Anda di halaman 1dari 9

Contoh Obat Herbal dan Indikasinya :

1. Analgetik Antiinflamasi
a. Curcumae xanthorrizae rhizoma = rimpang temulawak
Senyawa aktif:
Curcumin, bidesmethoxy-curcumin, xanthorrhizol, germacron
Takaran:
Simplisia 5-10 gram direbus 15 menit.
Serbuk 0,5-1 gram diseduh 1 gelas air mendidih, didiamkan 5-10 menit,
disaring.
Bukti ilmiah:
Menghilangkan peradangan pada osteoarthritis,
Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL,
Mencegah penyumbatan darah ke otak,
Menurunkan SGPT dan SGOT,
Mencegah munculnya plak gigi.
Efek yang tidak diinginkan:
Dosis besar atau pemakaian lama mengakibatkan iritasi mukosa lambung.
b. Curcumae domesticae rhizoma = rimpang kunyit
Senyawa aktif:
Curcumin, curcuminoid,tumeron, tumeric, zingiberin
Takaran:
Simplisia 3-9 gram per hari
Serbuk 1,5-3 gram per hari
Bukti ilmiah:
Menghilangkan inflamasi,
Menghambat angiogenesis.
Efek yang tidak diinginkan:
Pada tikus menyebabkab perubahan pada hati, berat paru-paru, dan
menurunkan jumlah eritrosit maupun leukosit, iritasi lambung.
2. Imunomodulator
a. Phylanthus niruri herba = herba meniran
Senyawa aktif:
Phylanthin (zat pahit), hypophylanthin, securinin, flavonoid (quersetin,
astragalin, rutin, nirurin)
Takaran:
Simplisia 20 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, diminum 2x
setengah gelas pagi, sore.
Bukti ilmiah:
Menguatkan sistem imun tubuh,
Memodulasi sistem imun lewat proliferasi dan aktivasi limfosit T dan B,
sekresi beberapa sitokin spesifik seperti interferon-, TNF- dan beberapa
interleukin,
Mengaktivasi sistem komplemen, aktivasi sel fagositik seperti makrofag
dan monosit,
Meningkatkan jumlah sel NK untuk mengobati kanker,

Menghambat kerusakan sel hati, menghambat kinerja polimerisasi DNA


oleh virus hepatitis B dan mengikat antigen virus.
b. Echinacea flos = bunga ehinacea
Senyawa aktif:
Echinacoside, alkilamid
Bukti ilmiah:
Meningkatkan jumlah rata-rata sel T dan sel NK,
Alkilamid membantu mengendalikan TNF-,
Menyembuhkan flu dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
Menurunkan SGPT dan SGOT, tetapi tidak mengurangi jumlah virus
hepatitis,
Mengatasi gangguan saluran nafas; diuji untuk pasien bronkhitis,
bronkhiektasis, bronkhopneumoni, CPOD, asma, TBC.
3. Diabetes
a. Tinosporae caulis = batang brotowali
Senyawa aktif:
Alkaloid berberin, zat pahit (furanoditerpen), tinosporin, tinosporidine
Bukti ilmiah:
Menurunkan kadar gula darah,
Mengurangi implantasi calon janin (pada tikus),
Mematikan Sarcoptes scabii.
b. Momordicae fructus = buah pare
Senyawa aktif:
Momordin, monocharin, alkaloid kukurbitasin
Takaran:
Buah pare segar 1 buah (panjang 10 cm) , isi dibuang, diparut, diseduh
dengan setengah gelas air panas.
Bukti ilmiah:
Menurunkan kadar gula darah pada pasien non-dependent insulin.
c. Andrographidis herba = herba sambiloto
Senyawa aktif:
Andrographolide, neoandrographolide, andrographine, paniculide
Takaran:
Simplisia 10-15 gram, direbus.
Bukti ilmiah:
Menurunkan kadar gula darah,
Menurunkan kadar SGOT, SGPT,
Menurunkan tekanan darah,
Menghambat perkembangan sel tumor,
Meningkatkan limfosit an interleukin-2.
Efek yang tidak diinginkan:
Dosis besar dapat menyebabkan rasa tidak enak pada pencernaan dan
kehilangan nafsu makan. Rasa pahit dapat menyebabkan muntah.
4. Hiperurikemia
a. Piperis retrofacti fructus = buah cabe jawa

