Anda di halaman 1dari 67

DERMATITIS

REVIOLITA ARIANI
20090310143
STASE KULIT DAN KELAMIN RSUD SALATIGA

Definisi
Peradangan kulit pada epidermis & dermis
Respon terhadap faktor eksogen & endogen
Klinis

Efloresensi Polimorfik
Eritema
Edema
Papul
Vesikel
Likenifikasi
Skuama
Gatal (+)

Etiologi
Eksogen : bahan kimia (detergen, asam basa, oli, semen) fisik

(sinar, suhu), mikro-organisme (bakteri, jamur)


Endogen : dermatitis atopik
Dan sebagian tidak diketahui penyebab pasti

Tatanama dan Klasifikasi


Belum ada kesepakatan internasional.
Berdasarkan :

- etiologi : dermatitis kontak, dermatitis medikamentosa


- morfologi : dermatitis numularis, dermatitis eksfoliativa
- lokalisasi : dermatitis intertriginosa
- stadium penyakit : dermatitis akut/sub akut/kronis

DERMATITIS KONTAK
Dermatitis yang disebabkan oleh bahan (substansi) yang

menempel pada kulit.


DERMATITIS
KONTAK IRITAN

AKUT
KRONIS

DERMATITIS
KONTAK

AKUT
DERMATITIS
KONTAK
ALERGI

KRONIS

DERMATITIS KONTAK IRITAN


Dapat diderita dapat diderita oleh semua orang dari beberapa

golongan umur, ras, dan jenis kelamin.


Kelainan kulit ditentukan oleh:
a. ukuran molekul
b. daya larut
c. konsentrasi
d. vehikulum
e. suhu bahan iritan dan faktor lain.

Faktor lain yang dimaksud adalah:


1.
2.
3.
4.
5.

Lama kontak.
Kekerapan (terus menerus atau berselang)
Adanya oklusi menyebabkan kulit lebih permeabel.
Gesekan dan trauma fisis.
Suhu dan kelembaban lingkungan

Faktor individu juga berpengaruh pada dermatitis kontak iritan,

misal:
Perbedaan ketebalan kulit perbedaan permeabilitas.
Usia (anak <8 tahun lebih banyak teriritasi)
Ras (kulit hitam>kulit putih)
Jenis kelamin (wanita> pria)
Ambang rangsang tehadap bahan iritan.

Patogenesis

Kerusakan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan


oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi maupun fisik.
Bahan iritan merusak lapisan tanduk, denaturasi keratin,
menyingkirkan lemak lapisan tanduk, dan mengubah daya
ikat air kulit. Keadaan ini akan merusak epidermis.

Terdapat 2 jenis bahan iritan, yaitu:

Iritan kuat
Akan menimbulkan kelainan kulit pada pajanan pertama
pada hampir semua orang.
2. Iritan lemah
Iritan lemah hanya akan menimbulkan kelainan kulit
pada orang yang paling rawan atau mengalami kontak
yang berulang.
1.

Dermatitis Kontak Iritan Akut


Disebabkan iritan kuat (larutan asam sulfat, asam hidroklorid, atau

basa kuat) biasanya terjadi karena kecelakaan (luka bakar kimiwai)


Kulit terasa pedih dan panas, eritema, vesikel, atau bula. Luas
kelainan umumnya sebatas daerah yang terkena, berbatas tegas.
Pada umumnya kelainan kulit muncul segera, tetapi ada sejumlah
bahan kimia yang menimbulkan reaksi akut lambat seperti podofilin,
antralin, asam fluorohidrogenat dermatitis kontak iritan akut
lambat.

Dermatitis kontak iritan akut lambat biasanya baru menimbulkan

kelainan kulit setelah 8-24 jam atau lebih setelah kontak.


contohnya: Dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga yang
terbang di malam hari ( dermatitis venetata) penderita baru
merasa pedih setelah esok harinya, pada awal terlihat eritema,
dan sorenya sudah menjadi vesikel atau bahkan nekrosis.

Dermatitis Kontak Iritan Kronis


(= dermatitis iritan kumulatif)
Disebabkan oleh kontak dengan iritan lemah yang berulang

(faktor fisis, misalnya gesekan, kelembaban rendah, panas


atau dingin juga bahan misalnya, detergen, sabun bahkan air).
Dermatitis kontak iritan kronis mungkin terjadi oleh karena
kerjasama berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan secara
sendiri tidak cukup kuat menyebabkan dermatitis iritan tetapi
bila bergabung dengan bahan/faktor lain baru mampu.

