Anda di halaman 1dari 6

PROSES PENUAAN KULIT

Proses penuaan kulit mempunyai dua fenomena yang saling


berkaitan yaitu proses menua Intrinsik dan ekstrinsik (Jusuf,2005).
a. Proses Menua Intrinsik
Merupakan proses menua fisiologik yang berlangsung secara
alamiah, disebabkan berbagai faktor dari dalam tubuh sendiri seperti
genetic, hormonal dan rasial. Fenomena ini tidak dapat dicegah/dihindari
dan mengakibatkan perubahan kulit yang menyeluruh sesuai dengan
pertambahan usia (Jusuf,2005).
1. Genetic
Faktor genetic mempengaruhi saat mulai terjadi proses menua pada
seorang seperti pada orang yang memiliki jenis kulit kering cenderung
mengalami menua kulit lebih awal (Jusuf,2005).
2. Rasial
Manusia terdiri dari bermacam-macam ras dan masing-masing
mempunyai struktur kulit yang berbeda terutama yang berperan didalam
sistem pertahanan tubuh terhadap lingkungan seperti peranan pigmen
melanin sebagai proteksi terhadap sinar matahari. Ras kulit putih lebih
mudah terbakar sinar matahari (sunburn), lebih mudah terjadi gejala kulit
menua dini, prakanker kulit dan kanker kulit di bandingkan ras berwarna
(Jusuf,2005).
3. Hormonal

Pengaruh hormone sangat erat hubungannya dengan umur. Proses


menua fisiologis lebih jelas terlihat pada wanita yang memasuki masa
klimakterium atau menopause. Pada masa itu penurunan fungsi ovarium
menyebabkan produksi hormone seks seperti hormone esterogen berkurang
dan akibatnya akan terjadi atrofi sel epitel vagina, pengecilan payudara,
timbul tanda-tanda menua pada kulit seperti kulit menjadi kering dan
elastisitasnya berkurang (Jusuf,2005).
b. Proses Menua Ekstrinsik
Terjadi akibat berbagai faktor dari luar tubuh. Faktor lingkungan
seperti sinar matahari, kelembapan udara, suhu dan berbagai faktor
eksternal lainnya dapat mempercepat proses menua kulit sehingga
terjadi penuaan dini. Perubahan pada kulit terutama terjadi di daerah
terpajan seperti kulit wajah sehingga wajah terlihat lebih tua, tidak
sesuai dengan usia yang sebenarnya. Berbagai usaha dapat dilakukan
untuk mencegah/memperlambat terjadinya penuaan dini (Jusuf,2005).
1. Faktor Lingkungan
i.

Sinar matahari
Sinar matahari merupakan faktor utama penyebab terjadinya

proses menua kulit. Penuaan dini yang terjadi akibat paparan sinar
matahari disebut dengan photoaging. Paparan sinar matahari kronik
akan menghasilkan radikal bebas yang menyebabkan berbagai
kerusakan struktur kulit serta menurunkan respon imun (Jusuf,2005).
Radikal bebas ini akan menyebabkan berbagai kerusakan pada kulit
yaitu (Jusuf,2005):

1. Kerusakan enzim-enzim yang bekerja mempertahankan fungsi sel


sehingga terjadi kerusakan pada sel-sel
2. Kerusakan protein dan asam-asam amino yang merupakan struktur
utama kolagen dan elastin sehingga serat-seratnya menjadi kaku,
tidak lentur dan kehilangan elastisitas
3. Kerusakan pembuluh darah kulit sehingga menjadi lebar dan
menipis
4. Terjadi gangguan distribusi pigmen melanin dan melanosit sehingga
terjadi pigmentasi yang tidak merata.
ii.

Kelembapan udara
Kelembapan udara yang rendah di daerah pgunungan/dataran

tinggi, ruangan AC, paparan angin dan suhu dingin akan menyebabkan
kulit menjadi kering sehingga mempercepat proses menua kulit.

Secara garis besar gejala penuaan intrinsic dan penuaan ekstrinsik


(photoaging) dapat dibedakan sebagai berikut:
Penuaan Intrinsik
Kulit tipis dan halus
Kulit kering
Kerut halus, garis ekspresi lebih

Penuaan Ekstrinsik
Kulit menebal dan kasar
Kulit kering
Kerut lebih dalam dan nyata

dalam
Kulit kendur
dapat timbul tumor jinak

Bercak pigmentasi tidak teratur


Pelebaran pembuluh darah
(telangiektasi)
Dapat timbul

tumor

jinak,

prakanker maupun kanker kulit


(Jusuf NK, 2005)
Klasifikasi Photoaging
Tipe

Karakteristik

1. Tidak keriput

Tipikal usia 20 30 tahun


Photoaging awal
Sedikit perubahan pigmen
Tidak ada keratosis
Sedikit atau tidak ada keriput

2. Keriput dalam gerakan

Tipikal usia 30 40 tahun


Awal menuju pertengahan photoaging

3. Keriput saat istirahat


4. Hanya keriput
(Ivi NP, 2008)

I.

Kelainan yang terjadi pada proses penuaan


Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan merupakan

benteng utama terhadap invasi patogen dan dehidrasi. Kulit terdiri dari 3
lapisan yaitu epidermis, dermis dan jaringan subkutan. Di dalamnya
terdapat folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar keringat, pembuluh
darah, dan berbagai organ lain (Jusuf,2005).

Pada lansia terjadi penurunan fungsi kulit, namun hal ini tidak
terlepas dari perubahan histologis serta struktur dari kulit itu sendiri.
Demikian pula, kita tidak mungkin untuk menyingkirkan faktor-faktor lain
yang bisa timbul bersamaan, yaitu pengaruh lingkungan serta perubahan
hormonal (Jusuf,2005).
Tabel 1. Gambaran perubahan histologist kulit pada penuaan kulit
Epidermis
-

Taut

Dermis
epidermo- -

Apendiks

Atrofi

dermal mendatar
-

Tebal

rambut

berkurang/ -

Fibroblast berkurang

variatif
-

Depigmentasi

Konversi

rambut

terminal ke velus

Bentuk dan ukuran -

Pembuluh

sel

berkurang

Melanosit berkurang

Sel

langerhans -

darah Nail plate abnormal

Sel mast berkurang


Capillary loop

berkurang
-

Akhiran

saraf

abnormal

DAFTAR PUSTAKA

Kelenjar berkurang

Jusuf NK. 2005. Kulit Menua. Departemen ilmu penyakit kulit dan kelamin FK
USU; Medan

N. Puizini-Ivic. Skin aging. Acta Dermatoven. 2008; 17:47-52