Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kejayaan

Kerajaan

Maritim

Indonesia

Sebelum

Kemerdekaan

Para ahli sejarah bangsa Eropa pernah melontarkan pernyataan bahwa sebetulnya nenek
moyang

bangsa

Indonesia

adalah

mereka

yang

datang

dari

Asia

Tenggara(Indochina/Yunan) dalam dua gelombang migrasi besar-besaran, yaitu pada


5000 tahunSM dan pada 2000 tahun SM melalui laut dan dalam mengarungi perjalanan
tersebutsumber penghidupan mereka sangat tergantung dari laut. Fakta prasejarah Cadas
Guayang terdapat di pulau-pulau Muna, Seram dan Arguni yang diperkirakan berasal
dari1000 tahun SM dipenuhi dengan lukisan perahu-perahu layar. Juga ditemukan
beberapaartefak suku Aborigin di Australia yang diperkirakan berasal dari 2500 tahun SM
serupayang ditemukan di pulau Jawa.
Kenyataan ini memberikan indikasi bahwa jauh sebelumgelombang migrasi dari
Indochina yang datang ke Indonesia, nenek moyang bangsa-bangsa Nusantara sudah
berhubungan dengan suku Aborigin di Australia lewat laut.Peninggalan prasejarah bekas
kerajaan Merina yang didirikan oleh perantau dariNusantara ditemukan juga di
Madagaskar, hal ini menunjukkan bahwa nenek moyangpenduduk Nusantara pada masa
itu telah memiliki teknologi pembuatan perahu bercadik dan perahu layar yang mampu
mengarungi samudera dengan medan yang sangat berat.Jejak prasejarah bercirikan istilah
maritim juga ditemukan di wilayah rumpun bahasaAustronesia, di mana pengaruh istilah
maritim bahasa Nusantara terasa sangat kuat dibandingkan dengan pengaruh rumpun
bahasa lainnya. Bertolak dari bukti prasejarahnusantara itu memberikan indikasi bahwa
nenek moyang bangsa Nusantara adalah aslipelaut dan pengembara, dan sejak ribuan
tahun sebelum Masehi sudah mampu menghadapigelombang besar melewati samudera
Pasifik dan samudera Hindia.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana kejayaan maritim indonesia ?
2. Bagaimana bukti-bukti Maritim Kerajaan Sriwijaya ?
3. Bagaimana bukti-bukti kemartiman kerajaan majapahit ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui kejayaan maritim di indonesia
2. Untuk mengetahui bukti-bukti kemaritiman kejayaan kerajaan sriwijaya
3. Untuk mengetahui bukti-bukti kemaritiman kejayaan kerajaan majapahit
1.4 Manfaat Penulisan
1

Adapun manfaat dari penulisan ini adalah agar kita mengetahui bukti kejayaan
kemaritiman kerajaan sriwijaya dan kerajaan majapahit. Dan manfaat lainnya adalah
makalah ini diharapkan menjadi motivasi dalam membangun rasa cinta terhadap tanah air.
Dan mengetahui sejarah bahwa nenek moyang kita itu adalah berasal dari pelaut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kejayaan Maritim di Indonesia
Sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami kejayaan maritim pada
abad 14-17 ketika pelaut Indonesia menguasai kelautan Nusantara dan samudera Hindia dan
Pasifik. Kejayaan maritim ini di dasarkan pada kemampuan membuat kapal, menguasai ilmu
falak dan perbintangan, manajemen pelayaran. Sayangnya tidak ditemukan cetak biru
teknologi rancang bangun perkapalan, navigasi dan manajemen yang menjadi knowledge
endowment untuk dilanjutkan secara berkesinambungan. Kejayaan maritim Indonesia
pupus setelah masuknya pelaut pelaut Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda yang
meminggirkan kejayaan maritim Indonesia, dengan keunggulan mereka dalam teknologi
pembuatan kapal dengan memanfaatkan baja, mesin uap, navigasi dan manajemen pelayaran
yang lebih unggul.
2

