Anda di halaman 1dari 7

LOVE MANAGEMENT

Mengelola Cinta Dengan Hati


Bukan Hanya Dengan Ego & Nafsu Birahi
BY: Yuldan Arief Djamal

Jika cinta lebih hanya pada manifestasi nafsu egoisme dan keinginan badaniah
maka cinta menjadi sebuah misteri yang membawa derita...
tapi ketika cinta menjadi sebuah refleksi jiwa dan hati...
maka ekspresi cinta adalah kasih sayang yang tak kan terputus oleh apapun...

PSIKOEDUKASIA
BANDUNG
2009

THE STRANGE & CRAZY THING WE CALL LOVE


Apa sih cinta? Makhluk seperti apakah dia? Dia berasal darimana? Kenapa ada? Kenapa harus begitu populer? Dan
kenapa pula makhluk aneh itu bisa membuat seseorang menjadi senang, susah, menangis, romantis, cemburu, romantis, gokil,
pusing, stress, gila beneran, obsesif, posesif, dan yang lebih parah lagi membuat seseorang bunuh diri?
Makhluk aneh bernama cinta ini sebenarnya tidaklah aneh jika kita tahu apa yang kita sebut dengan cinta

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya,
cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri,
empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, ataupun mau
melakukan yang diinginkan objek tersebut.

Jenis-jenis cinta: Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di semua kebudayaan manusia.
Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada 'jiwa' atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam,
cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kekuasaan, dll. Cinta itu abstrak, lebih mudah dialami daripada
dijelaskan.

1.

Cinta terhadap keluarga

2.

Cinta terhadap teman-teman, atau philia

3.

Cinta yang romantis atau juga disebut asmara

4.

Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros

5.

Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape

6.

Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisisme

7.

Cinta akan sebuah konsep tertentu seperti agama, tuhan, dll

8.

Cinta akan negaranya atau patriotisme

9.

Cinta akan bangsa atau nasionalisme

Jadi apakah cinta itu aneh dan gila? Terus bagaimana dengan cinta antar laki-laki dan perempuan selanjutnya? Lihat
halaman berikutnya...
KETIKA CINTA MENJADI MISTERI
Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Ekspresi
cinta dapat termasuk cinta kepada 'jiwa' atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan,
cinta uang, cinta belajar, cinta kekuasaan, dll. Cinta itu abstrak, dan lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
Banyak orang yang menganggap cinta sebagai sebuah misteri, padahal cinta bukanlah misteri jika kita melihat cinta
sebagai bagian dari ekspresi jiwa dan perasaan. Cinta menjadi misteri ketika perasaan dan ekspresi jiwa itu terliputi oleh
egoisme, obsesi, ambisi dan lain-lainnya. Misteri cinta kemudian menjadi derita tanpa kita sadari, karena perasaan dan
ekspresi cinta itu malah membuat kita lebih terpuruk daripada membuat kita lebih hidup
Jika anda bertanya kenapa cinta menjadi derita? Jawabnya mudah... kita terlalu banyak berharap (dan kurang
realistis baik karena ego, rasa ingin terus dalam kondisi senang/gembira), terobsesi, ataupun terpengaruh oleh anggapan dan
pendapat orang lain yang sebenarnya kurang memahami apa yang kita alami dan rasakan.
Hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan tanpa dilandasi kasih sayang seringkali menyebabkan kita terpuruk
dan menjadikan hubungan cinta kasih mengalami berbagai kesulitan dan pada akhirnya malah menjadi derita.
Banyak dari kita melihat hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan seperti yang kita lihat di sinetron ataupun
film. Padahal hubungan cinta yang ada di film dan sinetron meski mungkin banyak yang sama akan tetapi sangat berbeda dan
mungkin tidak dapat kita alami karena setiap orang dan pasangannya memiliki keunikan tersendiri dan mereka berkomunikasi
dengan cara dan gaya yang berbeda dengan orang lain karena masing-masing punya sifat, karakter dan latar belakang
pergaulan yang berbeda pula.