Senyawa aktif:
Minyak atsiri, piperin (zat pedas), tanin, piperidin
Bukti ilmiah:
Menghambat perkembangan janin (pada tikus).
b. Sonchi folium = daun tempuyung
Senyawa aktif:
Flavonoid (luteolin, apigenin), ion-ion mineral silika, kalium, natrium
Bukti ilmiah:
Memperbanyak keluarnya air kemih.
5. Hipertensi
a. Apii folium = daun seledri
Senyawa aktif:
Flavonoid (apiin, apigenin, isiquersetin), minyak atsiri
Takaran:
Daun seledri segar 200 gram direbus dengan 2 gelas air.
Bukti ilmiah:
Menurunkan tekanan darah (dengan aktivitas seperti Ca-antagonis),
Mengurangi inflamasi.
Efek yang tidak diinginkan:
Penggunaan daun seledri segar lebih dari 200 gram sekali minum dapat
menyebabkan penurunan tekanan darah secara tajam, sehingga apat terjadi
syok.
b. Rouwolfiae serpentina radix = akar rouwolfia
Senyawa aktif:
reserpin
Takaran:
Serbuk 200 mg per hari
Bukti ilmiah:
Menurunkan tekanan darah.
Efek yang tidak diinginkan:
Depresi mental, cemas, bradikardi, aritmia, atropi optik, glaukoma,
pendengaran berkurang, sakit kepala, mengantuk.
c. Centelae asiaticae herba = herba pegagan
Senyawa aktif:
Asiaticoside, sitosterol, brahmoside,brahminoside
Takaran:
Serbuk 0,33-0,68 gram direbus.
Bukti ilmiah:
Menurunkan tekanan darah,
Menyembuhkan luka infeksi kulit,
Meningkatkan enzim superoksid dismutase, katalase.
Efek yang tidak diinginkan:
Apabila alergi terhadap bahan ini dapat terjadi dermatitis.
6. Antihemoroid
Graptophyli folium = daun ungu (handeuleum)
Senyawa aktif:

Alkaloid, flavonoid (luteolin), saponin, tanin


Takaran:
Daun 5 lembar direbus dengan 1,5 gelas air, diminum 2x sehari pagi, sore.
Bukti ilmiah:
Mengurangi inflamasi,
Menurunkan nilai ambang rasa nyeri,
Mempermudah defekasi, mengurangi nyeri di sekitar wasir.
7. Kolesterol
a. Allii sativum bulbus = umbi lapis bawang putih
Senyawa aktif:
Derivat cystein, minyak atsiri (alliin, allyl sulphide, allyl propyl disulphide,
polisulphide), saponin tuberkuloside, allistatin I, allistatin II, garlicin
Takaran:
Segar 2-5 gram per hari
Serbuk kering 0,4-1,2 gram per hari
Minyak 2-5 ml per hari
Ekstrak 300-1000 mg per hari (sediaan padat)
b. Tamarandus indica = asam jawa
Senyawa aktif:
Buah: itamin B3, geraniol, limonen, peptin, proline, leusin, phenylalanine,
pipecolic acid, serine, tartaric acid, -alanin
Daun: stexin, iovitexin, isoorietin
Kulit kayu: stexin
Takaran:
Daun asam jawa 100-175 gram ditumbuk bersama air panas, peras, saring,
minum sekaligus, lakukan 2x sehari.
Bukti ilmiah:
Kandungan saponin, flavonoid, tanin dalam asam jawa ditengarai dapat
menurunkan kolesterol.
Pada uji dengan hewan coba, ekstrak asam jawa menurunkan kadar gula
darah dan kolesterol.
c. Cocos nucifera = kelapa
Senyawa aktif:
VCO (Virgin Coconut Oil) mengandung MCFA (Medium Chain Fatty Acid)
terdiri dari asam laurat, asam kaprat, asam miristik, asam palmitik, asam
stearik, asam linoleik.
Bukti ilmiah:
Sebanyak 10 pasien dengan kadar kolesterol tinggi diberi VCO dosis 1
sendok makan 3x sehari, 2 minggu setelahnyakadar kolesterol dilaporkan
turun.setiap melewati endapan kolesterol, minyak kelapa murni akan
melarutkan kolesterol.
d. Eugenia polyanta = salam
Senyawa aktif:
Saponin, triterpen,flavonoid, tanin, polifenol, alkaloid, minyak atsiri (sitral,
seskuiterpen, lakton, eugenol, fenol)