Usaha untuk membangkitkan kembali kejayaan maritim Indonesia dipelopori oleh


Prof.BJ Habibie dengan merevitalisasi industri perkapalan PAL di Surabaya dengan
mengaplikasikan teknologi pembuatan kapal dan teknologi kelautan dengan memproduksi
kapal perang, kapal tanker, kapal patroli dan anjungan lepas pantai untuk industri minyak dan
gas. Riset tentang kelautan juga di dorong untuk mengembagkan teknologi pembangkit listrik
arus laut, perikanan dan eksplorasi laut dalam untuk minyak dan gas. Usaha ini terbentur
karena hempasan krisis ekonomi Indonesia pada tahun 1998, sehingga dukungan pada
industri maritim terhenti, dan industri maritim menggapai-gapai untuk survive. Harapan
untuk kebangkitan kejayaan maritim Indonesia hampir pupus. Tidak ada lagi aktivitas riset
dan pengembangan sekitar maritime Indonesia. Aktivitas eksplorasi di laut dalam yang bisa
dicatat, hanya eksplorasi yg dilakukan Impax berhasil menemukan cadangan gas di Masela,
tetapi Pertamina bekerjasama dengan Stat Oil gagal dalam eksplorasi di Selat Makassar,
sehingga Pertamina kapok melakukan eksplorasi laut dalam. BPPT pernah melakukan riset
laut dalam di Selat Sunda dan Laut banda bekerjasama dengan Jepang.

2.2 Bukti-Bukti Maritim Pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya


Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal, dan kerajaan besar Nusantara
selain Majapahit di Jawa Timur. Pada abad ke-20, kedua kerajaan tersebut menjadi referensi
oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara
sebelum kolonialisme Belanda.
Menggali dan mempelajari Strategi Maritim Kerajaan Sriwijaya :
Eksistansi Kedautuan Sriwijaya pada masa lampau terasa betul-betul sangat
mengesankan. Pada masa itu, Kedatuan Sriwijaya telah melakukan langkah-langkah strategis
yang membuatnya menjadi sebuah negeri yang besar serta disegani oleh seluruh bangsa di
dunia.
2.2.1

Sriwijaya Memproklamirkan Diri Sebagai Negeri Bahari

Sebagai kemaharajaan bahari, pengaruh Sriwijaya jarang masuk hingga jauh di


wilayah pedalaman. Sriwijaya kebanyakan menerapkan kedaulatannya di kawasan pesisir
pantai dan kawasan sungai besar yang dapat dijangkau armada perahu angkatan lautnya di
wilayah Nusantara, dengan pengecualian pulau madagaskar. Dari penerapan kedaulatannya,
dapat disimpulkan bahwa Sriwijaya merasa sangat penting untuk menyatakan diri secara
3

langsung sebagai sebuah negeri maritim dengan berdasarkan melihat letak geografis yang
dimilikinya dan penyebaran penduduknya. Memang secara dominan sebagian besar
rakyatnya tinggal di tepi pantai dan beraktifitas di sana, menjadi nelayan, berdagang ke
pulau-pulau dengan menggunakan kapal laut dan aktifitas kebaharian lainnya. Dapat
dikatakan bahwa konsep pemerintahan Sriwijaya dan aktifitas kehidupan masyarakatnya
sungguh mencerminkan sebagai negeri bahari. Pernyataan diri dengan sikap dan pelaksanaan
sebagai sebuah negeri bahari adalah suatu yang prinsip karena hal itu merupakan identitas
sebuah bangsa dan akan mempengaruhi rakyat yang berada di negeri itu. Dari uraian di atas
dapat disimpulkan dua pelajaran yang dapat kita ambil dari Kedatuan Sriwijaya dan sangat
baik bila kita terapkan pada sendi-sendi berbangsa dan bernegara guna menjadi negara besar
dan bermartabat, yaitu;
(1) Pentingnya Identitas sebagai bangsa bahari.
(2) Pentingnya aktualisasi sebagai bangsa bahari
Belajar dari Sriwijaya, tentulah penting bagi kita untuk menyatakan sikap sebagai
bangsa bahari dengan diikuti perwujudan nyata sebagai bangsa bahari itu sendiri. Bahwa
letak geografis yang kita miliki dengan berkah posisi silang antara dua benua dan dua
samudera menuntut kita agar mengaplikasikan diri sebagai bangsa bahari secara total. Dan,
bila hal tersebut dilakukan, akan memajukan bangsa ini, karena dengan konsep bangsa bahari
yang diaplikasikan secara total; Sriwijaya saja bisa menjadi negeri yang besar maka
Indonesia akan menjadi negara bahari yang besar pulau. Klaim tanpa perwujudan nyata pada
sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara bukan sesuatu sikap yang bijaksana namun
hendaknya diimbangi dengan langkah-langkah konkret sebagai sebuah bentuk nyata sebagai
bangsa bahari.
2.2.2

