Anda di halaman 1dari 3

Lembar pengesahan

disetujui Oleh
dra. tutik jayaningtyas
purwahyuni. spd
kepala sekolah
smp negeri 1 beji
mokhammad samsul huda spd mm
nip.19691107 1994121002
MOTTO
Masa depan adalah bagian dari kehidupan manusia, dalam kehidupan yang lebih cerah
maka hidup akan terasa lebih berarga dan bahagia.
Kesehatan lebih berarga di bandingkan apapun. karena kesehatan merupakan salah satu
asset yang paling penting berperan dalam kehidupan. gunakan hidup ini sebaik mungkin
dan jangan menyerah untuk mencapai kesuksesan.
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, karena atas rahmat
serta petunjuknya kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Dalam rangka tugas karya ilmiah ini kami mencoba membuat sebagus mungkin,
disamping itu diharapkan juga buku ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
pembaca.
Walaupun masih banyak kekurangan untuk itu, kritik dan saran dari pembaca sangat
kami harapkandemi perbaikan dalam pembuat karya ilmiah ini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada ibu dra.tutik jayaningtyas
selaku guru pembimbing kita serta teman-teman dan keluarga yang mendukung dalam
pembuatan karya ilmiah ini.
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman pengesahan................................................ i
Motto........................................................................ ii
Kata pengatar............................................................ iii
Daftar isi.................................................................... iV
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1Latar belakang..................................................... 1
1.2Tujuan.................................................................. 1
1.3Rumusan Masalah................................................ 1
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 proses pembuatan krupuk udang......................... 2
a. Alat dan bahan.................................................. 2
b. berdasarkan pencetakannya............................. 2
c. cara membuat krupuk udang............................ 3
2.2 proses penjualan krupuk....................................... 4
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................ 5
3.2 Saran...................................................................... 5
3.3 Harapan................................................................. 5
DAFTAR PUSTAKA........................................................ 6
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Bahan hasil pertanian dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu bahan sangat
mudah mudah rusak. Bahan tidak mudah rusak biasannya berupa biji-bijian. bahan yang
tidak mudah rusak mengandung kadar air yang sangat rendah kurang lebih 13%. bahan
yang mudah mengandung kadar air yang sangat tinggi. seperti daging,ikan,sayuran dan
buah-buahan. bahan yang sangat mudah rusak tidak dapat disimpan lama, kecuali
memakai alat pendinginan (kulkas) atau alat pembeku (freser). untuk itu, bahan yang

termasuk jenis mudah rusak harus di olah menjadi produk yang awet. salah satu produk
olahan yang awet adalah kerupuk. Kerupuk termasuk jenis makanan yang cukup di
gemari, anak-anak maupun orang dewasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kerupuk
biasanya dihidangkan bersama nasi begitu pula cara acara formal, seperti resepsi
pernikahan, hidangan kerupuk tidak ketinggalan di sajikan.
1.2Tujuan
1. Menambah wawasan pembaca tentang cara pembuatan kerupuk udang.
2. Pembaca dapat mengetahui cara membuat kerupuk udang.
3. Pembaca dapat sekaligus belajar cara membuat kerupuk udang.
4. Pembaca dapat memahami secara lengkap tentang cara membuat kerupuk
udang.
1.3Rumusan Masalah
~ bagaimana cara membuat kerupuk udang yang baik?
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Proses pembuatan kerupuk udang
2.1.1. bahan dan alat
~ bahan-bahan yang di butuhkan
~ udang
~ tepung tapioka
~ garam
~ bawang putih
~ daun pisang
~ ketumbar
~ alat-alat yang di butuhkan
~ pisau stenless stell (baja tahan karat) yang tipis
~ panci email (baskom)
~ alat pengukus (dandang)
~ kompor
~ tampah (anyaman bambu untuk penjemuran)
~ blender atau alat penghalus dari batu
2.1.2. berdasarkan pencetakannya
1. pencetakan dengan daun pisang
Adonan krupuk di buat dalam bentuk silinder, lalu dikukus. Untuk mengetahui
adonan itu sudah
Masak atau belum, dilakukan dengan cara menekan permukaan adonan dengan
ibu jari. Jika di tekan
Dan permukaannya rata kembali berarti sudah masak.
2.pencetakan dengan tutup panci.
Adonan kerupuk dibuat tipis kurang lebih 2 mm, kemudian ditempelkan pada
permukaan tutup
Panci sebelah dalamyang berisi air yang sudah mendidih. Untuk mengetahui
adonan sudah masak
Atau belum, dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada pencetakan
dengan daun pisang.
2.2 Cara Membuat Krupuk Udang
1.pilih udang masih segar dengan ciri-ciri tidak berlendir dan tidak berbau busuk
(menyengat).
Pilihlah udang berwarna putih bersih.
2.timbang tepung tapioka sebanyak 1000 gr,,udang 200 gr, dan garam
sebanyak 50 gr.
3.bersihkan udang dengan air bersih,kemudian tiriskan.
4.udang yang sudah dipilih dan di bersihkan, kemudian di tumbuk sampai halus.
Setelah itu,
Tambahkan garam sebanyak 40-50 gr.proses selanjutnya adalah penghalusan
dengan mempergunakan
Blender atau alat penghalus dari batu (lumpang)

