Anda di halaman 1dari 2

Cocor bebek atau suru bebek (Latin: Kalanchoe pinnata syn. Bryophyllum calycinum syn.

Bryophyllum pinnatum) adalah tumbuhan sukulen (mengandung air) yang berasal dari
Madagaskar. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun
(tunas/adventif).
Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang
tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu.
Cocor bebek memiliki batang yang lunak dan beruas. Daunnya tebal berdaging dan
mengandung banyak air. Warna daun hijau muda (kadang kadang abu-abu). Bunga majemuk,
buah kotak. Bila dimakan cocor bebek rasanya agak asam dan dingin.
Cocor bebek menjadi tanaman yang umum di daerah beriklim tropika seperti Asia, Australia,
Selandia Baru, India Barat, Makaronesia, Maskarenes, Galapagos, Melanesia, Polinesia, and
Hawaii. Di banyak daerah tersebut, seperti di Hawaii, tanaman ini dianggap sebagai spesies
yang invasif.

Alasan utama penyebarannya yang besar adalah karena kepopuleran tanaman ini sebagai
tanaman hias.

Cocor bebek mengandung asam malat, damar, zat lendir, magnesium malat, kalsium oksalat,
asam formiat, dan tanin. Cocor bebek digunakan sebagai obat tradisional untuk
menyembuhkan sakit kepala, batuk, sakit dada, borok, dan penyakit kulit lainnya,
menyembuhkan demam, memperlancar haid yang tidak teratur, obat luka, serta bisul.
Penelitian yang dilakukan oleh Supratman beserta rekan-rekan dari Divisi Biokimia Terapan
Osaka Prefecture University di Sakai, Jepang, menunjukkan bahwa isolasi terhadap lima
bufadienolides dari daun sosor bebek mempunyai efek menghambat pengaktifan antigen awal
virus Epstein-Barr (EBV-EA) pada sel Raji yang disebabkan oleh tumor.

Selain bufadienolides, cocor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini
juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin-3diarabinoside, dan kaempferol-3-glucoside. Kandungan kimia tersebut membuat sosor bebek
bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.
Selain bisa dimanfaatkan untuk pengobatan dalam, cocor bebek juga bisa digunakaan untuk
penggunaan luar.
Luka : Daun cocor bebek secukupnya diparut atau ditumbuk. Tambahkan sedikit air dan
balurkan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Ganti setiap tiga jam sekali.
Perut mulas: Beberapa helai daun dadap serep ditumbuk dengan beberapa lembar daun
cocor bebek. Beri sedikit air. Kemudian balurkan ramuan tersebut pada perut.Menurunkan
demam: Lumatkan daun cocor bebek, lalu balurkan pada dahi. Gunakan dua kali sehari.
Bisul atau memar: Hancurkan 30-60 gram daun cocor bebek kemudian peras. Tambahkan
madu dan diminum. Sisa daun ditempelkan pada bagian yang sakit.
Radang telinga luar: Lumatkan 5-10 daun cocor bebek, peras. Airnya digunakan sebagai
obat tetes telinga.
Radang amandel: Lumatkan 5-10 daun cocor bebek. Ambil airnya dan gunakan sebagai obat
kumur