Anda di halaman 1dari 59

PEMBAHASAN 1

DISTILASI
Oleh Kelompok 10
Alifah Ismawaty (1206212382)
Jason Jonathan (1206238904)
Osvaldo Sahat (1206247796)
Wendi Anata (1206240631)

Tipe Kolom Distilasi

Jenis Kolom berdasarkan Proses Destilasi


Feed(umpan)
dimasukan dalam
sekali proses
kemudian produk
destilasi(destilat) dan
residu dikeluarkan
setelah proses selesai

Batch Column

Continous Column

Skema Proses
Destilasi

Feed(umpan)
dimasukkan ke dalam
kolom destilasi secara
terus menerus
bersamaan dengan
keluarnya
produk(destilat dan
residu)

Peralatan dan Operasi


Destilasi

Peralatan Distilasi

Ilustrasi Unit Destilasi

Peralatan Distilasi

Kolom Destilasi
Kolom destilasi merupakan sebuah
menara tinggi dimana dipasang sejumlah
tray (batch) atau packed (kontinyu).
dalam kolom itu terjadi pemisahan
antara destilat dan produk dasar
karena perbedaan titik didih kedua
komponen umpan.

Reboiler
Reboiler digunakan untuk memanaskan cairan yang
mengalir keluar dari dasar kolom dan
menguapkanya. Pemanasan akan menghasilkan
uap yang cukup untuk pemisahan. Suatu penukar
panas vertical jenis rongga dan tabung (shell and
tube) dengan perangkai tabung tetap (fixed
tubesheet) digunakan sebagai reboiler. Sebagai
medium pemanas biasanya digunakan uap air.

Peralatan Distilasi

Overhead condensor
Overhead condenser adalah alat penukar panas
untuk mendinginkan dan mengembunkan uap yang
keluar dari puncak kolom. Untuk overhead condenser
sering digunakan penukar panas jenis rongga dan
tabung (shell and tube) untuk medium pendingin
dapat digunakan refrigerant atau air karena biaya
lebih murah , biasanya air pendingin sering
digunakan.

Reflux drum
Reflux drum merupakan pencampur, dikatakan
reflux karena setelah itu dikembalikan lagi ke
kolom destilasi, dan sisanya di kirim ke tangki
produk. Pompa yang digunakan untuk
pengembalian disebut reflux pum (pompa
refflux).

Operasi Distilasi
1. Distilasi kontinyu
Pada proses distilasi secara kontinyu dikenal dengan istilah bagian rectifying dan bagian stripping.
Bagian rectifying adalah proses bagian atas setelah gas keluar dari column distilasi dan bagian

stripping adalah proses bagian bawah setelah cairan keluar dari column distilasi.
Prinsip Kerja

a.
b.

cairan campuran diumpankan ke dalam menara kolom

cairan yang tidak berubah menjadi uap menuju ke bawah akibat gaya gravitasi, sedangkan cairan yang
menjadi uap bergerak ke atas

Operasi Distilasi
c.

cairan yang ke bawah selanjutnya keluar column menuju reboiler. Hasil reboiler yang berupa gas
dikembalikan lagi ke dalam column dan yang yang bukan gas mengalir keluar menjadi produk

Untuk gas hasil distilasi selanjutnya dikondensasikan menjadi cairan yang disebut dengan produk

d.

distilasi

Sedangkan gas yang tidak terkondensasi selanjutnya dikembalikan ke dalam column distilasi untuk

e.

diproses kembali

Operasi Distilasi
2. Destilasi Batch
Bagian stripping di destilasi kontinyu dihilangkan pada proses distilasi batch. Pada bagian ini diganti
dengan aliran umpan menuju column pada distilasi batch. Selain itu pada bagian retrifying output
produk di distilasi kontinyu hanya satu, sedangkan pada distilasi batch ada 2 produk dan 1 produk
intermediet. Pada operasi ini, umpan dimasukkan hanya pada awal operasi, sedangkan produknya
dikeluarkan secara kontinu

Prinsip kerja

Operasi Distilasi
Prinsip Kerja Destilasi Batch
umpan masuk melalui bawah column. Setelah itu dipanaskan &
menghasilkan gas yang akan naik keatas column.