5.Langkah selanjutnya adalah haluskan udang dicampur dengan tepung tapioka


dan gelas air hingga
Rata. Campurlah dengan tangan yang bersih dan sambil di remas-remas sehingga
terbentuk adonan
Yang liat dan setengah padat.
6.hasil adonan itu kemudian digulung, berbentuk bulat panjang, seperti silinder
yang penggulungan dapat dilakukan dengan cara diatas meja atau permukaan
yang rata, kemudian hasil gulungan di bungkus dengan daun pisang. Ujung
adonan yang berbentuk silinder, dipadatkan sampai rata (seperti lontong)
7.selanjutnya, adonan berbentuk silinder,dikukus sampai daging udang dalam
adonan mengumpal.pengukusan dilakukan kurang lebih selama 2 jam.
8.adonan sudah matang, dapat diketahui dengan cara menekan adonan dengan
jari tangan.apabila adonan ditekan dan kembali ke posisi semula, berarti sudah
matang dan dapat di angkat lalu di dinginkan.adonan yang sudah matang itu
dibiarkan selama semalam sehingga pada pagi harinya diperoleh tekstur yang
kompak (padat) dan memudahkan dalam pemotongan.
9.setelah di peroleh adonan yang kompak dan padat, adonan yang berbentuk
silinder itu di potong-potong dengan pisau tipis dan tajam selebar 2 mm.
10.selanjutnya adonan yang telah diiris dan masih basah itu dijemur pakai
tampah (anyaman bambu)
Selama 6-7 jam diterik panas matahari.penjemuran di akhiri, apabila sudah kering
(kadar air sekitar 12%), yang di tandai dengan mudah pecah atau patah jika
ditekan keras, dan kemrisik jika digesek.
11.krupuk yang telah kering dimasukkan ke dalam kemasan plastik kebal kedap
udara (tidak tembus udara). Selain kemasan plastik, dapat juga di gunakan kaleng
kerupuk (blek) yang bersifat kedap udara.
2.3. Proses Penjualan Kerupuk
Kerupuk mentah kering dijual dalam bentuk kiloan dalam kemasan kantong
plastik berukuran 1 ons,1/4, dan 1/2 kg. Apabila, penjualan dalam bentuk eceran sesuai
dengan berat yang diinginkan pembeli, kerupuk sebaiknya dikemas didalam kantong
plastik tebal besar dan kedap udara. Kerupuk dapat juga ditempatkan dalam kemasan
kaleng kerupuk (blek) yang kedap udara.
Kerupuk dapat juga dijual dalam keadaan sudah matang (setelah di goreng).
Cara pengemasan atau pengepakan sama dengan kerupuk mentah, tetapi jangan terlalu
sering dibuka.
BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Karena seiring berkembangnya teknologi yang semakin maju dari tahun ke
tahun. Olahan krupuk jadi semakin meningkat, dan mengolahnya tidak sederhana lagi
karena alat-alat yang dibutuhkan pun semakin canggih dan cepat. Oleh karena itu,
barang yang di hasilkan pun juga semakin banyak. Kerupuk juga dapat digunakan
sebagai perlengkapan kebutuhan manusia.
3.2. SARAN
Dalam pengolahan kerupuk, seharusnya pengelola lebih kreatif dalam berbagai
model kerupuk.supaya peminat kerupuk tidak begitu bosan.
3.3. HARAPAN
Kita semua berharapolahan produksi kerupuk di berbagai daerah ini semakin
meningkat dan maju begitu pesat.
DAFTAR PUSTAKA
Astawan, mita wahyuni. 1989. teknologi pengolahan pangan hewani tepat guna.
Jakarta:akademi pressindo.