Anda di halaman 1dari 2

Patofisiologi asites

Asites adalah penimbunan cairan yang abnormal di rongga peritoneum. Asites dapat
disebabkanoleh berbagai penyakit, namun yang terutama adalah sirosis hati dan hipertensi
porta.Patofisiologi asites belum sepenuhnya dipahami dan diduga melibatkan beberapa
mekanismesekaligus. Teori yang diterima saat ini ialah teori vasodilatasi perifer.Sirosis
(pembentukan jaringan parut) di hati akan menyebabkan vasokonstriksi dan fibrotisasisinusoid.
Akibatnya terjadi peningkatan resistensi sistem porta yang berujung kepada hipertensi porta.
Hipertensi porta ini dibarengi dengan vasodilatasi
splanchnic bed
(pembuluh darahsplanknik) akibat adanya vasodilator endogen (seperti NO,
calcitone gene related peptide,
endotelin dll). Dengan adanya vasodilatasi
splanchnic bed
tersebut, maka akan menyebabkan peningkatan aliran darah yang justru akan membuat hipertensi
porta menjadi semakin menetap.Hipertensi porta tersebut akan meningkatkan tekanan transudasi
terutama di daerah sinusoid dankapiler usus. Transudat akan terkumpul di rongga peritoneum
dan selanjutnya menyebabkanasites.Selain menyebabkan vasodilatasi
splanchnic bed
, vasodilator endogen juga akan mempengaruhisirkulasi arterial sistemik sehingga terjadi
vasodilatasi perifer dan penurunan volume efektif darah (
underfilling
relatif) arteri. Sebagai respons terhadap perubahan ini, tubuh akanmeningkatkan aktivitas sistem
saraf simpatik dan sumbu sistem renin-angiotensin-aldosteronserta arginin vasopressin.
Semuanya itu akan meningkatkan reabsorbsi/penarikan garam (Na)dari ginjal dan diikuti dengan
reabsorpsi air (H
2
0) sehingga menyebabkan semakin banyak cairanyang terkumpul di rongga tubuh
Diagnosa asites
Dalam menegakkan suatu diagnosa selalu meliputi tiga hal yaitu anamnesis, pemeriksaan
fisik,serta pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis dapat digali hal-hal sebagai
berikut:- Pasien mengeluh adanya pertambahan ukuran lingkar perut- Konsumsi alkohol, adanya
riwayat hepatitis, penggunaan obat intravena, lahir/hidup dilingkungan endemik hepatitis,
riwayat keluarga, dll- Obesitas, hiperkolesterolemia, diabetes melitus tipe 2, atau penyakitpenyakit yang dapat berkembang menjadi sirosis dll.Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan
hal-hal sebagai
berikut:- Adanya kelainan/gangguan di hati dapat dilihat dari jaundice, eritema palmaris atau spi
der angioma- Adanya hepatosplenomegali pada saat dipalpasiShifting dullnes, pudle sign
- Peningkatan tekanan vena jugularis, dll.Pada pemeriksaan penunjang, dapat digunakan metode
pencitraan (USG) atau parasentesis(pengambilan cairan). Apabila dilakukan parasentesis, selain
dapat mendiagnosa adanya asites, juga bermanfaat untuk melihat penyebab asites. Pada cairan
yang diambil tersebut dapatdilakukan pemeriksaan
sbb:- Gambaran makroskopik: cairan yang hemoragik dihubungkan dengan keganasan,
warnakemerahan dapat dijumpai pada ruptur kapiler peritoneum
dll.- Gradien nilai albumin serum dan asites: gradien tinggi (>1.1 gr/dl) terdapat padahipertensi
porta pada asites transudat, dan sebaliknya pada asites eksudat. Konsentrasi proteinyang tinggi

(>3 gr/dl) menunjukkan asites eksudat, sebaliknya (<3 gr/dl) menunjukkan


asitestransudat.- Hitung sel: peningkatan jumlah lekosit menunjukkan adanya inflamasi. Untuk m
enilaiasal infeksi dapat digunakan hitung jenis sel.- Biakan kuman dan pemeriksaan sitologi.
Tatalaksana asites