Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Cetakan egg roll merupakan suatu alat yang digunakan untuk membuat egg roll
dengan cara adonan dipress dari sisi atas dan bawah selama proses pemasakan hingga
matang sehingga diperoleh hasil lembaran tipis kemudian digulung. Cetakan ini biasanya
digunakan oleh industri kecil maupun rumah tangga.
Namun desain cetakan yang umumnya ada di pasaran masih memiliki banyak
kekurangan. Salah satunya yaitu desain lempeng cetakan yang datar membuat saat
adonan yang dituang terlalu banyak menyebabkan adonan tumpah ke luar saat dipress.
Selain itu proses pematangan adonan juga tidak dapat diprediksi secara tepat sehingga
pengguna cetakan harus sering mengecek adonannya sudah matang apa belum agar tidak
gosong. Pada lempeng cetakan tidak terbuat dari bahan anti lengket sehingga
memerlukan minyak goreng sebelum adonan dituang agar adonan tidak lengket pada
cetakan. Sumber panas yang digunakan cetakan yaitu kompor dimana kita harus
mengatur besar kecilnya api yang digunakan agar pas sehingga terkesan panas yang
diberikan kurang stabil karena mengandalkan perkiraan pengguna.
Kekurangan-kekurangan yang ada pada cetakan saat itu mendorong untuk adanya
perubahan atau perbaikan desain produk cetakan egg roll dari aspek fungsi, material
sehingga dapat mengatasi permasalah yang timbul pada produk cetakan sebelumnya.
Saat ini telah ada cetakan egg roll egg roll yang lebih canggih dan terbaru. Produk
cetakan terbaru ini memiliki berbagai keunggulan untuk memuaskan konsumen.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kualitas produk memegang peranan yang sangat penting bagi perusahaan, sebab
kualitas produk sangat menentukan posisi perusahaan dimata konsumen. Oleh karena itu
definisi dari kualitas suatu produk harus dipahami dengan baik oleh perusahaan. Kualitas
adalah karakteristik total dari suatu entitas yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
konsumen (Wilton, 1994). Kualitas adalah kemampuan dari suatu produk dalam melakukan
fungsinya selama jangka waktu penggunaan waktu tertentu yang telah ditetapkan (Hoyle,
1994). Secara umum kualitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu produk
dalam melakukan fungsinya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Tujuan dilakukannya pengendalian kualitas dari suatu produk adalah untuk mencapai
kepuasan konsumen. Apabila produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dapat memenuhi
kepuasan konsumen, maka produk tersebut akan terlihat unggul dimata konsumen, sehingga
citra dari perusahaan dimata konsumenpun akan semakin meningkat.
Untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi maka sebelumnya perlu
diketahui dimensi-dimensi yang mendasari kualitas dari suatu produk, oleh sebab itu
dikembangkanlah deapan dimensi kualitas (Garvin, 1996). Suatu produk dapat memiliki nilai
yang tinggi pada suatu dimensi kualitas, tetapi sekaligus memiliki nilai yang rendah untuk
dimensi kualitas yang lain. Hal ini kemungkinan terjadi karena perbaikan terhadap salah satu
dimensi kualitas yang memerlukan pengorbanan dari dimensi kualitas yang lain. Delapan
dimensi kualitas produk yang dikembangkan oleh (Gravin), yaitu:
1. Performance
Kemampuan dari suatu produk untuk menjalankan fungsi utamanya.
2. Features
Karakteristik-karakteristik yang mendukung fungsi utama dari suatu produk, termasuk
didalamnya adalah suatu atribut tambahan yang dimiliki oleh produk yang bersangkutan.
3. Reliability
Menunjukkan probabilitas terjadinya kegagalan atau ketidakberfungsian sebagaimana
mestinya dalam periode waktu tertentu dari suatu produk. Parameter reliabilitas yang biasa

digunakan adalah mean time to first failure, mean time between failure dan juga failure
rate per unit time.
4. Conformance
Menunjukkan derajad kecocokan antara products design dan karakteristik operasi dalam
suatu produk dengan spesifikasi atau standar yang telah terbentuk sebelumnya.
5. Durability
Menyatakan umur (masa pakai) yang dimiliki oleh suatu produk.
6. Serviceability
Kemampuan, kecepatan dan kemudahan dari suatu produk untuk diperbaiki (repair). Salah
satu pengukuran yang dapat digunakan adalah responsiveness, yaitu dengan mengukur
mean time to repair.
7. Aesthetics
Dimensi kualitas yang berhubungan dengan bagaimana tampilan dari suatu produk
berpengaruh terhadap kepuasan dari konsumen, dimana hal ini jelas merupakan refleksi
dari preferensi individu setiap konsumen.
8. Perceived Quality
Merupakan dimensi kualitas yang menggambarkan reputasi dari suatu produk dimata
konsumen. Reputasi dari suatu produk sendiri dipengaruhi oleh image, iklan (advertising)
dan juga merk (brand names).
Quality Function Deployment merupakan metode terstruktur yang digunakan dalam
proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan
keinginan konsumen, serta mengevaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa
dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Fokus utama QFD adalah pelibatan
konsumen pada proses pengembangan produk atau jasa sedini mungkin (Cohen, 1995).
Quality function deployment tidak hanya memenuhi sebanyak mungkin harapan pelanggan,
tapi diharapkan juga mampu melebihi harapanharapan pelanggan sebagai competency
advantage dengan pesaingnya, sehingga diharapkan konsumen tidak menolak, namun malah
menginginkannya (Jono, 2006).
Implementasi QFD terdiri dari tiga tahap, dimana seluruh kegiatan yang dilakukan
pada masing-masing tahapan dapat diterapkan seperti layaknya suatu proyek, dengan terlebih
dahulu dilakukan tahap perencanaan dan persiapan, ketiga tahapan tersebut adalah (Cohen,
1995) :
1. Tahap pengumpulan Voice of Customer.
2. Tahap penyusunan rumah kualitas (House of Quality).

