Anda di halaman 1dari 15

FIQIH DAKWAH

A. Urgensi Materi
1. Memiliki pemahaman dan wawasan tentang konsep dakwah Islam
2. Memiliki kesadaran dan semangat untuk berdakwah
3. Agar mampu menerapkan dakwah bilhikmah
4. Memiliki pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya berdakwah
B. Muqaddimah
Sekadar semangat dalam berdakwah tidaklah cukup, tapi perlu diketahui
terlebih dahulu bagaimana cara berdakwah dan ilmu tentang berdakwah itu
sendiri. Karena dalam menjalankan dakwah setiap orang berbeda- beda
dalam menerapkan cara berdakwah dan hasil yang didapatkannya pun
berbeda- beda. Kita bisa melihat perjalanan Rasulullah dalam berdakwah,
sarat dengan cara atau metode. Ada yang masuk Islam karena melihat akhlak
Rasulullah dan inilah yang paling banyak, ada yang di dakwahi dengan
mengajukan pertanyaan- pertanyaan terlebih dahulu, ada yang didahului
dengan sanjungan/ pujian terlebih dahulu dan ada juga didahului dengan
ancaman- ancaman bahkan pernah juga Rasullah menjawab pertanyaan yang
sama dari dua sahabatnya dengan jawaban yang berbeda, berarti beliau
melihat kondisi objek dakwahnya. Begitulah Rasulullah dalam menjalankan
berbagai macam metode dakwahnya.
C. Pembahasan
a. Defenisi fiqih dakwah
- Fiqih : pemahaman
- Dakwah ;
Bahasa: an nida berarti seruan, panggilan, permintaan, permohonan.
Istilah: 1)Syaikh Muqbil al Qathan mengajak manusia masuk Islam,
komitmen dengan Islam, mau hidup dengan Islam dan mati dengan
Islam.2) Umum memanggil manusia kepada hikmah dan pengajaran
yang baik sehingga beriman keapada Allah dan mengingkari thaghut
serta mengeluarkan menusia dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya
Islam.
b. Urgensi mempelajari materi
1. Memberikan taujih /nasihat/arahan terhadap kebangkitan Islam.
Kebangkitan Islam ada dimana- mana walaupun di tengah- tengah
maraknya ideology atau pemahaman yang ingin menekan
perkembangan Islam.
Syaikh Al Utsaimin, kebangkitan Islam itu dapat dijadikan sebagai
suatu hal yang menggebirakan tapi perlu ada pengarahan dari para
ulama karena tanpa pengarahan/ metode yang benar bisa
menjadikan pergerakan yang seharusnya efektif menjadi panjang.
2. Salah satu factor yang mempengaruhi dakwah karena Ilmu tentang
dakwah memberikan pengetahuan tentang factor-factor yang
mempengaruhi keberhasilan dakwah.
Hari ini, banyak orang yang berdakwah, tetapi cara mereka tidak
tepat. Mereka menginginkan perubahan yang cepat terhadap objek