Perdagangan Bahari Gaya Sriwijaya

Sriwijaya adalah negeri yang kaya Walaupun sebagai sebuah negeri maritim yang
mana penduduknya berdomisili secara dominan di tepi pantai sebagai bangsa bahari, namun
Sriwijaya tidak melupakan sektor lain sebagai komoditas penting yang bisa di ekspor ke luar.
Dapat Aneka komoditas yang di ekspor Sriwijaya antara lain; kapur barus, kayu gaharu,
cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah. Barang-barang tersebut dikirim ke negerinegeri lain menggunakan kapal-kapal dagang yang dikawal oleh armada perang Sriwijaya
4

yang tangguh. Adanya korelasi positip antara kekuatan militer dengan perdagangan
(ekonomi). Keberhasilan perdagangan Sriwijaya membuat negeri itu menjadi Bandar utama
(entreport) di Asia Tenggara. Kesuksesan itu tidak didapat begitu saja, akan tetapi tidak lepas
dari usaha Sriwijaya dalam menggalang vassal-vassal nya di seluruh Asia Tenggara dan
mendapat persetujuan serta perlindungan Kaisar Cina untuk dapat berdagang dengan
Tiongkok. Dengan armadanya yang kuat, Sriwijaya mampu menguasai pelayaran antara
Tingkok dan India

dan mampu menguasai jaringan perdagangan baharinya. Sriwijaya

menyadari bahwa perdagangan (ekonomi) sangat penting untuk menguatkan negeri itu.
Konsep perdagangan yang tepat bagi negeri itu adalah konsep perdagangan bahari dengan
gaya sendiri karena Sriwijaya sejak awal menyadari bahwa letak geografisnya sangat
mendukung perdagangan dengan cara seperti itu. Posisi lintas antara Tiongkok dengan India
sangat menguntungkan negeri itu sehingga penguasaan alur pelayaran lintas itu berarti
menguasai jaringan perdagangan dan hal itu sangat menguntung. Langkah berikutnya,
Sriwijaya menjadikan negerinya sebagai bandar utama di Asia Tenggara dimana setiap kapalkapal harus singgah di negeri ini ketika melintasi alur pelayaran yang ia kuasai atau akan
ditenggelamkan oleh armada lautnya yang kuat. Adanya korelasi positip antara kekuatan
militer dengan perdagangan (ekonomi).
Disini ada dua aplikasi dalam hal ini yaitu;
(1) Pengawalan kapal-kapal dagang Sriwijaya oleh armada perangnya. Dan
(2) Tindakan tegas berupa menenggelamkan kapal-kapal dagang yang tidak singgah di
Sriwijaya sebagai Bandar Utama.
Meskipun Sriwijaya hanya menyisakan sedikit peninggalan arkeologi dan
keberadaanya sempat terlupakan dari ingatan masyarakat pendukungnya, penemuan kembali
kemaharajaan bahari ini oleh Coeds pada tahun 1920-an telah membangkitkan kesadaran
bahwa suatu bentuk persatuan politik raya, berupa kemaharajaan yang terdiri atas
persekutuan kerajaan-kerajaan bahari, pernah bangkit, tumbuh, dan berjaya pada masa lalu.

