Anda di halaman 1dari 38

Home Bahasa Indonesia Karya Tulis Makalah Cara Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar

Cara Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar


Naufa el hakim
Add Comment
Bahasa Indonesia, Karya Tulis, Makalah
Minggu, 06 Oktober 2013

Krumpuls - Cara Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar - Penulisan Karya
Ilmiah,sebelum kita melangkah lebih jauh mengenai pembahasan kita yaitu karya
ilmiah.Mungkin beberapa orang sama sekali belum mengetahui apa itu karya ilmiah dan
bagaimana cara membuatnya.berikut ini akan saya berikan beberapa penjelasan cara
penulisan karya ilmiah untuk anda.

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian
atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
(sumber :wikipedia)

Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah bagi penulis :


Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
Memperoleh kepuasan intelektual;
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.

Sikap ilmiah bagi penulis adalah :


sikap ingin tahu bertanya mengapa, apa, dan bagaimana;
sikap kritis mencari informasi sebanyak mungkin;
sikap terbuka menerima pendapat orang lain;
sikap objektif menyatakan apa adanya;
sikap menghargai orang lain mengutip karangan orang lain dengan mencantumkan nama
pengarang;

sikap berani mempertahankan hasil penelitian;


sikap futuristik mengembangkan ilmu pengetahuan lebih jauh.

Karakteristik Karya ilmiah


1. Mengacu kepada teori
Artinya karangan ilmiah wajib memiliki teori yang dijadikan sebagai
landasan berpikir / kerangka pemikiran / acuan dalam pembahasan
masalah.
Fungsi teori :
Tolak ukur pembahasan dan penjawaban persoalan
Dijadikan data sekunder / data penunjang ( data utama ; fakta )
Digunakan untuk menjelaskan, menerangkan, mengekspos dan mendeskripsikan suatu gejala
Digunakan untuk mendukung dan memperkuat pendapat penulis.
2. Berdasarkan fakta
Artinya setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya,sebenarnya dan konkret.
3. Logis
Artinya setiap keterangna dalam kerangka ilmiah selalu dapat ditelusuri, diselidiki dan diusut
alasan-alasannya, rasional dan dapat diterima akal.
4. Objektif
Artinya dalam kerangka ilmiah semua keterangan yang diungkapkan tidak pernah subjektif,
senantiasa faktual dan apa adanya, serta tidak diintervensi oleh kepentingan baik pribadi maupun
golongan.
5. Sistematis
Baik penulisan / penyajian maupun pembahasan dalam karangan ilmiah disajikan secara rutin,
teratur, kronologis, sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku, terurut, dan tertib.
6. Sahih / Valid
Artinya baik bentuk maupun isi karangan ilmiah sudah sah dan benar menurut aturan ilmiah yang
berlaku.
7. Jelas
Artinya setiap informasi dalam karangan ilmiah diungkapkan sejernih-jernihnya, gamblang, dan
sejelas-jelasnya sehingga tidak
menimbulkan pertanyaan dan keraguan-raguan dalam benak pembaca.
8. Seksama
Baik penyajian maupun pembahasan dalam karangan ilmiah dilakukan secara cermat, teliti, dan
penuh kehati-hatian agar tidak mengandung kesalahan betapa pun kecilnya.
9. Tuntas
Pembahasan dalam karangan ilmiah harus sampai ke akar-akarnya.Jadi, supaya karangan
tuntas, pokok masalah harus dibatasi tidak boleh terlalu luas.
10. Bahasanya Baku
Bahasadalam kerangka ilmiah harus baku artinya harus sesuai dengan bahasa yamg dijadikan
tolak ukur / standar bagi betul tidaknya penggunaan bahasa.
11. Penulisan sesuai dengan aturan standar (nasional / internasional)
Akan tetapi, tata cara penulisan laporan penelitian yang berlaku di lembaga tempat penulis
bernaung tetap harus diperhatikan.

PERSYARATAN MENULIS KARYA ILMIAH


Menguasi teori ;
Memiliki pengalaman
Bersifat terbuka
Bersifat objektif
Memiliki kemampuan berbahasa
Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah
a. Pemilihan Topik
Cara memilih topik yang baik dalam karya ilmiah adalah sebagai
berikut:
topik itu sudah dikuasai;
topik itu paling menarik perhatian;
topik itu ruang lingkupnya terbatas;
data itu objektif;
memiliki prinsip-prinsip ilmiah (ada landasan teori atau teori-teori sebelumnya;
memiliki sumber acuan.
b. Penentuan Judul
Cara menulis judul adalah dengan menentukan kerangka karangan
dengan pembatasan topik.
Contoh:
Topik : Pendidikan
Masalah apa : Motivasi
Mengapa : Sistem
Di mana : MAN Tambakberas
Waktu : tiga bulan
Kajian : praktik/penerapan
Catatan : Syarat judul yang baik adalah sebagai berikut:
1. harus bebentuk frasa,
2. tanpa ada singkatan atau akronim,
3. awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
4. tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
5. menarik perhatian,
6. logis, dan
7. sesuai dengan isi.

Penulisan Kerangka karangan


Kerangka karangan adalah pengelompokan dan pengamatan jenis fakta dan sifatnya menjadi

kesatuan yang bertautan.


Contoh:
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kerangka Teori
1.5 Sumber Data
1.6 Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
2.1
2.2
BAB III METODE PENELITIAN DAN KAJIAN
3.1
3.2
BAB IV ANALISIS DATA
4.1
4.2
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1
5.2
RAGANGAN SKRIPSI SEMENTARA
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR KAMUS
LAMPIRAN DATA
c. Pengumpulan Data
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengumpulan data
adalah sebagai berikut:
mencari informasi/data dari kepustakaan;
menyusun daftar angket;
melakukan wawancara;
melakukan pengamatan di lapangan;
melakukan percobaan di laboratorium.

Penyusunan Data
Penyusunan data dapat diartikan menyeleksi, mengolah, dan menganalisis data dengan
menggunakan teknik-teknik atau metode yang telah ditentukan.
Pengetikan
Setelah data disusun lalu diadakan pengetikan data (penelitian).
Pemeriksaan

Pemeriksaan data (penelitian) dapat dilakukan melalui tahapan penerapan bahasa berikut:
1. penyusunan paragraf,
2. penerapan kalimat baku,
3.penerapan diksi/pilihan kata, dan
4. penerapan EYD.

Sumber materi : http://uzey.blogspot.com/2010/05/penulisan-karya-ilmiah.html

PENYUSUNAN KARYA ILMIAH


Ringkasan Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa
Oleh : Dedi Merisa, SHI
As language distinguishes man from animal,
So writing distinguishes civilized man from barbarian
1. Prolog
Kutipan redaksi di atas adalah pemeo dalam dunia antropologi, penulis ingin menegaskan bahwa
menulis itu penting karena terkait erat dengan peradaban. Carlyle, Kant, Mirabeau dan Renan
bahkan percaya dan meyakini bahwa penemuan tulisan benar-benar telah membentuk awal
peradaban (Haris Sumadiria, 2009: v). Melalui tulisan, kita mengenal sejarah dan peradaban masa
lalu, dan masa kini akan tetap dikenang oleh masa depan jika terekam dalam tulisan. Salah satu
ragam tulisan adalah karya ilmiah. Di perguruan tinggi, menulis karya ilmiah menjadi kewajiban
bagi setiap civitas academika. Hal ini karena karya ilmiah adalah manifestasi dari penelitian yang
merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian maka, lemahnya
budaya menulis karya ilmiah di perguruan tinggi adalah indikasi telah terjadi kepincangan dalam
internalisasi Tridharma Perguruan Tinggi, atau dalam terminologi lain dapat disebut belum menjadi
perguruan tinggi yang kafah. Merefleksi realitas tersebut, maka menjadi penting untuk terus
menggelorakan semangat meneliti dan menulis bagi seluruh civitas acedemika. Dalam terminologi
fiqih, menulis karya ilmiah bagi mahasiswa adalah jihad dan hukumnya fadlu' 'ain. Bagi mahasiswa,
karya tulis ilmiah harus dijadikan masterpiece, sehingga dalam produksinya harus memenuhi
berbagai ketentuan yang agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena itulah maka
pengetahuan tentang teknik penulisan karya tulis ilmiah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap
mahasiswa. Tulisan ringkas mengenai Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah ini berupaya
memberikan stimulus bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensinya dalam bidang
penulisan karya ilmiah dengan memberikan gambaran singkat tentang teknik penyusunan karya
tulis ilmiah. Karena keterbatasan ruang dan waktu, maka penulis tidak mengkaji teknik penyusunan
karya ilmiah secara komprehensif, namun hanya sekilas informasi dan petunjuk teknik secara
ringkas tentang tata cara penulisan karya tulis ilmiah.

2. Definisi Karya Ilmiah


Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman,
penelitian dan pengetahuan orang lain
Disampaikan dalam Pelatihan Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Tarbiyah
INISNU Jepara pada tanggal 10 April 2011 di Desa Jambu Barat Mlonggo Jepara. Alumni Fakultas
Syariah INISNU Jepara sebelumnya. Karya ilmiah merupakan pernyataan sikap ilmiah peneliti.
Jadi, bukan sekedar pertanggungjawaban peneliti dalam penggunaan sumber daya (uang, alat,
bahan) yang digunakan dalam penelitian. Untuk memenuhi standar ilmiah, sebuah karya harus
memenuhi beberapa kriteria, diantaranya adalah kriteria metodologis, dalam hal ini karya ilmiah
harus disusun dengan menggunakan metodologi ilmiah. Brotowidjojo (1985:8-9) mengemukakan
bahwa karya ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut
metodologi penulisan yang baik dan benar. Dengan demikian, penggunaan metodologi yang benar
menjadi salah satu unsur terpenting dalam penyusunan karya ilmiah (Bambang Dwiloka dan Rati
Riana, 2005: 1-6).
Dalam literatur lain, disebutkan bahwa karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan
yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan
bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Atau ada juga yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah
karya tulis yang disusun berdasarkan kriteria ilmiah. (Maizuddin M. Nur, 2010).
3. Jenis Karya Ilmiah
Karya ilmiah mempunyai banyak jenis, tergantung pada penggunaannya. Ada yang berupa skripsi,
tesis, disertasi, laporan penelitian (research report), artikel untuk dimuat di majalah ilmiah, jurnal
atau makalah untuk diseminarkan.
Dalam tulisan ini, penulis akan lebih banyak mendeskripsikan tentang karya ilmiah jenis makalah.
hal ini karena makalah adalah jenis karya ilmiah yang paling banyak dibuat oleh mahasiswa.
Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu makalah deduktif, makalah induktif dan makalah campuran. Makalah deduktif merupakan
makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan masalah
yang dibahas. Makalah induktif adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang
diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah campuran adalah
makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data empiris yang
relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam pelaksanaannya, jenis makalah pertama merupakan
jenis makalah yang paling banyak digunakan (Bambang Dwiloka dan Rati Riana, 2005: 97-98).

4. Kriteria Ilmiah
M. Nazir, (1988) menjelaskan bahwa karya ilmiah disusun dengan menggunakan metode ilmiah,
yaitu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan
tentang
suatu
kebenaran.
Adapun
kriteria
metode
ilmiah
adalah
:
1.

Berdasarkan fakta (bukan kira-kira, khayalan, legenda)

2.
3.

Bebas dari prasangka (tidak subyektif)


Menggunakan prinsip-prinsip analisis (kausalitas & pemecahan masalah berdasarkan

analisis yang logis)


4.
Menggunakan hipotesis (sebagai pemandu jalan pikiran menuju pencapaian tujuan)
5.
6.

Menggunakan ukuran obyektif (bukan berdasarkan perasaan)


Menggunakan teknik kuantifikasi (nominal, rangking, rating)

Metode

ilmiah

juga

memiliki

beberapa

karakteristik,

yaitu

Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk

mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.


Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat

secara rasional berdasarkan buktibukti yang tersedia


Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama

dengan kondisi yang sama pula.


Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep

dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.


Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.

Nur Khoiri (2011) memaparkan bahwa suatu karya tulis disebut karya tulis ilmiah jika: (1)
mempermasalahkan pengetahuan ilmiah, (2) penulisannya dijiwai oleh metode ilmiah, dan (3)
memenuhi persyaratan tata cara penulisan keilmuan. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa yang
dimaksud dengan ilmiah adalah bersifat dan berada pada kawasan keilmuan. Ilmu bagian dari
pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Adapun metode ilmiah adalah
cara berfikir sistematis, logis, rasional, objektif, berdasarkan fakta untuk menemukan,
membuktikan, dan mengembangkan pengetahuan tertentu.
Sebuah karya tulis ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian, metode ilmiah digunakan
dengan
melalui
beberapa
tahapan,
yaitu:

Melakukan observasi, menetapkan masalah dan tujuan

Menyusun hipotesis
Menyusun rencana penelitian

Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan

Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data


Menganalisa dan menginterpretasikan data

Merumuskan kesimpulan (teori) dan saran (Nur Khoiri, 2011)

5. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah


Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan penyusunan karya ilmiah menurut Zaenal Arifin (2003)
sebagaimana dikutip oleh Bambang Dwiloka dan Rati Riana (2005:9-24). Pada dasarnya, dalam
penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap, yaitu :
a.

Persiapan

1) Pemilihan Topik/Masalah
Topik/Masalah adalah pokok pembicaraan. Dalam memilih topik/masalah, Arifin (2003:8)
memberikan
beberapa
pertimbangan
:

Topik yang dipilih harus berada di sekitar kita, baik di sekitar pengalaman kita maupun di

sekitar pengetahuan kita. Hindarilah topik yang jauh dari kita karena hal itu akan menyulitkan
kita ketika menggarapnya.
Topik yang dipilih harus topik yang paling menarik perhatian kita.
Topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas. Hindari pokok

masalah yang menyeret kita kepada pengumpulan informasi yang beraneka ragam.
Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif. Hindari topik yang bersifat

subyektif, seperti kesenangan atau angan-angan kita.


Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, walaupun serba sedikit.

Artinya topik yang dipilih itu janganlah terlalu baru bagi kita.
Topik yang dipilih harus memiliki sumber acuan, memiliki bahan kepustakaan yang dapat
memberikan informasi tentang pokok masalah yang hendak ditulis. Sember kepustakaan dapat
berupa buku, majalah, jurnal, surat kabar, brosur, surat keputusan, situs web, atau undangundang.

2) Pembatasan Topik dan Penentuan Judul


Jika topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petunjuk-petunjuk, kita tinggal menguji
sekali lagi; apakah topik itu betul-betul cukup sempit dan terbatas ataukah masih terlalu umum dan
mengambang. Jika sudah dilakukan pembatasan topik, judul karya ilmiah bukanlah hal yang sulit
ditentukan karena pada dasarnya langkah-langkah yang ditempuh dalam pembatasan topik sama
saja dengan langkah-langkah dalam penentuan judul. Perbedaannya adalah pembatasan topik harus
dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah, sedangkan penentuan judul dapat dilakukan sebelum
atau sesudah penulisan karya ilmiah. Jika sudah ada topik yang terbatas, karya ilmiah sudah dapat
mulai digarap walaupun judul belum ada.

Selain dengan pembatasan topik, penentuan judul karya ilmiah dapat pula ditempuh dengan
melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana dan kapan. Tentu
saja, tidak semua pertanyaan itu harus dijawab pada penentuan judul. Dalam sebuah judul,
adakalanya dibatasi dengan memberi sub judul. Sub judul selain berfungsi membatasi judul juga
berfungsi sebagai penjelas atau keterangan judul utama. Dalam hal seperti itu, antara judul utama
dan sub judul harus dibubuhan tanda baca titik dua (:).
3) Pembuatan Kerangka Karya (outline)
Pada prinsipnya, penyusunan kerangka karangan karya adalah proses penggolongan dan penataan
berbagai fakta, yang kadang-kadang berbeda jenis dan sifatnya, menjadi kesatuan yang berpautan.
Penyusun karya ilmiah dapat membuat ragaan buram, yakni ragaan yang hanya memuat pokokpokok gagasan sebagai pecahan dari topik yang sudah dibatasi, atau dapat juga membuat ragaan
kerja, yaitu ragaan yang sudah merupakan perluasan atau penjabaran dari ragaan buram. Tentu
saja, jenis kedua memudahkan penyusunan untu mengembangkan karya (Moeliono, 1998:1; Arifin,
2003:15).
Penulis karya ilmiah harus menentukan dahulu judul-judul bab dan judul subbab sebelum
menentukan kerangka karya. Judul bab dan judul subbab itu merupakan pecahan masalah dari judul
karya ilmiah yang ditentukan. Jika ragaan telah selesai dibuat, langkah berikutnya adalah
pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah. Kita perlu membuat rencana daftar isi yang lengkap,
pada bagian awal dilengkapi dengan tajuk prakata, daftar isi, daftar table (jika ada), daftar gambar
(jika ada), daftar lampiran (jika ada). Bab Pedahuluan/Bab I terdiri atas latar belakang masalah,
identifikasi masalah, cakupan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian.
Kemudian dalam bagian terakhir daftar isi dicantumkan tajuk bab simpulan dan saran, daftar
pustaka dan lampiran (jika ada).
Pada dasarnya, penulis karya ilmiah mempunyai hak prerogatif untuk menyusun daftar isinya
sendiri. Akan tetapi, paling sedikit sebuah karya ilmiah berisi tiga bab, yaitu pendahuluan, isi atau
analisis, dan penutup. Jika isi atau analisis itu agak luas, kita dapat memecah isu itu menjadi dua
atau lebih bab sehingga kaya ilmiah menjadi empat bab atau lebih.
b. Pengumpulan Data
Dalam diskursus ilmu penelitian, data dapat dikumpulkan melalui pengamatan (observasi),
wawancara atau eksperimen (percobaan). Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam
pengumpulan
data
adalah
:
1.

Pencarian informasi/keterangan dari bahan bacaan, seperti buku, surat kabar dan majalah
yang relevan dengan topik tulisan.

2.
3.

Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan ditulis
Pengamatan langsung ke obyek yang akan diteliti

4.
Percobaan dan pengujian di lapangan atau di laboratorium
c. Pengorganisasian dan Pengonsepan
Jika data sudah terkumpul, penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. Penyusun
harus menggolongkan data menurut jenis, sifat atau bentuk. Penyusun menentukan data mana yang
akan dibicarakan kemudian. Jadi, penyusun harus mengolah dan menganalisis data yang ada
dengan teknik-teknik yang ditentukan. Misalnya, jika penelitian bersifat kuantitatif, data diolah dan
dianalisis dengan teknik statistic. Selanjutnya, penyusun dapat mulai mengonsep karya ilmiah itu
dengan urutan dalam ragaan yang ditetapkan.
d. Pemeriksaan/Penyuntingan Konsep
Sebelum mengetik konsep, penyusun terlebih dahulu memeriksanya. Tentu ada bagian yang
tumpang tindih atau ada penjelasan yang berulang-ulang. Buanglah penjelasan yang tidak perlu dan
tambahkan penjelasan yang dirasakan sangat menunjang pembahasan. Secara ringkas, pemeriksaan
konsep mencakup pemeriksaan isi karya dan cara penyajian karya, termasuk penyuntingan bahasa
yang digunakan.
e. Penyajian/Pengetikan.
Dalam mengetik naskah, penyusun hendaklah memperhatikan segi kerapian dan kebersihan.
Penyusun memperlihatkan tata letak unsur-unsur dalam karya ilmiah. Misalnya penyusun menata
unsur-unsur yang tercantum dalam kulit luar, unsur-unsur dalam halaman judul, unsur-unsur
dalam daftar isi, dan unsur-unsur dalam daftar pustaka.
6. Sistematika Karya Ilmiah
Di atas telah dijelaskan bahwa karya ilmiah memiliki banyak varian. Setiap varian tersebut memiliki
sistematika yang berbeda. Dalam kesempatan ini, penulis hanya akan mendeskripsikan sistematika
penulisan karya ilmiah jenis makalah. Pertimbangannya, jenis makalah merupakan jenis karya
ilmiah yang paling sering disusun oleh mahasiswa. Sehingga diharapkan akan lebih bermanfaat
secara praktis.
Deskripsi tentang sistematika penulisan makalah berikut ini dikutip dari buku Teknik Menulis
Karya Ilmiahkarya Bambang Dwiloka dan Rati Riana.
Dari segi jumlah halaman, dapat dibedakan antara makalah panjang dan makalah pendek. Makalah
panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dari 20 halaman. Secara garis besar,
makalah panjang terdiri dari atas tiga bagian; yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.

Bagian

Awal

Halaman Sampul

Daftar Isi
Daftar Tabel dan Gambar (jika ada)

Bagian

Inti

Pendahuluan
Latar Belakang Penulisan Makalah

Masalah atau Topik Bahasan


Tujuan Penulisan Makalah

Teks Utama
Penutup

Bagian

Akhir
Daftar Rujukan
Lampiran (jika ada)

Setiap

bagian

dari

sistematika

di

atas

dapat

dijelaskan

sebagai

berikut

- Halaman Sampul
Dicantumkan judul makalah, keperluan atau maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah dan
tempat serta waktu penulisan makalah. Terkait dengan pembuatan judul makalah, ada beberapa hal
yang
perlu
diperhatikan
:
1.

Judul harus mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat.

2.

Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa, bukan dalam bentuk kalimat.
Itulah sebabnya judul makalah tidak diakhiri dengan tanda titik (.).

3.
4.

Judul makalah hendaknya singkat dan jelas, sebaiknya berkisar 5-15 buah kata.
Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. Namun, judul

makalah harus tetap mencerinkan isi makalah.


- Daftar Isi
Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebih dari 20 halaman. Penulisan daftar isi
dilakukan dengan ketentuan (1) judul bagian makalah ditulis dengan menggunakan huruf kecil
(kecuali awal kata selain kata tugas), (2) penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi
dengan nomor halaman tempat pemuatannya dalam makalah, dan (3) penulisan daftar isi dilakukan
dengan menggunakan spasi tunggal dengan antarbagian dua spasi.

- Daftar Tabel dan Gambar


Identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengap. Jika tabel dan
gambar lebih dari satu buah, sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan terpisah, tetapi
jika hanya terdapat sebuah tabel atau gambar, sebaiknya daftar tabel atau gambar disatukan dengan
daftar isi makalah.
- Bagian Inti
Ada tiga macam cara penulisan yang dapat dipakai dalam susunan bagian inti, yaitu :
1.
2.

Penulisan dengan menggunakan angka (Romawi dan atau Arab),


Penulisan dengan menggunakan angka yang dikombinasikan dengan abjad, dan

3.
Penulisan tanpa menggunakan angka maupun abjad
- Pendahuluan
Penulisan
1.
2.

bagian

pendahuluan

dapat

dilakukan

dengan

cara

seperti

berikut

Setiap unsur bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian.


Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian,
sehingga tidak dijumpai adanya subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai

pergantian unsur, dapat dilakukan dengan pergantian paragraf.