3. Tahap analisa dan implementasi.


Secara umum HOQ memberikan gambaran yang sangat kuat sehingga mampu
menyimpulkan informasi yang beragam dan menggambarkan hubungan timbal balik antara
berbagai macam elemen (Parkin et al., 2002). Keunggulan dari QFD adalah bahwa ketika
QFD diimplementasikan dengan tepat, QFD akan memberikan sebuah rencana sebuah produk
dan detail anggaran yang dapat memaksimalkan kepuasan dipihak konsumen dan
mendapatkan laba bagi produsen. Untuk membangun House of Quality, ada 6 langkah dasar
yang harus dilakukan menurut Render (2001) :
1. menentukan keinginan konsumen
2. mengidentifikasi atribut barang/jasa
3. membuat hubungan antara keinginan konsumen dengan cara barang/jasa memenuhinya
4. mengevaluasi produk saingan
5. mengembangkan spesifikasi kinerja atas cara barang / jasa memenuhi keinginan konsumen
tersebut
6. menerapkan cara-cara tersebut pada tahap perubahan input menjadi output secara tepat.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Objek penelitian
Cetakan eggroll yang sudah ada di pasaran
B. Waktu dan tempat penelitian
Penelitian di lakukan di beberapa tempat untuk memperoleh informasi yang
terpercaya diantaranya di industri penghasil kue semprong ubi ungu SASA yang
berlokasi di pleret, industri kue semprong yang berlokasi di cebongan, dan di kampus.
Penelitian dilakukan selama kurang lebih 2 bulan, mulai bulan Oktober sampai
November 2014.
C. Data yang diperlukan
1. Data preferensi konsumen
Data ini menunjukan keinginan dan harapan konsumen terhadap suatu produk
yang menjadi objek penelitian kami. Data ini meliputi tingkat keinginan atau
kepentingan konsumen terhadap suatu atribut yang kami tawarkan sehingga
membantu kami dalam menentukan atribut apa saja yang akan kami gunakan
dalam produk yang akan dikembangkan sehingga dapat meningkatkan kepuasan
konsumen.
2. Demografi konsumen
Data ini meliputi usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Hal ini membantu kami
untuk menentukan segmen pasar yang akan kami tuju dalam memasarkan produk
kami.
D. Metode pengumpulan data
1. Kuesioner
Kuesioner kami gunakan untuk mengumpulkan data preferensi dan demografi
konsumen. Kuesioner yang kami gunakan bersifat tertutup namun menyediakan
pertanyaan terbuka untuk menampung idea atau saran dari konsumen yang
mungkin tidak bisa ditampung melalui pertanyaan yang tertutup. Pada kuesioner
teridiri dari dua jenis pengukuran aitu mengenai analisis kondisi saat ini dengan
harapan konsumen terhadap produk mendatang. Kuesioner menggunakan skala
likert dengan 5 skala yaitu 1 (sangat tidak penting/sangat tidak setuju), 2 (tidak
penting/tidak setuju), 3 biasa saja, 4 (penting/setuju), dan 5 (sangat penting/sangat
setuju).
2. Wawancara

Wawancara kami lakukan pada pelaku industry kue semprong untuk menghimpun
informasi dalam membekali kami dalam pembuatan kueioser serta lebih
memahami objek penelitian kami.
E. Diagram Alir Penelitian
Dalam pelaksanaan perancangan dan pengembangan produk cetakan eggroll kami
mengkombinasikan 2 metode yaitu metode Quality Function Deployment (QFD) dan metode
Value Analysis (VA). Berikut tahapan penelitian yang kami lakukan
Mulai

Pendefinisian masalah dan tujuan pengembangan


Identifikasi atribut kebutuhan konsumen
Penyusunan kuesioner
Pengambilan sampel (uji coba kuesioner)

Uji
validitas
dan
YA
reliabilitas

TIDAK

Penyebaran dan pengisian kuesioner


Menentukan karakteristik kebutuhan konsumen
Menentukan tingkat kinerja produk
Menentukan tujuan masa depan produk
Menentukan rasio perbaikan

Menentukan titik penjualan

Menghitung skala kepentingan konsumen dan normalisasi skala kepentingan


konsumen
Menentukan rancangan dan target kebutuhan
teknis
Menentukan hubungan antara masing-masing kebutuhan konsumen dengan
kebutuhan teknis
Menentukan prioritas dan normalisasi prioritas

Menentukan hubungan antara masing-masing kebutuhan


teknis
Menentukan arah perbaikan

Memilih 6 tingkat prioritas

Membuat diagram FAST

Membuat diagram Zero Level Concept

Menentukan alternatif konsep

Menguji performansi konsep


Analisa biaya

Analisa value
Memilih konsep terbaik untuk dikembangkan

Selesai

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Identifikasi Produk
Produk yang sudah ada selama ini memiliki kinerja yang belum maksimal dan
memiliki beberapa kekurangan seperti :
1.

