Anda di halaman 1dari 10

Anrizandy Narwidina dan Maria Triananingsih

( Kepaniteraan Prostodonsia GTC)

Maryland bridge

Maryland bridge adalah salah satu jenis dari gigi tiruan jembatan dimana bagian
pontiknya terbuat dari porselen. Sedangkan kedua sayapnya terbuat dari metal atau bisa juga dari
komposit. Sayap dari Maryland bridge ini dilekatkan pada kedua sisi dari gigi penyangga dengan
penyemenan. Kelebihan dari Maryland bridge adalah tidak diperlukannya pengurangan gigi yang
banyak pada saat preparasi. Pengurangan gigi hanya dilakukan untuk menyiapkan tempat saat
sayap akan dilekatkan pada gigi penyangga. Jadi preparasi yang dilakukan tidaklah maximal.dan
juga saat preparasi dilakukan, tidak diperlukan penggunaan anastesi pada pasien, karena hanya
akan melakukan pengasahan yang minimal pada gigi penyangga, kecuali pada pasien yang
memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi. Kekurangan dari gigi tiruan ini adalah hanya bisa
diindikasikan pada pasien yang memiliki kasus dengan space yang kecil atau terjadi kehilangan
gigi tidak banyak. Apabila gigi tiruan ini lepas, harus langsung dikerjakan di lab dan memakan
waktu agak lama.

Adhesive Bridge
Jembatan adhesif adalah jembatan yang mempunyai unsur pontik dan retainer dari logam
non mulia yang dilekatkan pada gigi penyangga dengan perantaraan bahan adhesif serta
menggunakan teknik etsa asam. Preparasi gigi pada pembuatan jembatan konvensional sering
menyebabkan banyak kehilangan struktur gigi yang sehat, sebagai alternatif maka dikembangkan
satu tekhik pembuatan gigi tiruan sebagian cekat yang dilekatkan dengan ikatan kimia dengan
melibatkan sedikit atau tanpa pembuangan permukaan jaringan gigi sandaran yang disebut
jembatan adhesif. Jembatan adhesif pada perkembangan selanjutnya sering disebut sebagai
Resin-bonded fixed partial prostheses.
Jembatan adhesif mempunyai beberapa keuntungan, yaitu pembuangan struktur gigi yang
minimal terbatas pada email, tidak terjadi trauma pada pulpa, tidak selalu memerlukan anestesi,
preparasi supragingival, teknik pencetakan lebih mudah, biasanya tidak memerlukan restorasi
sementara, waktu kunjungan biasanya lebih sedikit, dan apabila jembatan adhesif terlepas dari
gigi sandaran dapat dilekatkan kembali. Dengan demikian tidak lagi diperlukan preparasi gigi
penyangga sampai melibatkan dentin sehingga preparasi relatif tidak menyulitkan pasien karena
tidak menimbulkan banyak trauma.
Kekurangan dari jembatan adhesif, yaitu tidak dapat dibuat untuk jembatan yang panjang,
prosedur pelekatan yang lebih sulit jika dibandingkan jembatan konvensional, penggunaan asam
untuk mengetsa mengharuskan pekerjaan yang hati-hati, koreksi ruangan sangat sulit, dan
diperlukan susunan gigi penyangga yang baik.
Indikasi pembuatan jembatan adhesif yaitu jembatan pendek yang menggantikan satu
sampai dua gigi anterior maupun posterior yang hilang, gigi penyangga harus kokoh dan tidak
goyah, gigitan yang ringan atau terbuka merupakan kasus yang ideal, tidak terdapat kebiasaan
buruk seperti bruxism, gigi penyangga menyediakan struktur gigi yang cukup, tidak terdapat
defek pada email, pasien mempunyai keinginan dan respon yang baik, dan kesehatan serta
kebersihan mulut dan gigi yang baik.
Jembatan adhesif merupakan kontraindikasi pada keadaan daerah tidak bergigi yang
panjang, kebiasaan parafungsional, gigi penyangga terdapat kerusakan yang luas, gigi penyangga

tipis, gigi penyangga tidak kokoh, pasien yang menderita alergi nikel, tidak tersedia pelayanan
laboratorium yang memadai.

