Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENTAL

DAN STATUS KARIES GIGI PADA ANAK

RICCA MELATI JATININGRUM


11/316186/KG/08964

Pembimbing :
drg. Yuni Pamardiningsih, M.Kes.
drg. Sri Widiati, MPH

LATAR BELAKANG

Kecemasan dental adalah suatu ketakutan terhadap


kunjungan ke dokter gigi (Kent dan Blinkhorn, 1991)
Anak-anak yang memiliki kecemasan dental tinggi
jarang mengunjungi dokter gigi, sehingga mengalami
kerusakan / karies gigi (Armfield et al (2007)
Karies gigi telah umum terjadi pada anak-anak dan
berlanjut menjadi masalah kesehatan umum Dawani
et al (2012)
Gigi anak yang sedang erupsi atau imatur lebih
rentan mengalami karies gigi (Shingare et al, 2012)

LATAR BELAKANG

Anak usia 6-9 tahun sering mengalami kecemasan


dental dan prevalensinya mencapai 13,4% (Raducanu
et al, 2009)
Diperkirakan dari prevalensi yang tinggi, bahwa
pasien
dengan
kecemasan
dental
biasanya
menghindari kunjungan perawatan dental (Muppa et
al, 2013)

Permasalahan
Apakah terdapat hubungan antara kecemasan
dental dengan karies gigi pada anak usia 7-12 tahun
di Klinik Kedokteran Gigi Anak FKG UGM
Yogyakarta?

Tujuan
Untuk mengetahui hubungan antara kecemasan
dental dengan karies gigi pada anak usia 7-12 tahun
di Klinik Kedokteran Gigi Anak FKG UGM
Yogyakarta.

Manfaat
Memberikan informasi kepada masyarakat
bahwa terdapat hubungan yang sangat erat
antara kecemasan dental dan karies gigi pada
anak.
Menghimbau kepada seluruh orang tua dan
keluarga pentingnya menjaga kesehatan gigi
dan mulut sejak usia dini sebagai usaha
pencegahan.
Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan
sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya.

LANDASAN TEORI
Kecemasan
dental pada
anak
menyulitkan
praktik dokter
gigi dan dapat
menghentikan
minat pasien
untuk pergi ke
dokter gigi

Menghindari
kunjungan ke dokter
gigi mengakibatkan
penurunan energi dan
motivasi sehingga
terjadi penurunan
kualitas seseorang
dalam pemeliharaan
kesehatan mulut

Oral hygiene
buruk
menyebabkan
penumpukan plak
dan bakteri.
Asam yang
dihasilkan bakteri
dapat
menyebabkan
terjadi karies gigi.

Hipotesis
Semakin tinggi tingkat kecemasan dental,
maka semakin tinggi status karies gigi.

METODE
Jenis
Penelitian

Identifikasi
Variabel

Studi analitik dengan rancangan


cross-sectional.
1. Variabel terpengaruh : Status
karies gigi
2. Variabel pengaruh : Status
kecemasan dental anak
3. Variabel terkendali : Usia 7-12
tahun

Identifikasi
Variabel

4. Variabel tidak terkendali :


a. Jenis kelamin
b. Frekuensi menyikat gigi

Definisi Operasional
Kecemasan dental adalah keadaan ketakutan
bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan akan
terjadi dalam kaitannya dengan perawatan gigi.
Karies gigi adalah suatu penyakit jaringan keras
gigi karena karbohidrat difermentasikan oleh
mikroorganisme sehingga terbentuk asam dan
menurunkan pH di bawah pH kritis, akibatnya
terjadi demineralisasi jaringan keras gigi.

Subyek Penelitian
90 anak-anak usia 7-12 tahun yang mengunjungi
klinik KGA FKG UGM

ALUR PENELITIAN
Pengambilan sampel pre penelitian

Uji validitas dan reliabilitas

Pengambilan sampel penelitian

Pengisian informed consent oleh anak atau orang tua anak

Pengisian kuesioner kecemasan dental

Pemeriksaan rongga mulut untuk mengukur indeks DMFS

Analisis data

TERIMA
KASIH