Anda di halaman 1dari 28

PEMBUATAN SEL FOTOELEKTROKIMIA PADAT

DENGAN STRUKTUR ITO/CdS/KITOSAN/ITO


HAQQI GUSRA
G74070065

PEMBIMBING:
Dr. Akhiruddin Maddu, M.Si
Drs. M. Nur Indro, M.Sc

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
METODOLOGI
HASIL & PEMBAHASAN
SIMPULAN & SARAN

Latar Belakang

Tujuan
Membuat sel fotoelektrokimia
ITO/CdS/Kitosan/ITO untuk aplikasi
konversi energi cahaya menjadi energi
listrik

Rumusan Masalah
1.

Apakah peningkatan konsentrasi elektrolit dari 0,1/0,01 M hingga


0,5/0,05 M pada gel kitosan dapat meningkatkan nilai I-V pada sel
surya fotoelektrokimia?

2.

Apakah sel fotoelektrokimia padat dengan struktur


ITO/CdS/Kitosan/ITO dapat menghasilkan nilai efisiensi tinggi

Hipotesa
Pada sel surya fotoelektrokimia, variasi komposisi KI dan I 2 di dalam larutan
elektrolit dengan kitosan menghasilkan karakteristik I-V yang
bervariasi.
Efisiensi sel fotoelektrokimia dapat ditingkatkan dengan meningkatkan
konsentrasi elektrolit pada polimer kitosan.

SEMIKONDUKTOR

Konduktivitas
listrik di antara
isolator dan
konduktor

Celah energi
0,2 2,5 eV

Resistivitas
10-5 105 m
Terbagi menjadi:
intrinsik dan
ektrinsik

Cadmium Sulfida (CdS)

Berwarna
kuning terang
Bahan
semikonduktor
dari senyawa
golongan II
dan VI

Semikonduktor
tipe-n

Struktur kristal:
kubik dan
hexagonal

ELEKTROLIT POLIMER PADAT

Bahan padat yang memiliki kemampuan


menghantarkan arus listrik dengan cara
pergerakan ion
polimer dan garam pasangan redoks7,8

KITOSAN

Mengandung gugus amina, hidroksil, karboksil


Bentuk: padatan amorf.
Sifat: dapat larut dalam asam organik, mudah terdegradasi,
tidak beracun
Penyumbang sifat elektrolit kation9

SEL SURYA FOTOELEKTROKIMIA

Sistem yang bekerja pada proses konversi energi


melalui persambungan semikonduktor-elektrolit1

Waktu &
Tempat

Alat-alat

Bahan

Waktu : Oktober 2011 oktober 2012


Tempat : Lab Biofisika dan Lab. Fisika Modern

Hotplate, magnetic stirrer, gelas kimia, neraca analitik,


multimeter, potensiometer 100 k & 500 k, sensor
tegangan, UV-Vis Spektrofotometer, lampu tungsten,
penjepit, LCR meter, X-Ray Diffractometer, kabel.

Kaca ITO, CdCl2, CN2H4S, TEA, NH4OH, Kitosan,


CH3COOH 1%, KI, I2, PEG, Aquades, selotip,

Pembuatan Elektrolit Polimer Kitosan

Uji LCR-meter

Pembuatan dan Karakterisasi Film CdS

Pembuatan dan Karakterisasi Sel PEC Padat

Pengujian I-V pada variasi susunan rangkaian Sel PEC

R1

R2

R3

Hasil Deposisi CdS


Berupa lapisan yang terbentuk
di atas ITO
Larutan koloid CdS berwarna
kuning-orange
Luasan film yang dihasilkan
(1,5 x 1) cm2
(1,75 x 1) cm2

Hasil XRD Film CdS


160

ITO
CdS

140
120
100
80

Intensitas (Arb.units)
60
40
20
0
15

35

55

2(derajat)

75

2CdS
Literatu
Sampel
r
24,88
24,929
28,48
28,328
36,18
36,821
43,86
43,905
52,92
53,077

hkl
100
101
102
110
201

Kurva Serapan Film CdS


Daerah serapan 300500 nm
Nilai celah energi sebesar
2,449 eV

1.5

Absorbansi (a.u)
0.5

0
300

400

500

600

700

Wavelength (nm)

800

900

1000

Konduktivitas Gel Kitosan

Karakteristik Fotovoltaik Sel


PEC

Respon Dinamik Sel PEC


0.35

S1
S2

0.3

S3
0.25
voltage (V)
0.2
0.15
0.1
0.05
0
0

20

40

60
time (s)

80

100

Kurva I-V pada konsentrasi gel polimer


berbeda
0.6

Parameter

0.4

0.3

Arus (A)
0.2

0.1

0
0

S0

S5

Pin (W)

3301

4147

Imax (A)

0,35

Vmax (mV)

40

163

Pmax (W)

0,014

0,489

Isc (A)

0,61

5,9

Voc (mV)

47,8

225

Fill Factor

0,480142

0,368361

Efisiensi (%)