Perlu pengecekan berulang untuk memastikan adonan sudah matang dan agar tidak
gosong karena cara kerja yang masih manual membuat pengguna tidak dapat mengetahui

2.

waktu pasti egg roll sudah matang


Sumber panas berasal dari kompor sehingga panas yang dihasilkan tidak merata dan
dapat menyebabkan adonan tidak matang secara merata sehingga biasanya ada bagian

3.

yang sudah gosong


Tidak ada anti lengket sehingga pengguna harus menambahkan minyak/margarin terlebih

4.

dahulu agar adonan egg roll tidak lengket dalam cetakan


Kemungkinan adonan keluar dari cetakan ketika dipres. Adonan yang meluber dapat
langsung jatuh ke lantai dan area kompor sehingga menyebabkan lingkungan kerja

5.

menjadi kotor
Cetakan menggunakan sumber panas berupa kompor sehingga menjadi tidak fleksibel
karena harus berada di atas kompor dan susah untuk dipindahkan kemana-mana

B. Pembuatan Kuesioner
Tahap ini merupakan tahap pengumpulan informasi dimana kuesioner disini berfungsi
sebagai instrumen atau alat pengumapulan data atau informasi yang harus dijawab atau
direspon oleh responden. Jenis kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan informasi
kali ini adalah kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner dimana setiap
pertanyaan telah disertai pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling
sesuai. Daftar pertanyaan pada kuesioner adalah suatu sarana dalam pengumpulan data untuk
memperoleh gambaran yang sebenearnya tentang sesuatu keadaan.Maka dari itu pertanyaan
dalam kuesioner harus dibuat jelas, singkat, dan mudah dipahami agar responden bisa mudah
meamhami serta menjawab pertanyaan pada kuesioner yang diberikan.
Pada penelitian kali ini kuesioner yang dibuat oleh kelompok 6 bertujuan untuk
mengidentifikasi kebutuhan konsumen mengenai pengembangan alat pembuat egg roll. Alat

pembuat egg roll yang bererdar di pasaran saat ini dirasa masih memiliki beberapa
kekurangan, oleh sebab itu dalam rangka memperbaiki beberapa kekurangan tersebut
dibuatlah kuesioner untuk mengetahui apa keinginan responden di dalam pengembangan alat
pembuat egg roll. Dalam kuesioer yang kami buat terdapat 3 bagian yaitu pendahuluan,
instruksi, inti kuesioner. Bagian pendahuluan berisi perkenelan diri dari tim peneliti serta
penjelesan singkat mengenai isi dari kuesioner tersebut. Lalu bagian kedua adalah instruksi.
Bagian instruksi berisi mengenai tata cara dan petunjuk pengisian kuesioner yang baik. Inti
kuesioner adalah bagian yang meliputi berbagai pertanyaan yang diajukan kepada responden
yang berkenaan dengan informasi atau data yang dibutuhkan. Pada kuesioner yang kami buat
bagian inti kuesioner dibagi lagi atas 3 bagian yaitu bagian pertama yang berisi data
responden. Data responden yang ditanyakan adaalah jenis kelamin, usia, dan pekerjaan.
Bagian kedua pertanyaan mengenai pemahaman objek. Yang ditanyakan pada bagian ini
adalah frekuensi responden dalam menggunakan alat pembuat egg roll dalam sebulan dan
dimana si repsonden membeli alat pembuat egg roll. Pada bagian ketiga berisi pertanyaan
mengenai prefrensi dan prespsi konsumen terhadap alat pembuat egg roll.
Di dalam kuesioner ada 2 hal yang diukur yaitu kinerja dan harapan. Tingkat kinerja
adalah penilaian responden terhadap kinerja alat pembuat egg roll yang ada saat ini. Tingkat
harapan adalah harapan responden untuk pengembangan alat pembuat egg roll kedepannya.
Skala yang digunakan untuk mengukur kinerja dan harapan adalah skala likert. Untuk tingkat
kinerja terdiri dari 5 skala yaitu 1 = sangat tidak penting, 2 = tidak penting, 3 = cukup
penting, 4 = penting, 5 = sangat penting. Untuk tingkat harapan terdiri dari 5 skala yaitu 1 =
sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = cukup setuju, 4 = setuju, 5 = sangat setuju.
Kuesioner ini terdiri dari 17 pertanyaan pada bagian preferensi dan persepsi
konsumen dengan 4 atribut primer. 4 atribut primer tersebut adalah desain, fungsi, flexibility,
dan availability. Untuk atribut desain, dibagi lagi menjadi 5 atribut sekunder yaitu jumlah
plate cetakan, plate cetakan anti lengket, bentuk body produk, motif plate cetakan, dan panas
yang dihasilkan. Pada atribut fungsi, peetanyaan berkaitan dengan kemapuan alat pembuat
egg roll dalam untuk mencetak dengan baik. Pada atribut flexibility, pertanyaan berkaitan
dengan kemudahan dalam dibawa, kemudahan dalam penyimpanan, kemudahan dalam
perawatan dan kemudahan dala penggunaan. Pada atribut availability, pertanyaan berkaitan
dengan kemudahan menemukan produk, adanya garansi serta layanan reparasi. Pertanyaan
serta pembagian atribut pada kuesioner disusun berdasarkan hasil dari brainstorming

