Anda di halaman 1dari 5

IDENTIFIKASI SERANGGA

Identifikasi adalah Proses (cara) pemberian nama pada individu atau sekelompok
individu. Penamaan spesies mengacu pada sistem pemberian nama ilmiah (Scientific name)
berupa Binomial name, yaitu penggabungan dua kata yang mencirikan sifat dari individu yang
diberi nama.
Identifikasi serangga dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan
menggunakan buku kunci identifikasi, program diagnostic key dengan CD-ROM, kunci
identifikasi dari internet, mencocokan dengan spesimen voucher, dan bertanya kepada ahlinya.
Dua dasar yang digunakan untuk mengidentifikasi serangga adalah (1) dasar ciri tubuh
(morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku), dan (2) molekuler (genetika).
IDENTIFIKASI
Untuk identifikasi secara morfologi, menggunakan buku acuan kunci identifikasi Borror
and While (1970) A field guide to study of Insect dan buku How to know the immature
insect karangan Chu (1949).
PEMBUATAN KUNCI IDENTIFIKASI
Proses pembuatan kunci identifikasi diawali dengan analisa karakter morfologi dari
spesies. Karakter morfologi yang telah terdata tersebut kemudian disusun dalam suatu matriks.
Dengan bantuan matriks tersebut , tahap demi tahap pemilahan karakter dalam kelompok besar
yang dilanjutkan dengan pemilahan karakter dalam kelompok yang lebih kecil. Kelompokkelompok karakter tersebut kemudian disusun untuk membangun sebuah kunci identifikasi.
KARAKTER YANG DIGUNAKAN UNTUK IDENTIFIKASI
Untuk immature insect, karakter identifikasi dimulai dari:
1.
2.

Tipe metamorphosis: Gradual, kompleks atau ametabola (tanpa metamorphosis)


Tipe/bentuk telur: Flat, Spherical, conical, memiliki appendage atau memiliki

3.
4.
5.
6.
7.

sculpture
Jumlah dan ukuran telur
Tempat bertelur:
Bentuk nimfa
Perbedaan warna, ukuran, dan bentuk tubuh tiap instar larva
Jenis Larva: Campodeiform, Carabiform, Eruciform, Scarabaeiform, Elateriform,

8.

Platyform, Vermiform, Hypermetctmorphosis


Jenis Pupa: Obtect, Exarate, Coarctate

Identifikasi serangga dewasa (imago) sampai tingkat ordo dilakukan dengan melihat:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

ukuran tubuh
bentuk kepala
antenna (bentuk dan jumlah ruas)
bentuk abdomen
tipe sayap
tipe alat mulut
tipe caput
sklerit toraks

Identifikasi Sub Ordo, memperhatikan:


1.
2.

sayap depan dan sayap belakang


Habitat serangga: akuatik, Phytophagous, Parasitic, Subterranean

Sedangkan untuk identifikasi superfamili, famili dan genus atau spesies, sudah harus
memperhatikan ciri-ciri morfologi yang sangat spesifik, seperti
1.
2.
3.
CONTOH

Ukuran/venasi pembuluh sayap


Ruas abdomen
Tipe Tungkai (bentuk, letak koksa, rumus tarsi)
PENULISAN

DETERMINASI

TINGKAT ORDO

DENGAN

KUNCI

IDENTIFIKASI
1.

(a) sayap ada......................................................2


(b) sayap tidak ada, vestigal atau rudimenter ........26

2.

(a) sayap depan dengan tekstur seperti mika/kulit atau tanduk terutama pada
pangkal sayap, sayap belakang bila ada bersifat membran.........................3
(b) semua sayap bersifat membran...........................8

3.

(a) sayap depan sangat kecil, tumbuh tidak seimbang dengan sayap belakang,
bentuknya seperti tongkat ("club"), sayap belakang besar seperti kipas, antenna
paling sedikit satu ruas dengan perkembangan sisi samping yang panjang, ukuran
serangga sangat kecil, jantan sayapnya seperti tali, merupakan serangga
parasit.............................................. Sterepsiptera
(b) ciri-ciri tidak seperti pada 3 (a)..........................4

4.

(a) alat mulut tipe pengisap dengan bentuk paruh ("beak") panjang biasanya
beruas-ruas..............5
(b)

alat

mulut

tipe

pengunyah

mendibel......................................................................6

mempunyai

5.