Jika kita melihat dan memahami cinta sebagai bentuk dari emosi dan keinginan kita karena paras yang
cantik/tampan, tubuh yang bagus dan lainnya tanpa mengembangkan rasa cinta itu dari kasih sayang yang berasal dari hati
kita maka seringkali rasa cinta itu kemudian malah menjadi cinta yang obsesif dan malah menyakiti diri sendiri baik secara
fisik ataupun psikis.
Bagi beberapa orang yang memahami arti cinta yang sebenarnya, rasa suka atau cinta kepada lawan jenis seringkali
mereka awali dengan membuka hati mereka dan menumbuhkan kasih sayang dan bukannya keinginan untuk memiliki ataupun
menganggap orang yang mereka sayangi sebagai milik mereka... akan tetapi menyayangi orang tersebut dengan cara
menghargai dan saling mengembangkan diri mereka satu sama lain baik dengan saling mengingatkan ataupun berkomunikasi
dan berinteraksi dengan baik sesuai dengan sifat dan karakter pasangannya masing-masing.
Jadi apakah cinta itu sebuah misteri? Jika anda masih menjawab ya berarti cinta yang anda pahami dibatasi oleh
egoisme diri pribadi karena cinta sebenarnya sangat-sangat jelas dan terbuka karena rasa cinta dan kasih sayang itu pernah
dialami dan dirasakan oleh semua orang dengan wujud dan bentuk yang berbeda baik yang kita sadari ataupun tidak.

MENELANJANGI DIRI BUKAN TUBUH


Menelanjangi diri? Telanjang itu kan gak boleh? Yang dimaksud dengan menelanjangi diri ini adalah membuka diri tentang
kelemahan, kelebihan, kebiasaan, adat, sifat dan karakter kita sendiri. Yang menjadi persoalan dalam setiap hubungan adalah
persoalan untuk membuka diri dalam arti jujur terhadap diri sendiri dan orang lain.
Cinta antar pribadi (individu) menunjuk kepada cinta antara manusia. Unsur-unsur yang sering ada dalam cinta antar
pribadi ini antara lain:

Afeksi: menghargai orang lain.

Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).

Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).

Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.

Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.

Kinship: ikatan keluarga.

Passion: Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.

Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.

Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan
pasangan.

Service: keinginan untuk membantu dan atau melayani.

Homoseks: Cinta yang condong ke hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya bagi pria. Bagi
wanita biasa disebut Lesbian (lesbi).

Dalam manajemen cinta ini, kita coba untuk mengkhususkan diri dalam hubungan cinta kasih antara laki-laki dan
perempuan.
Dalam hal ini kita harus mampu menelanjangi diri cinta seperti apa yang kita berikan dan rasakan terhadap orang
lain apakah karena mengharapkan imbalan, egois, ataupun karena memang timbul dari komitmen hati untuk saling berbagi dan
mengasihi? Persoalannya banyak sekali hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan yang pada akhirnya condong pada
hasrat seksual, egoisme dan kebanggaan karena punya pacar cantik/tampan, kaya, populer/tenar dan lain-lainnya daripada
benar-benar timbul dari rasa kasih sayang yang benar-benar tulus.
Cinta bukan hasrat seksual saja, bukan pula keinginan yang timbul karena adanya rasa gengsi ataupun tidak gaul
karena teman-teman di sekeliling kita mempunyai kekasih. Kebanyakan orang berpacaran karena ketertarikan secara fisik dan
seringkali tidak dibangun dari keinginan yang benar-benar dilandasi oleh kasih sayang yang tulus. Kenapa seperti ini? Yang