kelompok 6. Di dalam pembuatan pertanyaan tidak semua hal harus ditanyakan kepada
responden. Ada beberapa pertanyaan yang jawabannya dapat kita dapatkan dari sumber
pustaka lain seperti buku, literatur, skripsi, atau jurnal. Misalanya dalam kasus
pengembangan alat pembuat egg roll ini, tidak perlu ditanyakan pada responden material apa
yang cocok untuk pengembangan alat ini.
Jika kuesioner telah selesai kemuadian disebarkan untuk melakukan uji awal
kuesioner. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah kuesioner yang dibuat perlu direvisi
atau tidak, sehingga kuesioner yang digunakan sebagai sumber data nantinya akan memiliki
reabilitas dan validitas yang baik. Bila setelah mengalami pengujian awal kuesioner masih
belum memiliki reabilitas dan validitas yang baik, maka kuesioner harus direvisi (penyusunan
ulang pertanyaan) bisa dengan mengurangi pertanyaan, mengganti pertanyaan atau
menambah pertanyaan dari kuesioner sebelumnya. Tetapi bila setelah mengalami pengujian
awal kuesioner telah memiliki reabilitas dan validitas yang baik, maka kuesioner dapat
langsung dilanjutkan untuk melakukan uji kecukupan data. Kuesioner disebarkan kepada 28
responden. Responden tidak dipilih secara acak. Responden yang mengisi kuesioner kami
adalah yang sudah pernah menggunakan alat egg roll sebelumnya. Setelah kuesioner telah
diisi oleh semua responden, maka pengolahan data selanjutnya diproses dengan
menggunakan software SPSS untuk menguji validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang
telah dibuat.

C. House Of Quality
Penerapan QFD dapat mengurangi waktu desain sebesar 40% dan biaya desain
sebesar 60% secara bersamaan dengan dipertahankan dan ditingkatkannya kualitas
desain. QFD berperan besar dalam meningkatkan kerjasama tim interfungsional yang
terdiri dari anggota-anggota departemen pemasaran, riset dan pengembangan,
pemenufakturan, dan penjualan dalam berfokus pada pengembangan produk.
Dalam penyusunan HOQ dimasukkan data yang didapat dari hasil kuesioner
didapatkan nilai harapan dari tingkatkepuasan dan nilai kinerja dari tingkat kepentingan
sehingga didapatkan kepentingan absolute dan relative dari tiap nilai-nilai tersebut.

Bagian A: Berisi informasi mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen yang


diperoleh dari survei pasar (kuesioner) yang telah dilakukan sebelumnya. Suara
konsumen ini merupakan input dalam pembuatan HOQ.
Bagian B: Terdiri dari tiga jenis data, yaitu:
a.

Tingkat kepentingan dari tiap kebutuhan dan keinginan konsumen.

b.

Tingat kepuasan konsumen terhadap produk-produk yang dikomparasi.

c.

Tujuan strategi produk atau jasa yang akan dikembangkan.

Bagian C: Berisi karakteristik-karakteristik teknis dari produk atau jasa yang akan
dikembangkan. Karakteristik-karakteristik teknis ini diturunkan berdasarkan
suara konsumen yang telah diperoleh sebelumnya, yang terdapat pada bagian A.
Bagian D: Menggambarkan kekuatan hubungan antara karakteristik-karakteristik teknis
dari produkatau jasa yang akan dikembangkan (bagian C) dengan suara
konsumen (bagian A) yang mempengaruhi karakteristik-karakteristik teknis
tersebut. Kekuatan hubungan ini ditunjukkan dengan simbol/ angka tertentu.
Bagian E: Menggambarkan korelasi yang terjadi antar karakteristik teknis. Korelasi
antar karakteristi teknis ini ditampilkan dalam simbol tertentu.
Bagian F:Terdiri dari tiga jenis data, yaitu:
a.

Tingkat kepentingan (peringkat) tiap karakteristik teknis.

b.

Technical beachmarking dari produk-produk yang dikomparasi.

c.

Target ditetapkan untuk tap karakteristik teknis dari produk atau jasa yang
akan dikembangkan.

1. Tingkat Kepentingan Konsumen (TKK)


Ditentukan berdasarkan hasil kuesioner. Dapat diketahui bahwa tingkat kepentingan
konsumen yang terbesar adalah terdapat 4 plate cetakan, motif plate cetakan
berbentuk bunga dan panas yang dihasilkan cetakan merata.