Kelainan baru terlihat nyata setelah dalam hitungan hari, bulan,

bahkan tahun.
Sehingga waktu dan rentetan kontak merupakan faktor yang
penting.
Gejala klasik berupa kulit kering, eritema, skuama, lambat
laun kulit akan menebal (hiperkeratosis) dan likenifikasi,
batas kelainan tidak tegas.
Bila kontak terus berlangsung akhirnya kulit dapat retak seperti
luka iris (fisur) mis. kulit tumit tukang cuci

Histopatologi

Gambaran histopatologis tidak spesifik.


Pada dermatitis kontak iritan akut dalam dermis terjadi
vasodilatasi dan sebukan sel mononuklear di dermis bagian
atas. Eksositosis di epidermis disertai spongiosis dan edema
intrasel, dan akhirnya terjadi nekrosis epidermal.
Pada keadaan berat, kerusakan epidermis dapat menimbulkan
bula subepidermal.

Terapi
Singkirkan pajanan bahan iritan
Berikan korikosteroid topikal misal hidrokortison atau

untuk kelainan yang


kronis dapat diawali dengan
kortikosteroid yang lebih kuat.
Pemakaian alat pelindung yang adekuat diperlukan bagi
mereka yang bekerja dengan bahan iritan untuk
mencegah kontak dengan bahan tersebut.

DERMATITIS KONTAK ALERGI


Suatu dermatitis yang timbul setelah kontak dengan alergen

melalui proses sensitisasi.


Penyebab

Bahan kimia sederhana dengan berat molekul umumnya


rendah (<1000 dalton) alergen hapten, lipofilik, sangat
reaktif, menembus str. Korneum, mencapai epidermis.
Biasanya berupa bahan logam berat, kosmetik, bahan
perhiasan, obat-obatan, karet, dll

Faktor yang berpengaruh : sensitisasi alergen, dosis per unit area,

luas daerah yang terkena, lama pajanan, oklusi, suhu dan


kelembaban lingkungan, vehikulum dan pH.
Faktor individu, mis. keadaan kulit pada lokasi kontak, status

imunologik (sedang sakit)


Gatal, akut : bercak eritematosa batas jelas, diikuti edema,

papulovesikel, vesikel atau bula. Vesikel/bula pecah erosi dan


eksudasi (basah). DKA akut di tempat tertentu mis : kelopak mata,
penis, skrotum, eritema dan edema lebih dominan daripada
vesikel.
Kronis : kulit kering, berskuama, papul, likenifikasi dan mungkin
juga fisur, batas tidak jelas sulit dibedakan dengan DKI kronis

Gambaran histopatologis tidak khas.


Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan eosinofil darah tepi.


2. Pemeriksaan IgE
. Uji tempel (Patch test)
. Uji gores (Stratch test)
. Uji tusuk (Prick test)
1.

Terapi

Umum : Hindari faktor penyebab dan menekan kelainan kulit


yang timbul.
Khusus :

Sistemik
:
Antihistamin
dan
kortikosteroid
(metilprednison, metil prednisolon atau triamsinolon)
Topikal : Bila lesi basah diberi kompres larutan garam faal
atau larutan air salisil 1:1000 . Bila sudah mengering diberi
kortikosteroid topikal seperti hidrokortison 1-2%,
triamsinolon 0,1%, fluosinolon 0,025%, desoksimetason 22,5%

DERMATITIS ATOPIK
(= Prurigo Besnier, neurodermatitis diseminata, ekzema
konstitusional, ekzema atopik)
Dermatitis yang timbul pada individu dengan riwayat atopi

pada dirinya sendiri ataupun keluarganya, yaitu asma bronkial,


rinitis alergi dan reaksi alergi terhadap serbuk tanaman.
Penyebab belum pasti, tetapi faktor turunan merupakan dasar

pertama untuk timbulnya penyakit

Gambaran klinis

Kulit penderita umumnya kering, pucat/redup, kadar lipid di


epidermis berkurang, kehilangan air lewat epidermis
meningkat. Penderita cenderung tipe astenik intelegensia
diatas rata-rata, sering cemas, egois, frustasi, agresif atau
merasa tertekan.
Gejala utama : pruritus hilang timbul sepanjang hari dan lebih
hebat pada malam hari dimulai dengan eritema, papul,
vesikel, erosi, ekskoriasi, eksudasi, krusta dan likenifikasi.
Fase : Bayi 2 bulan-2 tahun.
Anak 3-10 tahun.
Remaja dan dewasa 13-30 tahun.