jadi persoalan seringkali kita lupa bahwa untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari orang lain kita pun harus
memberikan ketulusan yang sama.
Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering
menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta.
Dalam agama moral dan etika bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen
seperti nikah tidak diperbolehkan. Akan tetapi sebetulnya banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks.
Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama merupakan hal yang sangat biasa dalam hubungan pertemanan ataupun hubungan
cinta kasih tanpa harus melibatkan seks.
Telanjangi diri anda oleh anda sendiri Tanyakan pada diri anda cinta seperti apa yang anda berikan pada orang lain
terutama orang yang anda sayangi. Dari sini anda bisa melihat kualitas pribadi dan cinta anda seperti apa. Menelanjangi diri
lebih baik daripada menelanjangi tubuh karena adanya hasrat seksual. Jangan sampai hubungan cinta kasih terkotori oleh
nafsu sesaat karena hasrat seksual saja akan tetapi bangun dan rawatlah hubungan cinta kasih itu menjadi hubungan yang
benar-benar berkualitas dengan menampilkan diri dan wajah kita seutuhnya dan sejujurnya.
Jadi telanjangi diri anda bukan tubuh anda niscaya anda dapat merasakan bahwa kejujuran dalam sebuah
hubungan lebih penting daripada sekedar hubungan yang dilandasi oleh gengsi, ataupun hasrat seksual saja.

TIPS & TRIK MERAWAT CINTA KASIH BUKAN TEROBSESI OLEH CINTA
Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Erich Fromm mengatakan bahwa ada 4 syarat untuk
mewujudkan cinta kasih, yaitu:
1.

Pengenalan
Gunakan waktu anda bersama pasangan anda sebagai waktu untuk mengenali adat dan sifat orang yang anda sayangi.
Semakin anda mengenali mereka semakin anda mengerti dan memahami kelebihan dan kekurangan yang ada pada orang
yang anda sayangi

2.

Tanggung jawab
Tanggung jawab disini adalah bertanggung jawab terhadap semua perkataan dan perbuatan ada. Jangan sampai menjadi
seorang yang hanya mampu bicara tapi tak mampu membuktikan apa yang anda bicarakan. Karena sebuah hubungan
menjadi baik ataupun tidak tergantung dari komitmen tanggung jawab yang bisa dijalankan oleh orang tersebut

3.

Perhatian
Perhatian adalah hal yang paling utama dalam sebuah hubungan. Kenapa? Jika anda ingin diperhatikan dengan tulus dan
baik oleh orang lainmaka berikan juga perhatian yang tulus dan baik terhadap orang tersebut. Apapun yang kita tanam
akan kembali pada diri kita sendiri. Sebelum anda ingin diperhatikan/dimanja oleh pasangan andamanjakan dan
perhatikan pasangan anda. Jangan egois untuk ingin terus diperhatikan sementara anda sendiri tidak memberikan
perhatian yang sama. Sebuah hubungan adalah proses timbal balik dimana apa yang anda dapatkan sebanding dengan
yang anda berikan.

4.

Saling menghormati
Saling menghormati disini adalah saling menghargai keinginan, pendapat dan pendirian dari pasangan kita. Hormati
mereka dan hargai mereka jika kita sendiri ingin dihargai dan dihormati. Silih asah, silih asih dan silih asuhsaling
menghormati berarti saling mengingatkan ketika orang lain akan melakukan kesalahan karena rasa saya dan saling
mengasuh dalam arti menitipkan diri kita pada orang tersebut untuk mengingatkan kita ketika kita lupa.
Tips dan triks lainnya dalam berhubungan dengan orang lain terutama dengan pasangan anda adalah:

1. Mengerti ritme
Setiap orang punya ritme kehidupan yang berbeda, pahami kebiasaan dan kegiatan dari masing-masing pasangan anda,
ketika anda mulai memahami ritme mereka akan lebih memudahkan anda untuk mengerti dan memahami mood, perasaan
dan pikiran mereka ketika anda berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasangan anda.