No

Atribut Kepentingan Konsumen

TKK

2 plate cetakan

4 plate cetakan

4,8

Motif plate cetakan berbentuk bunga

4,8

Motif plate cetakan berbentuk garis

4,76

Panas yang dihasilkan merata

4,8

Mudah dibawa kemana-mana

4,64

Mudah dalam penyimpanan

4,12

Mudah dalam perawatan

4,6

Mudah dalam penggunaan

4,64

10

Adanya garansi

4,4

2. Rasio Perbaikan
Rasio perbaikan adalah nilai perbandingan antara tujuan masa depan (kinerja
yang diinginkan) dengan kenyataan saat sekarang (kinerja saat ini). Kinerja tujuan
masa depan adalah nilai tertinggi dalam skala kinerja yang ditetapkan industri (skala
5)

No
1
2
3
4
5

Atribut Kepentingan Konsumen


2 plate cetakan
4 plate cetakan
Motif plate cetakan berbentuk bunga
Motif plate cetakan berbentuk garis
Panas yang dihasilkan merata

Rasio Perbaikan
1,33
1,67
1,25
1,33
133

6
7
8
9
10

Mudah dibawa kemana-mana


Mudah dalam penyimpanan
Mudah dalam perawatan
Mudah dalam penggunaan
Adanya garansi

1,33
1,67
1,67
1,67
1,33

3. Penentuan Titik Penjualan


Penentuan titik penjualan merupakan strategi untuk menentukan berbagai
perubahan produk yang dihasilkan atas dasar pengaruh perubahan atribut kebutuhan
konsumen terhadap tingkat penjualan. Nilai yang memberikan informasi mengenai
pengaruh perubahan suatu atribut terhadap tingkat penjualan yang terjadi itulah yang
dimaksud dengan titik penjualan. Atribut kebutuhan konsumen yang jika dilakukan
perubahan membawa dampak positif bagi peningkatan tingkat penjulan, memiliki
prioritas yang lebih tinggi untuk dilakukan perubahan atau perbaikan.
Skala yang digunakan dalam penentuan titik penjualan ini adalah skala
penilaian L-Shape Models, yaitu:
a. 1,5 menunjukkan bahwa perubahan pada atribut akan memberikan pengaruh yang
besar terhadap tingkat kepuasan konsumen dan tingkat penjualan alat pembuat egg
roll.
b. 1,2 menunjukkan bahwa perubahan pada atribut akan memberikan pengaruh yang
kecil terhadap tingkat kepuasan konsumen dan tingkat penjualan alat pembuat egg
roll.
c. 1,0 menunjukkan bahwa perubahan pada atribut akan memberikan pengaruh
namun tidak juga mengurangi tingkat kepuasan konsumen dan tingkat penjualan
alat pembuat egg roll.
Tabel . Hasil Penentuan Titik Penjualan
No

Atribut Kepentingan Konsumen

Titik Penjualan

2 plate cetakan

4 plate cetakan

1,2

Motif plate cetakan berbentuk bunga

Motif plate cetakan berbentuk garis

Panas yang dihasilkan merata

1,5

Mudah dibawa kemana-mana

1,2

Mudah dalam penyimpanan

Mudah dalam perawatan

1,2

Mudah dalam penggunaan

1,2

10

Adanya garansi

1,2

4. Perhitungan Skala Kepentingan Konsumen dan Normalisasi Skala Kepentingan


Konsumen
Skala kepentingan konsumen (SKK) merupakan informasi mengenai urutan
perbaikan berbagai atribut kebutuhan konsumen yang dapat dilakukan oleh pihak
manajemen perusahaan alat pembuat egg roll. Menentukan nilai SKK diperoleh dari
rumus berikut:
SKK = Kepentingan Konsumen x Rasio Perbaikan x Titik Penjualan
Selanjutnya dilakukan perangkingan terhadap perhitungan skala kepentingan
konsumen. Kemudian diubah kebentuk persentase (%) yang disebut dengan
normalisasi skala kepentingan konsumen (NSKK). Semakin tinggi nilai NSKK,
prioritas atribut untuk diperbaiki akan semakin besar. Banyaknya atribut yang
digunakan dalam perhitungan NSKK merupakan indikator bahwa nilai NSKK yang
dihasilkan merupakan informasi lengkap mengenai prioritas perbaikan atribut.
Tabel. Nilai SKK dan NSKK dari Setiap Atribut Konsumen
Atribut Konsumen

SKK

NSKK

2 plate cetakan

5,32

6,94

4 plate cetakan

9,62

12,55

Motif plate cetakan berbentuk bunga

7,82

Motif plate cetakan berbentuk garis

6,33

8,26

Panas yang dihasilkan merata

9,58

12,49

Mudah dibawa kemana-mana

7,41

9,66

Mudah dalam penyimpanan

6,88

8,97

Mudah dalam perawatan

9,22

12,02

Mudah dalam penggunaan

9,3

12,13

Adanya garansi

7,02

9,15

5. Penentuan Rancangan dan Target Kebutuhan Teknis


Tahapan selanjutnya adalah menentukan kebutuhan teknis yang harus
dipersiapkan oleh perusahaan untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan
konsumennya. Identifikasi kemungkinan dan penentuan kebutuhan teknis ini
didasarkan kepada kemampuan dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
Rancangan tindakan teknis merupakan tindakan yang disarankan untuk dilaksanakan
agar menjamin kepuasan konsumen dan keberlangsungan suatu industri. Identifikasi
tindakan teknis didasarkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki industri
cetakan egg roll dalam meningkatkan kinerja industri tersebut. Penentuan alternatif
dilakukan dengan pertimbangan dari hasil pengamatan lapangan dan referensi
pustaka.
NO
Rancangan Kebutuhan Teknis
1 Menggunakan material teflon (anti