Tempat predileksi

Bayi : muka ( dahi, pipi), kepala, leher, pergelangan


tangan, lengan dan tungkai.
Anak : lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan bagian
fleksor, kelopak mata, leher dan jarang di muka.
Dewasa : distribusi kurang spesifik, tangan, bibir (kering,
pecah, bersisik) vulva, puting susu, skalp.

UKK

Bayi : eritema, papulovesikel halus gatal digosok pecah


eksudatif krusta.
Anak : lesi lebih kering, tidak begitu eksudatif, lebih banyak papul,
likenifikasi dan sedikit skuama.
Dewasa : biasanya hiperpigmentasi, lesi kering agak menimbul,
papul datar, dan likenifikasi dengan sedikit skuama, sering
terjadi eksoriasi dan eksudasi karena garukan.

Pemeriksaan penunjang

Dermatografi putih.
untuk melihat perubahan dari rangsangan goresan
terhadap kulit.
2. Percobaan asetilkolin
akan menimbulkan vasokonstriksi kulit yang tampak
sebagai garis pucat selama satu jam.
1.

Diagnosis
Kriteria Mayor :
1. Pruritus
2. Dermatitis di muka atau ekstensor pada bayi dan anak.
3. Dermatitis di fleksura pada dewasa
4. Kronis residif atau residif
5. Riwayat atopi pada penderita atau keluarga

Kriteria minor :
1. Xerosis
2. Infeksi kulit ( S.aureus dan virus herpes simpleks)
3. Dermatitis nonspesifik pada tangan dan kaki
4. Pitiriasis alba
5. Ikhtiosis/ hiperlinear palmaris/keratosis pilaris
6. Dermatitis di papila mammae
7. White dermatografism dan delayed blanch response
8. Kelitis
9. Lipatan infra orbital Dennie-Morgan
10 Konjunctivitis berulang
11. Keratokonus
12. Katarak subkapsuler anterior
13. Orbita menjadi gelap
14. Muka pucat atau eritem
15. Gatal bila berkeringat

16. Intolerans terhadap wol atau pelarut lemak


17. Aksentuasi perifolikuler
18. Hipersensitive makanan
19. Perjalanan penyakit dipengaruhi lingkungan dan atau emosi
20. Tes kulit alergi tipe dadakan (+)
21. Kadar IgE serum meningkat
22. Awitan usia dini

Terapi
Identifikasi dan hindari faktor yang memperberat dan

memicu siklus gatal-garuk.


Menjauhi alergen pencetus.
Gunakan sabun berdaya larut minimal terhadap lemak dan
pH netral.
Pakaian baru sebaiknya dicuci terlebih dahulu
Hindari stres karena psikis dapat menyebabkan
eksaserbasi DA

Topikal :
o Pada bentuk bayi, beri kortikosteroid ringan dengan efek

samping minimal, misal krim hidrokortison 1-1,5%.


o Pada anak dan dewasa dengan likenifikasi dapat diberi
kortikosteroid kuat seperti betametason dipropionat 0,05%
atau desoksimetason 0,25%. Untuk efek yang lebih kuat,
dapat dikombinasikan dengan asam salisilat 1-3% dalam
salep.
Obat sistemik :
o Antihistamin gol. H1 untuk mengurangi gatal dan sebagai
penenang.
o Kortikosteroid bila gejala klinis berat dan sering kambuh.
o Bila ada infeksi sekunder, beri antibiotik seperti eritromisin,
tetrasiklin.

Neurodermatitis Sirkumskripta
Sin = Liken Simplek Kronis
Peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan

kulit tebal dan garis tampak lebih menonjol (likenifikasi),


menyerupai batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang
berulang-ulang karena berbagai rangsangan pruritogenik.
Lesi dapat timbul dimana saja

Skalp, tengkuk, samping leher, lengan bagian ekstensor, pubis,


vulva, skrotum, perianal, paha bagian medial, lutut, tungkai
bawah lateral, pergelangan kaki bagian depan, punggung kaki.

Epidemiologi
Anak-anak : Jarang
Dewasa : Sering
Puncak : 30-50 th
Perempuan > laki-laki
Ras Asia

Etiologi
Faktor Eksterna
- Lingkungan
- Insect Bite
Faktor Interna
- Dermatitis atopik
- Psikologis

Gejala Klinis
Gatal sekali
- Bila timbul malam hari dapat mengganggu tidur
- Biasanya waktu tidak sibuk, sulit ditahan untuk tidak digaruk
- Merasa enak setelah digaruk dan setelahnya luka rasa gatal
- Hilang sementara karena berganti dengan nyeri
Lesi Tunggal
- Awalnya plak eritematosa, sedikit edematosa, lama-kelamaan menghilang
- Bagian tengah berskuama, menebal, likenifikasi, ekskoriasi
- Hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas
- Variasi klinis dapat berupa prurigo nodularis akibat garukan yang berulang
pada suatu tempat. Lesi berbentuk kubah, permukaan mengalami erosi
tertutup krusta dan skuama, lambat laun menjadi keras dan berwarna
lebih gelap. Biasanya multiple, tersering di ekstremitas ukuran mulai
beberapa milimeter-2 cm.