Klasifikasi Gigi Tiruan Cekat Berdasar Bahan


1.All porcelain bridge
Bahan porselen adalah bahan yang sangat populer saat ini. Kelebihannya adalah pilihan
gradasi warna yang sangat estetis dan permukaannya mengkilat. Bahan porselen sulit dibedakan
dengan gigi yang asli. Kekuatannya lebih besar daripada akrilik tetapi tidak sekuat logam.
Kekurangan dari bahan porselen ini bersifat rapuh dan sehingga tidak dapat diasah dan tidak
dapat diletakkan pada permukaan kunyah gigi belakang. Biasaya juga digunakan untuk gigi yang
memerlukan estetik tinggi. Bahan porselen ini tidak cocok digunakan pada pasien dengan
kebiasaan buruk bruxism karena gesekan yang terus menerus dengan gigi antagonisnya akan
menyebabkan porcelain cepat pecah.

2. All acrylic bridge


Bahan akrilik biasanya digunakan untuk pembuatan mahkota jaket sementara (menunggu
mahkota jaket permanen). Bahan akrilik biasanya dikombinasikan dengan logam karena sifat
bahan akrilik tidak kuat menahan beban kunyah. Kelebihan dari bahan akrilik warnanya dapat
disesuaikan dengan gigi asli, namun mudah berubah warnanya. Harganya pun murah tetapi
tampilan menarik. Kontraindikasi dari bahn ini adalah tidak digunakan pada gigi yang memiliki
beban kunyah yang besar karena kekerasan akrilik hanya 1/16 kekerasan dentin. Gigi tiruan yang
menggunakan bahan ini juga tidak cocok digunakan pada penderita dengan bruxism.

3. All metal bridge.


Gigi tiruan permanen yang terbuat dari logam atau emas mempunyai kekuatan yang
sangat bagus bahkan dapat bertahan sampai bertahun-tahun, keuntungan yang lain adalah logam
dan emas tidak korosif dan tidak berkarat. Tetapi gigi tiruan dari bahan logam dan emas tampilan
warnanya sangat berbeda dengan gigi asli. Biasanya diindikasikan pada gigi posterior dan

kontraindikasinya adalah gigi abutmen yang digunakan mempunyai ketebalan dentin yang kecil.
Keuntungan:
- metode simple karena struktur gigi yang dkurangin lebih minimal.
- Lebih tahan lama pada saat tekanan berat seperti menggigit dan mengunyah.
- Mudah menyesuaikan sesuai daerah di mana gigi dan mahkota memenuhi
- Sehat lingkungan untuk jaringan gusi
Kerugian:
- estetik kurang karena warna gigi tidak seperti gigi asli.

4. Kombinasi (porselen dan metal)


Porcelain fuse to metal adalah jenis hibrida antara mahkota logam dan mahkota
porselen. Mereka terutama dipilih untuk gigi depan tetapi tidak menutup kemungkinan juga
digunakan pada gigi posterior. Porcelen fuse to metal ini lebih kuat daripada all porselen bridge.
Meskipun porcelen fuse to metal dipilih untuk penampilan yang sangat baik karena
keestetikannya, ada beberapa kelemahan utama yang terkait dengan logam menyatu di dalamnya.
Berikut adalah beberapa kelemahan dicatat oleh pengguna dan dokter gigi mahkota ini:
Ketidaknyamanan-gigi mungkin sensitif setelah prosedur. Jika gigi dimahkotai masih
mengandung beberapa saraf, saraf yang akan sensitif terhadap panas dan dingin.
Ada beberapa kasus di mana permukaan mahkota menciptakan keausan pada gigi antagonisnya.
Hal ini kadang-kadang menjadi begitu menonjol sehingga tidak dapat diawasi.
Bagian porselen bisa terkelupas mati dan logam yang mendasari dapat terlihat sebagai garis
gelap.