0,0004241

0,011791

KI 0,5 M+ I2 0,05
M

0.5

10

20

30

Tegangan (mV)

40

50

60

Sampel

Kurva I-V pada intensitas berbeda


2.5

Parameter

Cahaya Matahari
Polynomial (Cahaya
Matahari)

Lampu Tungsten
(Ruang tertutup)

Cahaya
Matahari

Pin (W)

1074

4147

Imax (A)

1,06

Vmax (mV)

59,1

163

Pmax (W)

0,06265

0,489

Isc (A)

1,93

5,9

Voc (mV)

89,7

225

Fill Factor

0,361862

0,368361

Efisiensi (%)

0,0058287

0,011791

Sumber Cahaya

1.5

Arus (A)
1

0.5

Sampel S5

0
0

10

20

30

40

50

60

Tegangan (mV)

70

80

90

100

Kurva I-V pada rangkaian berbeda


3.5

Parameter

R1

Rangkaian Uji (4 sel)


R1

R2

R3

Pin (W)

6560,8

6815

6455,8

Imax (A)

2,21

0,66

Vmax (mV)

782

189

380

Pmax (W)

0,782

0,418

0,251

Isc (A)

1,58

3,21

2,31

Voc (mV)

1089

404

450

Fill Factor

0,45449

0,32208

0,24127

Efisiensi (%)

0,011919

0,006129

0,003885

R2

2.5

R3

Arus (A)
1.5

0.5

0
0

0.2

0.4

0.6

Tegangan (volt)

0.8

1.2

Kesimpulan

Deposisi CdS dengan metode CBD pada suhu 70 oC selama 2 jam


menghasilkan lapisan kuning diatas substrat ITO dan koloid CdS
pada larutan bath.
Daerah serapan optik CdS pada rentang 300-500 nm dengan Eg =
2,449 eV.
Konduktivitas elektrolit polimer meningkat saat konsentrasi elektrolit
meningkat, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi KI/I 2 0,5/0,05 M.
Peningkatan konsentrasi elektrolit dapat meningkatkan karakteristik
keluaran I-V pada sel PEC.
Perbedaan intensitas penyinaran menghasilkan keluaran I-V yang
berbeda pula
Tegangan keluaran meningkat ketika sel PEC dirangkai secara seri,
sedangkan arus meningkat saat sel disusun secara paralel. Efisiensi
tertinggi diperoleh pada sel PEC yang disusun secara seri

Saran
Untuk mencapai sel yang lebih optimal pada semikonduktor
tipe-n, disarankan untuk mencoba menggunakan variasi
konsentrasi I2 yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi
KI.
Tidak terkontrolnya kebocoran polimer saat pelapisan
mempengaruhi karakteristik persambungan sel, maka perlu
dilakukan teknik lainnya untuk mencegah hal tersebut.

Daftar Pustaka
1.

2.
3.

4.
5.

6.

7.
8.
9.

Hutauruk, P. T. P. (2000). Efek Fotovoltaik Lapisan Tipis CdS (Cadmium Sulfide) pada Sistem
Sel Surya Fotoelektrokimia. [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Institut Pertanian Bogor
Wenas, W. W. Teknologi Sel Surya: Perkembangan Dewasa Ini dan yang Akan Datang. 1994.
Web. 25 November 2010. <http://www.energi.lipi.go.id>
Strandwitz, N. C., J. Good, J. & Lewis, N. S. Photoelectrochemistry of Semiconductors.
Electrochemistry Encyclopedia. November 2011. Web. 23 Februari 2012. <
http://electrochem.cwru.edu/encycl/art-p06-photoel.htm>
Anonim. 2010. Web. 20 Juli 2011. <http://repository.upi.edu/operator/
upload/s_d515_043461_chapter2.pdf>
Restuanita, D.P. (2004). Pembuatan dan Karakterisasi Prototipe Sel Surya Nanokristal TiO 2
Tersensitisasi Dye Menggunakan CuI Sebagai Elektrolit (TiO 2/Dye/CuI) [skripsi]. Bogor:
Departemen Fisika, Institut Pertanian Bogor
Singh, P. K. et al. Present status of solid state photoelectrochemical solar cells and dye
sensitized solar cells using PEO-based polymer electrolytes. Natural Science. 8 April 2011.
Web. 23 Februari 2012. <http://iopscience.iop.org/2043-6262>
Lestari, S. I. (2006). Sintesis dan Optimalisasi Gel Kitosan-Gom Guar [skripsi]. Bogor:
Departemen Kimia, Institut Pertanian Bogor
Yani, S. (2011). Efek Fotovoltaik pada Persambungan CdS/P3HT-Kitosan [tesis]. Bogor:
Sekolah Pascasarjana Boifisika. Institut Pertanian Bogor
Rio, S. R. & Iida, M. (1999). Fisika dan Teknologi Semikonduktor. Jakarta: Pradnya Paramita

Terima Kasih

e-

Ie-

I 3-