Anda di halaman 1dari 16

Injeksi pada Wadah dan Tutup

Yusri Effendi

OUTLINE PERSENTASE
Pengertian

Pembagian wadah untuk injeksi


Syarat Wadah
Tutup Karet
Cara pembuatan obat suntik

Pengertian
Wadah adalah kemasan yang bersentuhan langsung dengan isi.
wadah adalah salah satu komponenyang penting untuk sediaan
farmasi, karena ketidaksesuaian wadah akan mempengaruhi obat
secara keseluruhan termasuk kestabilan dan efek terapi obat.

Pengemasdiartikan sebagai wadah, tutup, dan selubung


sebelahluar, artinya keseluruhan bahan kemas, dengannya
obat ditransportasikan dan/atau disimpan.

Pembagian wadah untuk injeksi


1.
Wadah
dosis
tunggal (single dose)
Wadah dosis tunggal, adalah suatu
wadah yang kedap udara yang
mempertahankan jumlah obat steril
yang
dimaksudkan
untuk
pemberianparenteral sebagai dosis
tunggal dan yang bila dibuka tidak
dapat ditutup rapat kembali yang
dengan jaminan tetap steril. Atau
wadah untuk sekali pakai. Contoh:
ampul.

Ampul

Pembagian wadah untuk injeksi


2. Wadah dosisi Ganda
( multiple dose)
wadah untuk beberapa kali penyuntikan,
umumnya ditutup dengan karet dan
alumunium, misalnya vial ( flakon ) , botol

Syarat Wadah
1. Wadah dari Kaca
Syarat wadah kaca untuk injeksi :
1.Tidak boleh bereaksi dengan bahan obat
2.Tidak boleh mempengaruhi khasiat obat
3.Tidak boleh memberikan partikel kecil kedalam larutan injeksi
4. Harus dapat memungkinkan pemeriksaan isinya dengan mudah
5.Dapat ditutup kedap dengan cara yang cocok
6.Memenuhi syarat uji wadah kaca untuk injeksi

Syarat Wadah
1. Wadah dari Kaca
Keuntungan wadah dari kaca: inert, kedap udara, dibuat
dari bahan yang relatif murah, tidak mudah terbakar,
bentuknya tetap, mudah diisi, mudah ditutup, dapat dikemas
menggunakanpackaging line, mudah disterilisasi, mudah
dibersihkan dan dapat digunakan kembali.
Kekurangan kaca sebagai wadah untuk menyimpan sediaan
semisolid dibandingkan dengan logam dan plastik adalah lebih
rapuh (mudah pecah) dan lebih berat untuk pengiriman.
Kemasan untuk konsumen yang terbuat dari gelas bukan
merupakan wadah yang paling higienis karena wadah akan
sering dibuka berulang ulang oleh konsumen, dimana
tangannya tidakselalu bersih.
.

Syarat Wadah
2. Wadah dari Plastik
Syarat bahan sintetis yang digunakan secara farmasetik, yaitu :
1. Material plastik harus sedemikian tebal, sehingga lintasan untuk
mikroorganisme tidak dimungkinkan, dan sebaiknya tidak permeabel untuk
uap dan gas.
2. Harus dapat disterilkan; jika mungkin dalam keadaan kosong maupun terisi.
3. Tidak boleh membebaskan bahan asing kedalam kandungannya (absorbsi,
absorbsi). Komponen toksis atau komponen lain dari bahan sintetis yang
dapat bermigrasi kedalam kandungan harus serendah mungkin, sehingga
tidak bersifat merusak.
4. Tidak boleh menimbulkan perubahan konsentrasi. Yang mempengaruhi efek
terapetik dari preparat.
5. Bahan sintetis untuk wadah larutan injeksi, mengingat kontrol pengamatan
yang dilakukan.harus memiliki transparansi yang baik.
6. Bahan sintetis, tergantung tujuan penggunaannya harus mempunyai
elastisitas yang memuaskan. Kekompakan tekan atau mantap terhadap
koyakan dan penuaan.

Syarat Wadah
2. Wadah dari Plastik

Keuntungan : netral secara kimiawi, tidak mudah


pecah dan tidak terlalu berat hingga mudah diangkut,
tidak diperlukan penutup karet

Kerugian : dapat ditembus uap air hingga kalau disimpan


akan kehilangan air, juga dapat ditembus gas CO2.

Tutup Karet

Tutup karet Digunakan pada wadah dosis ganda yang terbuat


dari gelas / kaca. Tutup karet dibuat dari karet sintetis atau
bahan lain yang cocok. Untuk injeksi minyak , tutup harus
dibuat dari bahan yang tahan minyak atau dilapisi bahan
pelindung yang cocok

Tutup karet

Tutup Karet

Syarat tutup karet yang baik adalah bila direbus


dalam otoklaf, maka :
a. Karet tidak lengket / lekat, dan jika ditusuk
dengan
jarum
suntik,
tidak
melepaskan
pecahannya serta segera tertutup kembali setelah
jarum suntik dicabut.
b. Setelah dingin tidak boleh keruh.
c. Uapnya tidak menghitamkan kertas timbal asetat (
Pb-asetat ).

Tutup Karet
Cara Sterilisasi
Masukkan tutup karet ke dalam labu berisi larutan
bakterisida, tutup, sterilkan dengan cara sterilisasi A,
biarkan selama tidak kurang dari 7 hari. Bakterisida yang
digunakan harus sama dengan bakterisida yang digunakan
dalam obat suntiknya dengan kadar 2 kalinya dengan
volume untuk tiap 1 gram karet dibutuhkan 2 ml. Tutup
karet yang mengandung Na-pirosulfit, sebelum dipakai
harus direndam dalam larutan bakterisida yang
mengandung Na-pirosulfit 0,1 % selama tidak kurang dari
48 jam.

Cara Pembuatan Obat Suntik

Cara Pembuatan Obat Suntik


Syarat Obat Suntik

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Steril
Jernih
Bebas pirogen
Tidak iritasi atau sakit pada waktu penyutikan
Sedapat mungkin isotonis dan isohidris, tapi tidak boleh
hipotonis
Stabil pada penyimpanan
Tidak boleh mengandung zat warna
Dikemas dalam wadah khusus yang berkualitas, kedap udara
& spesifik