan ulang
pendekatan tradisional dalam menghadapi
perubahan yang terus menerus berlangsung dan
cepat.
Isu Penting:
1. Lingkungan Organisasi Baru
2. Etika dan Tanggungjawab Sosial
3. Globalisasi dan Manajemen
4. Inventing dan Reinventing Organisasi
5. Budaya dan Multibudaya
6. Kualitas

Analisis Teori
Asumsi
Model
Pendekatan/Metode

Lingkungan Organisasi
Lingkungan
Organisasi
Lingkungan
Internal
Lingkungan yang terkait
langsung (Mikro)

Lokal

Internasional

Pemilik Organisasi, Tim Manajemen,


Para Anggota atau Para Pekerja,
Lingkungan Fisik Organisasi

Lingkungan
Eksternal
Lingkungan yang tidak
terkait langsung (Makro)

Lokal

Internasional

Pemasok, Pelanggan, Pesaing, Partner


Strategis, Regulator, Pemerintah,
Masyarakat Umum

Lingkungan Internal
Organisasi
1. Pemilik modal
2. Dewan Direksi (Tim
Manajerial)
3. Pekerja
4. Lingkungan fisik

Lingkungan Eksternal
Organisasi
1. Konsumen
2. Pemasok
3. Pemerintah
4. Kelompok kepentingan (SIG & PACs)
5. Pembela konsumen
6. Media
7. Serikat buruh
8. Institusi Finansial
9. Pesaing
10.Kelompok pemangku kepentingan khusus

Lingkungan Tak Terkait


Langsung
Mempengaruhi Organisasi dengan 2 cara:

1. Mendorong terbentuknya
kelompok kepentingan yang
menekan organisasi
2. Menciptakan situasi tertentu
yang menuntut organisasi
melakukan perubahan kerja

Variabel Lingkungan
Tak Langsung Organisasi
Variabel sosial (demografi, gaya hidup,
nilai sosial)

Variabel ekonomi (GDP, tabungan,


investasi, harga, upah, produktivitas - inflasi,
IKK-, APBN, nilai tukar, ekspor-impor, angka
pengangguran, neraca perdagangan, neraca
pembayaran)

Variabel politik (konflik kelompok)


Variabel teknologi (penemuan, adopsi)

Lingkungan Fisik
Organisasi
Masalah Lingkungan:
1. Polusi
2. Pemanasan Global
3. Lubang Ozon
4. Baby Boomers
5. Ketahanan Pangan
6. Ketersediaan Air

Perspektif untuk
Mengatasi Masalah
Model Cost-benefit
Lingkungan
Fisik
pengaturan soal pemanfaatan lingkungan
perlu dilakukan untuk jika keuntungan
potensial lebih besar daripada biaya
potensial

Pembangunan berkelanjutan
perusahaan harus mampu menemukan
metode aktivitas berkelanjutan dalam
jangka waktu lama sehingga organisasi
otomatis dapat terus beraktivitas

Desakan Organisasi
Ramah Lingkungan
Tekanan Undang-undang
Tekanan Pasar
Tekanan Pemangku
kepentingan
Ancaman keberlanjutan
organisasi

Tanggung Jawab Sosial Organisasi


Dasar Pemikiran:
- Charity Principle:
individu yang beruntung (kaya)
harus memberi bantuan pada
yang kalah (miskin)
- Stewardship Principle:
Pihak yang kaya adalah pelindung
bagi yang miskin

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


(Corporate Social Responsibility)
Corporate social responsiveness
mengatur perusahaan merespon isu
sosial yang menghalangi perusahaan
(reaktif)

Corporate social perfomance


tindakan perusahaan yang mengatur
prinsip, proses dan kebijakan
menghadapi lingkungan sosial (proaktif)

Etika Organisasi
Filsafat pemikiran yang
mengajarkan hak dan
kewajiban, moral yang
berperan dalam bersikap dan
berhubungan dengan orang
lain

Aspek Etika
Nilai
Hak
Kewajiban
Prinsip Moral (Moral umum)

Bisnis Berkelanjutan
(Sustainability Business)
Perusahaan yang berusaha
meniadakan efek negatifnya
terhadap lingkungan,
masyarakat dan ekonomi
bersandar pada triple bottom
line (people, planet, profit)

Standar
Sustainability Business
Disepakati dalam Rio Summit on
Environment 1992
ISO 14000
ISO 14004: petunjuk pembangunan
dan pelaksanaan sistem manajemen
lingkungan
ISO 14020+ pelabelan
ISO 14040+ daur ulang

Perdagangan Adil
(Fair Trade)
Gerakan sosial dan
pendekatan berbasis pasar
yang menekankan pada
keadilan perdagangan untuk
meningkatkan nilai ekonomi,
sosial dan lingkungan
produksi negara berkembang.