- Latar Belakang
Butir-butir yang seyogyanya ada dalam latar belakang adalah hal-hal yang melandasi perlunya
ditulis makalah. hal-hal dimaksud dapat berupa paparan teoretis atau pun paparan yang bersifat
praktis, tetapi juga bukan alasan yang bersifat pribadi. Yang pokok, bagian ini harus dapat
mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan
bahwa masalah atau topik tersebut memang perlu dibahas.
- Masalah atau Topik Bahasan
Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga
mencakupi persoalan yang memerlukan penjelasan, deskripsi atau penegasan lebih lanjut. Beberapa
pertimbangan
dalam
menentukan
topik
adalah
:
1.
2.

Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya, baik dari segi praktis maupun segi teoritis dan
layak untuk dibahas.
Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis.

3.

Topik yang dipilih haruslah dikuasai, dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi
penulis.

4.
Bahan yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh
- Tujuan Penulisan Makalah
Makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang
sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah
tersebut.
- Teks Utama
Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama sangat
bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Jika dalam makalah dibahas tiga topik,
ada tiga pembahasan dalam bagian teks utama.
Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah. kemampuan
seserang dalam menulis bagian teks utama makalah merupakan cerminan tinggi-rendahnya kualitas
makalah yang disusun. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik
secara mendalam dan tuntas, dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pengertian
mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam penulisan teks utama,
hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar.
Hindarilah kata-kata seperti : dan sebagainya, dan lain-lain (yang lain itu apa), yang sebesarbesarnya (seberapa besarnya).
Penulisan teks utama makalah dapat dilakukan setelah bahan penulisan makalah berhasil
dikumpulkan. Bahan penulisan dapat berupa bahan yang bersifat teoritis (yang diperoleh dari buku
teks, laporan penelitian, jurnal, majalah dan barang cetak lainnya) atau dapat juga dipadukan
dengan bahan yang bersifat factual-empiris (yang terdapat dalam kehidupan nyata).
- Penutup
Bagian penutup berisi simpulan atau rangkuman pembahasan dan saran (jika dipandang perlu).
Bagian ini menandakan berakhirnya makalah. Penulisan bagian penutup dapat dilakukan dengan
menggunakan
teknik
berikut.
1.

Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan, tanpa diikuti
dengan simpulan. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan
simpulan terhadap masalah yang dibahas, atau dimaksudkan agar pembaca menarik

2.

kesimpulan sendiri.
Menarik simpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah.

Selain itu, pada bagian ini juga dapat disertakan saran atau rekomendari sehubungan dengan
masalah yang dibahas. Saran harus relevan dengan apa yang telah dibahas. Saran yang dibuat haris
eksplisit, kepada siapa saran ditujukan dan tindakan atau hal apa yang disarankan.
- Daftar Rujukan
Teknik penulisan daftar rujukan dibahas dalam materi teknik notasi ilmiah dalam makalah ini.
- Lampiran
Bagian ini berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan
makalah. Bagian ini hendaknya juga bernomor halaman.
7. Teknik Penulisan
Materi tentang teknik penulisan karya ilmiah dalam tulisan ini mengacu pada pedoman penulisan
skripsi bagi mahasiswa S.1 INISNU Jepara tahun 2007. Beberapa hal yang perlu dipahami tentang
teknik penulisan adalah sebagai berikut :

Penulisan karya ilmiah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu pada

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan; dan jika di pandang mampu
maka dapat menggunakan Bahasa Arab dan atau Bahasa Inggris
Informasi disajikan dengan bahasa yang lugas, sederhana, tepat dan langsung pada

persoalan yang dibicarakan;


Penulisan istilah yang berasal dari bahasa asing dan daerah, dengan huruf miring (italic),
seperti kata istinbath al-ahkam (istinbth al-ahkm), drop out (drop out), gugur gunung (gugur

gunung);
Untuk menghindari subyektivitas, penulisan karya ilmiah tidak diperbolehkan menggunakan

kata saya, aku, kami atau kita kecuali dalam kata pengantar;
Penulisan ayat al-Quran dan teks al-Hadist sesuai dengan aslinya, memperhatikan tandatanda baca yang tertera, disertai syakalnya dengan menggunakan mushaf Utsmni serta
menyebutkan nama surat dan nomor ayat untuk teks al-Quran dan nama perawi untuk teks alHadist.

8. Bentuk dan Format Penulisan


Berdasarkan pengalaman penulis, setiap literatur memberikan ketentuan yang berdeda-beda
tentang bentuk dan format penulisan karya ilmiah, tergantung pada siapa atau instansi apa yang
menerbitkan ketentuan tersebut. Namun, secara umum bentuk dan format penulisan karya ilmiah

adalah

sebagai

berikut

Naskah diketik dengan jenis huruf standard (Times New Roman) dengan ukuran/font 12 dan

line spacing 1,5;


Karya ilmiah berbahasa Arab menggunakan font Traditional Arabic dengan huruf ukuran 18;
Kertas yang dipergunakan untuk penulisan karya ilmiah adalah Kuarto (A4) ukuran 21 x 29,7

cm berat 70 80 gsm;
Batas margin kiri dan atas 4 cm, kanan dan bawah 3 cm, sedangkan untuk karya ilmiah yang

ditulis dengan Bahasa Arab maka margin kanan dan atas 4 cm, kiri dan bawah 3 cm;
Setiap satu lembar kertas kuarto hanya digunakan satu halaman saja (tidak bolak balik)

diketik dengan spasi ganda, sedangkan karya ilmiah berbahasa Arab dengan jarak 1 spasi;
Alinea baru dimulai pada ketukan ketujuh dari margin kiri bagi karya ilmiah yang berhuruf

latin atau dari margin kanan bagi skripsi yang berhuruf Arab;
Judul karya ilmiah ditulis dengan huruf kapital (besar) di tengah, ukuran huruf dengan

memperhatikan estetika penulisan.


Judul bab ditulis dengan huruf kapital (besar) di tengah, sub judul bab ditulis dari tepi kiri,

awal kata menggunakan huruf kapital, demikian juga anak sub judul atau sub anak judul
disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika penulisan;
Penomoran halaman dimulai dari Bab I sampai akhir halaman menggunakan angka arab (1,
2, 3, 5, 6 dst.) diletakkan di sebelah kanan atas, kecuali nomor halaman bab baru yang
diletakkan di tengah bagian bawah, sub judul ditulis dari tepi kiri, awal kata menggunakan
huruf kapital kecuali kata penghubung/sambung, demikian juga anak sub judul atau sub anak
judul disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika penulisan, sedangkan pada
halaman judul sampai halaman daftar isi menggunakan huruf Romawi kecil (seperti i, ii, iii, iv,

v, dst.) yang diletakkan di tengah bagian bawah;


Penomoran tabel atau gambar diberi nomor urut dengan angka arab (Tabel 1., Tabel 2., dst.);

Nomor kutipan atau catatan kaki pada masing-masing bab ditulis berturut-turut sampai

akhir bab dan dimulai kembali dengan nomor satu pada bab berikutnya;
Abstrak skripsi diketik 1 spasi maksimal 2 halaman, ditulis dalam Bahasa Indonesia.

9. Teknik Notasi Ilmiah.


a.

Kutipan

1.

Kutipan terdiri dari dua macam, yaitu : [a] Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama
dengan bentuk asli yang dikutip baik dalam susunan kata maupun tanda bacanya. Kutipan
langsung tidak dibenarkan lebih dari satu halaman. Kutipan langsung dipergunakan hanya
untuk hal-hal yang penting saja seperti definisi atau pendapat seseorang yang khas. Kutipan
langsung yang tidak lebih dari empat baris, diketik biasa dalam teks skripsi dengan diawali dan
diakhiri oleh tanda petik() dan diberi nomor kutipan yaitu dengan pola catatan kaki (footnote).
Ini dimaksudkan jika diperlukan notasi dapat lebih leluasa dan memudahkan pembaca. Kutipan
yang lebih dari empat baris, diketik dengan masuk (menjorok) tujuh ketukan dan tidak

dibubuhkan tanda petik, serta ditulis dengan jarak 1 spasi. Kutipan terjemah al-Quran dianggap
seperti kutipan langsung, diketik 1 spasi meskipun kurang dari empat baris, tidak ditulis miring
dan tidak menyebut kata Artinya; [b] Kutipan tak langsung (parafrase) adalah kutipan
yang hanya mengambil isinya saja, seperti saduran, atau ringkasan. Dalam kutipan semacam
ini, penulis tidak perlu memberi tanda petik, ditulis seperti teks biasa dengan menyebut sumber
pengambilannya;
2.
3.

Sumber kutipan merujuk pada ilmuwan yang ahli dalam bidangnya;


Kutipan dalam karya ilmiah diantaranya harus mencakup minimal satu sumber/buku yang
berbahasa Arab dan satu sumber/buku berbahasa Inggris yang terkait dengan pokok bahasan,
tidak termasuk kamus;

4.
5.

Kutipan Tafsir dan Hadist harus bersumber pada kitab asli (sumber primer).
Kutipan dapat bersumber dari internet atau CD dengan mencantumkan situs dan

menunjukkan print-outnya.
b. Catatan Kaki (footnote)
1) Catatan kaki merupakan catatan pada bagian kaki halaman teks yang menyatakan sumber sesuatu
kutipan atau pendapat mengenai sesuatu hal yang diuraikan dalam teks;
2) Catatan kaki dapat berfungsi sebagai tambahan yang berisi komentar atau penjelasan yang
dianggap tidak dapat dimasukkan di dalam teks;
3) Catatan kaki diketik satu spasi dan dimulai langsung dari margin kiri untuk tulisan latin dan
margin kanan untuk tulisan Arab, dimulai pada ketukan kelima di bawah garis catatan kaki;
4) Catatan kaki pada tiap bab diberi nomor urut mulai dari angka 1 sampai habis, dan diganti dengan
nomor 1 kembali pada bab baru;
5) Cara penulisannya secara berurutan: nama pengarang (tanpa gelar dan tidak dibalik), koma, judul
sumber/buku dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas, koma, jilid/juz, koma,
kurung buka kemudian tempat/kota penerbit, titik dua, nama penerbit, koma, tahun terbit
kemudian kurung tutup, koma, nomor cetakan, koma, dan nomor halaman diakhiri dengan titik;
6) Judul buku dengan huruf miring (italic), kecuali berbahasa Arab maka ditulis dengan huruf tebal
(bold) dan halaman ( ) bisa disingkat dengan hlm. atau . (dalam bahasa Arab), contoh :
1Mastuhu, Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21,
(Yogyakarta: Safiria Insania Press dan UII, 2003), Cet. 1, hlm. 15.
7) Nama pengarang yang jumlahnya terdiri dari dua orang, maka kedua nama itu ditulis. Apabila
lebih dari dua orang hanya disebutkan nama pengarang yang pertama dan setelah tanda koma
dituliskan singkatan et. al. ditulis dengan huruf miring (italic) atau dkk., atau ( dalam bahasa
Arab). Contoh: Djaali, Pudji Mulyono dan Ramly, Pengukuran dalam Bidang Pendidikan, Jakarta:
PPS Universitas Negeri Jakarta, 2000. Penulisan dalam footnote sebagai berikut :
2Djaali, et. al., Pengukuran dalam Bidang Pendidikan, (Jakarta: PPS Universitas Negeri
Jakarta, 2000), hlm. 10.