5. In Ceram (keramik bridge)


Terbuat dari porselen alumina yang sangat tangguh. Memiliki estetika yang sangat baik
dan cukup kuat untuk dapat disemen dengan semen gigi tradisional.
Spinell - untuk kasus anterior unit tunggal yang memerlukan estetika unggul dan tembus.
Alumina- untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior, dan sampai restorasi 3-unit jembatan.
Zirkonia - untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior, dan sampai restorasi 5-unit jembatan

Metode pencetakan double impression


Pembuatan model kerja setelah preparasi :
Sendok cetak : perforated stock tray no. 2
Bahan cetak

: elastomer (exaflex)

Metode

: double impression

Cara mencetak:
Bahan cetak putty yang terdiri dari base (kuning) dan katalis (biru) dengan perbandingan
1: 1 diaduk/diuleni dengan tangan kemudian setelah mencapat konsistensi tertentu, bahan
cetak yang telah diletakkan dalam sendok cetak dimasukkan ke mulut pasien. Setelah setting,
sendok cetak dikeluarkan dari mulut pasien. Pada hasil cetakan, daerah gigi yang dipreparasi
dikurangi. Bahan cetak exaflex injection yang terdiri dari base (kuning) dan katalis (merah)
dengan perbandingan 1: 1 diaduk di atas glass plate. Setelah mencapai konsistensi tertentu,
bahan cetak dimasukkan kembali serta dipaskan dalam mulut pasien kemudian ditekan pada
daerah gigi yang dipreparasi. Setelah bahan cetak setting, maka sendok cetak dikaluarkan
dari mulut pasien.
Hasil cetakan diisi dengan stone gips, kemudian dilakukan model malam pada hasil
cetakan tersebut sesuai dengan bentuk gigi yang hilang menggunakan malam biru.
Selanjutnya model kerja dikirim ke laboratorium untuk pemrosesan bridge.

Lidocain dan Pehacain


Anestesi lokal merupakan tindakan pemakaian obat anestesi yang cara kerjanya hanya
menghilangkan rasa di area tertentu yang akan dilakukan tindakan. Caranya, menginjeksikan
obat-obatan anestesi tertentu pada area yang akan dilakukan sayatan atau jahitan. Obatobatan yang diinjeksikan ini lalu bekerja memblokade saraf-saraf tepi yang ada di area
sekitar injeksi sehingga tidak mengirimkan impuls nyeri ke otak. Anestesi lokal ini bersifat
ringan dan biasanya digunakan untuk tindakan yang hanya perlu waktu singkat. Anastesi
lokal ialah obat yang menghambat hantaran saraf bila di kenakan secara lokal jaringan saraf
dengan kadar yang cukup.

Persyaratan obat yang boleh digunakan sebagai anestesi lokal:


1.

Tidak mengiritasi dan tidak merusak jaringan saraf secara permanen

2.

Batas keamanan harus lebar

3.

Efektif dengan pemberian secara injeksi atau penggunaan setempat pada


membran mukosa

4.

Mulai kerjanya harus sesingkat mungkin dan bertahan untuk jangka waktu yang
yang cukup lama

5.

Dapat larut air dan menghasilkan larutan yang stabil, juga stabil terhadap
pemanasan.

LIDOKAIN
FARMAKODINAMIK

Lidokain adalah anestetik lokal yang kuat yang digunakan secara luas dengan pemberian
topical dan suntikan. Anestesi terjadi lebih cepat, lebih kuat, lebih lama dan lebih
ekstensif daripada yang ditimbulkan oleh prokain. Lidokain merupakan aminoetilamid.
Pada larutan 0,5% toksisitasnya sama, tetapi pada larutan 2% lebih toksik daripada
prokain. Larutan lidokain 0,5% digunakan untuk anesthesia infiltrasi, sedangkan larutan
1,0-2% untuk anesthesia blok dan topical. Anesthesia ini efektif bila digunakan tanpa
vasokonstriktor, tetapi kecepatan absorbs dan toksisitasnya bertambah dan masa kerjanya
lebih pendek. Lidokain merupakan obat terpilih bagi mereka yang hipersensitif terhadap
prokain dan juga epinefrin. Lidokain dapat menimbulkan kantuk sediaan berupa larutan
0,5%-5% dengan atau tanpa epinefrin. (1:50.000 sampai 1: 200.000).
FARMAKOKINETIK
Lidokain mudah diserap dari tempat suntikan, dan dapat melewati sawar darah otak.
Kadarnya dalam plasma fetus dapat mencapai 60% kadar dalam darah ibu. Di dalam hati,
lidokain mengalami deakilasi oleh enzim oksidase fungsi ganda (Mixed-Function