Target
Plate cetakan anti lengket

lengket)
Memberikan komponen kabel untuk

Produk menggunakan listrik sebagai

menyambungkan arus listrik


Menambahkan sensor kadar air untuk

bahan bakar
Tersedia sensor kematangan egg roll

mendeteksi kematangan produk


kemasan terbuat dari kardus dan

Kemasan mudah dibawa kemana-

sterofoam
proses manufaktur menggunakan

mana
Tersedia perbedaan model cetakan

sistem molding
menambahkan magnet pada bagian

Cetakan lebih rapat

pinggiran cetakan
menambahkan magnet pada bagian

Cetakan lebih rapat

pinggiran cetakan
Melakukan pengujian produk

Produk teruji keandalannya

sebelum diluncurkan (mengetahui


9

umur garansi produk)


meminimalisir bentuk cetakan yang

Body cetakan egg roll berbentuk

10

bersudut supaya mudah dibersihkan


menambahkan tombol on/off untuk

persegi melengkung
Tersedia tombol on/off

penggunaan

11

kuantitas yang dihasilkan lebih

Jumlah produk lebih banyak

12

banyak
menggunakan material teflon yang

Cetakan mudah dipindahkan

13

ringan
Memformat ulang desain kemasan

Pergantian desain kemasan yang

14

yang lebih fleksibel


Memberikan pelayanan pascajual

atraktif 6 bulan sekali


Loyalitas pelanggan

yang baik dengan pelanggan


(garansi)
6. Hubungan Kepentingan Konsumen dengan Tindakan teknis
Hubungan antara kepentingan konsumen dan tindakan teknis dapat dilihat pada
House of Quality industri cetakan egg roll. Manfaat House of Quality adalah
membantu industri melihat posisinya dalam memberikan pelayanan kepada
konsumen, dan menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas tindakan dalam
mengatasi ketidakpuasan konsumen. House of Quality memberikan informasi
keeratan antara hubungan kepentingan konsumen dengan tindakan teknis. Tindakan
teknis yang disarankan untuk dilaksanakan adalah yang memiliki prioritas tertinggi.
Enam hal utama yang perlu dilaksanakan karena nilai prioritas yang tinggi adalah 1)
proses manufactur menggunakan sistemmodling 2) Memberikan komponen kabel
untuk menyambungkan arus listrik 3) Menggunakan material teflon (anti lengket) 4)
kuantitas yang dihasilkan lebih banyak 5) Menambahkan sensor kadar air untuk
mendeteksi kematangan produk 6) menambahkan tombol on/off untuk penggunaan.

No

Rancangan Kebutuhan

Target

Prioritas

Teknis
Menggunakan material teflon

Plate cetakan anti lengket

121,19

(anti lengket)
Memberikan komponen kabel

Produk menggunakan listrik

158,46

untuk menyambungkan arus

sebagai bahan bakar

listrik
Menambahkan sensor kadar air

Tersedia sensor kematangan

untuk mendeteksi kematangan

egg roll

produk
kemasan terbuat dari kardus

Kemasan mudah dibawa

dan sterofoam

kemana-mana

109,17

95,91

proses manufaktur

Tersedia perbedaan model

183,33

menggunakan sistem molding


menambahkan magnet pada

cetakan
Cetakan lebih rapat

37,47

bagian pinggiran cetakan


menambahkan magnet pada

Cetakan lebih rapat

37,47

bagian pinggiran cetakan


Melakukan pengujian produk

Produk teruji keandalannya

82,35

produk)
meminimalisir bentuk cetakan

Body cetakan egg roll

36,06

yang bersudut supaya mudah

berbentuk persegi melengkung

10

dibersihkan
menambahkan tombol on/off

Tersedia tombol on/off

109,17

11

untuk penggunaan
kuantitas yang dihasilkan lebih

Jumlah produk lebih banyak

119,89

12

banyak
menggunakan material teflon

Cetakan mudah dipindahkan

86,94

13

yang ringan
Memformat ulang desain

Pergantian desain kemasan

55,89

14

kemasan yang lebih fleksibel


Memberikan pelayanan

yang atraktif 6 bulan sekali


Loyalitas pelanggan

82,35

sebelum diluncurkan
(mengetahui umur garansi
9

pascajual yang baik dengan


pelanggan (garansi)

Loyalitas pelanggan

Pergantian desain kemasan yang atraktif 6


bulan sekali

Cetakan mudah dipindahkan

Jumlah produk yang dihasilkan lebih banyak

Tersedia tombol on/off

Body cetakan egg roll berbentuk persegi


melengkung

Produk teruji keandalannya

Cetakan lebih rapat

Cetakan lebih rapat

Tersedia perbedaan model cetakan

Kemasan mudah dibawa kemana-mana

Tersedia sensor kematangan egg roll

Produk menggunakan listrik sebagai bahan


bakar

Plate cetakan anti lengket

FAST

121,19

158,46

109,17

95,91

183,33

37,47

37,47

82,35

36,06

Prioritas :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tersedia perbedaan model cetakan


Produk menggunakan listrik sebagai bahan bakar
Plate cetakan anti lengket
Jumlah produk yang dihasilkan lebih banyak
Tersedia sensor kematangan egg roll
Tersedia tombol on/off

