Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS JURNAL

PEMBERIAN TERAPI MUSIK


KLASIK TERHADAP REFLEK
HISAP DAN BERAT BADAN BAYI
PREMATUR
OLEH:
RIZKA RAHMAHARYANTI. S.Kep
BAGUS INDIYANTO PRASETYO. S.Kep
AUSTINIA PUTRI. S.Kep
SABAR RIA LESTARI. S.Kep
ALDI MASWIARDO C. S.Kep

Latar Belakang
Menurut World Health

Bayi prematur adalah bayi


yang lahir dengan usia
gestasi kurang dari dan
sama dengan 37 minggu
dengan berat badan lahir
rendah yaitu kurang dari
2500 gram (Surasmi,

2003).

Berdasarkan rekam medik


RSUD Banyumas untuk
wilayah Kabupaten
Banyumas sendiri dari 3
bulan pertama tahun 2012
telah tercatat 100 bayi
yang terlahir prematur
dengan berat badan di
bawah 2500 gram.

Organization (WHO), 13
juta bayi lahir prematur di
dunia, sebelum usia
kehamilan mencapai 37
minggu. Tingginya yang
kurang gizi mengakibatkan
pertumbuhan janin terganggu
sehingga beresiko lahir
dengan berat badan di
bawah 2500 gram (Manuaba,
2003).
Jumlah angka kematian
bayi karena prematur
yang dilaporkan di
Provinsi Jawa Tengah pada
tahun 2009 mencapai
2,66% dari angka
kematian bayi (AKB)
sebesar 19,65% (Dinkes
Jateng, 2009).

Tujuan
Mengetahui
tingkat
keberhasilan
pemberian
terapi
musik
klasik
terhadap peningkatan berat badan
pada bayi prematur (BBLR).

Resume Jurnal
Desain penelitian = eksperimen
semu (quasy experiment)
dengan non randomized pretestposttest control group design

Sampel 15 orang bayi


prematur pada kelompok
kontrol dan 15 orang bayi
prematur pada kelompok
perlakuan yang diambil dengan
teknik purposive sampling.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang


signifikan pada pemberian terapi musik klasik terhadap
peningkatan berat badan bayi prematur. Namun tidak
didapatkan pengaruh yang signifikan antara terapi
musik dengan reflek hisap.
Peningkatan berat badan
dimungkinkan karena terapi musik
klasik dapat memberikan perasaan
tenang kepada bayi sehingga bayi
lebih banyak tidur. Apabila bayi
lebih banyak tidur akan dapat
mengurangi pengeluaran energi
sehingga dapat mempertahankan

Terapi musik tidak berpengaruh


terhadap reflek hisap dapat
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
belum ada instrumen penilaian reflek
hisap pada bayi yang baku sehingga
belum dapat menilai reflek hisap
secara objektif dan tepat, faktor kedua
waktu pemberian terapi musik
kemungkinan frekuensi bunyi kurang
sesuai dengan kondisi masing-masing

Bayi prematur adalah bayiPEMBAHASAN


Reflek hisap baik pada bayi baru lahir
yang lahir pada usia
dengan usia kehamilan 37-42 minggu
kehamilan kurang atau
(Nanny, 2010). Pada bayi prematur
sama dengan 37 minggu,
masalah yang terjadi ialah tidak
memadainya koordinasi antara reflek
tanpa memperhatikan
hisap dan menelan, yang
berat badan
lahir
(Wong,
Campbell
(2001)
dalam
bukunya
mengakibatkan bayi prematur beresiko
2004).
efek
Mozart proses

mengalami aspirasi dan kurangnya


mendengarkan musik
asupan nutrisi yang akan berdampak
merupakan suatu bentuk
pada berat badan bayi prematur.
komunikasi afektif dan
Terapi musik adalah usaha
memberikan pengalaman
meningkatkan kualitas fisik dan
emosional. Emosi merupakan
suatu pengalaman subyektif
mental dengan rangsangan suara
yang terdapat pada setiap
yang terdiri dari melodi, ritme,
manusia. Untuk dapat
harmoni, timbre, bentuk dan gaya
merasakan dan menghayati
yang diorganisir sedemikian rupa
serta mengevaluasi makna dari
hingga tercipta musik yang
interaksi dan lingkungan,
bermanfaat untuk kesehatan fisik
ternyata dapat dirangsang dan
dan mental
(Eka,
2011).
dioptimalkan
perkembangannya
Menurut
Hardywinoto
(2002), reflek bayi menggambarkan
fungsi
sistem
melalui musik
sejak
masa
dini.
persarafan,
musik
dapat
meningkatkan
intelegensi karena rangsangan ritmis
mampu meningkatkan fungsi kerja otak manusia, membuat saraf otak bekerja,
menciptakan rasa nyaman dan tenang. Musik yang diterima pendengaran
mempengaruhi sistem limbik (hipotalamus) yang berfungsi memberi efek pada
emosional dan perilaku, maka pemberian terapi musik dapat mempengaruhi
metabolisme dan kemampuan fisiologis otak pada reflek termasuk reflek hisap

IMPLIKASI KEPERAWATAN
Kemampuan personal perawat sangat
dibutuhkan dalam melakukan pengkajian secara
komperhensif pada orang tua pasien (bayi) yang
lahir prematur dengan BBLR .
Pengetahuan perawat tentang metode atau
terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi
masalah nutrisi pada BBLR disamping
pemenuhan nutrisi dengan ASI atau susu
formula yang menjadi hal wajib dalam
manajemen nutrisi.
Penerapan isi jurnal dalam pemberian asuhan
keperawatan yaitu dapat mencegah terjadinya
penurunan berat badan pada bayi terutama
pada minggu pertama kelahiran dan mencegah
permasalahan yang dapat timbul akibat
penurunan berat badan. Adanya berat badan
yang sesuai dengan usia bayi akan dapat
mendukung perkembangan bayi untuk masa
selanjutnya.

KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN
Pemberian terapi musik klasik (Mozart) terbukti
memberikan pengaruh terhadap peningkatan berat badan
pada bayi prematur, namun tidak memberikan hasil yang
signifikan pada peningkatan kekuatan reflek hisap.

SARAN
Pada penelitian selanjutnya, diharapkan tersedianya
instrumen penilaian atau penelitian pendahuluan
yang membuat instrumen penilaian reflek hisap
pada bayi untuk melakukan penilaian reflek hisap
secara objektif dan benar-benar terukur. Waktu
pemberian terapi dan frekuensi bunyi musik dapat
disesuaikan dengan kondisi bayi, atau bisa
dilakukan pengkondisian bayi sebelum dilakukan
pemberian terapi secara serempak pada satu
waktu.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell., Don. (1997). Efek Mozart. Jakarta :
Gramedia
Lai, H. L. & Good, M. (2002) An overview of music
therapy. The Journal of Nursing, 49 (2), 80-84.
Marwick, C. (2000). Music therapists chime in with
data on medical results. Journal of the American
Medical Association, 283 (6), 731-733.
Nanny, V. L. & Dewi. (2010). Asuhan bayi dan anak
balita. Jakarta : Salemba Medika
Wahyuningsri, & Eka, N. L. (2014). Pemberian terapi
musik klasik terhadap refleks hisap dan berat badan
bayi prematur. Jurnal Keperawatan , V (1), 108-113

TERIMA KASIH