8) Kumpulan karangan yang dirangkum oleh editor, yang dianggap pengarangnya atau yang
dicantumkan dalam catatan kaki nama editor saja. Caranya dibelakang nama editor itu dicantumkan
(ed.) dengan italic (ed.). Bila editornya lebih dari satu maka diberi tambahan s (eds.), sedangkan
untuk bahasa Arab ditulis dengan . Contohnya:
3Mastuhu (ed.), Penelitian Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm. 125.
4Harun Nasution dan Azyumadi Azra (eds.), Perkembangan Modern dalam Islam, (Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia, 1985), hlm. 125.
9) Apabila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang sama maka cukup dengan Ibid.
(dicetak miring) atau ( dicetak tebal dalam bahasa Arab) tanpa menyebutkan halamannya
lagi. Ibid. singkatan dari Ibidem yang berarti pada tempat yang sama. Sedangkan bila dari sumber
yang sama dikutip lagi pada halaman yang berbeda, maka dalam catatan kaki ditulis: Ibid., lalu
disebutkan halamannya, contoh:
5Sutrisno (eds.), Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 20,
6Ibid. (bila mengutip halaman yang sama).
7Ibid., hlm. 30. (bila mengutip pada halaman yang berbeda).
10) Apabila dari sumber tersebut dikutip lagi tetapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber lain,
maka pada catatan kaki ditulis: Nama pengarang, Judul buku / sumber (jika ada lebih dari satu
buku), op.cit., (italic) atau
( dicetak tebal dalam bahasa Arab) diikuti hlm. Adapun op.cit, singkatan daru opere citato
yang artinya dalam karangan yang telah disebut. Sedangkan apabila dari halaman yang sama dikutip
lagi tetapi telah diselingi kutipan dari sumber lain, maka ditulis loc.cit atau ( dicetak tebal
dalam bahasa Arab). Tanpa menyebutkan halaman. loc.cit. adalah singkatan dari loco citato yang
artinya pada tempat yang telah dikutip. Contoh :
8Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 21.
9Fazlur Rahman, Islam dan Modernitas, (Bandung: Pustaka, 1986), hlm. 65.
10Mustaqim, op.cit., hlm. 30.
11Fazlur Rahman, loc.cit.
11) Apabila buku itu berjilid dan yang digunakan lebih dari satu jilid, maka bila ingin menyebutkan
lagi sumber yang terdahulu harus dicantumkan nama pengarang dan nomor jilidnya. Contoh :
12Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jilid 1, (Jakarta: UI Press, 1973),
Cet. 3, hlm. 25.
13 Ibid., Jilid 2, hlm. 40.
14 Harun Nasution, op.cit., Jilid I, hlm.36

15Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren, (Jakarta: LP3ES, 1985), hlm. 75.


16Harun Nasution, Loc.cit., Jilid I.
12) Kutipan yang berasal dari buku yang berbentuk bunga rampai (antologi) atau kumpulan tulisan
dari beberapa penulis, cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis, koma, tanda petik (), judul
tulisan, tanpa petik (), koma, dalam, nama editor, koma, judul buku, (italic), koma, kurung buka,
tempat terbit, titik dua, nama penerbit, koma, tahun terbit, kurung tutup, koma, dan halaman.
Contoh:
17Abdurrohma Masud, Pendidikan Islam Kontemporer: Problem Utama, Tantangan dan
Prospek, dalam Ismail (eds.), Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001),
hlm. 278.
13) Kutipan yang berasal dari majalah ditulis sebagai berikut : nama penulis, koma, judul artikel
diapit tanda petik (---), koma, nama majalah ditulis italic, koma, volume, koma, nomor edisi,
koma,
bulan,
koma,
tahun
terbit,
koma
dan
nomor
halaman.
Contoh:
18Novel Ali, Kejahatan Sebagai Akibat Lumpuhnya Pendidikan Moral, Panji Masyarakat,
XXXV, 789, April, 1994, hlm. 66.
14) Kutipan yang berasal dari surat kabar cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis, koma,
judul artikel diapit tanda petik (---), koma, nama surat kabar ditulis miring, koma, tempat terbit,
koma, tanggal, bulan dan tahun terbit, koma, diakhiri dengan nomor halaman sesuai sumbernya.
Contoh:
19Abdurrohman Said, Pendidikan Agama setengah Hati, Suara Merdeka, Semarang, 4 Juli
2003, hlm. VI.
15) Kutipan yang berasal dari karya ilimiah yang tidak / belum diterbitkan, cara penulisannya: nama
pengarang, koma, judul karangan ilmiah dengan diapit tanda petik (---), koma, disebutkan skripsi,
tesis atau disertasi, koma, kurung buka, nama kota penyimpanan, titik dua, nama tempat
penyimpanan, koma, tahun penulisan, koma, kurung tutup, koma, nomor halaman, dan keterangan
tidak diterbitkan yang disingkat dengan t.d.sedangkan untuk Bahasa Arab ditulis dengan
contoh:
20Nasirudin, Asketisisme Hasan Al-Bashri (Tinjauan Sosio-Historis), Tesis Pascasarjana
IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, (Yogyakarta: Perpustakaan Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, 2000), hlm. 23, t.d.
16) Kutipan yang berasal dari buku / kitab yang asli dan terjemahnya, angka kutipan diletakkan di

belakang terjemah; sedangkan kutipan yang berasal dari buku / kitab berbahasa asing tanpa
terjemah maka angka kutipan diletakkan di belakang kutipan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk
membedakan antara terjemahan dari penerjemah dan penulis sendiri.
17) Sumber kutipan yang tidak ada tempat terbitnya maka tempat terbitnya ditulis dengan singkatan
tt.p. atau ( dalam Bahasa Arab), jika tidak ada penerbitnya maka nama penerbit ditulis
dengan singkatan t.p. ( ) dan jika tidak ada tahun terbitnya maka ditulis t.t atau
(dalam Bahasa Arab). Sedang untuk singkatan menggunakan . , dan singkatan
menggunakan huruf
.
18) Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut : nama
penulis, koma, judul artikel diapit tanda petik (---), koma, nama situs koma, nomor halaman.
Contoh :
21Ahmad
Sapari,
Kurikulum
http://www.surya.co.id./30052002/12pini.phtml, hlm. 2.

Berbasis

Kompentensi,

c. Daftar Kepustakaan
1) Daftar pustaka, yang merupakan keterangan mengenai bahan bacaan yang dijadikan rujukan
dalam proses pembuatan skripsi, ditempatkan diakhir skripsi dengan jarak satu (1) spasi dan tidak
menggunakan nomor urut. Sedangkan jarak antara dua sumber pustaka satu setengah (1,5) spasi;
2) Daftar pustaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (nama kedua), koma, nama lengkap
(tanpa gelar), koma, judul buku dicetak miring (italic), koma, jilid atau volume, koma, tempat
penerbitan, titik dua, nama penerbit, koma, tahun penerbitan, koma, nomor cetakan;
3) Penulisan nama pengarang disusun secara alfabetik dengan mendahulukan nama keluarga dan
marga (kalau ada) atau nama belakang, dan diketik pada ketukan pertama. Untuk singkatan
mengikuti nama terakhir. Bila informasi tentang buku/sumber rujukan itu melebihi satu baris, maka
baris kedua dan berikutnya diketik mulai ketukan kelima. Contoh :
Nasution, Harun., Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya, Jilid I, Jakarta: UI Press,
1973,
Cet.
3.
Sapari,
Ahmad
Kurikulum
http://www.surya.co.id./30052002/12pini.phtml.

Berbaris

Kompetensi,

4) Apabila penulis terdiri dari dua orang, maka nama kedua-duanya ditulis, dihubungkan dengan
kata dan, seperti Nashiruddin dan Karnadi. Apabila lebih dari dua orang, ditulis nama pertama dan
diikuti kata dkk. (dan kawan-kawan) atau ( dalam bahasa Arab), seperti Nashiruddin dkk. (
) .

5) Apabila ada dua karangan atau lebih berasal dari pengarang yang sama, maka nama pengarang
dicantumkan satu kali, lainnya cukup diganti dengan garis sepanjang lima ketukan dari garis margin
kiri (tulisan latin) dan margin kanan (bahasa Arab) dan diikuti oleh koma, dengan ketentuan
mendahulukan
sumber
pustaka
yang
lebih
dahulu
penerbitannya.
Contoh :
Nasution, Harun., Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya, Jilid I, Jakarta: UI Press,
1973,
Cet.
3.
____, Teologi Islam, Jakarta: UI Press, 1986.
6) Apabila berupa buku terjemahan maka ditulis pengarang yang asli, koma, judul buku, koma, kata
terj. Atau ( dalam bahasa Arab), nama penerjemah, koma, tempat penerbit, titik dua, nama
penerbit,
koma,
tahun
terbit
diakhiri
dengan
titik.
Contoh
:
Benda, Harry J., Bulan Sabit dan Matahari Terbit : Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang,
terj. Daniel Dhakidae, Jakarta: Pustaka Jaya, 1980.
7) Jika penulis dan tahunnya sama, sedangkan judul bukunya berbeda maka dibelakang keterangan
tahun diberi kode a, b, c, dan seterusnya sesuai dengan bulan terbit. Contoh :
Nasution, Harun., Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya, Jilid I, Jakarta: UI Press,
1986a,
Cet.
____, Teologi Islam, Jakarta: UI Press, 1986b.

3.

8) Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama
penulis, koma,
Contoh :

judul

artikel

Sapari,

Ahmad

diapit

tanda

petik

Kurikulum

(---),

koma,

Berbaris

nama

situs,

titik.

Kompetensi,

http://www.surya.co.id./30052002/12pini.phtml.
10. Epilog
Sebagai catatan akhir, penulis ingin mengutip semangat mahasiswa jurnalis yang senantiasa
didengungkan untuk menggelorakan semangat berkarya :
"Menulislah agar dibaca orang,
atau berbuatlah agar ditulis orang,
niscaya kau akan abadi"
(LPM Bursa)
-------------------------------------------------------------

Daftar Pustaka

BAUAK INISNU Jepara, Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S1)

INISNU Jepara, Jepara: INISNU Press, 2007


Dwiloka, Bambang dan Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah, Jakarta: PT Rineka Cipta,

2005, Cet. 1
Nazir, M., Metodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988
Singarimbun, M., Effendi, S., Metode Penelitian Survai, Jakarta : LP3ES, 1995

Soemanto, Wasty, Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (Karya Ilmiah), Jakarta: Bumi
Aksara, 2005, Cet. 8

Menulis Paper Ilmiah


MAY 29, 2013 / ARI3F

1 Votes

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya (Menulis) yang ditulis 3


tahun lalu. Setelah membaca postingan itu, pertanyaan selanjutnya
adalah

bagaimana

langkahnya?

cara

menulis paper

ilmiah. Apa

langkah-

Sebenarnya ada banyak tips membuat tulisan dari internet, buku


atau dosen. Setiap sumber punya versi sendiri, dan versi yang
paling benar itu tidak ada. Seperti kata Sommerset Maugham,
novelis Inggris ketika ditanya bagaimana caranya menulis novel. Ia
berkata:
Ada tiga aturan dalam menulis novel. Malangnya, tak ada
seorangpun yang tahu apa itu.
Setelah berburu ke sana ke mari, akhirnya saya membuat prosedur
sederhana bagaimana menulis paper ilmiah. Mudah-mudahan bermanfaat
dan mudah diikuti.
Judul

Singkat, bermakna

Misal: Perilaku kelelahan komposit pada temperatur tinggi

Nama penulis

Nama lengkap

Afiliasi (departemen, universitas, institut)

Alamat

E-mail

Telepon/Fax

Abstrak/Sari (100-200 kata)

Beberapa kalimat yang menjelaskan riset yang anda


lakukan (motivasi, metode), dan ringkasan hasil-hasil riset
(hasil utama/major results dan simpulan).

