Anda di halaman 1dari 2

Ada banyak jenis batubara.

Batubara dapat dibedakan berdasarkan karakteristik fisik dan


kimia yang menentukan kecocokan penggunaannya.
Batubara terutama terdiri dari karbon. Batubara juga menghasilkan zat terbang/asiri (volatile
matter) ketika dipanaskan pada suhu dekomposisinya (penguraiannya). Selain itu, batubara
mengandung kadar air dan bahan mineral pembentuk abu. Karbon, hidrogen, nitrogen, sulfur
dan oksigen juga terdapat dalam batubara. Kombinasi dari unsur-unsur tersebut serta pangsa
dari zat terbangnya, air, dan abu sangat bervariasi diantara berbagai jenis batubara.
Kandungan karbon tetap dan zat terbang yang dihasilkannya menentukan nilai energi
batubara dan sifat pengokasannya dan menjadikannya mineral yang berharga di pasar dunia.
Kandungan karbon tetap umumnya mempengaruhi kandungan energi dari batubara. Semakin
tinggi kandungan karbon tetapnya, semakin tinggi kandungan energi dalam batubara tersebut.

Zat Terbang (Volatile Matter) adalah bagian sampel batubara yang kering udara (air
dried) yang dikeluarkan dalam bentuk gas selama tes pemanasan standar. Zat terbang
merupakan unsur positif untuk batubara termal tapi dapat menjadi sesuatu yang
negatif untuk batubara kokas.

Abu adalah ampas yang tersisa setelah pembakaran sempurna semua bahan batubara
organik dan dekomposisi bahan mineral yang terdapat dalam batubara. Semakin
tinggi kandungan abu, maka semakin rendah kualitas batubara. Kandungan abu yang
tinggi berarti nilai kalorinya lebih rendah (kandungan energi per ton batubara) dan
peningkatan biaya transportasi.

Sebagian besar batubara yang diekspor dicuci terlebih untuk mengurangi kandungan abu
(beneficiation) dan memastikan kualitas yang konsisten.

Kandungan (kadar) air menunjukan jumlah air yang ada dalam batubara. Biaya
transportasi meningkat dengan meningkatnya kadar air. Kelebihan kadar air dapat
dibuang setelah beneficiation pada fasilitas preparasi, namun hal ini akan
meningkatkan biaya pengolahan.

Adanya kandungan sulfur meningkatkan biaya operasi dan pemeliharaan bagi


pengguna akhir (end-user). Jumlah sulfur yang tinggi menyebabkan korosi dan emisi
dari sulfur dioksida pada produsen baja dan pembangkit tenaga listrik. Kadar sulfur
yang rendah pada batubara tidak memerlukan instalasi alat desulfurisasi untuk
memenuhi peraturan emisi yang ada.

Batubara di belahan bumi selatan umumnya memiliki kandungan sulfur yang rendah
dibandingkan dengan batubara di belahan bumi utara.
Dalam sistem peringkat, batubara berperingkat tinggi mempunyai tingkat kelembapan dan
penguapan lebih rendah. Batubara peringkat tinggi juga cenderung memiliki kandungan
karbon lebih tinggi dan kandungan energi yang tetap.
Sifat batubara lainnya seperti grindability (ketergerusan), vitrinite reflectance (pemantulan
vitrinit) dan crucible swelling number (indeks muai bebas) merupakan faktor penting ketika
kita akan melakukan penilaian kualitas batubara. Umumnya, batubara berperingkat tinggi

memiliki kualitas kokas yang tinggi. Batubara kokas tidak banyak tersedia dibandingkan
batubara termal, sehingga harganya lebih mahal.