Oxidases ) membentuk monoetilglisin xilidid dan glisin xilidid. Kedua metabolit


monoetilglisin xilidid maupun glisin xilidid ternyata masih memiliki efek anestetik local.
Pada manusia 75% dari xilidid akan disekresi bersama urin dalam membentuk metabolit
akhir, 4 hidroksi-2-6 dimetil-anilin.
EFEK SAMPING.
Efek samping lidokain biasanya berkaitan dengan efeknya terhadap SSP, misalnya
mengantuk, pusing, parestesia, gangguan mental, koma, dan seizures. Mungkin sekali
metabolit lidokain yaitu monoetilglisin xilidid dan glisin xilidid ikut berperan dalam
timbulnya efek samping ini.
Lidokain dosis berlebihan dapat menyebabkan kematian akibat fibrilasi ventrikel, atau
oleh hentijantung
INDIKASI
Lidokain sering digunakan secara suntikan untuk anesthesia infiltrasi, blockade saraf,
anesthesia epidural ataupun anesthesia selaput lender. Pada anesthesia infitrasi biasanya
digunakan larutan 0,25% 0,50% dengan atau tanpa adrenalin. Tanpa adrenalin dosis
total tidak boleh melebihi 200 mg dalam waktu 24 jam, dan dengan adrenalin tidak boleh
melebihi 500 mg untuk jangka waktu yang sama. Dalam bidang kedokteran gigi,
biasanya digunakan larutan 1 2 % dengan adrenalin; untuk anesthesia infiltrasi dengan
mula kerja 5 menit dan masa kerja kira-kira satu jam dibutuhkan dosis 0,5 1,0 ml. untuk
blockade saraf digunakan 1 2 ml.
Lidokain dapat pula digunakan untuk anesthesia permukaan. Untuk anesthesia rongga
mulut, kerongkongan dan saluran cerna bagian atas digunakan larutan 1-4% dengan dosis
maksimal 1 gram sehari dibagi dalam beberapa dosis. Pruritus di daerah anogenital atau
rasa sakit yang menyertai wasir dapat dihilangkan dengan supositoria atau bentuk salep
dan krem 5 %. Untuk anesthesia sebelum dilakukan tindakan sistoskopi atau kateterisasi
uretra digunakan lidokain gel 2 % dan selum dilakukan bronkoskopi atau pemasangan
pipa endotrakeal biasanya digunakan semprotan dengan kadar 2-4%.

Lidokain juga dapat menurunkan iritabilitas jantung, karena itu juga digunakan sebagai
aritmia.

Jenis obat lidokain :


1. EMLA
lidokain 25 mg,prilokain 25 mg per gram. Indikasi ; anastesi topical pasa kulit yang
berhubungan dengan penggunaan jarum suntik, prosedur pembedahan superficial,
Kontraindikasi : methemoglobinemia congenital atau idiopatik, perhatian : pada
gangguan sekitar mata dapat menyebabkan iritasi mata, iritasi kornea dan abrasi kornea.
Efek samping : reaksi local ringan seperti kepucatan,eritema,edema. Jarang reaksi alergi
( syok anafilaktik ) dosis ; krim oleskan pada lapisan yang tebal dan gunakan secara
tipis , dewasa kira kira 1,5 gr/10 cm2
2. Extracaine
Lidokain hidroklorida 2 % adrenalin 1 : 80.000 tiap ml,injeksi, indikasi : anastesi
local, kemasan : dos 100 amp 2 ml.
3. Lidodex
Lidokain
hidriklorida
50