Prinsip Dasar Fair Trade


Meningkatkan keuntungan
produsen yang termajinalkan
Membatasi calo
Menghindari eksploitasi
tenaga kerja (sweat shop)
Meningkatkan kesadaran
konsumen

Kewirausahaan
Semangat, sikap, perilaku, dan
kemampuan seseorang dalam
menangani usaha dan atau kegiatan
yang mengarah ada upaya
mencari, menciptakan, menerapkan
cara kerja, teknologi dan produk
baru dengan meningkatkan efisiensi
dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan atau
memperoleh keuntungan yang lebih
besar.

Kewirausahaan
Sikap (cara berpikir)
Prilaku
Kemampuan
Proses
Metode

Ciri dan Watak Wirausaha


C ir i-c ir i

W a ta k

1 . P e rc a y a D iri

K
K
In
O

e y a k in a
e tid a k te
d iv id u a
p tim is m

n
rg a n tu n g a n
lita s
e

2 . B e ro rie n n ta s i tu g a s
d a n h a s il

K e b u tu h a n a k a n p re s ta s i
B e ro rie n ta s i la b a
K e te k u k a n d a n k e ta b a h a n
T e k a d d a n k e rja k e ra s
M e m p u n y a i d o ro n g a n k u a t
E n e rg ik d a n in is ia tif

3 . P e n g a m b il ris ik o

- K e m a m p u a n m e n g a m b il r is ik o
- S u k a ta n ta n g a n

4 . K e p e m im p in a n

- B e rtin g k a h la k u s e b a g a i p e m im p in
- D a p a t b e rg a u l d e n g a n o ra n g la in
- M e n a n g g a p i s a r a n d a n k ritik

5 . K e o ris in ila n

6 . B e ro rie n ta s i k e
m a sa d e p a n

- P a n d a n g a n k e d e p a n
- P e r s e p tif

In o v a tif d a n k r e a tif
F le k s ib e l
P u n y a b a n y a k su m b e r
S e rb a b isa

Manfaat Kewirausahaan
Pertumbuhan ekonomi
Meningkatkan produktivitas
Penemuan teknologi, produk
dan jasa baru
Perubahan iklim kompetisi
pasar
Daya saing bangsa dalam
globalisasi

Faktor Pembentuk
Wirausaha
Psikologis:
1. Kebutuhan aktualisasi diri
2. Ingin mengendalikan hidup
3. Mau menghadapi resiko
4. Mau menghadapi ketidakpastian
5. Prilaku tipe A (mau
menyelesaikan masalah secepat
mungkin)

Faktor Pembentuk
Wirausaha
Sosiologis
1. Keluarga (turun temurun)
2. Diskriminasi ekonomi (cina,
perempuan)
3. Menemukan tim kerja
4. Kemudahan (relasi, modal,
jaringan) dari keluarga/teman

Faktor Pembentuk Wirausaha


Lingkungan
1. Persaingan kerja
2. Kebijakan pemerintah
3. Pusat pelatihan/inkubator
bisnis
4. Mendapatkan kemudahan
(kredit, lokasi, modal dst)

Faktor Pembentuk
Wirausaha
Pribadi
1. Kompetisi kerja
2. PHK
3. Usia
4. Keberanian menanggung
resiko/minat bisnis

Kendala Wirausaha
Tidak memahami konsep
manajemen/wirausaha
Tidak memiliki pengetahuan
tentang bisnis
Tidak memiliki ketrampilan
Tidak punya modal
Tidak mengetahui kinerja bisnis
Tidak ada motivasi

Kendala Wirausaha
Stigma sosial
Pekerjaan mapan
Tekanan waktu
Hambatan hukum, kebijakan
Proteksi, monopoli
Hambatan paten

Kewirausahaan Modern
Wirausaha karena Disengaja:
1. Technopreneurship
2. Sociopreneurship
3. Ecopreneurship
4. Creativepreneurship

Technopreneurship
Dorf&Byers
metode bisnis yang
mengidentifikasi potensi dan
kesempatan komersialisasi
teknologi dengan mengabungkan
bakat dan modal, mengelola
pertumbuhan dan menekan resiko
menggunakan kemampuan
pengambilan keputusan

Tecnopreneurship
Shane & Venkataraman
proses wirausaha
menggabungkan sumber
daya organisasi, teknis sistem
dan strategi yang digunakan
perusahaan untuk meraih
kesempatan

Tecnopreneurship
The Canadian Academy of
Engineering
Aplikasi inovatif dari pengetahuan
teknis dan ilmiah oleh wirausaha
dengan menjalankan bisnis dan
memperkirakan risiko keuangan
untuk mencapati tujuan.