Motivasi

(mengapa

anda

melakukan

studi/eksperimen/perhitungan/analisis itu? 1 kalimat)

Metode (1-2 kalimat)

Hasil utama (apa yang dapat dipelajari dari studi anda?12 kalimat)

Simpulan (1 kalimat)

Pendahuluan

Paragraf pertama (jelaskan bidang anda secara umum,


perlahan-lahan mengerucut ke topik yang hendak diteliti)

Apa masalah yang hendak dipecahkan?

Mengapa masalah itu sangat menarik untuk dipecahkan?

Siapa saja peneliti yang sudah berusaha memecahkan?


(studi literatur; kutip paper/buku yang relevan)

Apa yang mereka lakukan ketika berusaha memecahkan


masalah? (deskripsikan metode dan hasil mereka secara
singkat namun akurat)

Paragraf akhir (jelaskan secara singkat apa yang ingin


anda ungkap? dengan metode apa?)

Metode

Paper

eksperimen:

bahan,

dimensi,

peralatan,

prosedur/metodologi

Pemodelan: asumsi, persamaan dasar, pengembangan


metode matematik

Komputasi: asumsi, model, software/code, prosedur

Jelaskan

apa

yang

berbeda

dari

eksperimen/model/komputasi yang anda lakukan

Beri rincian secukupnya sehingga pembaca atau peneliti


lain dapat mengulang (replicate) apa yang anda lakukan

Gambar harus sederhana, tapi bagus dan jelas. Ukuran


font diusahakan sama; jika ada perbedaan, maksimum dua
ukuran font aja!

Hasil

Berikan hasil-hasil yang utama (data eksperimen, hasil


perhitungan, atau hasil pemodelan)

Jangan campurkan antara hasil dan diskusi (kecuali


ruangan sangat terbatas; atau kesulitan memisahkan)

Gunakan kalimat aktif daripada pasif (pesan dapat


tersampaikan lebih cepat dengan kalimat aktif)

Gambar grafik, bagan, flowchart, ilustrasi, skema untuk


menjelaskan hasil harus simple tapi bagus!

Bandingkan hasil sekarang dengan hasil orang lain


(metode lain)

Diskusi

Ambil prinsip-prinsip atau teori yang anda dapat dari hasil


eksperimen, perhitungan dan pemodelan

Jelaskan hubungan antara satu aspek dengan aspek lain


(jika begini maka begitu)

Buat generalisasi dan keterbatasan temuan-temuan anda

Efek dari suatu parameter terhadap parameter kunci

Jelaskan mengapa fenomena demikian dapat terjadi

Bagaimana keterkaitan antara temuan anda dengan


temuan orang lain

Simpulan

Ambil kesimpulan poin-per-poin hasil yang utama saja,


dan efek dari poin tersebut

Apakah temuan anda menjawab hipotesis anda?

Apakah implikasi dari temuan-temuan atau perhitungan


anda?

Jelaskan kembali keterbatasan eksperimen/analisis anda

Buat rekomendasi untuk riset selanjutnya (apa-apa yang


belum tercapai saat ini)

Ucapan terima kasih

Tulis terima kasih kepada pihak yang membantu riset


anda (dana dari institusi mana, orang yang membantu
pekerjaan anda, baik berupa bantuan alat, training, dikusi
langsung maupun lewat email) jadilah peneliti yang tahu
berterima kasih (good karma!)

Referensi

Tulis referensi yang relevan dan benar-benar cocok

Format penulisan referensi harus sesuai dengan jurnal


yang anda tuju (jangan semaunya)

Tips: kadang-kadang perlu juga men-cite paper dari


profesor/peneliti yang berpotensi menjadi reviewer anda
(siapa sih yang gak mau dikutip hasil pekerjaannya?) ^_^

Tips UMUM menulis jurnal international:


Pertama, kita harus berhasil meyakinkan diri sendiri (sebelum meyakinkan
orang lain) bahwa kita punya kesimpulan yang meyakinkan dari hasil
penelitian kita. Kedua, jika kita sudah yakin dengan hasil-hasil riset, tuliskan
hasil penelitian dengan bahasa Inggris yang baik, yang sempurna tanpa
kesalahan ketik. Ketiga, gambar harus bagus dan indah, tapi bermakna.
Keempat, pastikan bahwa setelah seseorang membaca paper anda, ia akan
mendapat pencerahan, pengetahuan baru atau ide untuk meneruskan
penelitian anda.

SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH

Apasih Karya Tulis Ilmiah (KTI) itu? KTI ialah tulisan yang isinya membahas sesuatu secara
ilmiahdan ditulis denngan tata cara penulisan yang telah ditentukan secara baik dan benar. Ciri dari
Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini diantaranya adalah faktual dan aktual, objektif, logis, sistematis, lengkap,
dan bahasanya denottif, efektif serta baku.
Objek yang dimuat dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini bisa berupa pengalaman dan
pengetahuan, penemuan baru, pengembangan penelitian yang sudah ada. Berikut sistematika
penulisan Karya Tulis Ilmiah:
A. BAGIAN PEMBUKA
1. Halaman Sampul
2. Halaman Judul
3. Halaman Pengesahan
4. Abstraksi
5. Kata Pengantar
6. Daftar Isi
7. Daftar Tabel, Gambar, Grafik, dll.
B. BAGIAN ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakangg Masalah
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Batasan masalah
1.6 Definisi Istilah (Boleh ada, boleh tidak)
1.7 Hipotesis
BAB II KAJIAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
3.4 Metode Pengumpulan Data
3.5 Teknik Analisis Data
3.6 Desain Penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.2 Pembahasan
BAB V
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
C. BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka

Lampiran
Biodata Peneliti
Sistematika di atas merupakan sistematika yang lengkap dan runtut dalam penulisan Karya Tulis
Ilmiah (KTI). Dalam Karya Tulis Ilmiah, jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman,
dengan size 12. Kertas yang dipakau adalah A4, dengan margin sebagai berikut:
Top : 4 cm
Left : 4 cm
Right : 3 cm
Bottom : 3 cm
Pada Halaman Sampul, berisi Judul, Tujuan KTI, Penyusun, Lembaga, dan Tahun Penyelesaian.
Pada Halaman Judul, berisi sama seperti halaman sampul, namun sudah mulai pemberian
halaman menggunakan huruf romawi keci. "i"
Pada Halaman Pengesahan, berisi Judul Karya Tulis yang di susun oleh.......... telah di teliti dan
di sah kan oleh: tanda tangan pembimbing dan kepala lembaga
Pada Abstraksi, berisi gambaran dari isi keseluruhan karya tulis. Jangan lupa untuk menuliskan
judul, kata kunci, dan untuk line spacing nya 1.
Pada Kata Pengantar, berisi ucapan syukur, judul, tujuan, ucapan terimakasih, harapan, kritik
dan saran, serta tempat, tgl, bula, tahun dibuatnya KTI tersebut.
Pada BAB I PENDAHULUAN, format penulisan Times New Roman, 14, Bold, Center.
Pada Bab Latar Belakang Masalah, format penulisan Times New Roman, 12, Bold, Left.
Pada Rumusan Masalah, kalimat yang digunakan adalah kallimat tanya.
Pada Jenis Penelitian, berisi jenis penelitian kita, yaitu eksperimen atau non eksperimen.
Pada Metode Pengumpulan Data, itu bisa berupa eksperimen, interview, angket, dsb.
Pada Desain penellitian, berisi tentang gambaran secara umum proses penelitian dari awal
hingga akhir.
Pada Kesimpulan, berisi tentang kesimpulan penelitian. Biasanya jawaban dari rumusan
masalah.
Pada Bagian akhir poin C, sudah tidak memakai halaman.
Hmm...akhirnya selasai juga share nya. semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita.

Petunjuk Ringkas Penulisan Paper Ilmiah


Kata Pengantar
Telah menjadi kesepakatan umum di antara para akademisi dan peneliti bahwa seseorang belum
dikatakan mengerjakan suatu riset sebelum mepublikasikan hasil riset tersebut. Record penelitian
seseorang tidak dihitung dari berapa banyak topik riset yang telah ia kerjakan atau berapa lama ia telah
melakukan riset, tetapi berdasarkan berapa banyak publikasi yang telah ia hasilkan. Berdasarkan
pendapat ini maka menjadi jelaslah bahwa menulis paper ilmiah merupakan mata rantai yang tidak
terpisahkan dalam kegiatan riset.
Berdasarkan sedikit pengalaman yang dimiliki, penulis mencoba menuangkan cara penulisan paper yang
penulis ketahui, khususnya paper yang dimaksudkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah internasional dalam
tulisan yang sangat singkat ini. Penulis percaya, masih banyak yang lebih berpengalaman dari penulis
dalam hal penulisan paper ilmiah. Mungkin karena keterbatasan waktu yang ada maka beliau-beliau
belum sempat menulis petunjuk penulisan paper ilmiah tersebut. Dengan demikian, mudah-mudahan
tulisan singkat ini dapat menjadi satu petunjuk yang bermanfaat bagi sia saja yang mau menuangkan
hasil riset dalam bentuk paper ilmiah, baik nasional maupun internasional.
Hiroshima, 12 Maret 2004
Mikrajuddin
2
Bab 1. Apa itu Paper Ilmiah
Paper ilmiah adalah laporan hasil riset yang ditulis dan dipublikasi oleh satu atau beberapa orang peneliti.
Isi suatu paper ilmiah harus orisinil, yang dapat berupa penemuan yang benar-benar baru atau
penyempurnaan dari temuan temuan yang telah lebih dahulu ada. Paper ilmiah tidak sama dengan
laporan biasa seperti yang dibuat di sekolah lanjutan yang hanya merupakan pemaparan ulang infromasiinformasi yang telah dipublikasi di beberapa referensi. Paper ilmiah tidak melulu mengetengahkan koleksi
data, tetapi menuntut analisis dan interpretasi intelektual dari data tersebut.
Paper ilmiah tidak mengharapkan penggunanaan kata-kata yang penuh analogi dan metafora. Paper
ilmiah bergelut dengan fakta yang dipaparkan secara singkat dan jelas. Paper ilmiah dikatakan baik
apabila mengandung informasi sebanyak-banyaknya yang diungkapkan dengan sesedikit mungkin katakata.
Ide-ide yang diketengahkan harus ditulis secara jelas dan logis. Perpindahan satu ide ke ide yang lain
harus mengalir dengan lancar. Paper ilmiah ditulis untuk dibaca oleh orang lain. Proses pengembangan
ide seperti di atas diharapkan menarik perhatian pembaca agar tetap membaca dan kalau mungkin
mengaplikasikan informasi yang dilaporkan di dalam kegiatan riset, pengajaran, atau praktek-praktek
yang mereka jalankan.
Motivasi peneliti melaksanakan eksperimen, rancangan serta pelaksanaan eksperimen dan makna dari
hasil yang diperoleh harus tertuang dalam paper yang ditulis. Penulisan paper ilmiah dapat bermakna
mempengaruhi orang lain untuk menerima atau menolak hasil yang dilaporkan. Jika hasil tersebut bisa
bertahan dari segala kritik maka ia diterima sebagai bagian tubuh ilmu pengetahuan sampai diperoleh
temuan baru yang menyangkal hasil laporan tersebut.
Penulisan paper ilmiah tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan riset itu sendiri. Telah menjadi
kesepakatan umum di antara para akademisi dan peneliti bahwa seseorang belum dikatakan
mengerjakan suaru riset sebelum mepublikasikan hasil riset tersebut. Record penelitian seseorang tidak
dihitung dari berapa banyak topik riset yang telah ia kerjakan atau berapa lama ia telah melakukan riset,
tetapi berdasarkan berapa banyak publikasi yang telah ia hasilkan.

