Anda di halaman 1dari 16

KEMASAN LOGAM

Sifat-Sifat Kemasan Logam


Merupakan penghantar panas yang baik sehingga
dapat dijadikan wadah bagi makanan yang
memerlukan sterilisasi
Mempunyai Kilap Logam
Tidak tembus Pandang
Keuntungan kemasan logam :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi


Sebagai barrier yang baik khususnya terhadap gas
Daya toksisitas rendah
Cocok sebagai kemasan hermetis
Tahan terhadap udara lembab
Mempunyai permukaan yang ideal
Melindungi pigmen produk dari cahaya
Tahan terhadap perubahan suhu yang ekstrim

Jenis-jenis logam untuk kemasan ??


1.
2.
3.
4.

Baja
Kaleng (Tin plate) dan Tin free steel
Aluminium
Aluminium foil

TIN PLATE

Paling banyak digunakan sebagai kemasan. Saat ini


kaleng ini lebih umum terbuat dari tinplate, tin free steel,
aluminium dan campuran aluminium-baja
Pada mulanya wadah kaleng terbuat dari plat timah
(tin plate) yang terdiri dari lembaran baja yang dilapisi
oleh timah putih. Kandungan timah putih dari kaleng plat
timah berkisar antara 1 1.25% berat kaleng.
Pengertian tin plate adalah lembaran atau gulungan
baja berkarbon rendah serta memiliki ketebalan 0.15
0.55 mm. banyaknya kandungan timah pada TP25
umpamanya, adalah sebesar 2.8 gram/m2, sedangkan
untuk TP50, TP75, TP100 berturut turut adalah 5.6, 8.4,
dan 11.2 gram / m2.
Lapisan timah tersebut memilki fungsi sebagai
pelindung dari korosi

Daya tahan timah terhadap karat tidak sempurna,


namun reaksi dengan bahan pangannya akan berjalan
lebih lambat daripada baja
Berdasarkan komposisi kimia nya tinplate dibagi
kedalam beberapa tipe yaitu :
1. Tipe L
Lembaran baja yang berkode L dibuat untuk
pangan yang mudah mengakibatkan karat.
Artinya baja dengan kode L adalah baja yang
tahan korosif.
2. Tipe MR
Lembaran baja berkode MR cukup baik untuk
semua bahan pangan. Daya tahan karatnya tidak
lebih baik dari baja berkode L. Banyak digunakan
untuk kemasan sari jeruk atau sari jeruk nanas,
potongan buah dalam larutan sirup gula.
3. Tipe MC
Lembaran berkode MC mempunyai kadar fosfor
yang tinggi oleh karena itu tipe ini memiliki

kekuatan mekanis yang tinggi tetapi ketahanan


karatnya rendah, dan biasanya dipakai untuk
kaleng berlapis pernis sebagai wadah minuman
ber CO2 seperti beer. Dapat juga digunakan untuk
pangan berasam rendah seperti daging, ikan,
jagung dan kacang
4. Tipe N
Tipe N ini merupakan modifikasi dari tipe K, MR
atau MC sehingga lebih kuat digunakan untuk
minuman berkarbonasi
KLASIFIKASI TINPLATE
1. Berdasarkan pembuatan plat baja
Hot Reduced Tinplate
Cold Reduced Tinplate : Lebih tahan karat
dibanding Hot reduced TP karena Hot Reduced
TP mengandung banyak Pospor (P)
2. Berdasarkan Kekakuan/Kekerasan