Cairan yang tidak menguap akan tetap dibawah sampai


pemanasan selesai.

Gas hasil pemanasan akan keluar dari column lalu


dikondensasikan menjadi cairan yang diinginkan, sedangkan gas
yang tidak dapat terkondensai akan dikembalikan ke column

Untuk hasil distilasi pertama dapat didistilasi kembali agar mendapatkan produk dengan
kemurnian yang lebih tinggi dari produk sebelumnya.

Internal Kolom

Internal Kolom

Internal Kolom/Menara
merupakan
Tray Vs Packed
Bed peralatan
yang paling penting dalam proses destilasi

TRAY
atau
PACKED BED
Maksud Separasi ?

Tray/Piringan
Packed Bed/Unggun
Ia tidak mudah diakses ketika proses sudah
berjalan,
tidak mudah dipindah,
dan jikam3/m2-h
internal
Laju Alir
>50 m3/m2-h
Laju Alir<50
Packed
kolom mengalami malfungsi, maka seluruhBed/Unggun
proses
yang terjadi bisa gagal/tidak efisien
Tray/Piringan
Dalam membangun menara destilasi, kita bisa
memilih internal kolom apa yang digunakan
dengan pertimbangan:

Tray
tower
merupakan
bejanaLaju
vertikal
dimana
cairan
dan
gas
Packed
Bed
tower merupakan
bejana
vertikal
dimana
cairan
Alir
Uap-Cair
dikontakkan
melalui plate-plate
yang disebut pada
sebagai
tray.
dan gas dikontakkan
melalui lubang-lubang
unggun.

Sifat Fisika dan Kimia zat yang melalui menara


Foto kolom destilasi pada industri

TRAY

Downcomer
Downflow
Bubble Entrainment
Cup Cap
Traygas
/ Plate
Tray tower merupakan bejana vertikal dimana cairan dan
Tray
Slot
dikontakkan melalui plate-plate yang disebut
sebagai tray.
Exhausting / Stripping
Baffle
Weir
Valve
Cross Flow
Sectional construction
Trayuntuk memperbesar
Fungsi dari penggunaan tray adalah
kontak antara
Downcomers
cairan dan gas sehingga komponen dapat dipisahkan sesuai dengan
rapat jenisnya, dalam bentuk gas atau cairan.

Weep
Point
Sebuah tutup
bergelembung
memiliki
Tray
spacing
cerobong
dipasang
di atas
setiapoleh
lubang,
Dalam katup
nampan,
perforasi
ditutupi
topi liftable. Uap
Perforated
Area
Sieve
dan
topi yang topi,
menutupnya.
Gelembung
mengalir
mengangkat
sehingga
menciptakan
area aliran
Karena
efisiensi
sieveCalming
dan valve
tray,
jangkauan
operasional
Zone
Nampan
saringan
hanya
pelat
logam
dengan
lubang
di
melewati
cap yang
terpasang
sehingga
ada
untuk
bagian
uap.
Tutup
mengangkat
mengarahkan
uap
Tray
yang
luas,
kemudahan
pemeliharaan
dan
biaya cairan
faktor,disaringan
Reverse
Flow
Uap
melewati
lurus
ke
atas
melalui
piring.
Jumlah tahapan atau tray dalamdalamnya.
suatu
kolom
tergantung
pada
tingginya
ruang
antara
riser
dan
topi
untuk
mengalir
secara
horizontal
ke
dalam
cairan,
sehingga
dan katup
nampan
telahlubang
menggantikan
sekali sangat
kesulitan pemisahan zat yang akan
dilakukan
dan
juga ukuran
ditentukan
Susunan,
jumlah
dan
adalah
parameter
desain.
memungkinkan
bagian
uap.
Uap
naik
memberikan
pencampuran
yang
lebih
baik
daripada
yang
memikirkan
cap gelembung nampan di banyak aplikasi.
berdasarkan perhitungan neraca massa
dan kesetimbangan.
Bubble Cap Tray
melaluimungkin
cerobong
dan diarahkan
ke bawah
dalam
saringan nampan.
Bagian-Bagian Tray dengan tutup

Packed Bed
Packed Bed tower merupakan bejana vertikal dimana cairan dan gas dikontakkan melalui lubanglubang pada unggun.