dakwahnya. Kalaupun mereka tidak mau mengikuti kita, minimal


mereka paham dengan kita.
3. Dengan tidak diketahuinya fiquh dakwah dan tidak diamalkan maka
akan terjadi:
a. Semberono dalam berdakwah/ asal-asalan. Sembrono maksudnya:
1) Berbicara tanpa dalil
2) Menggunakan hadits yang buka hadits shahih.
3) Memperlakukan seseorang bukan pada tempatnya \.
4) Gampang mengkafirkan.
b. keras dalam berdakwah.
c. Perpecahan; tidak dewasa dalam menghadapi perbedaan. Ikhtilaf
pertama yang terjadi di kalangan para sahabat dalam
menafsirkan sabda Rasulullah yang berbunyi janaganlah kalian
shalat sampai di bani Qainuqa. Ada sahabat yang menafsirkan
bahwa jalanlah secepatnya agar sampai pada saat waktu shalat
di bani Qainuqa dan ada juga sahabat yang menafsirkan,Kita
harus shalat di bani Qainuqa walaupun telat.
Teladan Para Imam Mazhab Dalam Menghadapi Perbedaan
Pendapat
Perbedaan pendapat di kalangan para imam mazhab tidak
pernah melebihi dari apa yang sepatutnya. Perbedaan itu tidak
bersangkutan dengan sifat ta'ashshub, sombong diri, hasud dan
setiap penyakit hati. Para imam mazhab tidak pernah mempunyai
tujuan yang lain dalam usaha mereka kecuali mengajar serta
menegakkan agama Islam kepada umat.
Perbedaan pendapat antara mazhab juga tidak menjadi faktor
penghalang untuk shalat bersama-sama. Apabila tiba musim Haji,
semua umat Islam tidak mungkin sama, ada para imam mazhab
atau murid mereka atau pengikut me-reka akan turun ke Mekah
dan Madinah untuk menunaikan amalan haji.
Justru jika kita kaji sejarah dan riwayat hidup mereka, kita
akan dapati sifat terbuka yang amat tinggi di antara mereka.
Mereka menerima teguran dengan hati yang terbuka,
membetulkan ajaran yang tersilap, menghormati antara satu
sama lain dan saling membandingkan ajaran sesama mereka.
Kenapa tidak, bukankah para imam mazhab itu pada mulanya
duduk berguru bersama, mengasaskan ajaran dari sumber yang
sama dan mempunyai tujuan yang sama?
Pernah sekali Malik bin Anas ditanya adakah perlu membasuh
jari-jari kaki saat berwudhu. Beliau menjawab Itu tidak perlu.
Setelah berakhirnya majlis kuliah tersebut, seorang anak didik
Malik, bernama Ibn Wahhab berkata Aku mengetahui akan suatu
hadits
tentang
soalan
tadi.
Bertanya Malik: Hadits apakah itu ? Ibn Wahhab berkata: Laits
ibn Saad, Ibn Luhaiah dan Amr bin al-Harits meriwayatkan dari
Yazid bin Amr, dari Mustawrid bin Shaddad; dimana mereka telah

berkata: Kami melihat Rasulullah menggosok antara jari-jari


kakinya
saat
berwudhu
dengan
anak
jarinya.
Berkata Malik: Riwayat itu adalah sahih. Aku tidak pernah
mendengarnya hingga sesaat tadi.
Ibn Wahhab seterusnya menerangkan bahwa Malik kemudian
mengajar banyak orang untuk menggosok jari-jari kaki mereka
apabila berwudhu. Demikian satu contoh dari Malik, apabila dia
mendengar suatu hadits dan dikenali sanadnya berdarajat sahih,
dia
terus
membetulkan
ajarannya.
Ahmad bin Hanbal pada awalnya berpendapat bahwa perkataan
quru
dalam
ayat:
Dan isteri-isteri yang diceraikan itu hendaklah menunggu dengan
menahan diri mereka (dari berkahwin) selama tiga kali suci
(quru). [Maksud surah al-Baqarah 2:228] bermaksud bersih dari
haid. Kemudian apabila dia menemui sebuah hadits di mana
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diriwayatkan telah berkata
kepada Fatimah binti Hubaisy radhiallahu anha: Tinggalkanlah
shalat pada masa quru-mu, Ahmad telah membetulkan
pendapatnya yang awal dengan berkata: Aku pada mulanya
mengatakan bahwa quru itu ialah suci (dari haid), sekarang aku
berpendapat bahwa quru itu ialah haid dan bukan suci (dari
haid).
Dalam kesungguhan mencari hadits pada zaman mereka,
para imam mazhab saling bertanya dan bertukar sesama mereka.
Contoh paling baik ialah pesan al-Syafii kepada Ahmad bin
Hanbal: Engkau lebih mengetahui akan hadits-hadits dari aku.
Oleh karena itu jika ada hadits yang sahih, beritahulah aku, sama
ada hadits itu dari Kufah, Basrah atau Syria. Beritahulah aku
supaya aku dapat berpegang kepadanya asalkan ia adalah sahih.
d. Membuat manusia lari dan takut/tidak memahami madeu.
c. Keutamaan dakwah dan dai
1. Memiliki kedudukan yang sangat agung. Paling baik perkataannya. QS.
Fushilat. 33



33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
"Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
QS. Ali IMran. 110





110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih
baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik.
Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya, penghuni langit dan bumi
termasuk pula semut di dalam liangnya, termasuk pula ikan paus
benar- benar berslawat keapda oaring- orang yang mengajarkan
kebaikan kepada manusia.(HR. Tirmidzy)
2. Kebutuhan manusia terhadap dakwah.
QS. Al Isra.15


15. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), Maka
Sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan
barangsiapa yang sesat Maka Sesungguhnya dia tersesat bagi
(kerugian) dirinya sendiri. dan seorang yang berdosa tidak dapat
memikul dosa orang lain, dan kami tidak akan meng'azab sebelum kami
mengutus seorang rasul.
QS. Yaasin. 6


6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak
mereka belum pernah diberi peringatan, Karena itu mereka lalai.
Karena adanya dakwah sehingga:
1. Agar perahu tidak tenggelam.
2. Agar orang bisa memilih kepada yang haq ataukah yang bathil.
3. Pekerjaan para Nabi dan Rasul
QS. Al Ahsab. 45-46



45. Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan
pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,
46. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan
untuk jadi cahaya yang menerangi.

4. Sebab kekalnya perintah Allah; sampainya dakwah hari ini karena


adanya dai yang senantiasa menyampaikan dakwah.
5. Jalan menuju kemuliaan dan kejayaan Islam dan kaum muslimin karena
merupakan jalan para Nabi.
Imam Malik berkata, Tidak akan jaya umat ini kecuali dengan apa yang
menjayakan umat terdahulu.
6. Orang paling baik perkataannya dan perbuatannya.
QS. Fushilat. 33



33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
"Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
7. Mendapatkan pahala yang sangat agung
8. Di antara sebab keberuntungan.
QS. Ali Imran. 104




104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan
mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang
beruntung.
[217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah;
sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari
pada-Nya.
Di antara sebab sebab yang agung yaitu berdzikir dan bersalawat
kepada Allah. Orang berdakwah dan berceramah
9. Mendapatkan kenikmatan dan kesenangan.
Rasulullah bersabda, Allah akan memberikan kenikmatan/
kebahagiaan kepada siapa yang mendengarkan apa-apa dariku dan
menyampaikan dari apa yang telah didengarkan dariku.
10. Jalan keselamatan dari siksa Allah di dunia dan akhirat.
QS. Al Anfal. 164-165





164. Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal
Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat
dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan
seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[526].
kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakanNya kepadamu apa yang kamu perselisihkan."
165. dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi
dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain)
beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya
kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Contoh kisah Nabi Musa dan Nabi Nuh.
11. Diantara sebab mendapatakan amal shaleh dan ilmu yang
bermanfaat.
12. Merupakan sebab bertambahnya ilmu syari.
13. Dengan berdakwah seorang muslim terbantu untuk memanfaatkan
waktunya sehingga waktunya berberkah.
Diantara kebaikan seseorang adalah dengan meninggalkan hal- hal
yang tidak bermanfaat baginya.
Misalnya kisah Ibnu Taimiyah yang menggunakan waktu antara maghrib
dan isya untuk menulis sebuah buku, kisah Imam Nawawiyang umurnya
Cuma sampai 30 tahun tapi banyak sekali karya yang telah
dihasilkannya dam kitapun merasakannya sampai saat ini.
14. Taat kepada Allah
15. Menyibukkan diri kita dari penyianyiaan waktu.
16. Melindungi seorang muslim terjerumus kepada maksiat
17. Merupakan sebab yang agung untuk konsisten dan istiqomah di jalan
Allah
Syaikh Muhammad al Munajjid mengatakan,Salah satu sarana untuk
istiqomah di jalan Allah adalah berdakwah.
d. Hokum berdakwah
Hokum berdakwah adalah wajib bagi setiap muslim sesuai kondisi. Syaikh
bin Baz, fardhuain jika di tempat itu tidak ada orang yang berdakwah,
fardhu kifayah jika sudah ada 2/3 orang yang berdakwah.
e. Kaidah dalam Berdakwah
a. Memberi keteladanan sebelum berdakwah. Perilaku dan amal para daI
adalah cerminan dari dakwahnya. Mereka adalah teladan dalam
pembicaraan dan amalan.
1. Qudwah dai adalah Rasulullah; Nabi adalah teladan paling mulia bagi
manusia sepanjang sejarah. Beliau adalah seorang murabbi
(pembina) yang menuntun manusia dengan perilaku pribadinya
sebelum ucapannya.