Temper
T1

Sifat TP
Lunak

Pemakaian
Untuk

Tipe
L, MR

Deep
T2

Agak

drawn can
Untuk

Lunak

drawn can

L, MR

yang tidak
T3
T4

Sedang
Sedang

dalam
Untuk can

L, MR
L, MR,

berukuran
MC
sedang
baik body
maupun
tutup

T5

T6

Agak

Untuk can

L, MR,

Kaku

berukuran

MC

Kaku

besar
Untuk

MC

tutup can
bird an
sejenisnya
3. Berdasarkan lapisan Lacquer
Plain Tinplate : TP yang tidak diberi lapisan
vernis/lacquer
Lacquered Tinplate : TP yang diberi Lacquer
TINNING (PELAPISAN DENGAN TIMAH)
Fungsi pelapisan dengan timah adalah menghindari
korosi
Ada dua cara melapisi baja dengan timah (tinning)
yaitu :
1. Hot-dipping

Plat baja dicelupkan kedalam bejana berisi


Zinc Chloride
Plat baja kemudian dicelupkan ke bejana berisi
Tin cait
plat baja kemudian dilewatkan melalui rol-rol
yang terdapat pada bagian bejana yang berisi
palm oil
Tinplate yang dihasilkan kemudian dicuci
dengan metode kering, basah atau kombinasi
keduanya
2. Electrolitic Tinning
Prinsipnya adalah berdasarkan terjadinya
proses elektrolisa
ada dua elektrolitik yang dapat dipakai yaitu
Acid Stanous Sulphate (asam SnSO4) dan
Alkaline Sodium Stannate (Basa Na2SnO3
. 3 H2O)
Caranya : Tin murni ditempatkan sebagai
anoda dengan bantuan tegangan tertentu dan plat
baja ditempatkan sebagai katoda

Untuk mendapatkan Tinplate yang mengkilap,


Tinplate dipanasi secepatnya sehingga lapisan Tin
meleleh dan segera didinginkan lagi dan
dicelupkan kedalam bejan berisi larutan Cr,
kemudian dibilas dan dikeringkan
Cara ini akan menghasilkan lapisan yang
memiliki ketebalan lapisan tin yang berbeda pada
kedua permukaannya.
Tinplate ini disebut Differential Tinplate/ dual
coated tinplate
LAPISAN ENAMEL/PERNIS/LACQUER
Beberapa jenis makanan menghendaki tinplate yang
akan digunakan dilapisi oleh vernis atau enamel dengan
maksud untuk mencegah kontak langsung bahan
makanan dengan wadah logam
Pemberian lapisan ini umumnya dilakukan pada
tinplate sebelum dibuat can dengan cara melewatkan

tinplate diantara rol-rol bercairan lacquer dengan rata


kemudian dikeringkan dalam oven
Untuk mencegah kerusakan pada lapisan, tinplate
biasanya disemprotkan atau dicelupkan kembali ke
lacquer yang sama
Coating ini dilakukan dengan bahan non-metal seperti
polibutadiena, epoksi, epon, olioresin, vinil dan fenolik
Syarat-syarat Lacquer :
A.
B.
C.
D.
E.

Sangat adhesif
Elastis dan kuat
Tidak Berbau
Tidak beracun
Tidak menimbulkan perubahan yang merugikan

pada bahan
F. Tahan terhadap perubahan suhu terutama tidak
akan mengelupas akibat panas waktu sterilisasi
Beberapa macam lapisan pernis yang dipergunakan
dalam kaleng tinplate untuk bahan pangan adalah :

1. Lapisan Epoxy yang telah dimodifikasi : sering


digunakan untuk kaleng-kaleng untuk mengemas
produk selai dan daging. Lapisan ini biasanya
memiliki zat warna aluminium sehingga akan
berwarna abu-abu
2. Lapisan epoksi normal : hanya merubah warna
sedikit sehingga terlihat hampir bening/jernih
apabila dipakai untuk kaleng makanan. Terutama
digunakan untuk produk-produk yang berpigmen
dan mudah mengakibatkan karat seperti bit yang
diasamkan
3. Lapisan fenolik : lapisan ini kurang permeable
daripada oleoresin. Enamel ini tidak akan lunak
oleh adanya lemak hewan. Oleh karena itu maka
lapisan fenolik biasa digunakan untuk melapisi
kaleng yang akan digunakan dalam pengemasan