Raja yang memerintah

Prasasti, catatan pengiriman


Tahun

Nama Raja

Ibukota

utusan ke Tiongkok serta


peristiwa
Catatan perjalanan I Tsing
pada tahun 671-685,
Penaklukan Malayu,

671

Srivijaya

penaklukan Jawa

Shih-li-fo-shih

Prasasti Kedukan Bukit

Dapunta Hyang atau


Sri Jayanasa

(683), Talang Tuo (684),


Kota Kapur (686), Karang
Brahi dan Palas Pasemah
Sri Indrawarman
702

728

Sriwijaya
Utusan ke Tiongkok 702-

Shih-li-t-'o-pa-mo

Shih-li-fo-shih

Rudra Vikraman

Sriwijaya

Lieou-t'eng-wei-kong

Shih-li-fo-shih

716, 724

Utusan ke Tiongkok 728-742

743-

Belum ada berita pada

774

periode ini
Prasasti Ligor B tahun 775 di

775

Sri Maharaja

Nakhon Si Thammarat,

Sriwijaya

selatan Thailand dan


menaklukkan Kamboja

Pindah ke Jawa

Wangsa Sailendra

(Jawa Tengah atau mengantikan Wangsa


Yogyakarta)

Sanjaya
Prasasti Kelurak 782 di
sebelah utara kompleks

778

Dharanindra atau
Rakai Panangkaran

Candi Prambanan
Jawa
Prasasti Kalasan tahun 778 di
Candi Kalasan

Prasasti, catatan pengiriman


Tahun

Nama Raja

Ibukota

utusan ke Tiongkok serta


peristiwa

782

Samaragrawira atau
Rakai Warak

Prasasti Nalanda dan prasasti

Jawa

Mantyasih tahun 907


Prasasti Karang Tengah
tahun 824,

792

Samaratungga atau
Rakai Garung

Jawa

825 menyelesaikan
pembangunan candi
Borobudur
Kebangkitan Wangsa

840

Sanjaya, Rakai Pikatan


Kehilangan kekuasaan di
Jawa, dan kembali ke
Suwarnadwipa

856

Balaputradewa

Suwarnadwipa
Prasasti Nalanda tahun 860,
India

861-

Belum ada berita pada

959

periode ini
Sri Udayaditya
Warmadewa

960
Se-li-hou-ta-hia-li-tan

Sriwijaya
Utusan ke Tiongkok 960, &
San-fo-ts'i

962
Utusan ke Tiongkok 980 &

980

983: dengan raja, Hie-tche


(Haji)

988

Sri Cudamani

Sriwijaya

990 Jawa menyerang

Warmadewa

Sriwijaya, Catatan Atia,


Malayagiri

Se-li-chu-la-wu-ni-fu-

(Suwarnadwipa)

Utusan ke Tiongkok 988-

ma-tian-hwa

San-fo-ts'i

992-1003,

Prasasti, catatan pengiriman


Tahun

Nama Raja

Ibukota

utusan ke Tiongkok serta


peristiwa
pembangunan candi untuk
kaisar Cina yang diberi nama
cheng tien wan shou

Sri MaraVijayottunggawarman
1008
Se-li-ma-la-pi

San-fo-ts'i
Prasasti Leiden & utusan ke
Kataha

Tiongkok 1008
Utusan San-fo-ts'i ke
Tiongkok 1017: dengan raja,
Ha-ch'i-su-wa-ch'a-p'u

1017

(Haji Sumatrabhumi (?));


gelar haji biasanya untuk raja
bawahan
Diserang oleh Rajendra
Chola I dan menjadi tawanan

Sriwijaya
1025

SangramaVijayottunggawarman

Prasasti Tanjore bertarikh

Kadaram

1030 pada candi Rajaraja,


Tanjore, India
Dibawah Dinasti Chola dari

1030

Koromandel
Utusan San-fo-ts'i dengan
raja Kulothunga Chola I (Tihua-ka-lo) ke Tiongkok 1079

1079

membantu memperbaiki
candi Tien Ching di Kuang
Cho (dekat Kanton)