Sebuah kolom tray menghadapi masalah de-bottlenecked,


dengan mengganti bagian nampan dengan packed. Hal ini
karena:

packed menyediakan daerah daerah kontak ekstra


untuk kontak-uap cair
efisiensi pemisahan meningkat untuk tinggi kolom yang
sama
Packed column lebih pendek dari kolom tray sehingga
lebih
efisien
Potongan-potongan berbentuk aneh yang
seharusnya
untuk memberikan baik kontak uap-cair ketika
Ada kecenderungan yang jelas untuk meningkatkan pemisahan dengan menambah penggunaan
nampan dengan penambahan kemasan. Kemasan adalah perangkat pasif yang dirancang untuk
meningkatkan luas antarmuka kontak uap-cair.

jenis tertentu ditempatkan bersama-sama dalam jumlah, tanpa menyebabkan tekanan berlebihandrop di bagian dikemas. Hal ini penting karena penurunan tekanan tinggi akan berarti bahwa lebih
banyak energi yang diperlukan untuk mendorong uap sampai kolom distilasi.

Unstructured Bed

Structured Bed

Apa yang terjadi di Internal Kolom?


Terjadi
Umpan
Uap menuju
kontak
masuk
kebagian
antara
melalui
bagian
dua
atasfasa(liquid
kolom
tengan
akibat
kolom,
dan gas),
sampai
uap
perbedaan
panas
ketinggian
akan
massa jenis,
tertenti
mendidihkan
dan melewati
dari kolom,
cairan,
lubang-dan
umpam(liquid)
sebagian
lubang pada
uaptray,
akan
dialirkan
dalam
Cairan
yang
lebih mudah
ke
terkondensasi
waktu
boiler,
bersamaan
lalu uap
bersama
panas
cairan
menguap
akan terus
dihasilkan
dengan
umpan dialirkan
cairan
yang
dengan
menuju
bagian teratas
melintasi
aliran yang
tray tray-tray yang
melalui
bersilangan(cross
ada, lalu flow)
kemudian
ditangkap olehtangki
dan dikondensasi.
Sebagian liquid kembali
di reflux ke kolom dan
sebagian sudah dapat
menjadi destilate

Weir akan menahan laju


air dan membendung
sampai ketinggian
tertentu, ketika air
melewati eir maka
proses sebelumnya
kembali terjadi dengan
liquid yang jatuh melalui
downcomer

Pengaruh Hambatan
Blowing
Coning
Dumping
Raining
Weeping
Flooding

Prinsip Distilasi

Prinsip Distilasi
Separasi komponen dari sebuah campuran dengan
teknik distilasi bergantung pada perbedaan titik didih
dari masing-masing komponen
Berdasarkan konsentrasi dari komponen yang ada,
sebuah campuran akan memiliki titik didih yang
berbeda-beda

Maka, proses distilasi bergantung juga pada


karakteristik tekanan uap dari campuran tersebut

Prinsip Distilasi
Tekanan Uap dan Titik Didih
Tekanan uap dari sebuah cairan pada suhu tertentu
adalah tekanan kesetimbangan yang diberikan oleh
molekul yang meninggalkan dan memasuki permukaan
cairan.

Prinsip Distilasi

Penambahan energi meningkatkan tekanan uap


Tekanan uap bergantung pada pendidihan

Sebuah cairan dikatakan mendidih ketika tekanan uap


nya sama dengan tekanan lingkungannya
Kemampuan cairan untuk mendidih bergantung pada
volatilitasnya
Cairan dengan tekanan uap tinggi (cairan volatil) akan
mendidih pada suhu lebih rendah
Tekanan uap dan titik didih dari campuran bergantung pada
jumlah relatif dari komponen campuran
Distilasi terjadi karena adanya perbedaan volatilitas dari
komponen pada campuran

Prinsip Distilasi
Diagram Titik Didih

Diagram titik didih


menunjukkan bagaimana
kesetimbangan komposisi
komponen pada sebuah
campuran bervariasi dengan
suhu pada tekanan tetap.