hasil daging dan ikan. Lapisan ini sedikit


berwarna seperti jenis lapisan epoxy
4. Lapisan oleoresin : lebih murah harganya
dibanding lapisan lainnya. Umumnya digunakan
untuk mengemas makanan dengan asam tinggi
seperti berries, cherry, plum, jus anggur dan buahbuahan lain yang mengandung pigmen antosianin
5. Oleoresin dengan pigmen ZnO yang
disuspensikan : untuk kaleng pengemas bahan
seperti jagung, kacang polong dan bahan pangan
lain yang mengandung sulfide
6. Lapisan Vinyl dan vinyl yang dimodifikasi
digunakan sebagai lapisan untuk melindungi
kaleng untuk mengemas produk seperti bird an
minuman berkarbonasi yang sangat peka terhadap
reaksi pengkaratan jiga bereaksi dengan logam
KALENG
JENIS-JENIS KALENG

Two Piece Can


Ada dua cara pembuatan yaitu :
1. DWI (Draw and Wall Ironed)

DWI menghasilkan kemasan yang tipis dan cocok


untuk minuman berkarbonasi dimana pengemas setelah
pengisian mendapat tekanan
Mula-mula menyiapkan bahan pembuat kaleng yaitu
tinplate dan aluminium masing-masing berketebalan 0.3
dan 0.42 mm.
Sekelilinhg lembaran ditekan kedalam bentuk
mangkok untuk memperoleh lekukan yang dangkal

Lekukan ini dilewatkan berturut-turut pada lingkaran


tungsten karbida untuk mengurangi ketebalan dinding
lekukan sampai 1/3 kali asalnya dan tingginya 3x semula.
Proses ini disebut wall ironing
kaleng masuk ke trimmer dan akan dipotong hingga
mencapai tinggi kaleng yang diinginkan
Kaleng dilapisi bagian luarnya oleh lacquer. Lalu
kaleng akan dikeringkan dengan cara di oven
Kaleng melalui proses printing dimana diberikan
dekorasi pada bagian luar kaleng. Kaleng memasuki oven
kedua untuk mengeringkan tinta
kaleng bagian dalam di beri lapisan lacquer untuk
mencegah korosi karena kontak pada bahan makanan.
Kaleng masuk ke oven untuk mengeringkan lacquer
jenis enamel yang biasa digunakan adalah epoksi
fenolik, epoksiamin dan senyawaan vinil

Setelah pengisian, kaleng ditutp dengan cara double


seaming
2. DRD (Draw and re-Draw) can
Prinsipnya sama dengan DWI namun pada proses ini
diperoleh ketebalan dan luas yang sama dengan bahan
awalnya
umumnya digunakan tinplate dengan ketebalan 0.2
mm
KEUNTUNGAN TWO PIECE CAN
Lembar ganda hanya memiliki satu sambungan double
seamed, hal ini mudah dikontrol dan dibentuk dibanding
Three-piece can (TPC) yang mempunyai sambungan
pada sisi badan dan double seam yang kompleks
lapisan pelindung bagian dalam tidak perlu
melindungi sambungan yang mudah korosi dan kontak
dengan produk

lebih hemagt bahan


Printing lebih indah dan lengkap karena lembar ganda
menyediakan space yang luas karena tidak ada
sambungan pada badan kaleng

ALUMINIUM
Logam yang lebih ringan daripada baja
Mempunyai daya korosif oleh atmosfer yang rendah
Mudah dilekuk-lekukan sehingga mudah berubah
bentuknya, tidak berbau, tidak berasa, tidak beracun dan
dapat menahan masuknya gas
Sukar di solder sehingga sambungan2nya tidak rapat
Dapat menyebabkan pahatan-pahatan jika terlipat
sehingga dapaty menimbulkan lubang-lubang