2. Keteladanan dari dirimu sendiri; seorang mukmin sejati wajib


memulai sesuatu dari dirinya sebelum mengajak orang lain.
b. Mengikat hati sebelum menjelaskan.
c. Mengenalkan sebelum memberi beban.
d. Bertahap dalam pembebanan.
e. Memudahkan bukan menyulitkan.
f. Yang pokok sebelum yang cabang.
g. Membesarkan hati sebelum memberikan ancaman.
h. Memahamkan bukan mendikte.
i. Mendidik bukan menelanjangi
j. Muridnya guru bukan muridnya buku.
f. Tujuan utama dakwah
Tujuan utama berdakwah adalah untuk Allah semata:
1. Bukan untuk diri pribadi kita; bukan untuk pengkudusan kepada dirinya,
bukan dakwah agar dia menjadi popular.
2. Bukan untuk organisasi/ lembaga, politik, instansi, dll.
3. Bukan kepada para thaghut. Mis; berdakwah untuk pemimpinnnya,
yang contohnya Ahmadiyah, karena dakwah Ahlussunnah itu bukan
dakwah figuran.
g. Tujuan berdakwah Ilallah
1. Merealisasikan tujuan penciptaan manusia yaitu beribadah kepada
Allah.
QS. Adzariyat. 56


56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.
QS. An Nahl. 36






36. dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah
Thaghut[826] itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi
petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah
pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul)
2. Menegakkan/ sampainya alasan Allah terhadap hambanya.
QS. An Nisa. 165




165. (mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira
dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia
membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. dan adalah Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
3. Menunaikan amanah dan alasan atau pelepas tanggung jawab kepada
Allah
QS. Al Araf. 164


164. dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata:
"Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan
mereka atau mengazab mereka dengan azab yang Amat keras?"
mereka menjawab: "Agar Kami mempunyai alasan (pelepas tanggung
jawab) kepada Tuhanmu[580], dan supaya mereka bertakwa.
[580] Alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah melaksanakan
perintah Allah untuk memberi peringatan.
4. Mewujudkan mukmin yang shalih.
5. Mewujudkan umat yang shalih
6. Menyelamatkan manusia
dari sebab- sebab kehancuran dan
kebinasaan.
7. Menampakkan keindahan dan pesona Islam. Karena dengan akhlak
islam orang bias tertarik untuk berislam.
8. Memenangkan Islam di atas semua agama dengan tahapan:
Menjadi/ mewujudkan pribadi muslim
Mewujudkan keluarga islami.
Mewujudkan jamaah Islami/ masyarakat Islami
Mewujudkan pemimpin Islami.
Mewujudkan daulah Islami.
Mewujudkan khilafah Islamiyah yang besar.
h. Rukun dakwah
Dai ; yang harus dimiliki seorang dai adalah;
1. Iman;iman yang dimaksud dalam dakwah adalah mengharap pahala
dari Allah. Mengimani bahwa dakwah ini hanya dua arahnya:
a. Dunia: mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah.
b. Akhirat; surga dari Allah azza wa jalla
Sehingga dua sisi ini yang akan kita dapatkan, maka apakah yang
membuat kita tidak mau berdakwah.

2. Ilmu; segala sesuatu yang akan kita dakwahkan harus dilandasi oleh
ilmu sehingga seorang daiyah harus pula menuntut dirinya untuk
berilmu.
3. Pengamalan terhadap apa yang telah diketahui. QS. Ash Shaff. 3


Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tidak kamu kerjakan.
Syaikh Utsaimin mengatakan, mengapa keimanan sorang dai tidak
pernah sampai pada titik nol karena apa yang kita sampaikan itu
menjadi motivasi untuk senantiasa mengamalkan. Dengan senantiasa
berdakwah kita aan terjaga.
4. Hubungan yang erat dengan Allah. Misalnya saja para shahabat ketika
sendalnya terputus, mereka mengadukan kepada Allah, ketika tidak
pergi berperang maka hal inipun diadukan kepada Allah. Sebagaimana
kisah Nabi Nuh yang urusannya senantiasa diadukannya kepada Allah.
QS. Nuh. 5-10



5. Nuh berkata: "Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku
malam dan siang,
6. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari
kebenaran).
7. dan Sesungguhnya Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman)
agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari
mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya)
dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan
sangat.
8. kemudian Sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman)
dengan cara terang-terangan[1517],
9. kemudian Sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan
terang-terangan dan dengan diam-diam[1518],
10. Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada
Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