Perbedaan antara komposisi cairan dan uap


adalah dasar untuk operasi distilasi

Prinsip Distilasi
Volatilitas Relatif

Volatilitas relatif adalah


pengukuran atas perbedaan
volatilitas antara dua
komponen dan titik didihnya.
Volatilitas relatif
mengindikasikan mudah
atau sulitnya sebuah
separasi.

Volatilitas relatif komponen i terhadap


komponen j
Yi = fraksi mol komponen i di dalam uap
Xi = fraksi mol komponen I di dalam cairan

Volatilitas relatif sama Karakteristik tekanan uap sama Titik didih


sama Sulit diadakannya separasi dengan distilasi

Desain Kolom Distilasi

Metode McCabe-Thiele
Salah satu metode yang sering digunakan dalam menghitung jumlah
stage ideal untuk destilasi dua komponen (binary distillation) adalah
dengan menggunakan metode McCabe-Thiele

Metode
McCabeThiele

Tidak memerlukan
perhitungan Heat
Balance (necara
panas) untuk
menentukan jumlah
stage yang
dibutuhkan
Menggunakan asumsi
bahwa laju alir molar
baik liquid maupun
vapour atau L/V
konstant, atau dikenal
juga dengan
istilah Constant Molar
Overflow ( CMO )

Metode
Ponchon
Savarit

Memerlukan
perhitungan Heat
Balance (necara
panas) untuk
menentukan jumlah
stage yang
dibutuhkan

Menggunakan
asumsi bahwa
tidak terjadi
kehilangan kalor

Metode McCabe-Thiele
Ketentuan Notasi dalam Metode McCabe-Thiele
L adalah laju alir molar yang kembali ke kolom (ke stage pertama)

V adalah uap yang keluar dari kolom menuju ke kondenser untuk


di kondensasikan
L adalah liquid yang berasal dari kolom destilasi menuju ke
reboiler untuk diuapkan kembali,
V adalah uap yang terbentuk dari L dan masuk lagi ke kolom.
R adalah Reflux yang disediakan oleh accumulator
Untuk lebih memudahkan, bagian rectifying akan di tandai dengan
subscript n, dan bagian stripping ditandai dengan subscript m.

Tahapan Perhitungan Theoritical Stage


Dalam perhitungan theoritical stage ada beberapa
tahap yang harus dilakukan , yaitu :

Pembuatan kurva kesetimbangan uap cair (biasanya untuk


senyawa atau komponen yang lebih ringan)
Membuat garis operasi baik rectifying (enriching) maupun
stripping

Membuat garis umpan / feed (q-line), q- line ini akan


menunjukkan kualitas dari umpan itu sendiri, apakah
dalam keadaan uap jenuh, liquid jenuh dan lain lain
Membuat atau menarik garis stage yang memotong kurva
kesetimbangan yang memotong kurva kesetimbangan xy,
garis operasi rectifying dan stripping yang diawali dari XD
dan berakhir pada XB

Membuat Kurva Kesetimbangan


Dalam membuat kurva kesetimbangan xy, umumnya kurva dibuat
untuk komponen yang lebih ringan, misalkan pemisahan
komponen benzene-toluene, maka kurva yang dibuat
kesetimbangan xy adalah untuk komponen benzene.
Dengan
menggunakan
relatif volatilitas

jika dalam soal telah tersedia data kesetimbangan


xy , maka data tersebut dapat langsung digunakan ,
namun jika tidak data tersebut harus dibuat terlebih
dahulu , terdapat beberapa cara dalam membuat
kurva kesetimbangan ini :

Jika diketahui tekanan


operasi kolom ( dan
biasanya diasumsikan
tidak terjadi penurunan
tekanan dalam kolom )
maka kurva
kesetimbangan dapat
dibuat dengan rumusan:

Membuat Garis Operasi Rectifying (1)


Garis operasi rectifying dapat dijabarkan
dengan persamaan berikut:
Material balance : Vn+1 = Ln + D
Komponen A: Vn+1yn+1 = Lnxn + D xD

