Anda di halaman 1dari 2

No.

1.

Nama Bahan
Kulit ikan nila (Oreochromis

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.

niloticus)
Air
Teepol
Na2S
Ca(OH)2
ZA
Hostapol Nip
Palqoubat
FA
NaCl
H2SO4
Krom
NaFo
NaHCO3
RS 38
Tanning PAK
Novaltan PF
Alum
Ekstrak larutan kayu nangka
SPE
SAF
Sendolix wwl
Cortymol G
Casein
Amoniak

Kegunaan
Bahan kulit samak
Pelarut
Bahan soaking
Bahan liming (pengapuran)
Bahan liming (pengapuran)
Penghilangan kapur
Bahan degresing
Bahan bating
Pereaksi pada proses fiksasi
Pereaksi pada proses pickling
Pereaksi pada proses pickling
Pereaksi pada proses penyamakan
Pereaksi Basifikasi
Menetralkan asam bebas
Pereaksi pada proses penyamakan ulang
Pereaksi pada proses penyamakan ulang
Pereaksi pada proses penyamakan ulang
Pereaksi pada proses penyamakan ulang
Memberikan pawarna
Zat pelicin
Zat pelicin
Zat pelicin
Bahan anti jamur
Bahan finishing
Bahan finishing

Perendaman (soaking) bertujuan untuk mengembalikan kadar air


kulit sampai mendekati kadar air kulit segar, membuang
Peminyakan (fatliqouring) bertujuan untuk menghindari kulit yang
kotoran /darah dan bahan kimia lain yang digunakaan dalam
kering dan kaku setelah dikeringkan, memperbesar daya tahan
proses pengawetan, membuang protein-protein yang dapat larut
sobek dan tarikan, membuat kulit lebih fleksibel dan mudah
untuk dibuang
dilekuk-lekukkan
Pengapuran (liming) bertujuan menghilangkan lapisan lemak
Penyelesaian
(finishing)
yaitukulit
proses
yang berfungsi
untuk
kulit, menghilangkan
lapisan
epidermis,
menghilangkan
melindungi
permukaan
kulit
dari
pengaruh
luar
(mekanis
dan
sebagian zat kulit yang tidak diperlukan sehingga kulit menjadi
bahan
dan lainnya
untuk memperindah
lemas.kimia)
Tujuan
dilakukan penampilan
pengapuran kulit.
yaitu untuk
membuka serabut-serabut kolagen sehingga reaksi zat
penyamakan
Kulit
yang kaku akibat dari proses pementangan dan pengeringan
dirapikan dengan cara menggunting bagian pinggir kulit agar
Buang kapur
(deliming) dengan
bertujuantujuan
untuk melemaskan
menghilangkan
kapur
kemudian
dilemaskan,
kulit
dan
dan menurunkan
untuk membersihkan
mengembalikan
luaspH.
kulitPenurunan
yang hilangpH
(mengkerut)
selama proses
permukaan kulit
dari kapur
yangkembali.
digunakanPelemasan
dalam pengapuran,
pengeringan
menjadi
normal
dilakukan
melarutkan
lemak
dan
mempersiapkan
kulit
untuk
proses batting.
menggunakan alat pelemas
Pengikisan protein (batting), bertujuan untuk menghilangkan
Pembuatan larutan kayu nangka
sebagian dari protein kulit yang tidak terpakai seperti globular
protein yang terdapat diantara serat kulit dan elatin. Pengikisan
1.protein
Potong
menjadi ukuran
kecil-kecilyang
kayu
nangka,
ambil
menggunakan
enzim proteolitik
mampu
mengurai
potongan
tersebut
sesuai
konsentrasi
kayu
nangka
dengan
protein. Dengan demikian banyak ruang kosong di antara seratberat
kulitsehingga
ikan.
serat
kulit,
kulit samakan menjadi lebih lunak dan
2.lemas
Masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam panci.
Tambahkan air dengan perbandingan 1:10. Rebus bahan
hingga volumelemak
air menjadi
setengahnya.
indikasi
Penghilangan
(degresing)
yakniSebagai
melakukan
bahwa pigmen warna yang ada dalam kayu tersebut telah
penghilangan
lemak natural yang terdapat dalam kulit
keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi
ikan.
Bahan kimia yang digunakan dalam proses ini
berwarna.
bahan-bahan
yang sebanyak
bersifat 3melarutkan
lemak
3.yaitu
Lakukan
perebusan tersebut
kali pengulangan.
4.danSaring
kasa penyaring
prosestersebut
ekstraksi
tidakdengan
berekasi
dengan larutan
kulit. hasil
Bahan
tersebutberupa
untuk memisahkan
dengan sisa bahan yang diekstrak
biasanya
sabun
(residu). Larutan ekstrak hasil penyaringan ini disebut larutan
zat warna alam.