mg/ml, indikasi

: anastesi

local,kontra

indikasi :hipotensi, perhatian : penderita kerusakan hati dosis lidokain sekecil


mungkin,penderita renal insufisiensi. Dosis : 1 amp, max 2 ml.kemasan: dos 5 amp 2 ml.
4. Lidonest
Lidokain 50 mg/g salep, indikasi : penghilang rasa sakit.dosis : beberpa kali sehari,
oleskan tipis pasa daerah yang sakit. Kemasan : tube 10 g salep.
5. Pehacain
Lidokain hidroklorida 2 % dalam larutan epinefrin (1 : 80000) tiap 2 ml injeksi.
(Lidocaine HCl 20 mg Adrenaline 0.0125 mg)
Indikasi : anastetikum local dalam kedokteran gigi. Perhatian : hati hati tehadap
kemungikan nekrosis untuk pemakaian di daerah akral. Dosis ; 1 amp secara IM/SK
kemasan : dos 20 amp 2 ml.
Komposisi pehacain : Lidocaine / Lidokain HCl 20 mg, Adrenalin 12,5 g.
INDIKASI :Anestesi lokal.
KONTRA INDIKASI :Peradangan lokal dan atau sepsis (reaksi umum disertai demam
karena kegiatan bakteri, zat-zat yang dihasilkan bakteri, atau kedua-duanya), septikemia
(keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri

tersebut), tirotoksikosis, area dengan suplai darah kompromisa, ujung suatu alat atau
anggota tubuh.
Interaksi obat :
-

Bisa mempotensiasi efek antiaritmia pada jantung.


Adrenalin bisa menyebabkan respon penekan dengan antidepresan trisiklis, pemblok
neuron adrenergik jelas, dan resiko aritmia jantung dengan anestesi halogen dan
glikosida jantung meningkat.
EFEK SAMPING: Kegugupan, pusing, pandangan kabur, sedasi, telinga berdenging
tanpa rangsang dari luar, efek saluran pencernaan.
Epinefrin fungsinya:

Tujuan : menimbulkan efek vasokonstriksi :

mengurangi absorbsi sistemik

mempertahankan konsentrasi obat tetap pada saraf

meningkatkan duration of action

mengurangi efek toksik : pemanjangan terhadap masa kerja 50% , penurunan


absorpsi sistemik : 1/3

6. Topsy
Lidokain 2,5 % prilokain 2,5 % indikasi : berbagai tindakan pada kulit intak yang
memerlukan efek analgesic local. Kontra indikasi : pasien yang sensitive terhadap
anastesi local golongan amida, anak usia < 12 bulan. Efek samping : dapat menyebabkan
eritema, kepucatan bersifat local dan sementara.
7. Xylocaine
Lidokain 20 mg/ml injeksi atau jeli ; spray 10% .indikasi :anastesi infiltrasi,perifer dan
blok saraf pusat. Dosis ; sesuaikan dengan keadaan. Kemasan : polyampul 20 ml 2%

Teknik anestesi blok mandibula


- Dilakukan palpasi fossa retromolaris dengan jari telunjuk sehingga kuku jari menempel
pada linea oblikua interna

- Dengan bagian belakang jarum suntik terletak di antara kedua gigi pada sisi yang

berlawanan jarum diarahkan sejajar dengan dataran oklusal gigi-gigi mandibula ke arah
ramus dan jari.

Katzung BG & Miller RD. Anestetik Lokal. Di dalam : Katzung BG, editor. Farmakologi
Dasar dan Klinik. Ed. 8, vol.2. Salemba Medika. Jakarta. 2002. Hal.162-163
Martindale. The Complete Drug Reference. 35th ed. Pharmaceutical Press, London.
2007. Available as compiled HTML file, e-book
Ganiswarna. S. A. Farmakologi dan Terapi. Edisi IV. Bagian Farmakologi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2005. Hal.332