Paper ilmiah masih menjadi pilihan utama antara para peneliti dan akademisi untuk melakukan
komunikasi ide dan penemuan baru. Oleh karena itu, informasi yang dilaporkan harus dapat dibaca dan
dipahami oleh peneliti lain. Eksperimen yang dilaporkan harus dapat diulang oleh peneliti lain dengan
menghasilkan kesimpulan yang sama.
Banyak teknik penulisan yang dirancang untuk entertainment. Namun penulisan paper ilmiah mempunyai
tujuan yang berbeda, yaitu mengkomunikasikan penemuan ilmiah baru. Penulisan paper ilmiah harus
sejelas dan sependek mungkin.
Secara singkat paper ilmiah dapat didefinisikan sebagai:
a) publikasi pertama hasil riset original
b) dalam bentuk yang memungkinkan pengulangan eksperimen dan pengecekan kesimpulan
c) di dalam jurnal atau sumber dokumen lain yang tersedia dalam komunitas ilmuwan.
3
Format paper ilmiah menurut Day (Day, 1993) and Matkin and Riggar (Matkin and Riggar, 1991
Judul
Nama
Institutsi/Alamat
e-mail address
Abstrak
Introduction
Material dan Metode
Results
Discussion
Acknowledgements
References
------------------------**) Jurnal ilmiah pertama terbit tahun 1665. Secara kebetulan muncul dua jurnal sins secara bersamaan,
yaitu Journal des Csavans di Prancis dan Philosophical Transactions of the Royal Society of London di
Inggris.
Bab 2. Judul
Judul adalah bagian yang sangat penting dari paper anda dan secara langsung ikut menentukan jumlah
pembaca. Judul mengungkapkan abstraksi tertinggi dari suatu paper dan dari judul orang menangkap
esensi paper anda. Mungkin hanya sedikit orang yang akan membaca keseluruhan paper, tetapi akan
banyak orang yang membaca judul, entah di dalam jurnal asal atau dari jurnal sekunder yang tertera di
refrerensi paper tersebut. Jadi, judul harus dipersiapkan dengan sangat teliti. Kebanyakan kesalahan
yang terjadi pada pembuatan judul adalah kesalahan pengurutan kata-kata.
Menurut Day (1993), judul yang baik adalah yang menggunakan kata-kata sesedikit mungkin tetapi cukup
menjelaskan isi paper. Judul tidak boleh terlalu pendek yang menyebabkan pembaca bingung.
Contohnya Studies on Brucella merupakan judul yang sangat tidak membantu pembaca. Apakah studi
yang dilakukan adalah taxonomi, genetika, biokimia, atau medis, tidak terungkap dengan jelas di judul
tersebut.
Sebaliknya, banyak judul yang terlalu panjang sehingga lebih membingungkan pembaca. Judul yang
panjang-panjang banyak digunakan pada paper-paper di masa lampau ketika ilmu
4
pengetahuan masih kurang terspesialisasi. Contohnya On the addition to the method of microscopic
research by a new way of producing colour-contrast between an object and its background or between
definite parts of the object itself, oleh J. Rheinberg yang dimuat di J. R. Microsc. Soc. 373 (1896). Judul
yang sangat panjang hanya membuang kata-kata. Kebanyakan kata-kata mubazir tersebut muncul di

bagian awal dari judul tersebut seperti Studies on, Investigations on, Observations on, Juga artikel
pembuka seperti A, An, The seringkali tidak diperlukan.
Mari kita lihat salah satu analisis judul yang dicontohkan Day. Contoh judul sederhana Action of
Antibiotics on Bacteria. Judul tersebut cukup singkat dan tidak membawa kata-kata yang tidak perlu.
Judul tersebut tidak menjadi lebih baik jika diubah menjadi Preliminary observations on the effect of
certain antibiotics on various species of bacteria. Akan tetapi, judul singkat Action of Antibiotics on
Bacteria masih bisa memunculkan makna kajian pada semua jenis antibiotic pada semua jenis bakteri.
Tentu tidak demikian yang dimasud oleh judul tersebut. Jika hanya satu atau beberapa antibitic yang
digunakan, maka tulis semua antibiotic tersebut di judul paper. Jika hanya satu atau beberapa bakteri
yang dipelajari, maka tulis juga semuanya di paper anda. Jika terlalu banyak jenis bakteri atau antibiotic
yang dipelajari maka nama grup perlu ditulis di judul sebagai penggnti daftar nama yang terlalu panjang.
Contoh judul yang lebih dapat diterima: Actions of Streptomycin on Myobacterium tuberculosis, Actions
of Neomycin and Tetracycline on Grain-Positive Bacteria, Actions of Polyene Antibiotics on Phatogenic
Bacteria, Actions of various antifungal Antibiotics on Candida albicans and aspergillus fumigatus.
Meskipun judul-judul di atas sudah cukup dapat diterima tetapi masih belum terlalu baik karena masih
bersifat umum. Kata Action of masih bisa bermakna mempercepat atau menghambat. Jika keberadaan
Streptomycin menghambat pertumbuhan bakteri maka judul pertama dapat dimodifikasi menjadi lebih
jelas sebagai Inhibition of Growth of Mycobactrium Tuberculosos by Streptomycin.
Sebagai ilustrasi lain, perhatikan judul Mechanism of Suppression of Nontramissible Pneumonia in Mice
Induced by New Castle Disease Virus. Judul di atas bisa bermakna ganda: apakah yang dikenai kata
induced adalah Pneumonia atau Mice. Jika yang dikenai kata induced adalah Pneumonia, maka
judul di atas dapat diubah lebih baik menjadi Mechanism of Suppression of Nontramissible Pneumonia
Induced in Mice by New Castle Disease Virus.
Bab 3. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan suatu paper yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca
untuk menyimpulkan apa tujuan dari penelitian yang dilakukan, bagaimana metode/pelaksanaan
penelitian yang dilakukan, apa hasil-hasil yang diperoleh dan apa signifikansi/nilai manfaat dari penelitian
tersebut. Abstrak harus ditulis dengan teliti untuk memberikan efek yang berarti bagi pembaca dengan
menggunakan jumlah kata seseikit mungkin. 5
Selain judul, umumnya pembaca jurnal-jurnal ilmiah hanya membaca abstrak saja dari paper-paper yang
dipublikasi dan hanya membaca secara utuh paper-paper yang paling menarik bagi mereka.
Tujuan abstrak pada dasarnya adalah menyediakan informasi kepada pembaca untuk mengambil
keputusan apakah dia perlu membaca atau tidak keseluruhan isi paper. Kadang orang menulis abstrak
sebagai perluasan dari judul. Abstrak semacam ini hanya meninggalkan pembaca dalam kebingungan,
bukan pada pemahaman tentang apa isi paper itu. Informasi dan interpretasi yang terkandung tetap
dalam misteri kecuali pembaca menyediakan cukup waktu untuk membaca keseluruhan isi paper.
Abstrak dibaca 10 sampai 500 kali lebih sering daripada papernya sendiri. Dari puluhan ribu paper yang
dipublikasi tiap bulannya, peneliti tidak memiliki cukup waktu untuk membaca keseluruhan isi paper
meskipun masih berkaitan dengan bidang pebelitiannya. Biasanya mereka memilih membaca paperpaper yang berkaitan langsung dengan penelitian yang sedang mereka lakukan. Lebih umum lagi, para
peneliti lebih cenderung memilih membaca paper-paper yang ditulis oleh orang-orang terkenal karena
ada semacam keyakinan bahwa orang-orang terkenal hanya mempublikasi penelitin-penelitian bermutu
yang dapat mengimbas lahirnya bermacam-macam topik penelitan baru.
Walaupun abstrak muncul pertama kali dalam sebuah paper, namun kebanyakan penulis menulis abstrak
terakhir kali, yaitu setelah bagian tubuh paper tertulis lengkap. Abstrak harus merupakan ringkasan jelas
tentang masalah, pemecahan dan kesimpulan yang dicapai. Abstrak harus memberikan informasi yang
memadai sehingga pembaca bisa menentukan pilihan apakah harus membaca keseluruah isi paper atau

tidak perlu membacanya. Panjang abtrak umumnya antara 100 200 kata.
Bab 4 Pendahuluan
Pendahuluan diorganisasi untuk berpindah dari informasi yang bersifat umum ke spesifik. Hati-hati,
jangan melangkah terlalu jauh saat menulis pendahuluan. Batasi pendahuluan hanya pada hal-hal yang
berkaitan langsung dengan studi yang sedang dilakukan. Kontribusi spesifik yang anda hasilkan. Bagian
akhir dari pendahuluan harus memuat pernyataan tujuan dan hipotesis. Hal tersebut merupakan transisi
yang baik ke bagian beikutnya.
Contohnya:
Our objective was to determine if the relationship between legumes and nitrogen-fixing bacteria is
species-specific. We hypothesized that legumes would grow best when infected by the same rhizobium
species that occurs within the field.
Menurut Warren D. Dolphine dari Iowa State University, pendahuluan mendefinisikan subjek dari laporan
atau paper. Ia harus mendefinisikan tujuan ilmiah dari riset yang dilakukan dan
6
memberikan pada pembaca latar belakang yang cukup untuk memahami bagian selanjutnya dari laporan
atau paper tersebut.
Pendahuluan yang baik harus dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti berikut:
Mengapa penelitian itu dilakukan. Jawaban dari pertanyaan ini dapat diturunkan dari pengamatan di
alam atau dari literature.
Sampai di mana pemahaman orang tentang bidang ini sekarang. Jawaban untuk pertanyaan ini
dilakukan dengan review literature, memperlihatkan sejarah perkembangan ide termasuk memasukkan
konfirmasi, konflik, dan gap di dalam pemahaman yang ada saat ini.
Apa tujuan spesifik dari studi yang dilaporkan
Hipotesis-hipotesisi spesifik dan perancangan eksperimen yang mendukung penyelidikan sedapat
mungkin dijelaskan.
Pendahuluan harus berupa undangan pada pembaca untuk menginvestasikan waktu untuk
membacanya. Pendahuluan sering sulit untuk ditulis secara baik. Formula untuk menulis pendahuluan
menurut John Claerbout dari GNU Public Lisence. Pilih 3 10 paper yang dapat menjadi latar belakang
riset anda dan tulislah sesuatu tentang masing-masing paper tersebut. Usahakan mencari orang yang
mengerjakan bidang yang sama untuk memberikan kritik membangun tentang paper anda. Orang
tersebut bisa berupa teman satu lab, pembimbing, senior, atau dari instansi lain.
Bagian paling penting dari pendahuluan diletakkan di tengah. Itu adalah klaim. Klaim adalah tempat di
mana anda mengatakan bahwa pekerjaan anda merupakan penyempurnaan yang bermanfaat dari paper
yang baru saja anda review. Jika seseorang mengatakan tulisan anda unmotivated, itu bearti dia tidak
dapat menemukan klaim anda.
Dalam klaim anda harus menggunakan kata milik seperti saya (I) atau kami (We). Penggunakan kata
I menginformasikan pada orang sampai sejauh mana hasil yang dicapai orang selama ini dan awal dari
ide anda. Anda harus membuat suatu kontribusi baru bagi ilmu pengetahuan yang ada sekarang. Paper
anda is not acceptable jika tidak mengidentifikasikan klaim anda.
Bagian lain dari pendahuluan adalah agenda. Bagian ini umumnya ditemukan di bagian akhir
pendahuluan. Ini meringkas apa yang ingin anda tunjukan pada pembaca. Dalam agenda anda harus
menyebutkan bagaimana alur paper anda untuk membuktikan klaim anda. Dalam hal ini agenda anda
harus mengklarifikasi klaim anda. Namun agenda tidak sepenting review atau klaim. Jika anda bisa
mengungkapkan kesimpulan anda dalam pernyataan sederhana, tulislah pernyaan tersebut setelah
agenda.
Tentu saja anda menginginkan orang lain membaca juga bagian paper anda selain pendahuluan. Untuk
itu pikirkan secara seksama tentang urutan material dan bagaimana anda mengatakan sesuatu.