Sociopreneurship
Tan & William:
Z Community-based enterprises
Z Socially responsible enterprises
Z Social Service Industry
Professionals
Z Socio-economic or dualistic
enterprises.

Creativeprenuership
Industri Kreatif:
Aktivitas yang bersumber
dari kreativitas, ketrampilan
dan bakat seseorang yang
berpotensi membuka
lapangan pekerjaan dan
kekayaan melalui ekploitasi
hak intelektual

Creativeprenuership
Kategori Kreatif Industri:
Seni dan kerajinan, fashion, film,
teater dan seni pertunjukan,
periklanan, arsitektur dan desain,
penerbitan, media penyiaran,
rekaman musik, komputer (piranti
keras dan lunak), media digital.

Kewirausahaan Modern

Desain Memulai Usaha:


1. Perencanaan usaha (bidang, bentuk usaha, lokasi,
legal formal)
2. Lingkungan usaha (mikro dan makro)
3. Menentukan target pasar
4. Menentukan patner kerja
5. Menentukan karyawan
6. Modal
7. Peralatan/teknologi
8. Manajemen Pemasaran (4P + strategi
persaingan)
9. Manajemen Keuangan (alokasi modal, target
penjualan, arus kas, biaya, target BEP)

Globalisasi
Globalisasi Ekonomi
-

Kegiatan ekonomi merupakan pintu masuk


dari globalisasi sektor lain (budaya, sosial dst)
Kegiatan ekonomi melintasi batas negara dan
bangsa

Aspek Globalisasi
- Kedekatan:
teknologi informasi dan transportasi
- Lokasi:
produksi, distribusi, pasar di banyak negara
- Sikap:
kejujuran, kerja keras, disiplin, keterbukaan

Kompetisi Global
Kompetitif:
keunggulan organisasi dibandingkan
organisasi lain

Competitive Advantage:
kenggulan suatu bangsa menghasilkan
produk dan jasa tertentu dibandingkan
bangsa lain

Kerjasama Internasional
Kerjasama bilateral atau multilateral dengan
tujuan mengalahkan kelompok bangsa lain

Negara dan Globalisasi


Fungai Negara:
1. Sebagai fasilitator perdagangan
(tarif, bea masuk, pajak, insentif)
2. Otoritas moneter
3. Menyediakan stimulus untuk
meningkatkan keunggulan
kompetitif industri (competitive
advantage)
4. Mencegah monopoli dan krisis
ekonomi akibat kecurangan praktik
bisnis

Perubahan Dunia
Perdagangan semakin
bebas
Kerjasama ekonomi dunia
(WTO, MEE, AFTA, NAFTA dst)
Kekuatan ekonomi baru di
Asia: Cina dan India
Kehancuran Uni Sovyet

Bentuk Investasi Global


Investasi Portofolio:
Kepemilikan saham

Investasi Langsung:
Memiliki perusahaan di negara lain

Perusahaan Multinasional
perusahaan besar yang beroperasi di
beberapa negara di dunia tetapi
dikendalikan dari satu kantor pusat

Orientasi Globalisasi
Etnosentris
mengandaikan negara tujuan memiliki
situasi yang sama dengan negara asal

Polisentris
mengandaikan tiap negara memiliki
keunikan

Geosentris
mengandaikan sekelompok negara (di
area tertentu) memiliki situasi yang sama

Strategi Memasuki
Pasar Global
Ekspor
mengirimkan produk dalam negeri ke luar
negeri

Lisensi
menjual hak produksi ke perusahaan luar negeri

Franchise
lisensi produk retail

Joint Venture
kerjasama menjalankan perusahaan antar pihak
dari 2 negara

Manajemen Lintas Budaya


Unsur Kebudayaan:
1. Corak ekonomi
2. Bahasa
3. Lingkungan (iklim, topografi,SDA)
4. Pendidikan
5. Populasi dan Ikatan keluarga
6. Sejarah
7. Agama
8. Struktur kelas sosial

Manajemen Lintas Budaya


Dimensi Budaya Organisasi: Geert Hofstede
1. Individualisme/Kolektifisme
(Individualism/LDV)
2. Jarak Kekuasaan (Power Distance/PDI)
3. Maskulin (material & asertif) atau
Feminim (kualitas hidup & perhatian)
(Masculinity/MAS)
4. Kesiapan menghadapi ketidakpastian
(Uncertainity Avoidance/UAI)
5. Orientasi jangka panjang/pendek (Long
Term Orientation/ LTO)

Kebudayaan
1. Suatu proses umum
perkembangan intelektual,
spritual dan estetik
2. Pandangan hidup
masyarakat/kelompok dalam
suatu periode tertentu
3. Karya dan praktik intelektual,
terutama aktivitas artistik

Budaya Organisasi
Seperangkat pemahaman yang penting
menyangkut norma, nilai, sikap, dan
keyakinan yang dimiliki oleh anggota
organisasi
Budaya Organisasi merupakan rumusan
manusia (diawali dari pendiri
organisasi) oleh karena itu bisa dibuat,
diubah dan dihilangkan.
Budaya organisasi meliputi: asumsi,
nilai dan artefak

Budaya Organisasi
Formal
Tujuan
Teknologi
Struktur
Kebijakan dan
Prosedur
Sumber
keuangan

Informal
Persepsi
Sikap
Jiwa
Interaksi
informal

Hubungan Budaya dan


Kinerja Organisasi
1.