Pengobatan
Anti pruritus
Antihistamin dengan efek sedatif ( hidroksizin, dipenhidramin,
prometazin).
Topikal krim doxepin 5% jangka pendek maks 8 hari
Kortikosteroid topikal/intralesi

DERMATITIS AUTOSENSITISASI
Dermatitis akut yang timbul pada tempat jauh dari fokus
inflamasi lokal, sedangkan penyebabnya tidak berhubungan
langsung dengan penyebab fokus inflamasi tersebut.
Lesi primer mengeluarkan suatu bahan yang dapat berdifusi

melalui epidermis atau melalui peredaran darah yang dapat


menurunkan tingkat ambang kulit terhadap bahan iritan.

Bentuk kronis dapat mengalami eksaserbasi akibat

penyebaran inflamasi akut di tempat yang jauh dari lesi yang


pertama.
Sering ada riwayat trauma seminggu atau lebih sebelumnya
pada daerah yang sakit, sebelum timbul dermatitis yang
menyeluruh tersebut.

Patogenesis penyakit ini belum jelas, kemungkinan terjadi

karena penyebaran bahan kimia atau sel, atau mungkin karena


adanya pengaruh mekanisme neurologik.
Suatu dermatitis subakut yang generalisata terjadi setelah

dermatitis akut lokal di kaki ataupun tangan reaksi


hipersensitisasi oleh bahan-bahan yg dihasilkan dermatitis akut
tsb.

DERMATITIS NUMULARIS
Dermatitis yang bentuk lesinya bulat seperti

uang logam
(coin), atau agak lonjong, berbatas tegas dengan efloresensi
berupa papulovesikel, biasanya mudah pecah sehingga basah
(oozing).

Penyebab

pasti belum diketahui, kolonisasi kuman


Staphylococcus agaknya berperan mengingat jumlah koloninya
meningkat walaupun tanda infeksi tak tampak.

Usia dewasa sering terkena. Wanita<pria.

Psikologis dapat mempermudah timbulnya penyakit. Lebih

sering muncul pada iklim panas.


Gejala

Eritema berbentuk lingkaran melebar sebesar uang logam,


dikelilingi oleh papul, vesikel, dan kemudian ditutupi oleh krusta
coklat.
Penderita mengeluh gatal yang hebat disertai rasa nyeri.

Predileksi

: Punggung kaki, punggung


ekstensor ekstremitas, bokong, dan bahu.

tangan,

bagian

UKK :

Makula eritematosa eksudatif, besarnya numular hingga


plakat. Terkadang hiperpigmentasi, likenifikasi berbatas tegas
sebesar uang logam.

Histopatologi

Epidermis hiperkeratosis, akantosis, edema interseluler.


Dermis pelebaran ujung pembuluh darah dan sebukan sel
radang limfosit, monosit.
Pemeriksaan penunjang

Kultur dan uji resistensi sekret (untuk melihat mikro organisme


penyebab/penyerta).

Diagnosis Banding

Tinea Pedis : pinggir aktif, bagian tengah agak


menyembuh, dapat dicari hifa dari sediaan langsung.
2. Psoriasis : skuama putih tebal mengkilat dengan
Koebner phenomenon.
1.

Terapi

Antihistamin sebagai sedatif dan pengurang rasa gatal.


2. Kortikosteroid topikal maupun sistemik.
3. Antibiotik seperti eritromisin, tetrasiklin 20-40
mg/kgBB/hari selama 1-2 minggu.
4. Bila sangat berat diobati dengan suntikan kortikosteroid
intralesi seperti triamsinolon asetonida 2 mg/ml (0,1
ml/suntikan)
1.

DERMATITIS SOLARIS
(= Fotodermatitis)
Suatu penyakit kulit berupa proses peradangan pada epidermis
dan dermis, timbul akibat paparan sinar matahari yang lama.
Penyebabnya adalah sinar matahari dengan panjang gelombang

297-317 nm.

Umumnya terjadi pada usia dewasa. Pria>wanita.


Gejala

Umumnya timbul perlahan dengan keluhan utama rasa gatal


dan panas di daerah yang terpapar, dimana warna kulit daerah
tersebut menjadi kemerahan.
Sesudah beberapa hari warna merah menghilang disusul
dengan skuamasi dan hiperpigmentasi.