1082

Utusan San-fo-ts'i dari Kienpi (Jambi) ke Tiongkok 1082


8

Prasasti, catatan pengiriman


Tahun

Nama Raja

Ibukota

utusan ke Tiongkok serta


peristiwa
dan 1088

1089-

Belum ada berita

1177

Laporan Chou-Ju-Kua dalam


1178

buku Chu-fan-chi berisi


daftar koloni San-fo-ts'i
Dibawah Dinasti Mauli,

Srimat Trailokyaraja
1183

Maulibhusana

Dharmasraya

Warmadewa

Kerajaan Melayu, Prasasti


Grahi tahun 1183 di selatan
Thailand

2.3 Bukti-Bukti Maritim Pada masa kejayaan kerajaan Majapahit


Satu lagi kerajaan yang tidak bisa lepas dari sejarah Indonesia. Bahkan dunia yaitu
Majapahit. Sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari
sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang didaerah
Mojokerto, Jawa Timur. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Nararya Sanggramawijaya pada
tahun 1293 M. Sanggramawijaya adalah cucu Narasinghamurti, anak Dyah Lembu Tal dan
menantu raja Kertanegara. Beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Kerajaan ini
mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang
luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350
hingga 1389. mencatat wilayah yang disatukan Majapahit meliputi Nusantara, Desantara
Indocina, dan Dwipantara Cina dan India. Perluasan wilayah ini dicapai berkat politik
ekspansi yang dilakukan oleh Patih Mangkubumi Gadjah Mada. Pada masa inilah Kerajaan
Majapahit mencapai puncak kejayaannya.
2.3.1 Sistim Pemerintahan kerajaan Majapahit
9

Pemerintahan Majapahit adalah sebuah struktur pemerintahan yang sudah terorganisir


dengan baik dan tertata dengan konsep yang jelas-jelas sudah direncanakan sejak awal. Dapat
dikatakan bahwa Majapahit banyak belajar dari kerajaan terdahulu-terutama Singasaribagaimana konsep pemerintahan yang akan dilaksanakan. Ada pun masalah administrasi
pemerintahan Majapahit dikuasakan kepada lima pembesar yang disebut Sang Panca ri
Wilwatika. Mereka adalah: Patih Amangkubumi, Demung, Kanuruhan, Rangga, dan
Tumenggung. Mereka inilah yang banyak dikunjungi oleh para pembesar negara bawahan
dan negara daerah untuk urusan pemerintahan. Apa yang direncanakan di pusat, dilaksanakan
di daerah oleh pembesar bersangkutan. Dapat dikatakan ada keseragaman tindakan antara
yang dilakukan oleh pusat pemerintahan dengan yang dilakukan oleh daerah, sehingga
perencanaan dilaksanakan secara organisir dan sampai ke bawah.
Betapa luas wilayah Majapahit sehingga Eksistensi Majapahit sangat disegani
diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok
China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.

2.3.2 Kerajaan Maritim Yang Menguasai Lautan


Majapahit adalah sebuah kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Itu bukan tanpa
bukti. Secara nalar saja; tidak akan mungkin misi perluasan wilayah oleh angkatan perangnya
dilakukan hanya melalui jalan darat! Tentu saja ekspedisi militer dalam jumlah besar itu
dilakukan dengan menggunakan angkatan laut yang besar. Dalam Pujasastra dikenal seorang
pelaut ulung, yang merupakan tangan kanan Sang Mahapatih Gajah Mada di dalam tugas
mempersatukan kepulauan-kepulauan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Konon
rahasia kekuatan armada angkatan laut Kerajaan Majapahit sejak jaman Gajah Mada yaitu
terletak pada kharisma pimpinan angkatan laut, dia adalah Senopati Sarwajala Mpu Nala,
(dapat disetarakan dengan Panglima atau Kepala Staf Angkatan Laut dengan pangkat
Laksamana Muda atau Laksamana Madya Laut).
Di bawah kendali Senopati Sarwajala Mpu Nala, kapal-kapal perang Kerajaan
Majapahit mampu menaklukkan satu demi satu pulau-pulau dan negara-negara di kawasan
Nusantara dalam rangka mempersatukan Nusantara, dan semua itu dilakukan untuk
meninggikan kedaulatan Majapahit demi terlaksananya Ikrar Sakti Sumpah Palapa.
10

