Anda di halaman 1dari 31

VASCULAR DISEASE

A L I F A L F I A N S YA H

Pembuluh darah terdiri atas 3 jenis : arteri, vena, dan kapiler.


1. Arteri
Arteri membawa darah dari jantung dan disebarkan ke berbagai jaringan tubuh melalui
cabang-cabangnya. Arteri yang terkecil, diameternya kurang dari 0,1 mm, dinamakan
arteriol. Persatuan cabang-cabang arteri dinamakan anastomosis. Pada arteri tidak
terdapat katup.
Dan arteri anatomik merupakan pembuluh darah yang cabang-cabang terminalnya tidak
mengadakan anastomosis dengan cabang-cabang arteri yang memperdarahi daerah yan
berdekatan. End arteri fusngsional adalah pembuluh darah yang cabang-cabang
terminalnya mengadakan anastomosis dengan cabang-cabang terminal arteri yang
berdekatan, tetapi besarnya anastomosis tidak cukup untuk mempertahankan jaringan
tetap hidup bila salah satu arteri tersumbat.
2. Vena
Vena adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kembali ke jantng; banyak vena
mempunyai kutub. Vena yang terkecil dinamakan venula. Vena yang lebih kecil atau
cabang-cabangnya, bersatu membentuk vena yang lebih besar, yang seringkali bersatu
satu sama lain membentuk pleksus vena. Arteri profunda tipe sedang sering diikuti oleh
dua vena masing-masing pada sisi-sisinya, dan dinamakan venae cominantes.

3. Kapiler
Kapiler adalah pembuluh mikroskopik yang membentuk jalinan yang menghubungkan
arteriol dengan venula. Pada beberapa daerah tubuh, terutama pada ujung-ujung jari dan
ibu jari, terdapat hubungan langsung antara arteri dan vena tanpa diperantai kapiler.

LAPISAN PEMBULUH DARAH


Tunika intima/ interna, lapisan dalam yang
mempunyai lapisan endotel dan berhubungan
dgn darah.
Tunika media, lapisan tengah, terdiri dari jaringan
otot, sifatnya elastis dan termasuk otot polos.
Tunika adventisia/ eksterna, lapisan luar, terdiri
dari jaringan ikat yang berguna menguatkan
dinding arteri

KELAINAN PEMBULUH DARAH ARTERI


DAN VENA
- Kongenital
- Trauma
- Penyumbatan

KONGENITAL
Koarktasio Aorta (CA)
Kelainan pembuluhb darah bawaan yang sering di
jumpai dan dapat di tangani dengan bedah jantung
terbuka adalah Koarktasio aorta, yaitu penyempitan
di daerah isthmus aorta pada aorta pars desenden.

Fistel arteri-vena bawaan


Fistel arteri-vena adalah kelainan berupa hubungan
langsung arteri dan vena yang dapat terjadi pada
semua arteri dan vena. Fistel arteri-vena bawaan
yang agak sering ditemukan adalah duktus
arteriosus botallo.

TRAUMA
Trauma Tajam
Derajat I : Robekan adventisia dan media tanpa
menembus dinding.
Derajat II : robekan parsial sehingga dinding arteri
juga terluka dan biasanya menyebabkan
perdarahan hebat karena tidak mungkin terjadi
retraksi.
Derajat III : pembuluh putus total

Trauma Tembak
Trauma Tumpul
Derajat I : robekan tunika intima yang luas
Derajat II: robekan tunika intima dan tunika media
disertai hematoma dan trombosis dinding arteri
Derajat III: Kerusakan seluruh tebal lapisan arteri di
ikuti dengan tergulungnya tunika intima ke dalam
lumen disertai dengan pembentukan trombus.

PENYUMBATAN ARTERI
Penyakit sumbatan arteri adalah gangguan aliran
arteri yang kronik yang sering di temukan dan perlu
tindakan bedah

1. PERIPHERAL ARTERIAL OCCLUSIVE


DISEASE (PAOD)
merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi
akibat proses aterosklerosis atau proses inflamasi
yang menyebabkan penyempitan lumen (stenosis),
atau akibat pembentukan trombus yang
menyebabkan peningkatan resistensi pembuluh
darah yang terkena sehingga menurunkan tekanan
perfusi dan aliran darah ke jaringan yang lebih
distal

ETIOLOGI
- Sebab- Sebab Aterosklerotik ( tipe obstruktif)
Aterosklerosis mula-mula ditandai oleh deposisi
lemak pada tunika intima arteri, selanjutnya dapat
terjadi kalsifikasi, fibrosis, trombosis dan
perdarahan. Proses-proses tersebut menyebabkan
terbentuknya suatu plak aterosklero-sis atau
ateroma yang kompleks sampai kepada
penyempitan lumen atau oklusi pembuluh darah.
- Sebab-Sebab Non Aterosklerotik
Sebab-sebab primer non ateroskle-rotik penyakit
arteri adalah nekrosis media kistik, peradangan
arteri, dan kondisi-kondisi vasospastik

MANIFESTASI KLINIS
Gejala yang dialami penderita dengan oklusi arteri
pada ekstrimitas bawah bergantung pada proses
sum-batan yang terjadi, lokasi stenosis, jenis arteri
apakah suatu end artery, progresi-vitas penyakit,
proses hemodinamika yang mendasari, keadaan
umum pasien, dan kemampuan sirkulasi kolateral
untuk mengkompensasi reduksi aliran darah arteri.