109,17

119,89

86,94

55,89

82,35

Motif Bunga

FAST

2
plate

Desain

Motif Bunga
4
plate

Motif Garis

Panas
merata

Penggunaan
listrik

Mudah
dibawa
Mudah perawatan
Cetakan
egg roll

Motif Garis

Material
teflon

Flexibility
Mudah
penyimpanan

Mudah penggunaan

Material kemasan
primer
Instruksi pada
kemasan
Sensor kematangan

Availability

Garansi

Penggantian produk
cacat
Servis center

Sterofoa
m

ZERO LEVEL
Atribut
Desain

Sumber
energi
Listrik

Material

Kuantitas

Hiasan

Bentuk cetakan

Teflon

4 plate

Motif bunga

Kotak ujung bersudut


Kotak ujung melengkung

Motif garis

Kotak ujung bersudut


Kotak ujung melengkung

2 plate

Motif bunga

Kotak ujung bersudut


Kotak ujung melengkung

Motif garis

Kotak ujung bersudut


Kotak ujung melengkung

Penjelasan FAST
Dalam pengolahan data pada fase analisis dilakukan pemetaan fungsi FAST
(Function Analysis and System Technique) , dimana pemetaan yang dilakukan
berdasarkan hirarki fungsinya. Fungsi dengan tingkat yang tinggi berada di sebelah
kiri, sedangkan fungsi dengan tingkat yang lebih rendah berada di sebelah kanan.
Penyusunan fungsi-fungsi ini adalah dengan cara mengajukan dua pertanyaan yang
terdiri why (mengapa) dan how (bagaimana). Identifikasi dimulai dengan mengajukan
pertanyaan bagaimana fungsi dasar dapat dilakukan. Selanjutnya jawaban dari
pertanyaan tersebut diletakkan di sebelah kanan dari fungsi dasar tersebut. Kemudian
pertanyaan mengapa (why) digunakan terhadap fungsi paling kanan yang merupakan
fungsi spesifik. Dan pertanyaan ini harus dijawab dan memiliki keterkaitan oleh fungsi
yang berada di sebelah kiri yang telah diidentifikasi sebelumnya, hingga fungsi dasar
yang menjadi jawaban terakhirnya.
Untuk hasil pemetaan FAST yang telah dilakukan kelompok kami, dapat
dijelaskan sebagai berikut. Untuk produk alat cetakan pembuat egg roll memiliki tiga
fungsi dasar, yaitu desain, flexibility, dan availability. Untuk fungsi desain terdapat
tiga fungsi yang mempengaruhinya, yaitu 2 plate, 4 plate, dan panas yang dihasilkan
merata. Untuk 2 dan 4 plate, dari segi fungsinya menunjukkan banyaknya jumlah yang
terdapat pada satu alat cetakan pembuat egg roll, selain itu dari segi desain
menunjukkan motif cetakannya apakah motif garis atau motif bunga sebagai variasi.
Biasanya untuk hal ini sangat di[engaruhi oleh selera masing-masing orang.
Sedangkan untuk fungsi panas merata dipengaruhi oleh penggunaan listrik sebagai
sumber energi penghasil panas yang berfungsi untuk mematangkan adonan egg roll.
Seberapa efektif penggunaan sumber energi listrik ini sebagai sumber panas alat
cetakan pembuat egg roll juga dapat mempengaruhi kinerja produk.
Untuk fungsi dasar kedua yaitu flexibility terdapat empat fungsi yang
mendukungnya, yakni kemudahan dalam membawa produk, perawatan, penyimpanan,
dan penggunaannya. Untuk aspek kemudahan dalam membawa dan perawatan produk
ini dipengaruhi oleh material pembuatnya, yaitu material Teflon. Material ini dipilih
karena sifat bahannya yang ringan sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana, selain

itu juga mudah dalam perawatannya karena mudah untuk dicuci dan dibersihkan.
Untuk kemudahan dalam penyimpanan produk didukung dengan adanya dua kemasan
yang mengemas produk, yaitu kemasan primer dan sekunder. Dimana kemasan
primernya berupa sterofoam yang bersinggungan dengan produk langsung sehingga
dapat aman jika terjadi gesekan atau guncangan terhadap produk karena sifat
sterofoam yang lebih lunak, dan kemasan sekundernya adalah kardus atau karton yang
dapat mengemas dengan rapi dan dapat melindungi kemasan primer yang ada
didalamnya. Sedangkan untuk kemudahan dalam penggunaan didukung dengan
adanya instruksi / petunjuk penggunaan dalam kemasan sehingga dapat memudahkan
konsumen yang hendak menggunakan produk tersebut. Selain itu dengan adanya
sensor kematangan pada produk juga sangat membantu dalam penggunaan produk,
karena akan memudahkan pengguna / konsumen untuk mengetahui apakah adonan
yang sedang dibuat sudah matang atau belum tanpa harus melihat adonan berkali-kali
yang akan membuat proses pematangan adonan menjadi terganggu.
Sedangkan untuk fungsi dasar terakhir, yaitu availability terdapat fungsi yang
mendukung yaitu garansi. Adanya fasilitas garansi ini didukung dengan adanya
pelayanan penggantian produk cacat apabila konsumen mengajukan klaim kepada
produsen produk. Selain itu dengan adanya service center juga menjadi hal yang
penting karena dapat memudahkan konsumen dalam menjangkau produsen untuk
keperluan pemenuhan kebutuhan konsumen, seperti konsultasi, komplain, order, dan
lain-lain.