[1517] Dakwah ini dilakukan setelah da'wah dengan cara diam-diam


tidak berhasil.
[1518]Sesudah melakukan da'wah secara diam-diam kemudian secara
terang-terangan Namun tidak juga berhasil Maka Nabi Nuh a.s.
melakukan kedua cara itu dengan sekaligus.
5. Bersabar
a. Bersabar terhadap dakwah itu sendiri; bersabar karena dakwah
senantiasa istimror/ berkesinambungan.
b. Bersabar terhadap rintangan dakwah
c. Bersabar terhadap penderitaan yang terjadi dalam dakwah
Merupakan sunnatullah dalam dakwah, hal- hal yang memang
senantiasa adalah penderitaan dan dan rintangan
6. Berdakwah dengan Al Hikmah
7. Memiliki akhlak yang mulia: akhlaknya senantiasa menjadi qudwa bagi
siapapun.
8. Menghilangkan penghalang antara daiyah dan madu
9. Melapangkan hati dengan orang yang tidak sepaham
10. Lobah terhadap orang yang diajak; saat ingin madu mendapat
hidayah.
QS. At Taubah. 128


128. sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi
Penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Objek Dakwah(Madu)
Ajaran ini adalah universal (untuk semua manusia dan semua zaman),
namun objek dakwah dibagi menjadi dua kelompok yakni;
1. Ummat dakwah; keseluruhan umat manusia yang
tidak
mendapatkan syariat atau hidayah.
2. Ummat Istijabah; manusia yang menerima dakwah.
Apa yang Didakwahkan
Yang didakwahkan adalah Al Islam yaitu Al Quran dan As Sunnah
sesuai dengan pemahaman salafusshalih, kenapa salaf?
1. Mencakup seluruh konsep kehidupan.
2. Manhaj yang syamil bagi kehidupan manusia, manhaj di sini tidak
hanya dilihat dari segi aqidahnya saja tapi seluruh sisi kehidupan
(ekonomi, pemerintahan, politik, dll)
Metode Berdakwah
1. Menggunakan metode hikmah.
2. Tarbiyah dan talim.
3. Motivasi dan ancaman.
4. Sembunyi dan terang- terangan.

5. Menggunakan sebagian dalil akal dalam menjelaskan kebenaran


hukum Islam.
Wasilah Berdakwah
1. Khutbah
2. Pengajaran- pengajaran
3. Pengajian umum
4. Diskusi dan debat
5. Seminar dan pelatihan
6. Fatwa syari
7. Perilaku- perilaku yang baik.
8. Media informasi modern.
9. Rihlah dan berkemah.
10.
Organisasi-organisasi atau aturan- aturan(tandzim)
11.
Berusaha membantu kebutuhan manusia dari segi sosial.
- Pengobatan terhadap orang yang sakit (bekam, ruqyah syari,dll)
- Memberikan hadiah
- Memberikan bantuan- bantuan sosial
12.
Kisah- kisah.
i. Khasais Dakwah Islamiyah
1. Rabbaniyah; dakwah yang berasal dari Allah, baik yang ajaran berasal
dari Allah langsung atapun apa yang diajarkan oleh Raslullah (pelakupelaku dakwah).
2. Salafiyah; merujuk pada pemahaman salafussaleh demi menjaga
orisinilitas pemahaman sehingga apa yang disampaikan itu sesuai apa
yang pernah disampaikan Allah kepada RasulNya.
3. Wasathiyah; pertengahan dalam segala hal
4. Waqiah; realistis
5. Akhlaqiyah; menggunakan akhlaq mulia
6. Syumuliyah; menyeluruh dan lengkap
7. Alamiyah; mendunia atau seluruh lapisan
8. Syuriyyah; menjunjung tinggi musyawarah
9. Jihadiyah ; kesungguhan dan militansi
j. Sifat dan Akhlak Daiyah
1. Ikhlas; melaksanakan sesuatu karena Allah; membersihkan amalan dari
segala cacat dan noda.
QS. Nisa. 146




146.
Kecuali orang-orang yang Taubat dan mengadakan
perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus
ikhlas (mengerjakan) agama mereka Karena Allah. Maka mereka itu
adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan
memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