No.
1.
2.
3.

Nama Alat
Drum pemutar
Ember plastik
Sikat

4.

Pengaduk

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Timbangan
Gelas ukur
pH- meter
Termometer
Kompor listrik
Papan pementangan
Alat pengampelas
Alat pengkilap
Sendok plastik

14.

Tensil strength tester

15.
16.

Crock meter
Panci

Kegunaan
Tempat menghomogenisasikan kulit
Tempat merendam kulit ikan
Menghilangkan kotoran pada kulit
Mengjomogenisasikan kulit dengan
larutan
Mengukur berat
Mengukur volume bahan penyamak
Mengukur tingkat keasaman
Mengukur suhu
Alat pemanas
Memaksimalkan ukuran kulit
Menghaluskan kulit samak
Mengkilapkan kulit samak
Mengambil bahan kimia serbuk
Alat uji kekutan tarik dan kemuluran
kulit
Alat uji ketahanan gosok
Alat untuk perebusan kayu nangka

Pengasaman (pickling) sebagai salah satu usaha untuk


menghentikan kegiatan dari enzim. Tujuan lainnya adalah
Hasil yang diambil dari tanaman nangka adalah berupa
menyiapkan kulit dalam kondisi asam (pH 2,5-3), dalam proses
ekstrak dari kayu, kayu nangka mengandung flavonoid yang
pengasaman dapat menghilangkan noda-noda hitam akibat proses
merupakan salah satu golongan fenol alam, flavonoid merupakan
sebelumnya dan untuk menghilangkan unsur besi yang melekat
senyawa yang menyebabkan kayu berwarna merah, kuning, coklat
pada kulit.
atau biru. Tanin yang terdapat dalam kayu nangka adalah jenis
morin, tanin ini yang memberikan warna kuning sitrun pada kayu
Penyamakan
tanning
bahan2013).
penyamak yang digunakan adalah
nangka.
( Rosyida
dan Anik,
garam krom kimia
yang mengandung
krom sinomaklurin
dengan valensi(zat
3+
Kandungan
dalam kayuatom-atom
adalah morin,
.samak),
garam flavon
krom dan
ini tanin,
mampu
bereaksi
dengan
membentuk
ikatan
selain itu kayunya juga terdapat senyawa
dengan
bebas morusin,artonin
dalam struktur E,
kolagen
yang reaktif.
flavonoidasam
yangamino
baru, yakni
sikloartobilosanton,
Ikatan
inilah
yang
menyebabkan
kulit
menjadi
kulit
tersamak
dan
dan artonol B. Bioaktivitasnya terbukti secara empirik sebagai
memubah
kulit
sifat
kulit
mentah
menjadi
kulit
tersamak.
antikanker, antivirus, antiinflamasi, diuretil, dan antihipertensi.
Pewarnaan
yang
dapat meresap
ke
Netralisasi. adalah
Proses memeberikan
ini bertujuanwarna
untuk
menurunkan
tingkat
dalam
jaringan
sehingga
sebagaiproses
warnaselanjutnya
dasar. Zat
keasaman
kulit kulit
sehingga
tidakberfungsi
mengganggu
warna
untuk kulit samak terdapat dalam 2 jenis yaitu alami yang
(peminyakan).
berasal dari tumbuh-tumbuhan, serta tipe buatan yng dibuat secara
sintetic.
Zat (Aging).
warna alami
tidak untuk
dapat memberi
digunakankesempatan
sendiri karena
Pemeraman
Bertujuan
agar
tidak
tinggalkulit
tetap
didalam
kulit. lebih
Jadi harus
diadakan
reaksi dapat
kimia dalam
dapat
berlangsung
sempurna.
Pada
pengikatan
olehditumpuk
bahan tertentu
proses ini kulit
selamayang
satudinamakn
malam. mordant.
Bahan pewarna
yang digunakan dalam proses pewarnaan
berfungsi untuk memberikan warna dasar pada kulit. Bahan
pewarna dapat berupa zat warna alam dan zat warna sintetis. Zar
warna alam diperoleh dari ekstraksi kulit kayu, kayu, daun dan
buah.