Anda di halaman 1dari 12

HADIS TARBAWI

Oleh
Moh. Mansur Fauzi, M.Pd.I

LOGO

Buku-buku terkait pendidikan yg beredar d


tengah-tengah masyarakat kita, belum
banyak mengacu pada sunnah sekalipun
umat Islam sendiri.
Kemungkinan terbesar adalah minimnya
kajian-kajian buku sumber utama atau
karena sebagian persepsi masyarakat
kurang tepat, bahwa sunnah hanya sebagai
sumber ibadah atau tradisi-tradisi orang
Arab yg konvensional.

Perkembangan buku-buku hadis secara


umum terasa masih minim tidak sepesat
perkembangan ilmu tafsir maupun fiqh.
Sebagian buku berbicara terkait dengan
hadis tetapi sekedar pemahaman tekstual
yg kurang berwawasan lingkungan dan
perkembangan zaman

Dasar pemikiran pengembangan keilmuan


ini (Hadis Tarbawi), bahwa Nabi dlm
menyampaikan sunnahnya tidak selalu
dipandang sebagai Rasul, tetapi juga
dipandang sebagai mufti (pemberi fatwa),
hakim, imam, sebagai kepala negara,
sebagai panglima perang atau sebagai
pemimpin rumah tangga yg berorientasi pd
kemaslahatan umat secara temporer dan
kondisional.

Permasalahan dalam sunnah yg


menyangkut sosial kemasyarakatan
(muamalat), latar belakang, dan kondisi
masyarakat yg dihadapi memang bersifat
ijtihadi dan berkembang terus
interpretasinya.

Kajian matan Hadis Tarbawi ini dipahami


secara kritis, logis, aktual, dan kontekstual
sehingga dapat menyingkap konsep
mutiara pendidikan yg terpendam untuk
dapat dijadikan pedoman yg
dikembangkan dalam pembelajaran era
modern.

Keinginan yang kuat untuk melahirkan


konsep dan teori pendidikan Islam
Harapan atas terlaksanakannya
islamisasi teori/ilmu pendidikan yang
sudah dirumuskan orang barat
Obsesi yang kuat untuk melahirkan ahli
pendidikan Islam yang genuin/orisinal

1. Memberi arah pemahaman keIslaman


dan kosep kependidikannyasesuai
dengan makna yg di kandung dalam
hadis
2. Mempermudah memahami teks-teks
hadisyg sulit dipahami
3. Membantu pemahaman hadis tarbawi
baik secara tekstual maupun
kontekstual
4. Mengembangkan permasalahan
pendidikan yg dikandung dalam hadis

Pendekatan dan metode dalam penulisan


ini, menggunakan pendekatan mawdhuiy
(tematik). Metode ini pada mulanya
diperkenalkan oleh al-Farmawy dlm
konteks pembahasan al-Quran.
Tema-tema hadis disesuaikan dengan tema
pendidikan di era saat ini. Dalam
penentuan tema setiap hadis bersifat
subjektif dan relatif. Karena suatu hadis yg
mengandung keyword (kata kunci)
kependidikan dapat diangkat dr berbagai
aspek.

BAB I
1.Latar belakang
2.Rumusan masalah
3.Tujuan penulisan
BAB II
1.Pembahasan
a.Terkait dengan tema
b.Terkait dengan tema
c...................
2.Hadis
a.Teks hadis
b.Terjemahan hadis
c.Penjelasan kandungan hadis
BAB III
Kesimpulan
Referensi

Mata Kuliah (MK)


Kode
SKS
Semester/Kelas
MK. Prasarat
Kompetensi

LESSON
Ke-1
Ke-2
Ke-3
Ke-4
Ke-5
Ke-6
Ke-7
Ke-8

:
:
:
:
:
:

Hadis TarbawI
MKB
2
5 (Lima) A/B
Ilmu Hadis
Memberi arah pemahaman keIslaman dan konsep kependidikannya sesuai
dengan makna yang dikandung hadis dan membantu pemahaman hadishadis tarbawi baik secara tekstual maupun kontekstual sehingga
memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dunia pendidikan.

MATERI KULIAH
Prolog: Rencana Desain Mata Kuliah
Optimalisasi pendidikan keluarga sebagai
institusi pendidikan luar sekolah
Kesetaraan gender dalam dunia pendidikan
Pentingnya pendidikan karakter
Pengetahuan pendidikan seks dimulai sejak
dini
Demokratisasi dalam Dunia Pendidikan
Honor atau gaji perpektif hadis bagi
pengajar
Profesionalisme dalam pendidikan Islam

PRESENTAT
OR

Matur Thank You

Kingsoft Office