Predileksi

Daerah ang tidak tertutup pakaian seperti wajah, dahi, leher


depan, kuduk, dada bagian atas, pergelangan tangan, kaki,
dan jari-jari.
UKK

Biasanya polimorf, dimulai dengan eritema, papul, vesikel,


skuamasi, dan hiperpigmentasi, dan bila kronik likenifikasi.

Diagnosis Banding

Dermatitis Seboroika : pada daerah seboroik, lesi yang


menonjol adalah eritema dan skuama
2. Psoriasis : mengenai juga daerah-daerah yang ditutupi
oleh pakaian, simetris, terutama di daerah ekstensor.
1.

Terapi

Umum :
Menghindari panas matahari yang terik dengan topi dan
pelindung lainnya.
Khusus :
Topikal : Pada lesi minimal, dapat diberikan sunscreen seperti
RV paque. Pada keadaan berat/akut dan basah, kompres
tertutup dengan PK 1/1000.
Setelah lesi mengering dapat diberi preparat kortikosteroid
topikal seperti hidrokortison krim 1-2%.

DERMATITIS STATIS
Dermatitis yang terjadi akibat adanya gangguan aliran darah

vena di tungkai bawah.


Sering dijumpai pada wanita dan pria dewasa, dari kalangan

menengah ke atas.
Penyakit ini merupakan penyakit kronik, gatal di ektremitas

bawah, dan menimbulkan edem.

Patogenesis

Gangguan katub vena tekanan kapiler kerusakan


kapiler edema dan ekstravasasi sel darah merah timbul
statis yang reversibel jaringan penuh dengan cairan dan
darah edema dan lisis yang menumpuk hemosiderin
berkumpul di bawah kulit timbul bintik-bintik hitam.
Terjadi anoksia dan kematian jaringan.

Gejala

Timbul rasa gatal. Bila digaruk akan timbul skuama,


hiperpigmentasi dan erosi.
Bila tak diobati akan terjadi infeksi, kemudian nekrosis, dan
ulkus, yang disebut ulkus statis (ulkus varikosus)
Histopatologi
Pada dermatitis subakut/kronik, dijumpai hemosiderin, fibrosis.
Di dalam dermis dijumpai dilatasi kapiler.
Pada pewarnaan dengan Potassium Ferosianida, terlihat
daerah ini berwarna biru.

Manifestasi klinik

Vena varikose tampak bertonjol-tonjol dan disertai edema di


ekstremitas bawah.
Pada tahap awal, dijumpai selulitis ringan, kulit di atasnya
berwarna coklat hiperpigmentasi, merah gelap, petekie, kulit
menebal, skuama dengan/tanpa berair.
Lesi sering ditemukan di sebelah atas medial malleolus.

Kriteria diagnosis
1.
2.
3.
4.
5.

Terdapat varises.
Predileksi pada 1/3 tungkai bagian distal malleolus
internus.
Hiperpigmentasi akibat timbunan hemosiderin.
Terdapat gambaran neck bottle terbalik.
Permanen.

Diagnosis Banding

Dermatitis kontak, penyakit arteri perifer, selulitis, erisipelas.


Terapi

Hindari gangguan aliran vena dan edema.


2. Pada dermatitis akut, dapat diberikan salep yang tidak
menimbulkan iritasi misal salep iktiol 2% dalam salep
seng oksida.
1.

Pada dermatitis akut dan eksudatif dapat dilakukan


kompres larutan perak nitrat 0,25%-0,5%.
4. Bila keadaan berat dapat diberikan kortikosteroid
sistemik.
5. Berikan antibiotika bila terjadi infeksi sekunder.
3.

DERMATITIS NON SPESIFIK


Suatu erupsi epidermal yang dapat berlangsung akut, kronik,

terlokalisir atau generalis.


Diagnosis

Tidak dijumpai penyebab dari bahan alergen ataupun bahan


iritan. Distribusi penyakitnya tidak lazim untuk dermatitis atopik
maupun seboroik

Manifestasi klinis
1. Rasa gatal yang konstan atau episodik.
2. Penderita mengeluh kulitnya sensitif seperti selalu tidak

cocok dengan kosmetik, pelembab, sabun, dll.


3. Pada bentuk akut, dapat dijumpai edema intraseluler
sampai vesikel.
4. Pada bentuk kronis, dijumpai likenifikasi.
Pada lesi yang polimorf, dijumpai lesi berupa vesikula,
papula, dan skuama dengan batas tidak jelas.