2.
3.

4.

Budaya organisasi memberikan pengaruh


jangka panjang bagi kinerja ekonomi
organisasi
Budaya organisasi mungkin menjadi faktor
yang lebih penting di dekade mendatang
Banyak perusahaan membuktikan budaya
organisasi yang baik mempengaruhi kinerja
keuangan perusahaan jangka panjang
Meski sulit diubah budaya organisasi dapat
diciptakan untuk meningkatkan kinerja

Multikulturalisme
Pandangan yang
memperhatikan perbedaan
latar belakang dan faktor
budaya yang dimiliki tiap
anggota organisasi dapat
hidup bersama dan
berkembang di dalam
organisasi

Masalah Gender dalam


Hubungan Kerja
Masalah Perempuan Pekerja:
1. Glass ceiling syndrome
2. Pelecehan seksual
3. Streotipe
4. Double Burden
5. Akses pendidikan

Masalah Kelompok Minoritas


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Meraih posisi puncak


Kesenjangan pendapatan
Durasi bekerja
Klik suku
Orientasi seksual
Manula

Alasan Mempertahankan
Multikulturalisme (Taylor Cox)
1.
2.
3.
4.

Biaya
Sumber daya
Pemasaran
Kreatifitas dan Pemecahan
masalah
5. Fleksibilitas sistem

Masalah Manajemen
Organisasi Multikultur
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Budaya Organisasi
Kerangka berpikir
Perbedaan budaya
Masalah pendidikan
Sistem rekrutmen
Peningkatan karier perempuan
Heterogenitas
ras/etnis/kewarganegaraan

Manajemen Kualitas
Kualitas
Mencapai produk dan jasa dengan harga
yang lebih kompetitif
Total Quality Manajemen
komitmen budaya organisasi yang
bertujuan memuaskan konsumen melalui
pemanfaatan sistem alat, teknik, metode
yang terintegrasi. Proses ini melibatkan
perbaikan organisasi berkesinambungan
untuk menghasilkan produk dan jasa
berkualitas tinggi

Manajemen Kualitas
Proses Kontrol Statistik
Metode pengukuran variasi dan
perbaikan proses produksi
berkesinambungan sebelum
pemeriksaan akhir untuk
menghindari produk gagal/cacat

Lingkaran Kualitas
Kelompok kerja yang berdiskusi
untuk meningkatkan kualitas dan
menyelesaikan masalah produksi

14 Prinsip Manajemen
Kualitas
Menurut W. Edward Deming
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Penetapan tujuan memperbaiki produk


dan jasa
Meyakini nilai baru (pertumbuhan,
keuntungan, kepuasan konsumen)
Tidak bergantung pada pemeriksaan
Tidak menghargai bisnis semata pada
harga
Terus menerus melakukan perbaikan
sistem produksi
Menerapkan pelatihan pekerjaan yang
modern
Kepemimpinan

14 Prinsip Manajemen Kualitas


Menurut W. Edward Deming
8. Menjauhkan ketakutan
9. Meniadakan halangan staf antar bagian
10. Menghindari slogan, perintah, target di
tempat kerja
11. Menghindari kuota nominal
12. Meniadakan halangan untuk bangga pada
pekerjaan
13. Menyediakan beragam pelatihan dan
pendidikan
14. Mengambil tindakan untuk mencapai
perubahan

TQM
1. Pendekatan sistem (budaya,
teknik, manajemen)
2. Alat TQM (fish bone diagram
dan bench marking)
3. Fokus pada konsumen
4. Peran manajemen
5. Partisipasi pekerja

Perencanaan
Pengambilan Keputusan
Proses mengidentifikasi dan
memilih serangkaian tindakan
untuk menyelesaikan masalah
tertentu
Masalah
Situasi yang terjadi tidak
sesuai dengan yang diinginkan

Proses Menemukan
Masalah
Penyimpangan dari
pengalaman masa lalu
Penyimpangan dari rencana
Orang lain membawa
masalah
Ancaman kompetitor

Pengambilan Keputusan
(Model Rasional)
1.
2.
3.
4.

Analisis Situasi
Menyusun Alternatif
Evaluasi Alternatif
Pelaksanaan dan
Pengawasan