(a) paruh muncul dari bagian depan kepala, tekstur pangkal sayap (depan kira-kira
2/3 bagian sayap), seperti mika atau kulit, ujung sayap (1/3 bagian) bersifat
membran, ujung sayap saling tumpang tindih ("overlapping") apabila serangga
sedang hinggap...................................... Hemiptera
(b) Paruh muncul dari bagian belakang kepala, sering terletak pada dasar kaki
depan; sayap depan dengan tekstur yang seragam, ujung sayap tidak atau sedikit
saja tumpang tindih................ Homoptera

6.

(a) abdomen dengan alat tambahan ("cerci") seperti pinset pada ujungnya, elytera
(pangkal sayap yang seperti mika atau kulit) sangat pendek sehingga perut
kelihatan telanjang, tari 3 ruas .......... Dermaptera
(b) abdomen tidak seperti pada 6(a) atau apabila ada cerci, sayap menutup
sebagian perutnya, jumlah tarsi bervariasi............................. 7

7.

(a) sayap depan keras tidak seperti tanduk tanpa vena, kedua sayap depan
biasanya bertemu satu sama lain membentuk sebuah garis lurus kebawah pada
tengah-tengah punggung, sayap belakang bersifat membran, berbentuk sempit dan
biasanya lebih panjang dari sayap depan dengan hanya beberapa vena sayap,
antenna 11 ruas atau lebih..... Coleoptera
(b) Sayap depan seperti mika dengan vena-vena dan saling tumpang tindih
menutup abdomen apabila

sedang hinggap, sayap belakang lebar, biasanya

lebih pendek dari sayap depan dengan banyak vena-vena

antenna

biasanya

mempunyai ruas-ruas lebih dari 12 ruas....... Orthoptera


8.

(a) dengan satu pasang sayap ............. 9


(b) dengan dua pasang sayap .............. 14

9.

(a) pronotum memanjang kebelakang menutup abdomen dan berbentuk lancip


pada bagian ujungnya; kaki belakang membesar....... Orthoptera
(b) pronotum tidak seperti pada 9(a), kaki belakang tidak begitu membesar ...... 10

10.

(a) antenna paling sedikit satu ruas dengan pertumbuhan memanjang disisi
samping; sayap sangat kecil, sayap belakang seperti kipas, ukuran sangat kecil..
Strepsiptera
(b) tidak seperti ciri-ciri tersebut pada 10(a) .... 11

11.

(a) abdomen dengan alat tambahan caudal yang panjang seperti ekor, mulut
vestigal.... 12

(b) abdomen tidak seperti pada 11(a), mulut tipe pengunyah atau pengisap ....13
HASIL IDENTIFIKASI
Taksonomi
Fillum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Kunci Determinasi : 1a-2a-3b-4b-6b-7a
Ciri-ciri:

1. (a) sayap ada


2. (a) sayap depan dengan tekstur seperti mika/kulit atau tanduk terutama pada
pangkal sayap, sayap belakang bila ada bersifat membrane
3. (b) sayap depan tidak kecil, tumbuh seimbang dengan sayap belakang,
bentuknya tidak seperti tongkat ("club"), sayap belakang kecil, antenna
lebih dari satu ruas, ukuran serangga tidak kecil, jantan sayapnya tidak
seperti tali, bukan serangga parasit
4. (b) alat mulut tipe pengunyah mempunyai mendibel
6. (b) abdomen tidak seperti pada 6(a) atau apabila ada cerci, sayap menutup
sebagian perutnya, jumlah tarsi bervariasi
7. (a) sayap depan keras tidak seperti tanduk tanpa vena, kedua sayap depan
biasanya bertemu satu sama lain membentuk sebuah garis lurus kebawah
pada tengah-tengah punggung, sayap belakang bersifat membran,
berbentuk sempit dan biasanya lebih panjang dari sayap depan dengan
hanya beberapa vena sayap, antenna 11 ruas atau lebih..... Coleoptera

Saat ini untuk dapat lebih memudahkan dalam mengidentifikasi serangga yang ditemukan
di lapang dalam dilakukan dengan menggunakan program Lucid. Program lucid adalah program
aplikasi berbasis web yang sangat powerful dan fleksible yang didesain untuk membantu user
untuk melaksanakan tugas-tugas identifikasi atau diagnosis. Software lucid mempunyai fungsi
interaktif berbasis multi media dan mudah digunakan bagi seorang taxonomis, karantina,

ilmuwan keanekaragaman dan konservasi hayati. Program lucid dibuat berbasis pada
dichotomous key yang memisahkan taxa sebuah organisme yang merupakan serial pertanyaan
tentang karakter morfologi serangga yang dimulai dari karakter yang umum ke karakter yang
spesifik secara presisi sampai muncul satu identifikasi

Anda mungkin juga menyukai