Anda dapat menggunakan kata ganti orang di bagian mana pun dalam paper anda. Secara umum kata
ganti orang digunakan jika anda mengemukakan sesuatu opini atau mengambil
7
keputusan. Contohnya penggunaan kata I pada saat anda harus memutuskan pilihan. To test the
theory I selected some data, atau To examine the theory I programmed the equations, atau To
evaluate the theory I made some synthetic sismogram.
Jika ide anda sangat solid, anda perlu menggunakan pronouns orang pertama (I atau We). Untuk kasus
ini pronouns bisa berimplikasi anda berkontribusi di situ. Jika teman anda menemukan personal
pronouns, mereka akan segera mengetahui di mana mereka seharusnya melemparkan pertanyaan atau
saran. Jika ide anda spekulatif, pronous mengindikasikan disclaimer.
Paper ilmiah yang baik mengandung statemen-statemen yang luas dari aksioma-aksioma klasik dan
pengetahuan yang telah dipahami secara umum sampai ke spekulasi-spekulasi dan dugaan-dugaan
yang lengkap. Adalah kesalahan penulis apabila pembaca tidak dapat membedakan tipe-tipe statemen di
atas. Personal pronouns adalah kata yang berguna untuk membantu membuat perbedaan lebih jelas.
Kata-kata lain yang baik digunakan untuk tujuan ini di antaranya should, could, would, might, may,
can, is, does, dan lain-lain. Pilihlah yang paling tepat dari kata-kata tersebut sesuai dengan kalimat
yang anda bangun.
Bab 5 Material dan Metode
Material dan metode yang digunakan dalam eksperimen harus dilaporkan di bagian ini. Kesulitan dalam
menulis bagian ini adalah menyediakan informasi yang lengkap pada pembaca untuk memahami
eksperimen. Jika prosedur diperoleh dari buku petunjuk laboratorium atau laporan lain yang diikuti secara
persis, cukup dengan menuliskan referensi dengan menyebutkan bahwa detailnya dapat ditemukan di
referensi tersebut. Secara umum bagian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut:
- Material apa yang digunakan
- Bagaimana penggunaannya dalam eksperimen
- Di mana dan kapan pekerjaan dilakukan
Tidak perlu menjelaskan semua step dalam analisis statistik anda. Peneliti-peneliti lain sudah paham
semua tentang nul hypotesis, rejection rules, dan lain-lain dan tidak butuh untuk diingatkan kembali.
Contohnya, cukuplah menulis sebagai berikut: Honeybees did not use the flowers in proportion to their
availability (x2 = 7.9, p < 0.05, d.f = 4, chi-square test). Refer tabel dan gambar tanpa menjelaskan
secara detail bagaimana data diolah.
Anda harus mengacu di text setiap gambar atau tabel yang dimuat dalam paper anda. Hanya gunakan
grafik jika gambar tersebut muncul dalam bentuk yang mudah untuk dilihat.
Anda harus menulis eksperimen atau studi anda secara naratif, bukan daftar instruksi seperti yang
ditemui di cook-book. Anda harus ingat bahwa peneliti lain memiliki kemampuan setingkat dengan anda
tapi tidak mengetahui spesifik detail eksperimen anda. Sebagai contoh, tidak perlu menulis seperti ini:
8
We poured N-free fertilizer solution into a graduated cylinder until the bottom of the meniscus was at the
30 ml line. We poured the fertilizer onto the top of the soil in a pot and the repeated this procedure 24
times.
Anda harus mengangap bahwa peneliti lain mengetahui bagaimana mengukur dan menambah cairan ke
dalam pot. Karena itu anda cukup menuliskan
We added 30 mL of N-free fertilizer to each of 24 pots.
Bab 6 Hasil
Bagian hasil harus meringkas data dari ekperimen tanpa mendiskusikan implikasinya. Data-data tersebut
diperagakan dalam bentuk tabel, grafik, foto, dll. Namun, data yang sudah ada dalam tabel sebaiknya

tidak diduplikasikan dalam bentuk gambar atau grafik. Setiap gambar dan tabel harus memiliki judul atau
penjelasan dan memuat legenda untuk menjelaskan symbol, singkatan-singkatan atau metode khusus
yang digunakan. Gambar dan tabel harus dinomor secara terpisah [tabel memiliki hitungan nomor sendiri
yang tidak dicampur dengan hitungan noimor gambar]. Tabel dan gambar harus direfer di text dengan
menggunakan nomor yang sama.
Contoh:
1. Figure 1 shows that the activity decreases with time.
2. It is obvious that the activity decreases with time as appeared in Fig. 1.
Gambar atau tabel sedapat mungkin bersifat self-explanatory, artinya pembaca harus dapat memahami
tanpa harus merefer ke text. Kolom dan baris dalam tabel maupun sumbu dalam grafik harus diberi label.
Results hanya mempresentasikah hasil eksperimen tetapi tidak berusaha memberi interpretasi hasilnya.
Anda jangan mrmprentasikan data mentah yang anda kumpulkan tetapi men-summary data dengan text,
tabel atau gambar. Gunakan text dari paper untuk mengungkapkan hasil studi anda kemudian arahkan
pembaca untuk melihat tabel atau grafik.
Contohnya:
Nitrogen fertilizer significantly increased soy bean total biomass (p = 0.05) regardless of the presence or
absence of rhizobium (Table 1).
Kalimat di atas ditulis secara baik. Hasil penambahan Nitrogen diungkapkan secara singkat dan to the
point Kata significantly diikuti oleh probilitas statistik level (p = 0.05). Pembaca diarah ke tabel di mana
data yang mendukung pernyataan dapat diperoleh.
Jangan memasukkan data yang sama di tabel dan di gambar. Sangat dianjurkan
9
memaparkan data dalam bentuk tabel kecuali ada cara menvisualisasi informasi dalam bentuk gambar.
Setiap tabel atau gambar memiliki beberapa baris text dalam legend yang menjelaskan informasi yangs
edang dipresentasikan. Legenda untuk tabel biasanya dutempatkan di atas tabel dan untuk grafik
biasanya di bawah grafik.
Bab 7 Diskusi
Bagian ini tidak melulu merupakan pernyataan ulang dari hasil tetapi harus memuat interpretasi dari data,
mengaitkan dengan teori dan pemahaman yang ada sampai sekarang. Spekulasi diijinkan sepanjang itu
terdefinisi dengan jelas. Saran bagi perbaikan teknik dan perancangan eksperimen dapat juga
dimasukkan di sini. Dalam menulis bagian ini anda harus menjelaskan logika yang memungkinkan anda
menerima atau menolak hipotesis awal anda. Anda juga harus mampu menyarankan ekperimen lebih
lanjut yang mungkin dapat membuat jelas beberapa hal yang masih mengandung keraguan dari hasil
anda.
Di sini anda bebas menjelaskan apa arti dari hasil yang anda peroleh dan mengapa berbeda dengan
hasil orang lain. Kaitkan diskusi anda dengan tujuan dan pertanyaan yang muncul di bagian introduction.
Namun, jangan hanya sekedar menulis ulang tujuan. Sangat penting untuk mencite sumber dalam bagian
diskusi untuk memperjelas klaim yang anda buat.
Bagian ini mengandung pendapat-pendapat anda tentang makna riset yang anda lakukan temasuk
keberhasilan menyamai pa yang diungkapkan di pendahuluan dan signifikansi dalam memperluas
pemahaman anda tentang subjek. Di sini juga tempat untuk menjelaskan penyimpangan atau kesulitan
dalam eksperimen beserta saran untuk riset lebih lanjut.
Yang paling penting lagi, discussion memberikan kesempatan membandingkan hasil anda dengan hasil
orang lain. Bagaimana hasil-hasil sebelumnya relevan dengan hasil anda. Apakah hasil anda mendukung
atau melengkapi hasil yang telah ada. Juga ketika memberikan interpretasi terhadap data, arahkan
pembaca ke table atau grafik yang berkaitan untuk mendukung poin anda.
Sebelum duduk untuk memulai penulisan, anda harus telah memiliki ide, suatu rencana dalam pikiran

dan pemahaman untuk berkomunikasi. Hal tersebut datang dari membaca segala sesuatu yang dapat
anda peroleh yang berkaitan dengan riset anda. Berapa banyak yang harus dibaca? Ada yang
menganjurkan antara 50 sampai 100 paper tetapi tidak semuanya akan menjadi refereni dalam paper
anda. Sebagian tidak memiliki isi yang relevan. Sebagaian hanya berguna sebagai sumber medapatkan
referensi yang lebih baik.
Bab 8 Referensi
Anda harus menulis semua published work yang anda cite dalam text paper. Jangan
10
mencite semua artikel yang anda temui dalam riset anda. Anda hanya perlu mencantumkan paper yang
anda refer dalam penulisan paper anda.
Cara penulisan referensi bervariasi menurut jurnal. Anda harus memperhatikan dengan seksama cara
penulisan referensi jurnal di mana anda hendak mensubmit paper anda. Yang jelas di referensi harus
tertera: Nama penulis, nama jurnal, volume, halaman, tahun terbit. Beberapa jurnal memasukkan juga
judul paper yang direfer. Contoh penulisan referensi:
Untuk paper yang diterbitkan oleh American Physical Society dan Americal Institute of Physics
menggunakan aturan: Nama penulis, Nama jurnal, volume, halaman, tahun terbit. Contohnya:
[1] D. Chandler and H. C. Andersen, J. Chem. Phys. 57, 1930 (1972).
Dengan J. Chem. Phys. Andalah nama jurnal: The Journal of Chemical Physics,
57 adalah nomor volume (ditulis dengan huruf tebal)
1930 adalah nomor halaman
1972 adalah tahun terbit yang ditulis dalam tanda kurung.
Untuk paper yang diterbitkan oleh Americal Chemical Society kita jumpai aturan penulisan: Nama penulis,
nama jurnal, tahun terbit, volume, halaman. Contohnya:
(1) Velev, O.D.; Jede, T.A.; Lobo, R.F.; Lenhoff, A.M. Nature 1997, 389, 447.
Dengan
Nature adalah nama jurnal yang ditulis dengan huruf miring
1997 adalah tahun terbit yang ditulis dengan huruf tebal
389 adalah nomor volume yang ditulis dengan huruf miring
447 adalah nomor halaman
Bab 9 Table dan Figure Captions
Tabel dan gambar pada paper yang anda submit tidak dimasukkan di dalam text seperti yang tampak
pada paper yang telah dicetak. Adalah tugas bagian percetakan jurnal tersebut mengatur posisi tabel dan
gambar paper anda di dalam text. Tabel dan gambar harus anda tempatkan di bagian akhir paper anda.
Dianjurkan agar tiap halaman memuat hanya satu tabel atau satu gambar. Ukuran tabel atau gambar
harus cukup besar sehingga mudah dibaca oleh reviewer. Kadang orang membuat satu gambar termuat
dalam satu halaman penuh kertas A4, walaupun pada akhirnya setelah tercetak ukurannya hanya sekitar
8 x 8 cm. Sebaiknya, gambar tidak terlalu besar sehingga pada saat proses percetakan harus diperkecil
beberapa kali. Jika ini yang terjadi maka 11
kulitas gambar yang muncul pada hasil cetakan tidak terlalu bagus. Sebenarnya ukuran gambar yang
paling baik adalah yang paling mendekati ukuran sebenarnya ketika muncul di hasil cetakan. Tetapi,
gambar tersebut harus dapat dibaca jelas oleh reviewer. Jadi anda optimasi antara ukuran yang
mendekati ukuran setelah dicetak dan gambar dapat dibaca dengan jelas oleh reviewer.
Tiap tabel dan gambar diberi nomor dan nama penulis. Misalnya
Table 1
Fulan et al
Table 2
Fulan et al

