Anda di halaman 1dari 3

Human Chorionic Gonadotropin (HCG)

Bersamaan dengan berkembangnya sel-sel trofoblas dari sebuah ovum yang baru dibuahi,
hormon HCG disekresi oleh sel-sel sinsitiotrofoblas ke dalam cairan ibu. Sekresi hormon ini
dapat diukur pertama kali dalam darah pada hari ke 8-9 setelah ovulasi, segera setelah blastokista
berimplantasi di endometrium. Kemudian kecepatan sekresi meningkat dengan cepat dan
mencapai maksimun pada hari ke 10-12 kehamilan dan menurun kembali sampai kadar yang
lebih rendah menjelang 16-20 minggu. Sekresi terus berlanjut pada kadar ini selama sisa masa
kehamilan.
HCG disekresikan oleh sel sinsitiotrofoblas, suatu bagian dari plasenta, yang distimulasi oleh
GnRH dari sitotrofoblas. HCG bisa dideteksi di plasma maternal dan urin dalam waktu 9 hari
setelah konsepsi. Deteksi HCG adalah tes yang spesifik dan paling sering digunakan untuk
mendeteksi adanya kehamilan. Beberapa tumor ganas juga memproduksi hormon ini.
HCG merupakan suatu glikoprotein yang terdiri dari 237 asam amino dengan massa molekul
25,7 kDa. Subunit HCG memiliki 92 asam amino sedangkan subunit HCG terdiri dari 145
asam amino. Subunit- identik dengan TSH, LH dan FSH, sedangkan subunit- merupakan
suatu struktur unik HCG. Setelah janin dilahirkan HCG akan menghilang dengan paruh waktu
12-24 jam dari plasma maternal.
Fungsi HCG
HCG merupakan suatu glikoprotein yang berfungsi untuk mencegah involusi korpus luteum pada
akhir siklus bulanan wanita. Selanjutknya hormon ini akan menyebabkan korpus luteum
menyekresi lebih banyak lagi hormon-hormon kehamilan yaitu progesteron dan estrogen untuk
beberapa bulan berikutnya yang akhirnya akan mencegah terjadinya menstruasi dan
menyebabkan ednometrium terus tumbuh dan menyimpan nutrisi dalam jumlah besar dan tidak
dibuang menjadi darah menstruasi.
Hal-hal diatas menyebabkan sel-sel yang menyerupai sel desidua yang berkembang dalam
endometrium selama siklus menstruasi wanita normal berubah menjadi sel-sel desidua yang
sesungguhnya, yang sangat membengkak dan banyak mengandung nutrisi pada saat blastokista
berimplantasi.
Akibat pengaruh HCG ini, korpus luteum di ovarium ibu tumbuh menjadi kira-kira dua kali dari
ukuran sebelumnya menjelang satu bulan atau lebih setelah kehamilan dimulai, dan estrogen
serta progesteron yang terus menerus disekresi akan mempertahankan sifat asli desidua
endometrium uterus, yang diperlukan untuk perkembangan awal fetus.

Korpus luteum akan berinvolusi dengan lambat setelah minggu ke 14-17 kehamilan. Setelah
melewati wakti itu lasenta sendiri akan menyekresikan sejumlah progesteron dan estrogen yang
cukup untuk mempertahankan kehamilan selama sisa periode kehamilan.
Kadar HCG normal pada kehamilan yaitu:
Minggu setelah HPHT

mIU/mL

5 50

5 426

18 7,340

1,080 56,500

78

7,650 229,000

9 12

25,700 288,000

13 16

13,300 254,000

17 24

4,060 165,400

25 40

3,640 117,000

Wanita tidak hamil

<5.0

Wanita post menopause

<9.5

HCG juga menimbulkan efek perangsang produksi DHEA oleh kelenjar adrenal fetus dan
produksi testosterone oleh sel-sel interstisial (sel Leydig) oleh testis fetus pria. Sekresi
testosteron dalam jumlah sedikit ini selam akehamilan merupakan faktor yang menyebabkan
tumbuhnya organ-organ kelamin pria dan bukan organ kelamin wanita.
HCG jug amenstimulasi produksi hormon relaksin yang menyebabkan pelunakan serviks dan
melemaskan jalan lahir dengan melonggarkan jaringan ikat antara tulang-tulang panggul. Fungsi
lain HCG adalah menghambat sekresi LH maternal oleh kelenjar hipofisis. Selain itu struktur
HCG juga mirip dengan TSH sehingga pada ibu hamil sering ditemukan aktivitas kelenjar tiroid
yang dapat menginduksi terjadinya hipertiroidisme.
Reseptor HCG dapat ditemukan di endometrium dan miometrium. HCG dapat menghambat
kontraksi miometrium yang disebabkan oleh oksitosin. Progesteron juga membantu agar
miometrium tidak berkontraksi terlalu kuat. Peran HCG penting pada masa awal kehamilan.