2. Mengelola/mengatur waktu
Konflik antar pribadi juga dapat sering terjadi ketika masing-masing tidak mengerti ritme kebiasaan dan kehidupan
masing-masing. Ritme kebiasaan dan aktivitas sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk mengelola waktu. Ada waktu
untuk sekolah, kerja, mengerjakan tugas di rumah, untuk keluarga, teman, dan dengan pacar/orang yang anda kasihi. Jika
kita tak mampu mengatur waktu dengan baik, kita akan kewalahan dalam membagi waktu untuk semua kegiatan kita dan
pada akhirnya kita menyalahkan dan disalahkan pasangan kita karena kurangnya waktu untuk mereka.
3. Pola komunikasi dan bahasa yang baik
Berkomunikasilah dengan bahasa yang santun dan bisa dimengerti oleh orang lain, perkataan yang kasar akan menimbulkan
perkataan yang kasar pula. Berkomunikasi disini bukan karena seringnya akan tetapi kualitasnya. Komunikasi yang baik
diawali dengan senyum, humor dan tepat pada sasaran, komunikasi yang tidak terarah, kaku, tanpa senyum serta humor
adalah komunikasi yang akan mengarah pada ketegangan, dan bahkan berujung konflik. Ada banyak cara untuk
mengkomunikasikan hal yang serius tapi dengan humor dan canda yang tepat. Kadangkali hal-hal yang berat pun menjadi
ringan dibicarakan karena komunikasi itu dilakukan dengan bahasa dan cara yang santun tanpa harus menjadi emosi.
4. Saling menitipkan diri
Pacaran yang sebenarnya bukan yang seperti kita lihat di novel, sinetron ataupun film. Dua orang yang saling menyayangi
dan mengasihi dalam hal ini sebenarnya saling menitipkan diri satu sama lain, dimana ia menjadi penjaga dan pengingat
pasangannya baik dalam mengingatkan/menasehati tentang kesalahan dari perbuatan yang dilakukan ataupun saling
menyemangati satu sama lain dalam aktivitas/pekerjaan yang dilakukan.
5. Mengurangi prasangka buruk, belajar untuk jujur & terbuka
Ini mungkin hal paling dominan dalam setiap konflik yang terjadi pada setiap orang. Prasangka buruk seringkali menjadi
penyebab utama dalam setiap pertengkaran, perselisihan dan konflik. Untuk mengurangi prasangka buruk ini kejujuran
dan keterbukaan dalam berkomunikasi penting sekali untuk dilakukan. Kejujuran dan keterbukaan menjadikan pasangan
kita tahu, mengerti dan memahami apa yang kita pikirkan dan lakukan. Tanpa kedua hal ini seringkali kita berprasangka
buruk dan akhirnya bertengkar dengan pasangan kita karena ketidaktahuan, dan prasangka itu pada akhirnya menjadikan
sumber konflik karena masing-masing pihak merasa benar.
6. Kurangi egoisme
Egois, merasa ingin menang/benar sendiri adalah hal lainnya yg harus dikurangi oleh setiap orang dalam mengelola sebuah
hubungan. Seringkali konflik juga terjadi karena hanya ingin merasa enak sendiri, ingin dimengerti tapi tidak belajar
untuk mengerti, dan merasa bahwa diri sendiri yang benar dan orang lain yang salah. Mengurangi rasa ingin benar sendiri
sebenarnya mudah.... lihat dan pelajari diri anda apakah anda memang telah bisa toleran/solider terhadap orang lain.
Orang yang solider & toleran tidak pernah ingin menang sendiri, tapi ia memberikan ruang bagi orang lain untuk
mengkritik dan mempelajari diri mereka sehingga bisa memahami keinginan, sifat dan kebiasaan masing-masing dengan
baik.