Persamaan
Garis

Reflux ratio: perbandingan antara reflux dengan produk


atas atau dengan uap dari plate teratas
Internal Reflux Ratio:

External Reflux Ratio:

Membuat Garis Operasi Rectifying (2)


Dimana:
Ln
= laju alir molar liquid stage ke n
Vn+1 = laju alir molar uap stage ke n+1
Xn
= fraksi liquid ke n+1 komponen ringan
XD
= fraksi destilat komponen ringan
D
= laju alir molar destilat
R
= Rasio Reflux
Garis operasi rectifying dimulai dari titik (XD,YD) atau
(XD,XD), Penomoran stage umumnya dimulai dari atas lalu
diteruskan ke bawah hingga berakhir pada reboiler sebagai stage
terakhir.

Membuat Garis Operasi Rectifying (3)

Membuat Garis Operasi Rectifying (4)

Membuat Garis Operasi Stripping (1)


Garis operasi stripping dapat dijabarkan
dengan persamaan berikut:
Material balance : Vm+1 = Lm - B
Komponen A: Vm+1ym+1 = Lmxm + B xB
Dimana :
Lm
= laju alir molar liquid stage ke m
Vm+1
= laju alir molar uap stage ke m+1
Xm
= fraksi liquid ke n+1 komponen ringan
XB
= fraksi bottom produk komponen ringan
B
= laju alir molar bottom produk

Persamaan
Garis

Jika slope Lm/Vm diketahui maka garis


operasi stripping dapat dibuat, tetapi
biasanya mudah membuat garis
operasi stripping setelah garis umpan (q
line) diketahui.

Membuat Garis Operasi Stripping (2)

Membuat Garis Umpan/Feed Plate (1)


Feed dalam keadaan dingin
Liquid pada bagian stripping:

Feed sendiri

Reflux dari bagian rectifying

Kondensat

Feed berupa liquid jenuh (pada titik didihnya)

Feed berupa campuran uap dan liquid



Feed berupa liquid: bagian dari L

Feed berupa uap: bagian dari V

Membuat Garis Umpan/Feed Plate (2)


Feed yang masuk ke kolom destilasi dapat dalam berbagai
kondisi antara lain :
Feed pada kondisi dingin , q > 1
Feed pada kondisi titik gelembung, saturated liquid, q = 1
Feed pada kondisi campuran uap cair 0 < q < 1
Feed pada kondisi titik embun, saturated vapour q = 0
Feed pada kondisi uap panas lanjut, saturated vapour q < 0

Hv = enthalpy feed pada dew point


HL = enthalpy feed pada boiling point (bubble point)
HF = enthalpy feed pada kondisi masuk kolom

Membuat Garis Umpan/Feed Plate (3)

q
XF

Dimana :
= nilai kualitas umpan
= fraksi umpan atau feed komponen ringan

Setelah semua grafik dan garis tersebut dibuat ,


kemudian jumlah theoritical stage yang dibutuhkan
dapat dibuat yaitu dimulai dari XD dan berakhir pada
XD.

Contoh Soal

Campuran 60% dan 40 % benzene toluene, ingin dipisahkan


pada tekanan 101.32 kPa, kemurnian distilat (hasil atas)
benzene diinginkan sebesar 98% dan pengotor yang diinginkan
pada bottom produk sebesar 2%, feed masuk pada kondisi
saturated liquid, digunakan total condenser dan refluks rasio
sebesar 2, maka tentukanlah jumlah stage yang dibutuhkan
serta berapa molar flowrate destilat yang dihasilkan untuk
proses pemisahan tersebut!

Penyelesaian Soal
Step 1: Material Balance
Material Balance keseluruhan
F
=D+B
100
=D+B

Komponen Benzene :
Fxf benz
= DXD benz + BXB benz
100 (0.6) = D(0.98) + B (0.02)

Substitusi
Sehingga diperoleh
D = 60.42 kmol/jam
B = 39.58 kmol/jam

Basis 100 kmol/jam

Penyelesaian Soal
Step 2. Menentukan XB, XF, dan XD

Berdasarkan soal, XB = 0.02, XF = 0.6, dan XD =


0.98. Sehingga, plot ke dalam grafik nilai yang
telah diketahui tersebut

Step 2. Menentukan Feed Line

Karena umpan atau feed masuk pada keadaan saturated


liquid, maka nilai q = 1, untuk nilai q = 1, maka garis
umpan adalah vertical.