Klaudikasio Intermiten
Adalah kondisi Klinis pada ekstremitas yang berupa
rasa kesemutan, kejang otot, kelemahan otot, nyeri
saat beraktivitas dan hilang ketika istirahat.
- Critical Limb Ischaemia = CLI
Berbeda dengan klaudikasio inter-miten, CLI terjadi
karena adanya lesi multipel pada arteri. Pasien
dengan CLI biasanya menderita kerusakan jaringan,
misalnya ulserasi atau gangren, dengan atau tanpa
nyeri waktu istiraha

DIAGNOSIS
1. Anamnesa
Sesuai dengan patofisiologi dan patogenesis PAOD,
maka gejala yang umumnya terjadi adalah rasa
nyeri disertai kekakuan otot dan rasa lelah otot
ekstrimitas bawah yang terjadi setelah melakukan
akti-vitas fisik,
2. Pemeriksaan Fisik
Dengan 5 P
Pulseless-ness, Paralysis, Paraesthesia, Pain and
Pallor

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Ankle Pressure (AP), Ankle-Brachial Index (ABI),
Doppler Segmental Pressure, Toe Pressure (TP),
Duplex Ultrasonography, Contrast Arteriography,
Plethys-mography, Transcutaneus Oxygen Tension
(tcPO2), Arteriogram, dan Mag-netic Resonance
Angiography (MRA)

PENATALAKSANAAN
1. Terapi Non Operatif (obat-obatan)
Terapi non operatif sebagai salah satu bentuk
pengobatan terhadap penyakit oklusi arteri lebih
diutama-kan pada pengontrolan faktor risikonya,
misalnya pemberhentian merokok, diet, perubahan
posisi, latihan (exercise), perawatan kaki, selanjutnya dapat diberi terapi farmako-logik dengan
obat-obat antiplatelet seperti Aspirin (Anacin,
Ascriptin, Bayer aspirin), Pentoxifylline (Trental),
Clopidogrel (Plavix), dan Cilostazol.

2. Terapi Operatif
Terapi operatif tidak perlu diper-timbangkan apabila
pasien patuh menjalani terapi non operatif selama
minimal 6 bulan. Terapi operatif yang sering
dilakukan adalah:
Penanganan Endovaskular
15

Metode yang digunakan adalah Percutaneus Transluminal


(balloon) Angioplasty (PTA).

Symphathectomy
Rekonstruksi arteri seperti endarterektomi,
Bypass Grafting, Bypass ekstra anatomis, dan
amputasi

PENYUMBATAN PADA VENA


- Varises tungkai
Varises adalah pemanjangan, pelebaran, dan
berkelok-kelok nya sistem vena yang disertai
gangguan sirkulasi darah didalamnya.
- Tromboflebitis Superfisialis
Merupakan peradangan akut yang tidak
menyebabkan emboli.
Biasa nya nyeri di daerah vena disertai nyeri tekan,
kemerahan dan panas. Terkadang di temukan udem
dan pembengkakan lokal

DEEP VEIN TROMBOSIS


DVT (Deep Vein Thrombosis) adalah suatu keadaan
yang ditandai dengan ditemukannya bekuan darah
(trombus) didalam vena dalam terutama pada
ekstremitas bawah
DVT pada tungkai bawah dibawah dibagi menjadi
dua kategori besar:
a. Calf-vein trombosis atau DVT bagian distal :
trombus terbatas pada vena dalam di betis
b. Proximal Vein trombosis : trombosis mengenai
vena-vena poplitea, femoral dan iliaca

MANIFESTASI KLINIS

Nyeri
Pembengkakan
Perubahan warna kulit
Sindroma Post Trombosis

PENEGAKAN DIAGNOSIS
1. Venografi
2. Tes D-Dimer
3. USG Doppler

PENATALAKSANAAN
Profilaksis (tromboprofilaksis)
Medika mentosa
- Heparin
- Warfarin
- LMWH (Low Molekuler Weigh Heparin)
- Obat anti platelet (Aspirin)

BUERGERS DIESEAS/ TROMBONGITIS


OBLITERANS
Merupakan penyakit oklusi kronis pembuluh
darah arteri dan vena yang berukuran kecil dan
sedang. Terutama mengenai pembuluh darah
perifer ekstremitas inferior dan superior. Penyakit
pembuluh darah arteri dan vena ini bersifat
segmental pada anggota gerak dan jarang pada
alat-alat dalam.

Etiologi
Penyebabnya tidak jelas, tetapi biasanya tidak ada
faktor familial serta tidak ada hubungannya dengan
penyakit Diabetes Mellitus. Penderita penyakit ini
umumnya perokok berat yang kebanyakan mulai
merokok pada usia muda, kadang pada usia sekolah
. Penghentian kebiasaan merokok memberikan
perbaikan pada penyakit ini.

GEJALA KLINIS
Kedinginan, mati rasa, kesemutan, atau rasa
terbakar
Fenomena raynoud dan kram otot

PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG Dulplex
Arteriografi

PENATALAKSANAAN

Hentikan merokok
Operasi pintas arteri
Debridemen
Antibiotik
Amputasi

TERIMA KASIH