7. Kepercayaan
Komunikasi yang buruk, egoisme, ketidakjujuran dan ketidakterbukaan melahirkan ketidakpercayaan pada orang lain. Rasa
percaya menjadi penting dalam setiap hubungan karena akan melahirkan pengertian dan pemahaman terhadap pasangan
kita. Tetapi yang harus diingat adalah jaga kepercayaan itu karena sekali kepercayaan itu dilanggar maka sulit sekali bagi
orang lain untuk kembali mempercayai kita lagi.
8. Ingat niat & komitmen
Ketika konflik yang terjadi terasa sangat sulit untuk diselesaikan yang perlu untuk dilakukan adalah mengingat kembali
niat dan komitmen yang telah kita berikan kepada pasangan masing-masing. Niat dan komitmen seseorang dan bagaimana
orang itu menjaganya menandakan kualitas pribadi orang tersebut. Kualitas seseorang terlihat dari pemikiran dan
tindakan orang tersebut dalam menjaga dan merawat niat serta komitmennya. Semakin orang tersebut mampu menjaga
niatnya

PACARAN/TAARUF, TUNANGAN/KHITBAH, NIKAH


Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia. Ini merupakan proses pencarian kecocokan menuju
kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Dalam pacaran, ada aktivitas yang disebut dengan kecan. Aktivitas ini
berupa kegiatan yang telah direncana, maupun tak terencana. Kencan yang tak terencana disebut dengan kencan buta. Tradisi
pacaran sangatlah bervariasi karena, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dimana seseorang hidup. Dan zaman sekarang,

sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas
seksual seperti ciuman, dll.
Pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran
adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai
pacar. Sementara kencan sendiri adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan
bersama.
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu
ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan
tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu
keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak
dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran.
Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara
pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran yang kita lihat di berbagai film & sinetron
seringkali hanya lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat maka Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk
mengetahui kriteria calon pasangan dengan cara-cara yang tidak melanggar norma & etika dalam agama.
Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali
tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan
pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan
mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem
lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan
taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan
buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa
berakibat fatal nantinya. Namun dalam melakukan pengecekan, calon pembeli tidak boleh membawa pergi mobil itu sendiri.
Proses & Tujuan Taaruf
Dalam upaya taaruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira
terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan
dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali
atau keluarganya. Jadi, taaruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk
mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang
dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masingmasing pihak cukup penting. Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara
yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon
suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.
Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Khusus dalam
kasus taaruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama.
Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan
calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena telapak tangan wanita bukanlah termasuk
aurat.
Manfaat Taaruf
Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman,
cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat Islam.
Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi
jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge- date dan seterusnya dengan menggunakan alasan taaruf. Janganlah
ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami-istri ini.
Pertunangan merupakan masa peralihan antara lamaran dengan pernikahan. Biasanya dalam pertunangan terdapat
tradisi saling memberikan hadiah. Tradisi pertunangan berbeda menurut suku, agama, dll, misalnya di India Barat pasangan

itu saling tukar anak angsa, sementara wanita Tiongkok pada awal abad ke-20 dituntut memberikan hadiah yang pas bagi calon
suaminya dalam waktu seminggu setelah pertunangan, kalau tidak mau pernikahannya kandas.

Pertunangan yang panjang pernah menjadi umum dalam tetek bengek pernikahan yang resmi, namun tidak umum bagi
orang tua mempertunangkan anaknya hingga mengatur hingga beberapa tahun sebelumnya sebelum pasangan yang bertunangan
itu cukup umur untuk menikah.

KEBERADAAN
Hati dan hidup kita bagaikan sebuah kanvas
Yang mengundang kita untuk memberinya siluet
Memberinya warna-warna
Memberinya gambar, akan hitam, pelangi hidup dan kehidupan
Yang lebih berarti dari jutaan kata
Dan memberikan kita kekuatan untuk terus bersama
Cinta tak perlu terus untuk dikatakan
Hanya jiwa yang akan menjaga
Dan hanya rasa yang akan menjawab
Hiduplah dengan rasa cinta dan kasih yang menyelimuti jiwa
Agar kita dapat menjaga hidup untuk lebih hidup
Untuk dapat berkata dan merasakan
Bahwa hidup itu indah dan bertabur dengan keindahan