Penyelesaian Soal
Step 4. Menentukan garis
Rectifying Line
Tentukan Intersep Y, dengan menggunakan
persamaan XD/ (R+1). Dikarenakan R = 2, maka
diperoleh intersep y = 0.33

Tarik garis ROL dari titik XD pada diagonal ke arah intersep


y, sehingga diperoleh garis rectifying line.

Penyelesaian Soal
Step 4. Menentukan garis
Rectifying Line
Tentukan Intersep Y, dengan menggunakan
persamaan XD/ (R+1). Dikarenakan R = 2, maka
diperoleh intersep y = 0.33

Tarik garis ROL dari titik XD pada diagonal ke arah intersep


y, sehingga diperoleh garis rectifying line.

Penyelesaian Soal
Step 5. Menentukan garis operasi
stripping
Tarik garis dari titik XB pada garis diagonal ke
arah titik feed point, sehingga diperoleh garis
SOL

Penyelesaian Soal
Step 6. Menentukan jumlah stage

Mulai membentuk anak tangga dari titik XD hingga


melewati atau tepat pada titik XB. Anak tangga terakhir
merupakan reboiler.

Penyelesaian Soal

Dengan mengunakan metode


McCabe-Thiele didapatkan
jumlah theoritical Stage adalah
sebanyak 13 dengan umpan
masuk pada stage ke 6,
ketelitian dari pembuatan grafik
serta garis operasi akan
mempengaruhi hasil
perhitungan stage, dengan
bantuan komputer , maka
ketelitian pembuatan stage
akan lebih baik lagi.

Contoh Soal

Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kolom Distilasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Kinerja dari kolom distilasi dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Kondisi Feed
Keadaan Feed
Komposisi Feed
Elemen yang sangat mempengaruhi Vapour-LiquidEquilibra dari campuran
Cairan internal dan kondisi aliran fluida
Keadaan tray (packing)
Kondisi cuaca

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Kondisi Feed
Keadaan campuran feed dan komposisi feed mempengaruhi garis operasi
sehingga mempengaruhi jumlah tahapan yang diperlukan untuk pelaksanaan
separasi.
Kondisi feed juga mempengaruhi lokasi dari feed tray. Selama operasi, jika
penyimpangan dari spesifikasi desain berlebihan, maka ada kemungkinan
kolom tidak lagi mampu menangani separasi yang dilakukan.
Untuk mengatasi masalah yang terkait dengan feed, sejumlah kolom
dirancang untuk memiliki beberapa titik feed saat feed diharapkan
mengandung berbagai jumlah komponen yang berbeda.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Kondisi Reflux
Rasio refluks meningkat
Gradien dari garis operasi untuk bagian
rektifikasi bergerak menuju nilai
maksimum 1
Semakin banyak cairan yang lebih
banyak mengandung komponen volatil
di daur ulang kembali ke dalam kolom
Separasi menjadi lebih baik

Semakin sedikit tray yang dibutuhkan


untuk mencapai tingkat separasi yang
sama

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Kondisi Reflux
Jika refluks menurun, garis operasi untuk bagian rektifikasi bergerak ke
arah garis kesetimbangan. Bagian antara garis kesetimbangan dan garis
operasi akan menjadi tampak lebih jelas sehingga semakin banyak tray
yang dibutuhkan. Untuk memastikan hal ini dapat digunakan metode
McCabe-Thiele.