D. Konsep
E. Pengujian Performansi
Kepentingan Relatif dan Presentase
Atribut

Kepentingan relatif

Desain
Flexibility
Availability
Total

4,63
4,5
4,4
13,53

22

Presentase
kepentingan relatif
34,22 %
33,26 %
32,52 %
100 %

Total Nilai Prototipe Konsep Cetakan Eggroll


Atribut

Konsep
1
40
41
81

Jumlah plate cetakan


Motif plate cetakan
Total

Total Nilai
Konsep Konsep Konsep
2
3
4
45
44
49
53
42
50
98
86
99

Metode Zero one


Jumlah plate
cetakan
Konsep 1
Konsep 2
Konsep 3
Konsep 4

Konsep
1
1
1
1

Konsep
2
0
0
1

Konsep
3
0
1
1

Konsep
4
0
0
0
-

Motif plate
cetakan
Konsep 1
Konsep 2
Konsep 3
Konsep 4

Konsep
1
1
1
1

Konsep
2
0
0
0

Konsep
3
0
1
1

Konsep
4
0
1
0
-

Matriks Evaluasi prototype


23

Jumlah
0
2
1
3
6

Jumlah
0
3
1
2
6

Indeks
Performansi
0
33,3%
16,6%
50,1%
100%
Indeks
Performansi
0
50,1%
16,6%
33,3%
100%

24

Nilai Faktor

25

Atribut
Jumlah plate cetakan
Motif plate cetakan
Total

Nilai faktor
Konsep Konsep Konsep Konsep
1
2
3
4
3,08
3,46
3,38
3,77
3,15
4,08
3,23
3,85
6,23
3,77
6,61
3,81

Performansi = (Nilai factor bobot)


Konsep 1 = (3,08 34,22) + (3,15 34,22) = 213,191
Konsep 2 = (3,46 34,22) + (4,08 34,22) = 258,019
Konsep 3 = (3,38 34,22) + (3,23 34,22) = 226,194
Konsep 4 = (3,77 34,22) + (3,85 34,22) = 260,756
F. Biaya Pembuatan
Konsep 1
No
Komponen
1 Cetakan anti lengket
2 Instalasi listrik dengan daya 640 watt
3 Plate body luar
4 Kemasan
TOTAL

Harga (Rp)
43.000
77.000
175.000
20.000
315.000

Konsep 2
No
Komponen
1 Cetakan anti lengket
2 Instalasi listrik dengan daya 640 watt
3 Plate body luar
4 Kemasan
TOTAL

Harga (Rp)
28.000
77.000
175.000
20.000
300.000

Konsep 3
No
1
2
3
4

Komponen
Cetakan anti lengket
Instalasi listrik dengan daya 640 watt
Plate body luar
Kemasan
26

Harga (Rp)
21.000
77.000
160.000
20.000

TOTAL

278.000

Konsep 4
No
Komponen
1 Cetakan anti lengket
2 Instalasi listrik dengan daya 640 watt
3 Plate body luar
4 Kemasan
TOTAL

Harga (Rp)
13.000
77.000
160.000
20.000
270.000

G. Value
Konsep 1
Value = performansi/biaya = 213.191/315.000 = 0,00068
Konsep 2
Value = performansi/biaya = 258.019/300.000 = 0,00086
Konsep 3
Value = performansi/biaya = 226.194/278.000 = 0,00081
Konsep 4
Value = performansi/biaya = 260.756/ 270.000 = 0,00096

27

BAB V
KESIMPULAN

1. Tiga atribut utama berdasarkan tingkat kepentingan menurut konsumen terhadap bakso
sapi adalah desain, fleksibilatas dan availibitas.
2. Berdasarkan Normalisasi Skala Kepentingan Konsumen (NSKK) maka tiga hal yang
perlu diutamakan adalah 4 plate cetakan, panas yang dihasilkan merata, dan mudah dalam
penggunaan
3. Enam hal tindakan teknis yang utama dilakukan adalah 1) proses manufactur
menggunakan sistemmodling 2) Memberikan komponen kabel untuk menyambungkan
arus listrik 3) Menggunakan material teflon (anti lengket) 4) kuantitas yang dihasilkan
lebih banyak 5) Menambahkan sensor kadar air untuk mendeteksi kematangan produk 6)
menambahkan tombol on/off untuk penggunaan.
4. Terdapat 4 alternatif konsep yaitu 1) 4 plate cetakan dengan motif bunga 2) 4 plate
cetakan dengan motif garis 3) 2 plate cetakan dengan motif bunga 4) 2 plate cetakan
dengan motif garis. Nilai performansi untukkonsep 1 yaitu 213.191 , konsep 2 =
258,019 , konsep 3 = 226,194 , dan konsep 4 = 260,756.
5. Konsep terbaik adalah konsep 4 yaitu 2 plate cetakan dengan motif garis dengan value
0,00096.

28

DAFTAR PUSTAKA

Cohen, Lou. 1995. how to Make QFD Work for You. Addison-Wesley Publishing Company, Inc.
Jono, 2006. Implementasi Metode Quality Function Deployment (Qfd) Guna Meningkatkan
Kualitas Kain Batik Tulis. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol. 5, No. 1, Agst 2006, hal. 33
38.
Parkin, N., Linsley, MJ., Chan, JFL., & Stewardson, DJ. 2002. The Introduction of QFD in a UK
Original Equipment Manufacturer. Managerial Auditing Journal. Diakses pada 11
Desember 2014 pukul 18.36 WIB.
Render, Barry & Heizer, Jay 2004. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi, edisi ketujuh. Jakarta :
Salemba Empat

29