Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS SERAT KASAR PADA BAYAM

Serat kasar merupakan residu dari bahan makanan atau pertanian setelah diperlakukan
dengan asam atau larutan-laturan yang juga merupakan sisa-sisa sel tumbuhan yang tahan
terhadap pereaksi hidrolis enzim-enzim saluran pencernaan. Serat kasar juga merupakan
kumpulan dari semua serat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, komponen dari serat kasar ini
yaitu terdiri dari selulosa, pentosa, ligni, dan komponen-komponen lainnya (Nana, 2010).
Komponen dari serat kasar tidak mempunyai nilai gizi, namun serat ini sangat penting
untuk proses memudahkan dalam perencanaan didalam tubuh agar proses pencernaan tersebut
lancar (peristaltic). Pati dan serat tegolong kedalam karbohidrat, sedangkan karbohidrat terdiri
dari karbon, hydrogen, dan oksigen. Karbohidrat juga dikelompokan menjadi 3 yaitu
monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida yang paling penting adalah glukosa,
fruktosa dan galaktosa. Selain itu serat kasar ini tahan terhadap reaksi hidrolisis yang merupakan
penggabungan dua buah monosakarida yaitu struktur besar menjadi struktur kecil penggabungan
akan dilepas oleh air dan kemudian dimasukkan air (Nana, 2010).
karbohidrat adalah polihidroksil aldehida atau polihidroksil keton, atau senyawa yang
menghasilkan

senyawa-senyawa

ini

bila

dihidrolisis.

Karbohidrat

mengandung gugus

fungsi karbonil (sebagai aldehida atauketon) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah
karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH 2O), yaitu senyawasenyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian,
terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang
mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur (Anonim, 2011).
Karbohidrat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu monosakarida, disakarida, dan
polisakarida.monosakarida terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh
larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yg lebih sederhana. Disakarida merupakan
senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dapat
dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida.
Sedangkan polisakarida senyawa yang terdiri dari gabungan molekul-molekul monosakarida
yang banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida
(Qonita, 2008).

Berdasarkan struktur kimia, nilai gizi dan penggunaanya dalam tubuh, karbohidrat yang
dapat dikelompokan menjadi karbohidrat yang dapat dicerna (digestible carbohydrate) dan
karbihidrat yang dapat dicerna (non digestible carbohydrate). Karbohidrat yang dapat dicerna
adalah karbihidrat yang dapat dipecah oleh enzim amilase didalam sistem pencernaan manusia
dan menghasikan energi. Karbohidrat yang termasuk kedalam kelompok yang dapat dicerna
adalah monosakarida (seperti glukosa dan fruktosa), disakarida (seperti sukrosa, laktosa, dan
maltosa) dan polisakarida (seperti pati dan dekstrin). Karbohidrat yang dapat dicerna tersebut
didalam tubuh akan dikonversi menjadi monosakarida yang akan diserap oleh tubuh dan
menyediakan energi untuk proses metabolisme (Dian, 2011).
Tujuan dari pratikum ini adalah untuk dapat mengetahui pengukuran kadar serat kasar,
memahami prinsip analisis kadar serat kasar, dan mengetahui kadar serat kasar dari suatu bahan.

BAHAN DAN METODE


Bahan dan Alat
Bahan
1.

Bayam

2.

Larutan H2SO4 (1,25 gram H2SO4 pekat / 100 ml = 0,255 N H2S04)

3.

NaOH (1,25 gram NaOH /100 ml = 0,313 N HaOH)

4.

Larutan K2SO4 10 %

5.

Alkohol 95 %
Alat

1.

Neraca analitik

2.

Penggiling

3.

Erlenmeyer 600 ml

4.

Pendingin balik

5.

Desikator

6.

Kertas saring

7.

Spatula

8.

Oven 1100C

Waktu dan Tempat


Pratikum ini dilaksankan pada hari Rabu, 23 November 2011 pada pukul 14.00 bertempat
di Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur Kerja
1. Sampel dihaluskan sehingga dapat melalui saringan diameter 1 mm dan aduk merata. Kalau
tidak dapat dihaluskan, usahakan dihancurkan sebaik mungkin.
2. Timbang 2 gram bahan (air dan lemaknya telah hilang).
3. Asam sulfat 200 ml dididihkan bersama sampel (dicampur) selama jam.
4. Saring menggunakan kertas saring ke erlenmeyer. Sebelum disaring, kertas saring ditimbang
terlebih dahulu.
5. Tambahkan 200 ml larutan H2SO4 mendidih. Tutup dengan pendingin balik.
6. Didihkan selama 30 menit dengan kadang-kadang digoyangkan.
7. Saring suspensi melalui kertas saring. Residu yang tertinggal dalam erlenmeyer dicuci
dangan air mendidih. Cuci residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam
lagi (uji dengan kertas lakmus).
8. Pindahkan secara kualitatif residu dari kertas saring ke dalam erlenmeyer kembali dengan
spatula. Sisanya dicuci dengan 200 ml larutan NaOH mendidih sampai semua residu masuk
kedalam erlenmeyer.
9. Didihkan dengan pendingin balik sampai kadang digoyang-goyangkan selama 30 menit.
10. Saring kembali melalui kertas saring yang diketahui beratnya atau krus gooch yang telah
dipijarkan dan diketahui beratnya, sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10% 15ml.
11. Cucilagi residu dengan air mendidih. Kemudian dengan alkohol 95% sekitar 15 ml.
12. Kemudian dioven dengan suhu 600C selama 24 jam kemudian dinginkan dalam desikator dan
timbang.