Figure 1
Fulan et al
Figure 2
Fulan et al
Pada halaman tabel atau gambar biasanya tidak dituliskan keterangan (caption) dari tabel atau gambar
tersebut. Keterangan tabel atau gambar dicantumkan masing-masing di halaman tersendiri, yaitu di Table
captions untuk tabel dan Figure captions untuk gambar. Halaman tersebut diletakkan setelah referensi.
Contoh Table dan Figure caption sebagai berikut.
Table Captions
Table 1 Physical properties of microgels with various hair length
Table 2 Water and methanol resistance of hydrophilic and hydrophobic photopolymer with microgels
Figure Captions
Figure 1 TEM photograph of (a) MG0 and (b) MG3 microgels
Figure 2 The ralation between the unit number of spacer and photosensitivity
Figure 3 SEM photograph of screenprinting plate: (a) an existing article (microgel fault component); (a) a
trial production (microgel component)
Bab 10 Mensubmit Paper
Paper yang telah disusun berdasarkan format jurnal yang dituju dikirim ke editor jurnal tersebut yang
terdiri dari manuscrip orisinal dan beberapa exsemplar copy sesuai dengan yang
12
tertera pada instruction to authors. Satu buah cover letter yang ditujukan ke editor harus disertakan
sebagai surat pengantar bahwa anda menginginkan paper anda dipertimbangkan untuk dipublikasi
dibagian mana dari jurnal tersebut. Copy right transfer kadang disetakan juga pada saat submit, atau bisa
juga dikirim saat paper dinyatakan diterima untuk dipublikasikan di jurnal tersebut setelah melalu proses
review.
Manuscript umumnya dialamatkan ke Editor in Chief dari journal tersebut. Nama editor maupun alamat
Editor Office dapat dilihat pada setiap terbitan jurnal tersebut, atau dapat juga dilihat secara online di web
side jurnal yang bersangkutan. Contohnya, untuk journal ilmiah Advanced Materials, kita akan melihat
editorial board sebagai berikut.
Dr. Peter Gregory
Editor Advanced Materials
Advanced Materials WILEY-VCH Verlag GmbH Pappelallee 3, D-69469 Weinheim Germany
Tel. +49(0)6201/606-235
Fax. +49(0)6201/606-550
Editorial Board
Editor : Peter Gregory
Deputy Editor : Esther Levy
Assistant Editors : Linda Carrette, Renate Dtzer
Production : Agnes Petersen
Administration : Suzan Wohlgemuth
Marketing : Kornelia Junge
Free-lance Cartoonist : Philip Harms
Editorial Office : Advanced Materials
WILEY-VCH Verlag GmbH Pappelallee 3 D-69469 Weinheim Germany
Phone: +49(0)6201/606-235
Fax: +49(0)6201/606-500
E-mail: advnat@wiley-vch.de

Advertising : nne Anders, Simone Tremmel


13
Advertising WILEY-VCH Verlag GmbH Boschstrasse 12 D-69469 Weinheim Germany
Phone: +49(0)6201/606-562
Fax: +49(0)6201/606-550
E-mail: adsales@wiley-vch.de
Advisory Board : P. M. Ajayan, Rensselaer Polytechnic A. R. Barron, Rice Univ. P. Baitail, Nantes P. D.
Calvert, Arizona J. Caro, Berlin A. Dodabalapur, Lucent Technologies J. H. Fendler, Clarkson Univ. S.
Forrest, Princeton D. Freitag, Bayer R. H. Friend, Cambridge T. M. Garcs, Dow R. G. Gossink, Philips D.
Haarer, Bayer R. C. Haddon, UC Riverside P. T. Hammond, MIT J. R. Heath, Los Angeles A. Hirsch,
Erlangen J. Hulliger, Bern A. C. Jones, Inorgtech D. L. Kaplan, Tufts Univ. M. Lahav, Rehovot S. Mann,
Bristol C. R. Martin, Florida R. D. McCullough, Carnegie Mellon Univ. E. W. Meijer, Eindhoven J. S. Miller,
Utah C. A. Mirkin, Northwestern Univ. W. S. Rees, Georgia Tech M. J. Sailor, La Jolla F. Schth, Mlheim
Y. Shirota, Osaka
14
H. Sixl, Hoechst B. Stapp, Siemens M. Steigerwald, Agere Systems S. Subramoney, DuPont G. Wegner,
Mainz
Publisher : WILEY-VCH Verlag GmbH P. O. Box 10 11 61 D-69451 Weinheim Germany
Phone: +49(0)6201/606-0
Fax: +49(0)6201/606-207
Pada saat anda mensubmit paper, anda alamatkan kepada Dr. Peter Gregory. Cover letter yang
menyertai paper anda bisa berisi:
Dr. Peter Gregory
Editor Advanced Materials
WILEY-VCH Verlag GmbH Pappelallee 3 D-69469 Weinheim Germany
Tel. +49(0)6201/606-235
Fax. +49(0)6201/606-550
Dear Editor
Enclosed please find our manuscript (original and four copies) entitled .. for your
consideration of its publication in Communication section of Advanced Materials.
Sincerely yours
Dr. Fulan
Alamat lengkap
15
Copy Right Transfer
Seperti disebutkan sebelumnya, Right Tranfer dapat dikirim bersamaan dengan submit paper atau
setelah paper diterima untuk dipublikasi. Copy Right Transfer Lettter dapat diperoleh secara online di web
side jurnal tersebut atau bisa diminta ke editorial office. Kalau kita belum mengirimkan Copy Right
Transfer dan paper telah diterima untuk dipublikasi, biasanya editor akan mengirim form Copy Right
Transfer tersebut untuk kita isi dan dikirim kembali dengan segera ke Editor dalam bentuk orisinal (bukan
hasil foto copy atau fax). Copy Right Transfer intinya adalah menyerahkan hak cipta kita (paper tersebut)
ke jurnal tempat kita submit. Sebelum Copy Right Tranfer sampai ke Editor, proses percetakan paper kita
tidak akan dimulai.
Bab 11 Editorial Proses
Jika sebuah paper diterima oleh editor sebuah journal, editor akan mencantumkan tanggal penerimaan
(received) dan memberi nomor referensi. Kemudian editor akan mengirim ke beberapa reviewer yang
akan menilai apakah paper tersebut cukup baik untuk dimuat di jurnal tersebut. Kadang editor juga

berperan sebagai reviewer awal. Jika ia melihat paper tersebut sangat tidak layak dimuat di jurnal
tersebut, misalnya karena mutunya kurang bagus atau isinya tidak sesuai dengan scope jurnal tersebut
atau paper terlalu panjang; melebihi space yang dijinkan di jurnal tersebut, ia dapat langsung menolak
paper tersebut tanpa mengirim ke revier. Setelah beberapa minggu atau bulan, reviewer mengirim
kembali ke editor bersama dengan komentar dan evaluasi. Komentar tersebut kemudian dikirim balik ke
penulis paper bersama dengan keputusan editor apakah paper tersebut diterima, diterima dengan revisi,
atau ditolak untuk publikasi.
Evaluasi dilakukan apa adanya dan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk memutuskan apakah
menerima atau menolak paper tersebut. Editor dapat menolak paper tersebut, menerimanya atau
mengirim kembali ke penulis untuk melakukan revisi berdasarkan komentar dari reviewer yang namanya
tidak pernah diungkapkan. Penulis harus melakukan revisi dan mengirim ulang (resubmit) paper tersebut
ke editor dengan mencantumkan nomor referensi. Hasil revisi kemudian dikirim kembali oleh editor ke
reviewer yang sama. Proses keseluruhan kadang dapat berulang lebih dari satu kali. Paper sangat jarang
yang diterima langsung. Paper-paper umumnya ditolak atau diterima setelah diminta melakukan revisi.
Jika paper yang dikirim ditulis dalam bahasa yang kurang baik (misalnya bahasa Inggris yang buruk) ini
membuat awal yang kurang baik dan meskipun kesalahan tersebut dapat dikoreksi kemudian, peluang
paper tersebut untuk diterima menjadi agak berkurang.
Beberapa editor kadang memperhatikan secara seksama referensi. Jika formatnya jelek, dengan
sejumlah kekeliruan maupun kesalahan ketik, mereka dapat menjadikannya sebagai tanda bahwa bagian
utama paper tersebut juga dikerjakan kurang baik. Walaupun ini tidak selalu benar, tetapi hal tersebut
sering terjadi. Jadi, adalah suatu kesalahan jika anda berpikir bahwa referensi
16
17
bukan bagian penting dari suatu paper. Jadi adalah suatu langkah yang baik untuk membuat impresi
pada kontak pertama dengan editor. Hal serupa, jangan anda menghadiri pertemuan bisnis untuk
menemui seseorang untuk pertama kalinya dengan mengenakan pakaian yang jelek.
Jika paper dikiriam balik ke penulis dengan pernyataan editor untuk memperbaiki bahasa Ingris atau
problem lainnya, tidak ada jaminan bahwa paper tersebut kemudian diterima. Jika paper benar-benar
ditolak oleh jurnal pertama, tidak berarti semua harapan hilang. Jika paper tersebut memiliki scientific
material yang bagus dan formatnya benar, itu dapat disubmit ke jurnal lain mulai dari awal dengan
kesempatan sukses yang lebih baik. Namun, penulis sebaiknya untuk selalu memperhatikan komentar
dari reviewer dari jurnal pertama untuk memperbaiki papernya sebelum disubmit ke jurnal kedua. Dan
sangat mungkin terjadi bahwa jurnal kedua memilih referee yang sama untuk meriew paper tersebut.
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghasilkan impresi awal yang baik untuk paper yang
disubmit:
Paper harus tampak terorganisasi dengan baik, dengan judul tiap bagian yang jelas. Khususnya halaman
judul harus disusun dengan baik dan memasukkan semua informasi yang diperlukan yang biasanya
ditemui di instructions to authors. Paper harus mengikuti instructions to authors dari jurnal tempat ingin
mensubmit. Referensi harus diformat dengan benar tanpa kesalahan. Kesalahan-kesalahan serius dalam
grammar maupun penggunaan kalimat harus dihindari.
Pengiriman artikel harus disertai dengan cover letter copy right transfer. Di antara isi copy right transfer
adalah pernyataan dari penulis bahwa artikel tersebut tidak dikirim secara bersamaan ke jurnal lain dan
penulis setuju dengan submission tersebut. Kadang editor meminta penulis mengungkapkan mengapa
paper tersebut relevan dan menarik minat pembaca jurnal tempat submission. Jika ini yang diminta, ada
harus menjelaskannya di cover letter. Akibatnya cover letter anda menjadi cukup panjang.
Perhatikan dengan seksama bagaimana format paper yang telah terbit dalam jurnal tersebut dan
usahakan untuk menyamai format tersebut.

Daftar Pustaka
R.A. Day, How to Write and Publish a Scientific Paper, 2nd ed; ISI Press, Philadelphia 1993.
R.E. Matkin and T.F. Riggar, Persisten and Publish: Helpful Hints for Academic Writing and Publishing,
University Press of Colorado, 1991.
oleh
Mikrajuddin
Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganeca 10 Bandung 40132
2004