Anda di halaman 1dari 32

LAB/SMF Ilmu Penyakit Mata

FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM


UNIVERSITAS MULAWARMAN
2015

Tutorial Klinik

Katarak Senil Stadium Imatur


Okuli Dekstra
Oleh:
Ayu Milasari
Muhammad Gufran
Pembimbing:
dr. Syamsul Hidayat, Sp. M

PENDAHULUAN

Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Kattarhakies (Yunani), Cataract (Inggris),
Cataracta (latin) air terjun
Bahasa Indonesia : bular penglihatan seperti
tertutup air terjun akibat lensa yang keruh
Keadaan kekeruhan yang terjadi pada lensa
mata yang dapat terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan lensa), denaturasi protein
lensa atau dapat juga akibat dari kedua-duanya

Bersifat bilateral, berjalan progesif ataupun


tidak mengalami perubahan dalam waktu yg
lama
Memiliki derajat kepadatan yang sangat
bervariasi dan dapat disebabkan oleh berbagai
hal, tetapi biasanya berkaitan dengan penuaan
Katarak senile semua kekeruhan lensa yang
terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 40
tahun

Epidemiologi
WHO , 1990 38 juta orang buta di dunia 41, 8% (16
jt) menderita katarak
Periode 1980 2020 diperkirakan peningkatan populasi
tua di dunia : 186 %
Negara berkembang : 386%
2020 54 jt orang buta dengan usia 60 tahun atau lebih
Penelitian di USA 10 % orang meningkat 50% :
usia 65 74 tahun 70% : > 75 tahun
Sperduto & Hiller : >
Nishikori & Yamamoto 1 : 8 > usia > 65 th

Etiologi
Menurut West & Valdamarid :
Katak kortikal & subcapsuler posterior
tekanan lingkungan : sinar ultraviolet, diabetes,
& konsumsi obat
Katarak nuklear merokok
Alkohol semua jenis katarak

Patofisiologi
Penumpukan protein di lensa mata
Perubahan warna pada lensa mata yang terjadi
perlahan-lahan seiring dengan pertambahan usia
Kapsul menebal dan kurang elastis
Epitel makin tipis, sel epitel (germinatif) pada
ekuator bertambah besar dan berat, bengkak dan
vakuolisasi mitokondria yang nyata.
Serat lensa lebih irregular, pada korteks terjadi
kerusakan serat sel

Klasifikasi

Stadium katarak
Insipien
Imatur
Visus

6/9 6/6

1/60 6/9

Matur
1/300

Hipermatur
1/60 1/300, 1/~

1/~, LP + LP+
Kekeruhan

Ringan

Sebagian

Seluruh

Masif

Cairan lensa

Normal

Bertambah

Normal

Berkurang

(air masuk)

(air+masa lensa keluar)

Iris

Normal

Terdorong

Normal

Tremulans

Bilik mata depan

Normal

Dangkal

Normal

Dalam

Sudut bilik mata

Normal

Sempit

Normal

Terbuka

Shadow test

Negatif

Positif

Negatif

Pseudopositif

Penyulit

Glaukoma

Uveitis + Glaukoma

Lokasi Katarak
Katarak Inti ( Nuclear ) paling banyak terjadi,
lokasinya terletak pada nukleus/bagian tengah
lensa. Biasanya karena proses penuaan
Katarak Kortikal kekeruhan putih mulai dari tepi
lensa & berjalan ketengah shg mengganggu
penglihatan. Banyak pada penderita DM.
Katarak Subkapsular kekeruhan kecil dibawah
kapsul lensa, tepat pada lajur jalan sinar masuk.
Banyak pd DM, renitis pigmentosa dan
pemakaian kortikosteroid lama. Biasanya dapat
terlihat pada kedua mata.

Gejala Klinis
Penurunan visus
Silau sensitivitas kontras terhadap cahaya
terang lingkungan atau silau pada siang hari
Diplopia monocular.
Noda, berkabut pada lapangan pandang.
Ukuran kaca mata sering berubah
Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca
susu. Penderita mengeluh adanya bercak-bercak
putih yang tak bergerak.

Diagnostik
Pemeriksaan tajam penglihatan
Pemeriksaan mata standar dan dengan melihat
lensa melalui senter tangan, kaca pembesar, slit
lamp, funduskopi pada kedua mata, tonometer
Dengan penyinaran miring (45 derajat dari
poros mata) dapat dinilai kekeruhan lensa
dengan mengamati lebar pinggir iris pada lensa
yang keruh ( iris shadow )
Pemeriksaan radiologi

Komplikasi
glaukoma phacomorphic
glaukoma phacolytic

Penatalaksanaan
Pembedahan apabila kemunduran tajam
penglihatan telah menganggu pekerjaan seharihari, tidak dapat dikoreksi dengan kacamata.

Prognosis
Apabila pada proses pematangan katarak
dilakukan penanganan yang tepat sehingga tidak
menimbulkan
komplikasi
serta
dilakukan
tindakan pembedahan pada saat yang tepat maka
prognosis pada katarak senilis umumnya baik

Laporan Kasus

Anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan di


Poli Mata pada hari Senin tanggal 29 Desember
2014

ANAMNESIS
Keluhan Utama
mata kanan kabur
Riwayat Penyakit Sekarang
Mata kanan terasa kabur seperti berkabut berangsur-angsur sejak 2
bulan yang lalu dan tiba-tiba hanya dapat melihat gerakan samarsamar sejak 3 hari sebelum memutuskan berobat ke rumah sakit.
Pasien mengeluhkan bila matanya tersebut terkena cahaya akan
melihat sedikit silau (+) pada mata kanan tersebut, tetapi tidak
pernah mengeluh mata merah, penglihatan berbayang dua (-),
penglihatan seperti berkunang-kunang (-), nyeri mata (-), sakit kepala
(-), keluar air mata berlebihan maupun kotoran mata yang banyak (-),
riwayat sakit mata yang lama atau terbentur pada mata (-). Pasien
tidak mengalami gangguan penglihatan saat membaca jarak dekat

Pemeriksaan Fisik

Status Ophtalmologi

Pemeriksaan

Okuli dekstra

Okuli sinistra

1/60

6/6

Ortoforia

Ortoforia

Pergerakan Bola Mata

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Silia

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Palpebra Superior

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Palpebra Inferior

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelainan

Konjungtiva Bulbi

Tidak ada kelainan

Tidak ada kelaianan

Jernih

Jernih

COA

Kedalaman dangkal

Kedalaman cukup

Pupil

Bulat, reguler, 3 mm, refleks

Bulat, reguler, 3 mm, refleks

cahaya (+)

cahaya (+)

Warna cokelat

Warna cokelat

(+)

(-)

Keruh pada sebagian lensa

jernih

6,5/5,5 13,4

7/5,5 12,2

Refleks fundus (+)

Refleks fundus (+)

Visus
Posisi Bola Mata

Kornea

Iris
Shadow Test
Lensa
TIO
Funduskopi

Pembahasan

Kesimpulan

Seorang laki-laki dengan usia 62 tahun. Dari


anamnesa dan pemeriksaan fisik dapat ditentukan
diagnosa kerja sementara adalah katarak senil
imatur OD, diagnosis penyakit penyerta adalah
hipertensi grade I. Penatalaksanaan pada pasien ini
adalah catarlent 3 gtt 1 OD dan penatalaksanaan
definitif untuk katarak senilis adalah ekstraksi
lensa.
Secara umum, alur penegakkan diagnosis dan
penatalaksanaan pada pasien ini sudah tepat
menurut literatur yang ada.