Majapahit bukan sekedar sebuah kerajaan yang besar dengan konsep ke-maritim-an
sebagai ujung tombak penguasaan wilayahnya. Bila sekedar itu-sudah banyak kerajaan
maritim yang berdiri sebelumnya. Coba lihat; Ketangguhan maritim kita ditunjukkan oleh
Singasari di bawah pemerintahan Kertanegara pada abad ke-13. Dengan kekuatan armada
laut yang tidak ada tandingannya, pada tahun 1275 Kertanegara mengirimkan ekspedisi
bahari ke Kerajaan Melayu dan Campa untuk menjalin persahabatan agar bersama-sama
dapat menghambat gerak maju Kerajaan Mongol ke Asia Tenggara. Tahun 1284, ia
menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut ke timur. Coba simak kebesaran Sriwijaya (683-1030
M); Kedatuan ini telah mendasarkan politik kerajaannya pada penguasaan alur pelayaran dan
jalur perdagangan serta menguasai wilayah-wilayah strategis yang digunakan sebagai
pangkalan kekuatan lautnya
Majapahit bukan sekedar sebuah kerajaan yang besar dengan konsep ke-maritim-an
sebagai ujung tombak penguasaan wilayahnya. Bila sekedar itu-sudah banyak kerajaan
maritim yang berdiri sebelumnya. Coba lihat; Ketangguhan maritim kita ditunjukkan oleh
Singasari di bawah pemerintahan Kertanegara pada abad ke-13. Dengan kekuatan armada
laut yang tidak ada tandingannya, pada tahun 1275 Kertanegara mengirimkan ekspedisi
bahari ke Kerajaan Melayu dan Campa untuk menjalin persahabatan agar bersama-sama
dapat menghambat gerak maju Kerajaan Mongol ke Asia Tenggara. Tahun 1284, ia
menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut ke timur. Coba simak kebesaran Sriwijaya (683-1030
M); Kedatuan ini telah mendasarkan politik kerajaannya pada penguasaan alur pelayaran dan
jalur perdagangan serta menguasai wilayah-wilayah strategis yang digunakan sebagai
pangkalan kekuatan lautnya

11

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bertolak dari bukti prasejarah nusantara itu memberikan indikasi bahwa nenek
moyang bangsa Nusantara adalah asli pelaut dan pengembara, dan sejak ribuan tahun
sebelum Masehi sudah mampu menghadapigelombang besar melewati samudera
Pasifik dan samudera Hindia. Kenyataan sejarah ini memperlihatkan bahwa bangsa
nusantara adalah pelaut-pelaut ulung yang jejak kebudayaannya masih dapat diikuti
sampai sekarang.Pada jaman Hindu-Budha mulai menyebar kebudayaannya di
kepulauan Nusantara,kerajaan-kerajaan di nusantarapun melakukan kegiatan maritim
aktif, baik intra insularataupun ekstra insular, hingga ke India dan Cina. Kepulauan
Nusantara waktu itumerupakan wilayah yang kaya dengan komoditas perdagangan, dan
geoposisi wilayahnusantara merupakan posisi silang dimana terdapat jaringan
komunikasi dan transportasimaritim (misalnya rute Cina -Taruma -India), ditandai
dengan ditemukannya artefak Cinadan India di Situs Batu Jaya Karawang. Salah satu
kerajaan Budha yang berada dikepulauan nusantara yaitu Kerajaan Sriwijaya berjaya
berdasarkan visi kemaritimannyayang menguasai jaringan transportasi dagang, jaringan
komoditas dan jaringan pelabuhanterutama di sekitar Selat Malaka.
3.2 Saran
Seharusnya kemaritiman/kelautan di indonesia harus menjadi pertimbangan
dalam menetapkan kebijakan-kebijakan kemaritiman karena bukti prasejarah itu
berindikasi bahwa nenek moyang bangsa Nusantara adalah asli pelaut. Kenyataan
12

sejarah ini memperlihatkan bahwa bangsa indonesia adalah pelaut-pelaut ulung yang
jeja kebudayaannya masih dapat diikuti sampai sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.facebook.com/permalink.php?
id=210187695709245&story_fbid=449853358409343

http://www.kumpulansejarah.com/2012/11/sejarah-kerajaan-sriwijaya.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit

http://msmunir.batan.go.id/sejarah_kediri/majapahit.html

13