Bukti ilmiah:
Antikolesterol; kadar LDL hewan oba yang diberi ekstrak daun salam
turun dan terjadi peningkatan kadar HDL dalam serum darah.
Antihipertensi
Hipoglikemik
8. Nefrolitiasis
a. Strobilanti folium = daun kejibeling
Senyawa aktif:
Alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol, K, Ca, Mg, F,karbohidrat, lender,
steroid, triterpenoid, protein, asam kafeat, asam vanilat, asam gentinat, asam
sirinat
Takaran:
Daun kering 2-6 gram
Bukti ilmiah:
Menghambat pembentukan batu ginjal.
b. Orthosiphon aristatus = O. stamineus = kumis kucing
Senyawa aktif:
Saponin, polifenol, flavonol, sapofonin, myoinositol, orthosiphon glikosida
(daya diuretik), minyak atsiri, ion kalium
Takaran:
Daun segar genggam direbus dalam 1 gelas air, didihkan hingga tersisa
gelas, angkat, dinginkan, saring, diminum 2x sehari dan tiap minum gelas.
c. Sonchi folium = daun tempuyung
Senyawa aktif:
Flavonoid, flavon, apigenin, luteolin 7-rutinosida, senyawa kumarin,
aesuletin, lupeyl, sitosterol
Takaran:
Daun segar 5 helai (2-4 gram)
Khasiat:
Litotripik (melarutkan batu ginjal berkalsium) dan diuretik.
9. Fertilitas
Camomilae flos = bunga seruni
Takaran:
Bunga 7-11 helai
10. Batuk
a. Blumeae balsamifera folium = daun sembung
Senyawa aktif:
Borneol, campor, limonen, flavonoid, glikosida triterpenoid
b. Abri folium = daun saga
Senyawa aktif:
Biji: abrin (toksik)
Daun, akar: protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium oksalat,glisirisin,
flisirizinat, polygalacturomic acid, pentosan
Bukti ilmiah:

Senyawa toksin abrin ditengarai memiliki aktivitas menghambat sintetis


protein dan antimitotik. Pada hewan coba menunjukkan ekstrak biji saga
menurunkan jumlah folikel tikus putih betina.
c. Morinda citrifolia= mengkudu
Senyawa aktif:
Buah: terpenoid, xeronine, proxeronine
Takaran:
1 buah mengkudu dikupas, buang bijinya, dihaluskan, disaring, campur
dengan 2 gelas air perasan jeruk nipis 1 buah dan 3 gram kapur sirih, aduk
rata, disaring lagi, diminum 4 sehari gelas.
Bukti ilmiah:
Uji klinis mengkudu melawan bakteri Myobacterium tuberculosis penyebab
penyakit TBC.
11. Common Cold dan Roborantia
a. Alyxiae reindwardtii cortex = kayu pulosari
Senyawa aktif:
Kulit batang: tanin, minyak atsiri, zat pahit, asam organik, alkaloid
Bukti ilmiah:
Antibakteri Vibrio cholera, Staphylococcus aureus, dan E. coli.
b. Foeniculum fructus = buah adas
Senyawa aktif:
Limonena, minyak lemak, stigmasterol, umbeliferona, gula, saponin,
flavonoid, polifenol, anetol, fenkom, pinen, limonen, dipenten, felandren,
methilchavicol, anisaldehide asam anisat
Bukti ilmiah:
Minyak atsiri, flavonoid, asam organik mineral dalam adas berfungsi sebagai
analgetik bagi tubuh.
c. Coriandrum sativum = ketumbar
Senyawa aktif:
Resin, malic acid, alkaloid, sabinene, mycrene, -terpinene, ocimene,
linalool, geraniol, dekanal, desialdehida, trantridecen, asam petroselinat,
asam oktadasenat, d-mannite, skopoletin, p-simena, kamfena, felandren.
Minyak: coriandrol, geraniol, borneol, camphor, carvone, anethole. Daun:
vitamin A.
Takaran:
Bubuk ketumbar 2-4 gram diseduh dalam 1 angkir air panas, ditambah 2
sendok teh madu, aduk, minum sekaligus.
Khasiat:
Karminatik, laktago, sakit perut, antispasmodik, diuretik, digestif,
dekongestan, antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, anti jamur, dan
diaforetik.
12. Nafsu Makan
a. Curcumae aeroginose rhizoma = rimpang temuhitam
b. Caricae papayae folium = daun pepaya
13. Antikanker
a. Vincae roseae folium = daun tapak dara

