Anda di halaman 1dari 29

Mensekresikan hormon Tiroksin atau T4,

triiodotironin atau T3 dan kalsitonin.


Fungsi hormon tiroid antara lain :
meningkatkan kecepatan metabolisme
efek kardiogenik
simpatogenik
pertumbuhan dan sistem saraf

Struma difusa toksik


dapat kita temukan
pada Graves
Disease. Penyakit ini
juga biasa disebut
Basedow.
Trias Basedow
meliputi :
pembesaran
kelenjar tiroid
difus,
hipertiroidi ,
eksoftalmus.

Struma nodosa toksik adalah pembesaran


kelenjar tiroid pada salah satu lobus yang
disertai dengan tanda-tanda hipertiroid.
disebut juga Plummers disease.
Yang membedakan antara Graves disease
dengan Plummers disease adalah saat
pemeriksaan fisik di mana pada saat palpasi
kita dapat merasakan pembesaran yang
hanya terjadi pada salah satu lobus.

Struma endemik adalah penyakit yang


ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid
yang terjadi pada suatu populasi, dan
diperkirakan berhubungan dengan
defisiensi diet dalam harian.
Goiter difus adalah bentuk goiter yang
membentuk satu buah pembesaran yang
tampak tanpa membentuk nodul. Benttuk
ini biasa ditemukan dengan sifat non-toksik
(fungsi tiroid normal), oleh karena itu
bentuk ini disebut juga goiter simpel.

Strumanodosa non toksik adalah


pembesaran kelenjar tiroid yang secara
klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa
disertai tanda-tanda hypertiroidisme.

Pada diagnosis SNNT adalah tidak adanya


gejala toksik yang disebabkan oleh
perubahan kadar hormon tiroid, dan pada
palpasi dirasakan adanya pembesaran
kelenjar tiroid pada salah satu lobus.

Pembesaran yang teraba harus


dideskripsikan
Lokasi: lobus kanan, lobos kiri, ismus
Ukuran: dalam sentimeter, diameter panjang
Jumlah nodul: satu (uninodosa) atau lebih dari

satu (multinodosa)
Konsistensinya: kistik, lunak, kenyal, keras
Nyeri: ada nyeri atau tidak pada saat dilakukan
palpasi
Mobilitas: ada atau tidak perlekatan terhadap
trakea, muskulus sternokleidomastoidea
Kelenjar getah bening di sekitar tiroid : ada
pembesaran atau tidak

Pemeriksaan Kadar T3 , T4 , TSH .


Pemeriksaan radiologis
Foto rontgen dapat memperjelas
adanya deviasi trakea atau
pembesaran struma retrosternal
USG tiroid yang bermanfaat
untuk menentukan jumlah nodul
FNAB.

Struma Difusa Toksik


bonam

: Dubia ad

Struma Nodusa Toksik


bonam

Struma Difusa Non Toksik : Dubia ad


bonam

Struma Nodusa Non Toksik: Dubia ad bonam

: Dubia ad

Dilakukan autoanamnesis tanggal 18


Oktober 2013

Status Generalisata :

R. Colli Dextra :
Inspeksi: Terdapat massa berbentuk bulat
dengan ukuran 4x4x3 cm, warna sama
dengan sekitar, bergerak saat menelan
Palpasi: Konsistensi kenyal, mobile, tidak
melekat pada dasar atau kulit, tidak nyeri,
pulsasi (-), tidak terdapat pembesaran
kelenjar getah bening regional.

Ny. S dengan usia tahun mengeluh terdapat


benjolan pada bagian lehernya .Benjolan
mulai disadari sejak sepuluh tahun lalu.
Awalnya kecil dan lama kelamaan semakin
besar. Benjolan tidak nyeri, tidak mengganggu
waktu bernafas ataupun menelan. Suara
penderita tidak terganggu dan tidak terjadi
perubahan suara selama terdapat benjolan.
Penderita tidak mempunyai riwayat jantung
berdebar, tangan gemetaran , susah tidur,
sensitif terhadap suhu dingin, berkeringat
banyak, nafsu makan menurun, mudah lelah,
penurunan berat badan.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan status


generalisata dalam batas normal. Status
lokalis pada regio Colli Dextra didapatkan
Terdapat massa berbentuk bulat dengan
ukuran 4x4x3 cm, warna sama dengan
sekitar, bergerak saat menelan pada
inspeksi. Konsistensi kenyal, mobile, tidak
melekat pada dasar atau kulit, tidak nyeri,
pulsasi (-), tidak terdapat pembesaran
kelenjar getah bening regional pada palpasi.
Hasil dari pemeriksaan lab dalam batas
normal .Hasil dari pemeriksaan radiologi
didapatkan Foto Cervical AP-Lateral: Trakea
posisi terdorong ke arah kiri. Hasil dari FNA
didapatkan diagnose Nodular goiter.