[369]
mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan
yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan
kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
QS. Al Kahfi. 110



110. Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu,
yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu
adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan
janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada
Tuhannya".
QS. Az Zumar. 3








3. Ingatlah, Hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).
dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka
mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya".
Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa
yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki
orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
QS. Bayyinah. 6



6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orangorang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal
di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
2. Amanah atau terpercaya
QS. Asy Syuara. 105-107

105. Kaum Nuh Telah mendustakan para rasul.


106. Ketika saudara mereka (Nuh) Berkata kepada mereka: "Mengapa
kamu tidak bertakwa?
107. Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang
diutus) kepadamu,
QS. Asy Syuara. 123-125


123. Kaum 'Aad Telah mendustakan para rasul.
124. Ketika saudara mereka Hud Berkata kepada mereka: "Mengapa
kamu tidak bertakwa?
125. Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang
diutus) kepadamu,
QS. Asy Syuara. 141- 143



141. Kaum Tsamud Telah mendustakan rasul-rasul.
142.
Ketika saudara mereka, Shaleh, Berkata kepada mereka:
"Mengapa kamu tidak bertakwa?
143. Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang
diutus) kepadamu,
QS. Asy Syuara. 160- 162



160. Kaum Luth Telah mendustakan rasul-rasul,
161. Ketika saudara mereka, Luth, Berkata kepada mereka: Mengapa
kamu tidak bertakwa?"
162. Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang
diutus) kepadamu,

QS. Asy Syuara.176- 178




176. Penduduk Aikah[1088] Telah mendustakan rasul-rasul;
177. Ketika Syu'aib Berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak
bertakwa?,

178. Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang


diutus) kepadamu.
[1088] yang dimaksud dengan Penduduk Aikah ialah penduduk Madyan yaitu kaum nabi Syu'aib a.s.
QS. Yusuf. 55


55. Berkata Yusuf: "Jadikanlah Aku bendaharawan negara (Mesir);
Sesungguhnya Aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi
berpengetahuan".
QS. Al Qashash. 26


26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah
ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang
yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang
yang Kuat lagi dapat dipercaya".
Amanah dalam;
a. Amanah dalam menyebarkan ad din sebagaimana para nabi dan
rasul.
b. Amanah
terhadap
ilmu
yang
meliputi;
menuntut
ilmu,
menyampaikan ilmu, memberikan ilimu atau fatwa dan dlam
mengutip perkataan para ulama.
3. Jujur dalam memikul amanah dakwah ini baik dalam perkataan maupun
pengamalan.
4. Mengikuti Nabi baik dari segi aqidah, ibadah mapun manhaj dll.
5. Sabar; bersabar dalam;
a. Mengemban kesulitan- kesulitan dalam berdakwah
b. Meninggalkan ketergesa- gesaan (tidak cepat ingin melihat hasil);
para ulama pada saat menyampaikan dakwah mereka meletakkan
pondasi keimanan.
c. Menjaga keberlangsungan dakwah; sabar tidak bisa dicapai kecuali 3
hal; menahan diri dalam mengeluh, menahan lisan dari perkataan
kotor dan menagdu domba, menahan anggota badan dari perbuatan
zhalim
6. Adil terhadap;
a. Musuh dan teman
b. Menilai buku
c. Berinteraksi dengan nash- nash syari
d. Menghukumi kelompok atau pergerakan dakwah
e. Menyimpulkan perbedaan pendapat
7. Tawadhu dan tidak sombong(menolak kebenaran dan meremehkan
orang lain)
8. Kelembutan dan tidak keras

Jika Allah menginginkan keburukan maka Allah mencabut dari dirinya


lemah lembut.
9. Belas kasihan dan tidak kasar
10. Banyak beristikharah dan bermusyawarah
11. Malu
12. Menjauhi hal- hal yang mendekatkan kita pada perbedaan
13. Memperbanyak muhasabah dan murajaah.
14. Lobah terhadap objek dakwah sampai madunya merasa dekat
dengannya, sehingga siap menerima apa yang disampaikan
kepadanya.QS. At Taubah. 128


128. sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi
Penyayang terhadap orang-orang mukmin.
15. Yakin dan percaya diri dalam berdakwah.
16. Tidak membalas dendam terhadap orang lain.
17. Memiliki semangat yang tinggi dalam berdakwah.