Kondisi yang membatasi terjadi pada


perbandingan refluks minimum, ketika
sejumlah tray tak terhingga dibutuhkan untuk
mempengaruhi separasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Kondisi Aliran Uap
Kondisi aliran uap yang tidak benar dapat menyebabkan:

Foaming
Foaming adalah ekspansi cairan yang disebabkan oleh bagian uap
atau gas. Meskipun foaming menyediakan kontak interfasial uap dan
cairan yang tinggi, foaming yang berlebihan menyebabkan
penumpukan cairan pada tray. Pada beberapa kasus, foaming dapat
berakibat sangat fatal karena busa/buih nya dapat bercampur dengan
cairan pada tray di atasnya. Terjadinya foaming bergantung pada sifat
fisika dari campuran, dan terkadang bergantung pada kondisi dan
rancangan tray. Foaming menurunkan efesiensi separasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Entraintment
Entrainment adalah cairan yang dibawa oleh uap ke tray yang
lebih tinggi dan disebabkan oleh aliran uap yang sangat tinggi.
Adanya entrainment merugikan karena efisiensi dari tray
menjadi berkurang. Material dengan volatilitas yang lebih
rendah dibawa ke sebuah plat yang mengandung cairan
dengan volatilitas yang lebih tinggi. Entrainment juga bisa
mengkontaminasi kemurnian distilasi. Entrainment yang
berlebihan dapat menyebabkan flooding

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Weeping/Dumping
Fenomena ini disebabkan oleh aliran uap yang rendah.
Tekanan yang diberikan oleh uap tidak cukup untuk menahan
cairan yang ada pada tray sehingga cairan mulai bocor melalui
perforasi. Weeping yang berlebihan akan menyebabkan
dumping, yaitu peristiwa dimana seluruh cairan pada tray akan
jatuh ke bagian dasar kolom dan kolom pun harus di susun
ulang. Weeping diindikasikan dengan penurunan tekanan yang
tajam dalam kolom dan mengurangi efisiensi separasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Flooding
Flooding disebabkan oleh aliran uap yang berlebihan sehingga
menimbulkan entrainment pada uap disepanjang kolom.
Peningkatan tekanan karena uap yang berlebihan juga
menahan cairan dari bagian bawah sehingga meningkatkan
penumpukan cairan di plat bagian atas. Penurunan kapasitas
maksimum kolom bergantung pada tingkat flooding yang
terjadi. Flooding dideteksi dengan peningkatan tekanan
diferensial kolom yang tajam dan penurunan signifikan dari
efisiensi separasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Diameter Kolom
Kecepatan aliran uap bergantung pada diameter kolom.
Weeping menentukan aliran uap minimum yang
diperlukan sedangkan flooding menentukan aliran uap
maksimum yang dapat ditoleransi; hal ini menentukan
kapasitas kolom. Jadi, jika diameter kolom tidak diukur
dengan benar, kolom tidak akan memiliki kinerja yang
baik. Bukan hanya akan terjadi masalah pada saat
operasi, tetapi juga akan terjadi penghambatan
pencapaian hasil akhir separasi yang diinginkan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Keadaan Tray dan Packing
Jumlah dari tray yang dibutuhkan untuk sebuah separasi
ditentukan berdasarkan efisiensi dari plat dan packing nya
(jika packing digunakan). Faktor apapun yang
menyebabkan penurunan efisiensi tray juga akan
mempengaruhi kinerja dari kolom distilasi. Efisiensi tray
dipengaruhi oleh fouling, keausan dan korosi, dan
kecepatan hal-hal ini terjadi bergantung pada sifat dari
cairan yang sedang diproses. Jadi, material yang tepat
harus ditentukan untuk konstruksi tray.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Kondisi Cuaca
Kebanyakan kolom distilasi terbuka ke atmosfer.
Meskipun banyak dari kolom terisolasi, perubahan
kondisi cuaca masih dapat mempengaruhi operasi
kolom. Dengan demikian, reboiler harus berukuran tepat
untuk memastikan bahwa uap yang diperlukan dapat
dihasilkan selama musim dingin dan berangin dan dapat
mengurangi jumlah uap yang ada selama musim panas.
Hal yang sama berlaku untuk kondensor.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom Distilasi


Faktor Lainnya
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kolom distilasi
adalah perubahan kondisi operasi yang disebabkan oleh
perubahan kondisi upstream dan perubahan demand
produk. Semua faktor ini, termasuk sistem pengendalian
yang terkait, harus dipertimbangkan pada tahap
perancangan karena setelah kolom dibangun dan
dipasang, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk
memperbaiki situasi yang salah tanpa membutuhkan
biaya yang signifikan.