Senyawa aktif:
Vinblastin, vincristin, ajmalin, vindesin, vindolin
Takaran:
Serbuk kering 3-5 gram
Khasiat:
Antileukemia, menghambat metastasis.
b. Hedyotis corimbosae herba
Senyawa aktif:
Asperuloside, scandosidae, asperulosidat (glikoiridoid)
Takaran:
Herba kering 5 gram
Khasiat:
Menghambat metastasis sel kanker.
14. Asthma
a. Blumeae balsamiferae folium = daun sembung
Senyawa aktif:
Borneol, camphor, limonen, flavonoid, glikosida, triterpenoid
Takaran:
Daun kering 1 genggam (5-10 gram)
Khasiat:
Sebagai mukolitik, antihistamin.
b. Piperis cubebi fructus = buah kemukus
Senyawa aktif:
Minyak atsiri, cadinen, cineol, sabinen, azulene, ubebin 0,3-3%, piperin 0,10,4%
Takaran:
Serbuk buah yang sudah tua 5 gram
Khasiat:
Ekstrak n-hexan buah bersifat bronkhodilator terhadap trakhea terpisah yang
diberi bronkhokonstriktor, juga sebagai stimulansia keluar air liur, angin
perut, karminatif, ekspektoran.
c. Ocimi sancti folium = daun lampes
Takaran:
6-12 gram per hari sebagai dekokta
15. Hepatoprotektor
a. Curcumae xanthorrizae rhizoma = rimpang temulawak
Takaran:
0,5-1 gram sebagai teh, diminum beberapa kali 1 cangkir.
Khasiat:
sebagai kolagogum (kolekinetik dan koleretik) pada hati, kandung empedu,
pankreas. Curcumin menurunkan SGOT dan SGPT. Pada dosis rendah 50
mg/kgBB tidak berefek hepatoprotektor.
Efek yang tidak diinginkan:
Alergi, pengaruh pada hati, paru dan lambung.
Kontraindikasi:
Holangitis akut, ikterus, tukak lambung.
b. Curcumae domesticae rhizoma = rimpang kunyit

Takaran:
3-9 gram per hari dimakan.
Serbuk simplisia 1,5-3 gram per hari dimakan.
Simplisia 0,5-1 gram direbus 100 ml buat infusa, diminum 3x sehari.
Simplisia 10 gram direbus 100 ml buat tingtur, diminum 3x sehari tiap
minum 0,5-1 ml.
Khasiat:
sebagai kolagogum (kolekinetik dan koleretik) pada hati, kandung empedu,
pankreas. Curcumin menurunkan SGOT dan SGPT. Pada dosis rendah 50
mg/kgBB tidak berefek hepatoprotektor.
16. Gangguan Lambung (Dispepsia)
a. Cardamomi fructus
Senyawa aktif:
Eucaliptol, camphene, limonen, terpinene, -humulene
Takaran:
2-5 gram kering
Khasiat:
Mengeluarkan gas lambung, relaksan, antipiretik.
b. Melaleucae folium = daun kayu putih
Senyawa aktif:
Minyak kayu putih
Takaran:
1-2 gram kering
c. Androphogoni folium = daun sereh
Senyawa aktif:
Eugenol, citronela
Takaran:
1-3 gram kering
17. Preventif-Promotif
a. Zingiberis officinale rhizoma = rimpang jahe
Senyawa aktif:
Minyak atsiri 0,6-3%: zingiberol, borneol, camphene, limonene, linalol,
citrol, cineol, bisabolen, farnesen, humulen, zat pedas gingerol, zongaol,
zingeron
Takaran:
1-5 gram kering atau serbuk
Khasiat:
Sekresi empedu, kolagoga, antiemetika.
b. Kaemferiae galangoe rhizoma = rimpang kencur
Senyawa aktif:
Minyak atsiri: etilestercinamic acid, borneol, camphene, p-methoxystrene,
flavonoid
Takaran:
3-5 gram segar, dapat dikunyah.
Khasiat:
Nyeri dada, analgetik, karminatif, penghangat badan sebagai parem urut.

c. Centelae asiaticae herba = herba pegagan


Takaran:
1 genggam herba kering (4-6 gram)
d. Andrographydis herba = herba sambiloto
Takaran:
5-7 gram kering
Khasiat:
Tonikum, hipoglikemik, hipotensif, antiviral, antipiretik, antihistamin.
(Tim KBK FK UNS, 2014)
Tim KBK FK UNS. 2014. Modul Blok Pengobatan Komplementer Herbal. Surakarta: FK
UNS.